Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Keluarga...


__ADS_3

"Setiap manusia memiliki hati, dan hati yang dimiliki bisa membuat seseorang merasakan berbagai macam perasaan. Ya, seperti perasaan senang, sedih, jatuh hati, dan sakit hati. Ketika seseorang merasakan sakit hati yang mendalam, maka akan ada perasaan dendam pada hati seseorang."


Ibu segera memasukkan sesuatu ke dalam minuman yang akan dia berikan pada Aini.


"Dendam didefinisikan melakukan tindakan berbahaya terhadap seseorang atau kelompok sebagai tanggapan terhadap keluhan, baik itu nyata atau dirasakan. Dendam menjadi hal yang manusiawi, namun bila dilakukan secara berlebihan maka hal tersebut menjadi hal yang tidak baik, bahkan menjadi salah satu penyakit gangguan jiwa bila dilakukan secara berlebihan." Ucap Aini yang mengagetkan Ibu.


" Aini, sejak kapan kamu ada di sini?"


" Mungkin baru saja." Pekik Aini sambil mengambil beberapa buah yang ada di kulkas. Mencuci nya kemudian mulai memotong dan menjadikannya salad.


Ibu sedikit tegang karena Aini justru duduk di meja makan dan menikmati salad yang baru saja dia buat.


Ibu segera menyembunyikan bungkus bekas sesuatu ke dalam saku pakaian nya.


"Balas dendam memang dapat memuaskan hati, tapi itu tidak mengubah keadaan menjadi lebih baik."


Ibu yang mengaduk minuman terhenti saat mendengar suara Aini.


"Terkadang cara menyadarkan adalah dengan membalas." Ucap Ibu sambil membawa segelas susu itu ke hadapan Aini.


"Jangan buang waktu untuk membenci dan balas dendam. Setiap orang yang menyakiti pada akhirnya akan menerima karmanya sendiri." Ucap Aini.


Ibu semakin merasa kesal pada Aini.


" Aini jangan menjadi sok suci dan sok bener. Kamu merasa bahwa kamu paling bijaksana setelah mengirim kedua anakku ke tempat terpencil."


" Aku tidak mengirim nya, mereka sendiri yang menawarkan diri untuk ikut karena mereka tahu apa yang mereka lakukan selama ini adalah salah."


"Saya bisa baik buat orang yang baik, dan bisa lebih jahat buat orang yang lebih jahat." Ucap Aini.


" Apa maksud kamu?" Tanya Ibu.


Tak lama peserta beberapa orang masuk dan mengejutkan Ibu.


" Maaf bu, ibu harus ikut kami ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan tindakan ibu yang sudah memalsukan data kepemilikan."

__ADS_1


" Benci ku padamu dari dulu memang tidak lah salah. Aku sungguh membenci mu dari awal aku menikah dengan ayahmu karena hanya kamu yang selalu dia ingat dan dia bangga kan sampai seluruh harta kekayaan ini dia berikan kepada mu."


" Bukan di berikan tapi di beri tanggung jawab untuk menentukan siapa yang lebih berhak dan pantas mendapatkan nya."


"Jangan terlalu menyayangi seseorang, kelak kita akan membencinya. Jangan pula terlalu membenci seseorang, kelak kita akan menyayanginya." Ucap Aini sambil tersenyum.


" Mari ikut kami..."


" Tunggu, aku sudah membuatkan minuman ini untuk Aini, jadi aku hanya akan ikut setelah dia meminumnya. Ini adalah sari kedelai dan kurma dimana aku membuatnya semalam. Walaupun aku membencinya, tapi aku tetep menyayangi bayi dalam kandungan nya." Ucap Ibu.


Aini mengambil gelas susu tersebut dan siap meminumnya.


"Ketika kamu kecewa, meski cukup dewasa untuk memberi maaf padanya, kamu juga harus cukup pintar untuk tidak kembali mempercayainya." Ucap Aini sambil berjalan dan membuang susu itu ke dalam wastafel.


" Kau benar-benar anak yang tidak tahu berterima kasih. Aku sudah membuatkan nya khusus untuk mu tapi kamu tidak menghargai aku."


