Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 77 : Perasaan Lala


__ADS_3

Hidup memang sering menghadapkan seseorang pada kondisi buruk dan seolah tak ada pilihan lagi selain menaklukan keburukan tersebut.


Namun terkadang, ada juga kondisi yang mengharuskan seseorang berhadapan pada banyak pilihan yang semuanya mengarah pada risiko yang tak enak.


Mungkin kalian pernah juga berada pada posisi tersebut dan merasa tak tahan untuk meneriakkan kata-kata dilema dan sumpah serapah untuk meluapkan kemarahan.


Ungkapan Lala yang tiba-tiba seperti belati yang menusuk Viona dan Daffi secara bersamaan.


" Matamu menatapku, ragamu di dekatku. Suaramu jelas terdengar namun hatimu entah di mana bernaung. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu dari dulu. Kamu memang menganggap aku teman tapi aku selalu berharap hubungan kita lebih dari sekedar teman." Ucap Lala membuat semua terkejut.


" Lala ...." Ucap Daffi yang terkejut saat Lala mengatakan isi hatinya.


"Sejak kamu meninggalkanku, aku memikirkan apa yang ingin kukatakan jika kamu kembali lagi. Tapi sekarang aku tidak bisa bilang apa-apa selain mengutarakan isi hati ku." Ucap Lala.


Situasi semakin tegang terutama bagi Viona, dia tiba-tiba kehilangan selera makan nya.


Dia mencoba untuk bangkit tapi saat dia melihat Aini, Aini menggeleng gelengkan kepalanya pertanda bahwa Viona harus tetap berada di posisinya.


"Beberapa mimpi memang tidak dimaksudkan untuk menjadi kenyataan. Aku belajar tentang itu dari kamu." Ucap Daffi.


" Daffi...." Pekik Lala.


" Sudah sudah kenapa acara makan bersama ini menjadi seperti acara nonton film horor sih?" Pekik Papa.


" Benar, Daffi jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Pikirkan lagi dan bukankah Lala hanya mengatakan apa yang ada di dalam hatinya tentang kamu." Ucap mama.


" Benar, masih banyak waktu untuk kamu memikirkan semuanya tidak perlu terburu-buru karena memang ini hanya jalan yang kami tunjukkan kepadamu terserah kamu akan mengikutinya atau tidak." Ucap Papa.


" Bukankah mama dan papa berencana untuk menjodohkan aku dan Daffi kenapa sekarang mama dan papa seolah-olah tidak mendukung aku dengan Daffi?. Saat itu aku tidak sengaja mendengar kalian mengatakan bahwa kalian akan menjodohkan aku dengan Daffi." Ucap Lala dengan penuh keberanian karena dia menganggap ini adalah momen yang tepat untuk menyatakan perasaannya dan dia harus mendapatkan balasan atas perasaan nya pada Daffi.


"Ya Itu memang rencana kami mengingat kamu berdua sudah dekat sejak lama dan kami pikir kalian sudah mengenal satu sama lain. Tapi semua bukan keputusan kami keputusan tetap ada di tangan Daffi." Ucap Mama lembut.


" Benar karena memang yang akan menjalani kehidupan itu adalah Daffi bukan kami.' Imbuh Papa.


Setelah selesai makan, Viona membantu Aini membereskan makanan dan membersihkan meja.


Sementara Mama, Papa, Daffi, Daffa dan Lala sedang ada diruang santai.


"Ada yang sedang berjuang demi bisa bersama kamu. Tapi kamu tetap mempertahankan seseorang yang memberikan luka paling banyak hanya karena cinta." Ucap Daffi.


" Maksud kamu Axelio?" Ketus Lala.

__ADS_1


" Siapa lagi, Aku ragu kamu tidak tahu bahwa Axelio menyukai dirimu. Apa kamu lupa jika dia rela kehilangan posisinya demi dirimu sehingga kamulah yang mendapatkan jabatan tertinggi saat bekerja di perusahaan beberapa tahun lalu."


" Axelio tidak mungkin menyukai aku karena aku tahu seperti apa seleranya dan aku tentu saja tidak seperti yang dia inginkan."


" Itu karena kamu tidak pernah memberikan kesempatan Axelio untuk mendekatimu." Pekik Daffi.


" Itu karena aku mencintaimu.."


"Bukan alasan baik untuk jatuh cinta. Karena banyak orang yang tetap merasa kesepian meski telah jatuh cinta." Ucap Daffi.


Mama, Papa dan Daffa hanya menyimak dua orang yang sedang berbicara seolah-olah di ruangan itu hanya ada mereka berdua.


"Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Tapi kita bisa memilih siapa yang patut untuk tetap diperjuangkan." Ucap Lala.


