Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 59 : Ngomong sendiri


__ADS_3

"Aku pernah mencintaimu dengan sederhana meskipun tak selalu bisa sempurna. Tapi, sekarang ini justru perasaanku terasa jauh lebih sempurna. Saat aku melihat kamu bahagia dengan seseorang, yang mampu mengisi kekurangan dan kelebihanmu. Selamat berbahagia, do’a terbaikku akan selalu terkirim untukmu." Ucap Viona sambil mengusap bulir air mata yang menetes tanpa sengaja saat menatap kepergian Radit.


Aini melihat itu saat dia baru saja turun dari taksi.


Aini kemudian memutuskan untuk melihat keadaan Viona.


" Assalamualaikum..."


" Walaikumsalam..."


" Viona, apa kamu baik-baik saja?"


Fiona tidak dapat lagi menahan kesedihannya dia langsung memeluk Aini.


"pernikahan nya menjadi tamparan keras buat aku. Sekarang dia benar-benar sudah mendapatkan pilihan pasangan hidup , sementara aku masih saja sendiri. Namun bukan berarti aku tidak mendoakan untuk kebahagiaan nya. Karena aku sadar, ini adalah takdir Tuhan untuk kita berdua."


" Jika kamu sadar kenapa kamu masih bersedih?"


" Aku bersedih karena dia bela-belain datang dari kamu ke kota hanya untuk mengantarkan undangan pernikahannya kepadaku."


" Hanya itu?"


" Iya, sungguh aku merasa menjadi wanita yang sangat istimewa walaupun dia datang untuk mengirimkan aku undangan pernikahannya."


Aini mana kudanya sendiri karena dia tidak mengerti dengan jalan pikiran dari Viona, Aini berpikir Fiona sedih karena dia masih belum menerima takdir bahwa orang yang dia sukai akan menikah dengan orang lain tapi yang dipikirkan Aini ternyata salah besar.


Viona hanya merasa terharu karena orang yang dia sukai datang ke kota hanya karena sebuah undangan.


"Selalu ada seseorang yang merasa haru mendengar teman baiknya akan menikah. Dan itu yang tengah kamu rasakan saat ini. Meskipun dalam hati ada sebaris sendu mengharu, namun aku yakin kamu tak ingin menjadi beban dalam hati nya. Kamu rela melihat nya bahagia bersama orang lain, agar kamu bisa lepaskan segala sesak dalam hatimu. Doa akan selalu aku panjatkan untuk kebahagiaanmu, semoga kamu segera menyusul dan menempuh hidup baru."


" Terima kasih Aini, kamu adalah orang yang selalu membuat mu merasa istimewa."


"Pernikahan ialah gerbang awal dalam memasuki tahap kehidupan yang selanjutnya. Sebuah kehidupan yang tentu penuh dengan cinta kasih yang tak pernah surut. Dan, dia saat ini baru saja memasuki gerbang. Lalu aku kapan?"


Dia mulai lagi. Pekik Aini


Aini kemudian langsung berbalik badan dalam meninggalkan Fiona yang terus memanggil-manggil namanya karena Aini pergi sebelum Fiona menyelesaikan kata-kata nya.


Sesampainya dirumah, ini mulai berpikir untuk mencarikan jodoh bagi Fiona agar gadis itu berhenti membicarakan hal-hal yang membuat telinganya menjadi panas.


Tapi masalahnya adalah ini tidak mempunyai kandidat siapapun kecuali orang-orang yang sudah lama tinggal di panti asuhan.


Aini berpikir Fiona tidak akan mungkin mau dengan orang-orang yang asal-usulnya tidak jelas.


Sekalipun Viona mau belum tentu juga keluarganya akan menerima.

__ADS_1


Aini akhirnya mengurungkan niatnya untuk mencarikan jodoh bagi Viona.


" Biarkan saja dia begitu untuk sementara waktu lagi pula aku yakin sebentar lagi dia pasti akan segera mendapatkan jodoh. Ya semoga saja." Pekik Aini.


Sementara itu, Fiona tengah merebahkan dirinya di atas tempat tidur sambil memandangi undangan pernikahan Radit.


Dia mulai berkeluh dengan pemikirannya sendiri Haruskah dia datang ada acara pernikahan Radit.


dia ingin sekali datang tapi dia tidak siap untuk bertemu dengan keluarganya mengingat dirinya masih belum mendapatkan apa-apa setelah sekian tahun berada di kota.