" Aku akan meminumnya dengan senang hati saat Ibu benar benar membuat susu itu dengan cinta dan sedikit kasih sayang bukan dengan sedikit racun."


Ibu terkejut, bagaimana Aini bisa tahu...


" Jangan sembrono kamu Aini, mana mungkin aku menaruh racun pada susu itu."


"Jangan pernah berdebat dengan seseorang yang percaya dengan kebohongannya sendiri." Ucap Aini sambil berdiri dan berlalu meninggalkan Ibu.


" Dengar kalian semua, kalian sudah di bodohi oleh Aini. Kalian lihat saja nanti, Aini akan membuat kalian lebih sengsara daripada saat kalian berada dalam pengawasan ku." Teriak Ibu saat para polisi itu membawa paksa Ibu dan mengundang perhatian penghuni serta pengurus panti asuhan.


"Tidak baik untuk selalu membayangkan suatu hal yang paling buruk hanya karena kamu belum mengetahui yang sebenarnya." Ucap Yuli sambil tersenyum.


" Kau. Aku doakan kau akan mendapatkan karma yang paling menyakitkan karena sudah mengadu yang tidak tidak pada Aini sehingga membuat aku harus berurusan dengan polisi dan kedua anakku di bawa ke tempat terpencil."


"Ketika dikecewakan ku hanya bisa mengelus dada sambil berucap sabar. Semoga ini tidak membuatku membencimu secara berlebihan. Hidupku akan tetap berlanjut, baik dengan atau tanpamu. Dendam tidak akan ada artinya untukku."


" Jangan menjadi sok bijak padahal kamu sendiri busuk."


"Kita hidup bukan berdasarkan apa yang kita mau, tapi berdasarkan apa yang kita mampu. Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, tidak menyadari bahwa masalah biasanya dari dalam."

__ADS_1


" Semoga ibu mendapatkan hidayah sehingga dapat segera kembali pada jalan yang benar." Ucap Yuli.


Ibu dibawa para polisi tanpa perlawanan karena tidak ada satupun dari mereka yang melihat mencoba untuk menghentikan nya karena memang Ibu adalah orang yang sudah menyalahgunakan wewenang dan tanggung jawab.


Sepeninggalan Ibu dan ketika semua sudah menjadi normal.


" Huft, aku harus bekerja keras untuk mengembalikan nama baik panti asuhan ini." Pekik Yuli sambil berkutat di depan komputer.


Sementara Daffa dan Akbar terkejut karena kedatangan Daffi, Kenzo, Viona dan Nina.


Rupanya mereka mendengar kabar tentang panti asuhan dan memutuskan untuk datang dan membantu memperbaiki keadaan.


Nina langsung membantu Yuli membersihkan nama baik panti asuhan yang sempat tercoreng karena Ibu dan dua saudara nya.


Viona dan Aini membagikan apa yang seharusnya menjadi hak para penghuni panti asuhan dan meminta maaf karena telah mengetahui tentang ini.


Daffa, Kenzo dan Akbar membongkar gudang penyimpanan dan mulai membagikan serta menbangun sebuah ruangan baru dimana seluruh barang barang yang sudah tersimpan beberapa bulan itu akan di tata menyerupai mini market sehingga para penghuni panti asuhan itu bisa mengambil apapun sesuai kebutuhan mereka.


Nina yang memang sangat pandai mengoperasikan komputer membuat nama panti asuhan itu kembali bersih dan mengundang para donatur yang sudah sempat kecewa setelah mendengar berita bahwa seluruh penghuni panti asuhan tidak mendapatkan haknya.


" Terima kasih karena sudah mau datang dan membantu." Ucap Aini pada Viona dan Nina.


" Bukankah sesama saudara kita harus saling membantu." Ucap Nina.


" Bukan saudara, kita akan menjadi keluarga. Tidak, kita adalah keluarga." Ucap Viona.


" Dan keluarga, akan saling membantu." Imbuh Yuli.


Mereka berempat kemudian berpelukan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2