Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 35: Dekat


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul satu, tapi demam aini semakin tinggi walaupun daffa sudah mengompresnya dengan air hangat.


Daffa semakin frustasi karena di luar hujan dan petir masih sangat lebat.


" Ibu aku dingin..." pekik aini.


Daffa menambah selimut hingga berlapis tiga untuk menutupi aini.


Aini terus menerus merasakan dingin hingga Daffa memilih untuk masuk ke dalam selimut dan memeluk Aini.


" Suhu tubuh mu sangat panas." pekik Daffa.


Daffa terlihat mondar mandir, perkataan Kenzo tentang metode skin to skin terus teringat di telinga nya.


"Waktu tak dapat diputar, dijilat, apalagi dicelupin. Jadi sebaiknya aku membantu menurunkan panas Aini."


Daffa berbaring di samping Aini, sebenarnya Daffa enggan untuk melakukan nya tapi karena Aini terus mengatakan bahwa dirinya kedinginan Daffa memutuskan untuk mendekap Aini.


Daffa semakin mendekap Aini dengan erat. Lambat laun Aini merasakan kenyamanan dan membuat nya tertidur.


Daffa memberanikan diri untuk mengecup kening aini.


"Semoga saja aku tidak menyesal setelah ini. Tapi penyesalan pasti datang di akhir, kalau di awal namanya pendaftaran kan, haaa... mungkin sebaiknya aku menikmati ini. Hitung hitung sebagai bentuk terapi kejiwaan si entong."


Daffa memandangi wajah Aini dan teringat sesuatu.


"Ternyata memang benar, cantik itu tidak harus putih, tapi harus perempuan."


Bagadum...


Bagadum...


Bagadum...


Jantung Daffa berdetak sangat cepat, dia tidak menyangka akan sedekat ini dengan Aini.


" Semoga aku tidak mimisan."


Hmm, Tuhan berikanlah aku jalan agar aku bisa tetap istiqamah di jalanmu. Tolong percepatan gravitasi dari entong ku agar mudah untuk kembali menarik sesuai yang sangat indah.


" Haaah ternyata istiqomah itu berat yaa yang ringan cuma istirahat. Dan sekarang aku sedang istirahat, bersama dengan Aini." Pekik Daffa.


Daffa melotot ketika Aini terus bergerak untuk mencari posisi yang nyaman.


" Senikmat inikah..." Ucap Daffa sambil memejamkan mata seperti sedang menahan sesuatu.


" Sepertinya memang aku harus mencoba untuk melakukannya, jika kamu gagal hari ini, jangan pernah menyerah. Ulangi terus kegagalanmu sampai akhirnya kamu yang nyerah." Ucap Daffa.


Daffa mendekati Aini dan ingin mencium bibir nya. Tapi ternyata Daffa tidak bisa.


"Di mana ada kelebihan, di situ ada kembalian. Anggap saja ini seperti menyelam sambil minum susu." Kekeh Daffa.


Daffa sedekit menggeser tubuhnya. Namun saat dia melakukannya, dia tidak sengaja menyenggol sesuatu. Akhirnya Daffa memutuskan untuk tidak bergerak hingga pagi berikutnya.


Entah pukul berapa saat Aini terbangun dan melihat dirinya berada dalam pelukan Daffa. Aini tersenyum karena itu.


" Terima kasih suamiku karena sudah merawat ku dengan baik." Ucap Aini sambil mencoba menyingkirkan tangan Daffa dari tubuhnya.


Aini yang merasakan dirinya jauh lebih baik memutuskan untuk berjalan ke kamar mandi dan mandi air hangat.

__ADS_1


Disana Aini teringat kejadian dimana dirinya tidak sengaja tanpa busana di hadapan Daffa.


Sementara Daffa panik karena dia tidak melihat Aini saat dirinya membuka mata.


Daffa mencari Aini dan saat mengetahui bahwa dia ada di kamar mandi sedang berendam air hangat langsung mengambil handuk dan mendatangi nya.


" Cepat keluar dari sana." Pekik Daffa sambil menutup mata dan memberikan handuk kepada Aini.


" Kenapa?"


" Beberapa jam lalu suhu tubuhmu sangat tinggi. Dan sekarang kamu malah berendam? Tidak tidak tidak aku tidak akan membiarkan nya. Sekarang cepat pergi dari sana." Ucap Daffa masih dalam keadaan memejamkan mata.


