Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 45 : Pesan Mama


__ADS_3

" Setiap orang pasti memiliki keluarga, entah itu keluarga besar atau keluarga kecil yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan dirinya saja. Ketika sedang lelah menjalani kehidupan yang keras, keluarga menjadi rumah tempat mencurahkan isi hati dan berkeluh kesah. Keluarga yang hangat tentu akan memberikan solusi dengan perhatian dan kasih sayangnya ketika kamu sedang memiliki masalah." Ucap Mama saat Aini memilih untuk singgah sebentar di rumah mamanya sebelum pulang ke rumah.


Aini menceritakan apa yang terjadi kepada Mama mertua ketika mereka telah sampai di rumah karena ini tidak ingin masalah ini diketahui oleh Fiona dan Daffi.


"Upaya untuk terus menyatukan dan membuat bahagia keluarga pun dilakukan. Namun nyatanya, usaha tersebut sering kali gagal dan membuat kecewa. Perasaan sedih pasti akan muncul, namun larut dalam kesedihan dan kekecewaan terus menerus juga akan memberi pengaruh buruk pada kesehatan dan kondisi mental kamu." Ucap Mama.


" Tapi..." Aini terbata, dia sungguh tidak tahu harus berkata apa. Dia sangat terluka.


"Kebahagiaan keluarga bukan terletak pada apa yang dicapai tetapi sikap hati terhadap apa yang dicapai dalam menghadapi setiap tantangan." Ucap Mama sambil tersenyum.


" Pulanglah. Kamu sudah berada di sini selama 3 jam. Daffi akan mengantarkan mu."


Aini menghela nafas panjang dan mencari keberadaan Viona dan Daffi.


Ternyata mereka sedang bergila gilaan dengan saling membully.


Mama kemudian memanggil Daffi dan menyuruh nya untuk mengantarkan Viona dan Aini ke rumah Aini.


Sepanjang perjalanan pulang Aini lebih banyak diam, Daffi yang tadinya fokus pada Aini pikiran nya jadi pecah karena Viona terus saja mengoceh hal halu.


" Viona coba saja mulutmu itu BPKB. Aku pasti sudah membawa nya ke Pegadaian." Ketus Daffi.


" Kalau ke Pegadaian aku gak mau. Tapi kalau ke KUA aku dengan senang hati menerima."


" Hais... bisakah kamu berhenti berkata sesuatu yang halu?"


" Aku hanya mencoba untuk menciptakan kesan yang baik untuk calon jodoh ku.."


" Jangan terlalu bermimpi."


" Baiklah, Andai suatu saat nanti, sudah bukan aku lagi yang kau genggam. Ku harap dia menjadi yang terbaik untukmu di masa depan."


" Dia siapa maksud kamu?" Tanya Daffi.


" Kambing. Tuh kambing nya lagi kawin." Tunjuk Viona.


Aini dan Daffi sontak menoleh ke sebelah kiri dan terlihat lah dua kambing sedang kawin.


" Aku baru tahu kambing kawin kayak gitu." Pekik Viona


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Aini.


Viona tentu saja sangat terpesona dengan keindahan alam dan juga panti.


" Ini milikmu?"


" Milik orang tua ku."


" Ya sama saja milik kamu."


" Ya terserah kamu saja."


Aini, Viona dan Daffi berjalan memasuki rumah. Tidak ada yang menceritakan atau ada aktivitas baru karena semuanya terlihat normal.


Aini kemudian meminta Daffi untuk beristirahat sebelum pulang namun Daffi menolak dengan alasan dia sudah punya janji dengan temannya.

__ADS_1


Sepeninggalan Daffi, Aini membawa Viona masuk ke dalam kamarnya dan mempersilahkan Viona untuk beristirahat.


" Terima kasih Aini, akhirnya aku bisa beristirahat setelah hampir seharian meladeni calon jodohku itu." Pekik Viona sambil menjatuhkan diri di atas tempat tidur.


" Viona Kenapa kamu memanggilnya dengan sebutan calon jodoh memangnya kamu yakin dia itu akan menjadi jodoh kamu?"


" Yakin lah, bukannya kamu sendiri yang mengatakan bahwa kita harus yakin tentang jodoh kita."


" Aku juga sudah berdoa jika memang dia bukan jodohku maka aku akan menikah Tuhan untuk menjodohkan kita. hehe..."


" Jodoh maksa jadinya.."