Tapi Fiona juga memikirkan perasaan Radit yang pasti akan kecewa ketika mengetahui bahwa Fiona tidak datang ke pernikahannya.


Memikirkan tentang pernikahan tiba-tiba Viona merasa bahwa dirinya begitu ingin menikah juga.


Lalu Viona mencoba mengingat perkataan Aini.


"Jika senantiasa berniat baik, Allah akan pertemukan dengan hal yang baik, orang-orang baik, tempat yang baik, dan kesempatan berbuat baik. Tapi kapan Allah akan mempertemukan aku dengan jodohku.."


'Bagi para jomblo jangan sedih, Sebab kehidupan itu berawal dari jomblo....


'Menjadi jomblo itu bukanlah sesuatu yang perlu disesali, tetapi anggaplah proses yang harus dilewati untuk menemukan pasangan sejati...


'Hidup memang berat. Apalagi buat para single. Tapi buat yang dobel, beratnya juga dobel...


Viona mengganti saluran radio yang menyiarkan tentang jomblo.


' Buat apa iri sama truk yang gandengan, kalau Ferrari aja kelihatan keren sendirian...


'Memilih JOMBLO itu bahagia. Karena menjadi pribadi tak mudah tergoda..


" I like it..." Ucap Viona sambil menambah volume radio.


"Aku tidak single, melainkan sedang menjalin long distance relationship dengan pacar masa depanku, xixixi...."


'Saat menjadi jomblo, kamu bisa lebih fokus mengejar karier dan meraih impian kamu tanpa ada gangguan yang bernama cinta dan asmara...


" Wah tumben radio mengatakan hal yang benar?" Kekeh Viona.


'Jomblo bukan berarti dia tidak laku. Mungkin saja dia ingin mempersiapkan diri yang terbaik untuk calon menatu....


"Jomblo pasti berlalu. Semua ada saatnya, saat semua kesendirian menjadi sebuah kebersamaan dengannya kekasih halal. Bersabarlah." Ucap Viona sambil menyemangati diri sendiri.


Tak lama kemudian, Viona mendengar suara teriakan dari luar.


" Pasti Mak Erot..." Pekik Viona.

__ADS_1


Dan sebentar saja saat Fiona datang ke depan untuk melihat Siapa yang datang ternyata memang benar Mak Erot yang datang.


" Haduh, bisa nggak sih kamu itu sudah datang ke rumahku tuh nggak usah teriak-teriak ucapin salam aja aku dengar kok"


" Yaa maaf, habisnya ini sangat emergency apakah kamu tahu jika Radit akan menikah dengan wanita yang bernama Tiara?"


" Tahu lah, dia tadi dari sini nganterin aku surat undangan."


" What?"


" Kenapa?"


" Gila yaa, nekat banget sih Radit ngirimin kamu surat undangan pernikahan sepertinya dia memang mau pamer kalau ternyata dia lebih laku daripada kamu."


" Sialan kamu."


" Eh tunggu aku...."


Mak Erot segera berjalan mengikuti Fiona yang lebih dulu meninggalkannya dan masuk ke dalam rumah.


" Kamu tuh kenapa sih lagi sensitif ya kalau kamu tidak terima karena aku mengatakan bahwa Radit lebih laku daripada kamu?" Ucap Mak Erot.


" Enggak."


" Terus?"


" Ya Aku hanya tidak suka dengan cara kamu berbicara. Kadang kita memilih untuk sendiri, bukan karena takut untuk mencintai seseorang lagi, tapi karena takut terluka dengan alasan yang sama untuk kedua kali."


" Iya sih..."


"Lebih baik menunggu orang yang pas, dari pada harus menghabiskan semua waktu dengan orang yang salah. Walaupun tak tau sampai kapan."


" Hmmm, sepertinya kamu memang benar-benar sudah tobat."


" Sialan emangnya selama ini kamu pikir aku berpura-pura?"


" Ya kali aja, kan sekarang kamu sudah tinggal di perumahan jadi kamu takut diusir sama ketua komplek."


" Huuuuh dasar sikat WC."


" Hehe yaa maap kadang mulutku emang suka ngomong sendiri."


" Dasar mak Erot."


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2