" Kenapa kamu menutup mata?" kekeh Aini sambil menerima handuk dari Daffa.


" Tidak apa apa. Aku hanya sedikit kelilipan." Ucap Daffa.


Aini mendekati Daffa dan sedikit berjinjit untuk bisa menyamakan diri dengan Daffa.


Cup


Aini mencium mata Daffa.


" Sekarang sudah tidak kelilipan lagi kan?" Bisik Aini.


Daffa membuka mata, dan untuk pertama kalinya dia melihat wajah Aini dengan sangat jelas dan dekat.


" Kamu sangat cantik." Lirih Daffa.


Aini tersipu malu, dia mencoba untuk pergi tapi Daffa memegang tangan nya dan menariknya dalam pelukan.


" Kenapa kamu selalu membuat jantung ku berdebar-debar?" Lirih Daffa.


" Mungkin karena kamu sudah mencintai ku."


" Sepertinya ada tamu." Lirih Aini.


" Hmm..." Daffa menjauhkan diri dari Aini.


" Pergilah ganti pakaian, aku akan melihat siapa yang datang, jika kondisimu tidak memungkinkan untuk turun maka tidak perlu turun biar aku saja yang menemui tamu itu."


" Baiklah."


Aini masuk ke ruang ganti sementara Daffa langsung turun dan melihat siapa yang datang.


Saat Daffa membuka pintu yang datang adalah dokter R dan Ken.


Daffa langsung meminta dokter R untuk memeriksa Aini tapi sebelum itu Daffa memastikan bahwa Aini sudah berganti pakaian.


" Bagaimana?" Tanya Daffa setelah dia memeriksa Aini.


" Tidak apa apa, hanya gejala masuk angin biasa istirahat yang cukup dan minum vitamin juga pasti akan sehat."


" Aku pikir kamu akan mengatakan bahwa Nyonya Bos mengalami gejala kehamilan."


Dug !!


Daffa langsung menyikut perut Kenzo.


Dokter R dan Kenzo memilih untuk segera pulang setelah memeriksa keadaan Aini.

__ADS_1


" Kenapa sekretaris Kenzo cepat pulang apakah dia tidak merindukan kamu?" Tanya Aini.


" Tidak, dia sudah memiliki kekasih yang baru berjenis kelamin perempuan."


" Benerka?" Tanya Aini.


" Ya.."


" Suami.."


" Ada apa?, apa kamu memerlukan sesuatu?"


" Tidak Aku hanya ingin tahu bagaimana kamu membuatku merasa nyaman saat suhu tubuhku sangat tinggi."


" Tidak ada, Aku hanya berbaring disampingmu dan memelukmu itu saja."


" Jadi apakah sebelumnya kita pernah sangat dekat dan saling berpelukan?" Tanya Aini.


" Ya."


" Seperti apa?"


" Seperti ini..." Daffa mendekat dan langsung berbaring kemudian memeluk Aini.


" Sangat nyaman bukan.." Lirih Aini.


Deg !!


Daffa baru sadar jika dirinya kini sudah sangat dekat lagi dengan Aini.


" Aini..."


" Walaupun kamu belum bisa memberikan apa yang sudah menjadi haku tapi aku bahagia setidaknya kamu sudah banyak berubah dan tidak lagi bersikap dingin kepadaku." Ucap Aini sambil menyandarkan kepalanya di dada Daffa.


" Apa kamu tidak merasakan sesuatu saat kita sudah sedekat ini?" tanya Aini.


" Sesuatu apa maksud mu?"


" Entahlah mungkin sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kamu rasakan saat kamu bersama dengan sekretaris Ken?"


" Aini dengar bukankah kau sudah berulang kali mengatakan kepadamu bahwa aku bukan pencinta laki laki, tapi aku adalah laki-laki pencinta perempuan yang sedang menuju normal."


" Kalau begitu cium aku."


" Apa?"


" Cium aku seperti yang akan kamu lakukan saat kita berada di dalam kamar mandi." Ucap Aini sambil mendongak dan menatap Daffa.


Hening...


Daffa menatap mata indah Aini, mata yang membuatmu merasa terhipnotis.


Jantung nya juga berdetak sangat kencang tapi kali ini Daffa bisa mengatasinya.


Perlahan Daffa mendekati Aini dan bersambung...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2