" Hehe kan gak apa apa "


" Iya iya, Ya sudah kamu istirahat saja aku akan ke belakang untuk mencari keberadaan kakakku."


" Oke."


Aini pergi mencari kakaknya yang ternyata ada di panti.


" Assalamualaikum kakak.."


" Walaikumsalam, Aini kamu sudah datang?"


" Iya kak, dan dimana..."


" Mereka sedang istirahat."


" Tapi aku tidak melihatnya saat aku mencoba mencari keberadaan Kakak di rumah."


" Beliau beserta dua anaknya sedang beristirahat di salah satu kamar di rumah pengurus panti."


" Mas Akbar tidak mengizinkan sebelum kamu juga ikhlas bahwa rumah yang dulu ditempati oleh keluarga kita sekarang ditempati oleh keluarga baru."


Aini menghela nafas,


" Pergi beristirahat, kamu pasti lelah kan setelah perjalanan dari kota."


" Tapi..."


" Aini mungkin sekarang hatimu sedang dipenuhi rasa emosi karena kekecewaan dan rasa kesal, jadi lebih baik kamu beristirahat banyak beristighfar agar nanti ketika kakak mempertemukan kamu dengan beliau kamu sudah dalam keadaan yang jauh lebih baik."


" Baiklah.."


Aini kemudian memilih untuk kembali ke kamar dan beristirahat namun baru saja dia melangkahkan kaki dan membuka pintu dia terkejut saat melihat Fiona sudah menangis histeris.


" Viona kamu kenapa?"


" Hiks hiks..."


" Ada apa?" Tanya Viona panik.


" Dia... dia meninggal..."


" Ha?, siapa?"

__ADS_1


" Suaminya...."


" Suaminya Kim Kardashian."


" Siapa itu?" Tanya Aini.


Viona kemudian memberikan ponselnya dan terlihatlah sebuat drama korea dimana sang wanita menangis di atas peti jenazah suaminya.


" Astaghfirullah..."


Aini anak mudanya lalu segera berjalan menuju kamar mandi.


Tak lama berselang, Aini keluar dari kamar mandi dan mendapati Viona masih menangis.


" Dia adalah pria yang baik, dan wanita yang menangis di atas peti jenazahnya adalah cinta pertamanya mereka berpisah setelah 10 tahun dan bertemu dalam keadaan si pria sudah meninggal sungguh menyedihkan bukan kisah cinta mereka."


" Terserah kau saja." Pekik Aini yang kemudian berbaring dan mencoba untuk beristirahat.


Tapi sayangnya seberapa keras pun tak ingin mencoba dia tidak dapat memejamkan mata hingga Aini memilih untuk keluar dan menemui kakaknya.


Saat Aini kembali ke ruangan di mana kakaknya sedang sibuk mengatur data. Aini melihat nya..


" Ibu..." Pekik seorang gadis cantik.


" Assalamualaikum, kamu pasti Aini yaa.." Ucap wanita paruh baya itu sambil tersenyum.


Yuli memberikan kode kepada Aini untuk menjawab dan menyelami wanita di hadapannya.


" Walaikumsalam..." Ucap Aini sambil menyalami tangan wanita tadi.


" Barokallah Semoga Tuhan selalu memberikan umur panjang dan kebahagiaan yang melimpah."


" Amin.."


" Ternyata kamu benar-benar gadis yang cantik seperti yang selalu diceritakan oleh almarhum dan almarhumah orang tua kamu."


Aini tersenyum kecut. Yuli kembali menggerakkan matanya metode agar Aini bisa mengendalikan diri.


" Aini Ibu minta maaf karena Ibu baru menampakkan diri."


"Aku ini sabar. Tapi lebih baik kau jangan menguji kesabaranku."


" Aini..." Pekik Yuli.


" Tidak apa apa nak Yuli, Ibu tahu kekecewaan yang di rasakan Aini. Dan kamu Aini, Ibu harap kamu bisa memaafkan kebohongan yang sudah dilakukan oleh orang tuamu, terutama Ayah."


"Jauh lebih gampang memaafkan seorang musuh daripada memaafkan keluarga."


" Aini..."


" Kakak aku tidak sedang emosi aku sedang mengatakan apa yang memang harusnya aku katakan."


Ayah, mengingatmu merupakan suatu hal yang mudah, dan aku telah melakukannya setiap hari. Merindukanmu adalah hal yang tersulit karena sekarang rasa sakit ini tidak akan pernah pergi.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2