"Aku hanya ingin cinta yang sederhana. Cintai aku tanpa batas rasa sayang. Menetaplah jangan hanya sebatas menemani." Ucap Lala lagi.


" Lala tapi sungguh perasaan yang ada dalam diriku untukmu adalah perasaan saya karena aku menganggapmu sebagai adik perempuanku." Ucap Daffi.


" Nak coba pikirkan lagi mana tahu di balik perasaan itu sebenarnya ada perasaan ingin saling memiliki satu sama lain." Ucap Mama.


" Benar jangan buru-buru mengambil kesimpulan sendiri sebelum kamu benar-benar memikirkan hal untuk kedepannya agar nantinya kamu tidak merasa bahwa keputusannya kamu ambil itu salah." Imbuh papa.


Di belakang sana...


" Ya tentu saja memangnya apa alasanku untuk tidak baik-baik saja?"


" Viona aku tahu bahwa sejak awal kamu menyukai Daffi, tapi...."


"Cinta jelas tak harus memiliki. Kehilangan sesuatu yang belum pernah dimiliki memang dilema yang aneh. Akan ada saatnya di mana percayamu dikecewakan. Lalu hatimu dengan sengaja dipatahkan. Dan saat itu kamu akan tahu apa maksud dari keikhlasan." Ucap Viona.


" Kamu memang bukan lagi Fiona yang aku kenal, kamu sudah berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan jauh lebih legowo dalam menerima segala yang terjadi dalam kehidupan ini."


" Aku hanya sudah terbiasa hidup apa adanya. Ketika mau kembali membuka hati, semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi yang terbaik. Percayalah yang buruk sengaja tuhan lepaskan agar yang baik punya kesempatan untuk datang."


Aini memeluk Viona, Aini tidak tahu jika dalam pelukan itu Viona menyeka air mata yang keluar dari matanya.


Kini dia tahu bahwa dia tidak boleh lagi berharap kepada manusia.


Benar apa yang pernah Aini katakan dulu bahwa jangan pernah berharap kepada manusia karena kamu hanya akan mendapatkan luka.


Berharap lah pada Allah maka Allah akan menunjukkan jalannya kepadamu..

__ADS_1


Viona kemudian berpamitan kepada Aini dengan alasan bahwa dia harus kembali memasak dan menerima orderan untuk tetap menjaga kelangsungan hidupnya.


Viona dan Aini masih mendengar tentang dua orang yang berbicara tentang perasaan masing-masing.


"Dengan segala cara, kamu telah menjadi seseorang yang bisa melakukan semuanya, jika ada yang bisa menyelamatkan ku, itu pasti kamu." Ucap Lala.


" Aku yakin cinta yang ada padamu yang awalnya hanya cinta sebagai saudara lambat laun akan menjadi cinta sebagai pasangan kekasih." Imbuh Lala.


" Tapi aku tidak bisa mengubah perasaan itu menjadi perasaan cinta sebagai pasangan kekasih karena...." Ucapan Daffi berhenti karena dia melihat Fiona sedang mendekati kedua orang tuanya.


" Karena apa?" Tanya Lala.


Sementara Viona meminta izin kepada mama dan papa untuk pulang karena dia harus mulai bekerja lagi.


" Iya, Terima kasih ya karena sudah datang dan membawa makanan. makananmu memang yang terbaik." Ucap Mama.


" Benar, Papa yakin jika makananmu ini akan sangat laris di pasaran dan papa doakan kamu bisa segera memiliki restoran karena makananmu ini setara dengan makanan bintang 5."


" Papa bisa saja." Kekeh Viona.


" Iya bener, mama dan papa akan menjadi pembeli pertama ketika kamu sudah mendirikan restoran mu sendiri."


" Mohon doa dan dukungan nya saja, kalau begitu Viona pamit yaa ma, pa, mas Daffi, mas Daffa dan Lala.." Ucap Viona.


Daffa dan Lala tersenyum sambil menganggukkan kepala tapi tidak dengan Daffi yang masih terdiam dengan pikirannya sendiri.


" Daffi kenapa kamu diam saja apa kamu sudah memikirkan kata-kataku, kita bisa mulai membangun cinta kita berdua dari awal dan bersama-sama." Ucap Lala yang sukses membuat Viona yang sudah melangkah hendak pergi setelah menyalami kedua orang tua dari Daffi itu berhenti dan menoleh sekilas ke arah Lala.


" Lala sebaiknya kamu jangan terlalu menekan Daffi, berikan dia waktu


" Ucap Daffa.


Aini lalu mengantar Viona ke pintu, setelah Viona mengucapkan salam dan siap pergi dari rumah Aini, sebuah tangan menariknya dan membawanya pergi dari hadapan Aini.


" Ikut aku...."


" Apa?".


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2