
Pagi pagi, Aini dikejutkan dengan suara tangisan di depan pintu rumah nya.
Dengan membawa sapu, Aini berjalan dan bersiap membuka pintu mana tahu itu adalah suara mbak kunti yang telat pulang dari pesta malam bulan purnama. Karena lupa pakei sunscreen jadi mbak kunti nyasar ke rumah Aini. Takut gosong kan kulitnya.
Aini menghela nafas panjang dan membuka pintu..
" Aini..."
" Lah tiba.e saodah. Aku kira mbak kunti hehe.."
" Jahat banget sih. Cantik badai topan gini di bilang mbak kunti yang jelas jelas enggak pernah perawatan. Liat aja rambutnya bergumpal gumpal kayak gosokan nya panci."
" HAHA. Udah jangan ngelawak masih pagi. Ada apa sih pagi pagi udah ngamen di depan rumah orang?"
" Nangis bukan ngamen."
" Et dah pakek acara nangis segala."
" Serius dikit boleh gak sih?"
" Oke. Katakan."
" Aini, mereka menjauhiku Karena penampilanku sekarang yang seperti tutup seperti ini apa merasa tidak suka aku lagi?"
"Nggak semua orang menjauh karena nggak suka sama kamu, bisa jadi dia menjauh gara-gara kebelet kentut aja, kamu nggak usah baper!" Ucap Aini.
Viona langsung makan pintu.
" Lah dari saodah jadi ratu rayap." Pekik Aini.
" Aini kamu terbuat dari apa sih?"
" Kenapa?"
" Rasanya tiap dengar kata yang keluar dari mulut kamu aku jadi pengen menjadikan BPKB biar bisa aku serahin ke pengandaian."
" Terus mau kamu buat apa?"
" Buat restoran lah."
" Nah gimana kalau kamu usaha kuliner aja. Masakan kamu kan enak. Dari pada kamu sibuk mikirin komentar netizen yang jelas jelas gak menghasilkan uang."
" Iya juga yaa.."
" Iya, mending kamu sibukin diri menatap diri, jiwa dan hidup menjadi lebih baik. Daripada pusing sama komentar panas mending di ademi aja pakai Sprite yang nyatanya nyegerin."
" Aku harus mulai dari mana?. Jangan bilang dari nol karena kata kata itu udah nasi sekarang."
" Loh emangnya kamu udah ketemu tampang nya si nol?"
" Udah."
" Terus udah kamu cium?"
" Ya belum."
" Kok tahu kalau basi dari mana?"
" Ya kan sebelum aku celup udah aku puter terus aku jilat."
" Oreo dong."
" Bukan."
" Terus apa?"
" Mie seblak."
__ADS_1
Mau ketawa takut dosa, jadi nya Aini diem aja.
" Mulai jualan online aja. Cari pelanggan. Ntar kalau ada ruko yang sesuai sama uang kamu di sewa. Terus dikembangin deh usaha kamu."
" Kembangin nya enak pakai Soda kue apa baking powder yaa?"
" Dua dua nya aja. Jangan lupa pakai SP biar lembut."
" Ya udah deh kalau gitu aku mau langsung bikin sekarang aja."
" Jadi ceritanya udah gak mau mewek lagi?"
" Enggak. Kamu sudah membuka mata hatiku."
" Oh jadi dari dulu mata hatinya kemana?"
" Kena katarak." Ucap Viona sambil nyelonong pulang.
Baru sampai gerbang, Viona balik lagi ke Aini.
" Kok balik?"
" Belum ucap salam. Assalamualaikum."
" Walaikumsalam." Kekeh Aini.
Aini tertawa sekaligus bersyukur kepada Allah karena sudah membukakan pintu hidayah kepada Viona.
Tawanya Aini karena tingkah lucu Viona. Aini berpikir Viona sebenarnya anak yang baik dan ramah tapi keadaan membawanya ke jalan yang salah. Tapi syukurlah dia sudah sadar dan ada keinginan untuk meninggalkan jalan yang salah itu.
Aini kemudian masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan sarapan.
Aini sudah tidak sabar karena hari ini adalah hari dimana dia akan di ajari selingkuh oleh Daffa.
Jantung Aini deg deg kan.
