
" Kunci hidup bahagia adalah jalani, nikmati, dan syukuri. Jangan menyerah saat doa-doamu belum terjawab. Jika kamu mampu bersabar, Allah mampu memberikan lebih dari apa yang kamu minta."
" Aku akan tetap sabar di sini dan membantumu untuk mendapatkan kembali apa yang memang sudah menjadi kodratmu sehingga kamu bisa menjalankan segala kewajibanmu sebagai seorang suami." Lirih Aini.
Aini masuk ke dalam sebelum akhirnya dia memesan taksi dan pergi menemui seorang dokter ahli.
Sebelum pergi Aini menyempatkan menulis beberapa kata yang kemudian dia tempelkan di tempat di mana dia menemukan kata-kata dari Daffa.
...Untuk semua kepedihan yang kau alami, bersabar dan bertahanlah, karena Allah tahu di mana batas kemampuanmu...
...Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas, dan bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit....
...Aku tidak pernah ragu sedikit pun. Aku cinta kamu. Aku percaya padamu sepenuhnya....
...Kamu adalah kekasihku....
...Alasanku untuk hidup bahagia di dunia ini....
...Cintaku kepadamu itu bagaikan metabolisme, yang tidak akan berhenti sampai mati....
...----------------...
Aini tersenyum dalam perjalanan saat dia mengingat kata-kata yang dia tulis dan entah dia dapat dari mana.
" Semoga saja Daffa akan membacanya saat aku sedang sibuk karena aku pasti malu jika Dia membacanya dengan keras sampai aku bisa mendengar." Lirih Aini.
Saat dirumah sakit, Aini terkejut karena dia bertemu dengan tetangganya. Viona.
" Hei kamu disini juga tetangga?" Pekik Viona
" Iya.."
" Kalau boleh tahu apa yang membuatmu datang ke sini?" Tanya Viona.
" Hanya berkonsultasi, kalau kamu?"
" Aku ingin memeriksakan diriku karena setelah bertetangga denganmu aku sadar bahwa jalan yang sudah aku lalui salah."
" Maaf aku tidak mengetahui." Ucap Aini.
" Aku ingin memeriksakan diriku dan memastikan bahwa aku tidak terjangkit virus HIV." Ucap Viona sambil tertunduk.
Dan saat menunduk itulah Aini baru menyadari bahwa pakaian Fiona sudah jauh lebih tertutup daripada saat dia berkunjung ke rumahnya. Aini tersenyum.
" Allah menjadikanmu seorang muslimah karena Ia ingin melihatmu di surga, yang perlu kamu lakukan adalah kamu pantas untuk itu." Ucap Aini.
__ADS_1
" Aku merasa sangat hina di dunia ini."
" Dunia merupakan ladang akhirat. Maka manfaatkan dunia dengan sebaik-baiknya. Dan tidak ada kata terlambat untuk merubah."
" Setelah aku pulang dari rumahku aku langsung menatap cara berpakaian goyang sangat berbanding terbalik denganmu."
" Menutup aurat adalah cara kamu menghargai keindahan, bukan cara kamu menghindarinya." Ucap Aini dengan lembut.
" Hiks, Aku justru menggunakan keindahan tubuhku untuk memikat mereka. Tapi rupanya mereka hanya menginginkan tubuhku dan tidak benar-benar menginginkan aku." Ucap Viona yang mulai terisak.
" Kunci hidup bahagia adalah jalani, nikmati, dan syukuri. Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu pakai dan kamu lepas semaumu. Mereka terhormat dan memiliki haknya."
" Aku sudah kotor bahkan aku sudah tidak pantas disebut wanita karena memang aku tidak bisa menjaga kehormatanku. Aku terlalu terpedaya oleh kebahagiaan dunia yang tidak pernah aku dapatkan."
" Setiap hembusan nafas yang diberikan Allah padamu bukan hanya berkah, tapi juga tanggung jawab. Islam menaikkan derajat wanita dari dasar bumi hingga pada akhirnya surga diletakkan di bawah kakinya."
" Apa menurutmu aku masih pantas untuk...."
" Hijab tak hanya sekedar aksesoris fisik belaka. Hijab adalah identitas. Hijab adalah refleksi ketaatan wanita kepada Allah SWT." Ucap Aini yang seolah-olah tahu apa yang akan dikatakan oleh Viona.