Yang jadi pertanyaan adalah, Aini akan selingkuh dengan siapa?.
Saat Aini mencoba berpikir, dia dikejutkan dengan tangan yang melingkar di pinggang nya.
" Sayang, tadi pagi aku tidak bisa makan karena merindukan kamu, siangnya juga tidak makan karena memikirkan kamu, dan malamnya aku tidak bisa tidur karena kelaparan."
" Jadi sekarang apa aku boleh makan?"
🌸🌸🌸
" Daffi mampir ke toko oleh-oleh yuk. Mama pengen bawain menantu oleh oleh."
" Hemmmm."
Daffi menghentikan mobilnya di salah satu toko saat mereka sudah hampir sampai dirumah Aini.
Daffi ikut turun dan memilih untuk menunggu mama nya di depan toko sambil mempersiapkan diri untuk bertemu Aini.
Dan pertemuan kali ini pasti akan terasa berbeda karena mereka akan bertemu sebagai saudara ipar.
Brug!!
Seorang wanita tiba tiba menabrak Daffi.
" Maaf, aku kita tiang ternyata orang." Kekeh wanita tadi.
" Jalan pakai mata dong." Ketus Daffi.
" Ya jangan dong. Ntar mataku jadi panjang kayak tuan krabb. Dimana mana jalan yang pakai kaki."
" Ya mata nya juga dipakai buat liat."
__ADS_1
" Kan aku udah minta maaf, sewot banget jadi orang. Ntar aku doain jadi reot baru tahu rasa."
" Eh ngomong-ngomong Orang tuamu pengrajin bantal yah?"
" Kenapa?" Ketus Daffi
" Karena terasa nyaman jika di dekatmu. Wakakak. Ternyata aku bakat gombal juga. Apa sebaiknya ikut audisi pergombalan ya?" Kekeh wanita yang tidak lain adalah Viona.
Setelah dari rumah Aini, dia memutuskan untuk belanja bahan makanan dan bertekad akan memulai bisnisnya hari itu juga.
Dan karena Viona tidak memperhatikan diri karena sibuk dengan gawai nya, jadilah dia menabrak Daffi.
" Eh tunggu tunggu, wajah kamu kok mirip..."
" Aliando?"
" Bukan.."
"Oppa Korea?"
" Bukan.."
" Haha aku lupa, nanti aku kasih tahu kamu kalau inget yaa.."
" Saat kamu ingat aku akan lupa sama kamu. Udah pergi sana. Makhluk gak jelas."
" Heh anak manusia ini. Seenaknya aja panggil makhluk. Emangnya aku makhluk mistis." Ketus Viona sambil nyelonong pergi.
Tapi baru beberapa langkah dia mundur dan balik lagi membuat Daffi kesal.
" Cara termudah untuk membuat orang mengingat Anda adalah pinjamlah uang mereka. Jadi sekarang pinjami aku uang, biar kamu selalu inget aku."
" Ya Tuhan, mahluk astral bisa pergi gak sih?"
" Heh botol kecap jangan mentang-mentang manis kalau masih belum tahu rasanya di asinin."
"Apakah kamu jatuh dari langit? Soalnya setan biasanya begitu." Ucap Daffi.
" Kenapa gak bales?. Apa udah sadar kalau bukan dari planet sini?"
" Enggak."
" Terus."
"Aku sedang belajar dari bulu ketek. Walaupun selalu terhimpit namun tetap tegar bertahan dan tetap tumbuh subur."
Daffi memilih masuk dan menyusul mama nya karena dia bisa ikutan gila jika meladeni pembicaraan mahluk astral itu.
" Btw, kok bulu ketek ku gak tumbuh tumbuh yaa, terus aku belajar dari bulu ketek siapa doang?" Pekik Viona.
" Ma udah yuk cepetan." Pekik Daffi saat dia sudah berhasil menemukan sang mama.
" Iya sebentar kamu tuh kenapa sih kayak lagi dikejar-kejar setan aja."
" Haduh udah deh mah cepetan ini lebih parah dari setan."
" Ha? yang bener kamu memangnya apa yang siang bolong begini mampir menemui kamu?, biasanya juga kan mereka menyapa kamu saat malam hari."
" Mahluk astral ma."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1