" Untuk semua kepedihan yang kau alami, bersabar dan bertahanlah, karena Allah tahu di mana batas kemampuanmu." Ucap Aini sebelum dia berdiri memenuhi panggilan.
" Ohya satu lagi. Bila hijrahmu karena Allah, kamu akan terus melangkah walaupun sudah lelah." Ucap Aini sambil tersenyum.
...----------------...
...----------------...
Aini kemudian menanyakan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan keperkasaan pria, dan mengatakan bahwa yang dialami oleh suaminya akibat cedera.
Dokter perempuan itu langsung menjelaskan kepada Aini.
Impotensi adalah kondisi ketika ***** tidak bisa ereksi atau tidak mampu mempertahankan ereksi, meski mendapat rangsangan seksual. Impotensi merupakan masalah seksual yang rentan terjadi pada pria usia 40 tahun ke atas.
Impotensi atau disfungsi ereksi adalah hal yang normal dan tidak berbahaya bila terjadi sesekali. Namun, jika terjadi secara terus menerus atau bertambah parah seiring waktu, impotensi dapat menimbulkan masalah saat berhubungan seksual, baik bagi penderita maupun pasangannya.
" Impotensi dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari proses penuaan, gaya hidup yang tidak sehat, gangguan psikologis, cedera, hingga efek samping obat-obatan."
" Impotensi bisa diobati dengan mengatasi penyebabnya, baik dengan obat-obatan, suntik hormon, atau operasi. Jika impotensi disebabkan oleh gangguan psikologis, maka penanganannya adalah dengan psikoterapi oleh dokter atau psikolog."
Mungkinkah selama ini para wanita yang selalu datang itu adalah salah satu bentuk psikoterapi yang dilakukan oleh Daffa?.
" Jika suami Ibu pernah cidera, itu artinya masalah ada pada penyempitan pembuluh darah yang mengalir menuju ***** dan gangguan keseimbangan hormon."
" Bagaimana cara mengatasinya?" Tanya Aini.
__ADS_1
" Ada macam-macam prosedur untuk mengatasi disfungsi ereksi adalah dengan pengobatan, penyuntikan hormon, pompa vakum, hingga tindakan operasi. Tapi terkadang sentuhan sensitif dari pasangan juga bisa membangkitkan jaringan otot-otot yang telah lama punah."
" Sentuhan sensitif?" Lirih Aini.
" Ya, misalnya anda melakukan sentuhan yang sebelumnya tidak pernah anda lakukan dan yang belum pernah pasangan anda rasakan. Itu mungkin bisa memancing keperkasaan kembali bangkit."
🌸🌸🌸
Sepanjang perjalanan pulang Aini terus memikirkan apa yang dokter itu katakan.
" Ah Dokter tadi tidak mengatakan apa yang harus aku lakukan kepada Daffa."
" Sentuhan.. sentuhan Bagaimana yang dimaksud oleh dokter itu apa dokter itu menyarankan agar aku memegang milik Daffa?"
" Ah tidak tidak, aku tidak mungkin melakukannya dan Daffa pasti tidak akan membiarkan aku untuk menyentuhnya Bukankah sebelumnya itu adalah milik sekretaris Ken..."
" Hais... Kenapa tidak sejak dulu saja Dafa mengatakan tentang penyakit yang diderita dirinya." Keluh Aini.
Aini selalu teringat dengan Fiona. Saat Aini sudah sampai di rumahnya dia melihat rumah Viona yang masih tertutup.
" Mungkin Fiona masih di rumah sakit. Aku akan coba untuk bertemu dengannya nanti." Lirih Aini sebelum akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.
Sementara itu...
Semua orang di kantor heran dengan yang Daffa lakukan.
Pasalnya sejak Daffa turun dari mobil hingga masuk dan duduk di meja kebesarannya dapat terus saja melihat tangan kanannya yang sebelumnya sudah di cium Aini.
" Apa tangan Tuan Bos terkena stroke.."
Mendengar itu, Daffa langsung menurunkan tangannya.
" Apa kamu mendoakan aku, agar aku terkena stroke lalu aku mati di usiaku yang masih muda dan dengan wajah tampan seperti ini?" Ketua Daffa.
Alamak...
sepertinya aku sudah membangunkan macan yang tidur..
Sebaiknya aku bergegas pergi sebelum macan itu bangkit dari singgasananya...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1