Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 53 : Anggap saja kencan


__ADS_3

Hari ini, Aini memutuskan untuk kembali ke kota karena tidak tega jika harus melihat Daffa bolak-balik ke kampung dan kota karena pekerjaan yang menuntutnya untuk selalu berada di kantor.


" Sebenarnya tidak masalah jika aku harus bolak-balik dari sini ke kota setiap hari asalkan aku bisa melihat senyumanmu lagi."


" Tidak aku sudah merasa jauh lebih baik dan sekarang aku sudah siap untuk ikut pulang bersama mu."


" Baiklah.."


Setelah berpamitan dengan Yuli dan Akbar juga anggota keluarga baru mereka. Aini dan Daffa pulang ke rumah orang tua Dafa dan menginap satu hari di sana sebelum mereka kemudian kembali ke kota.


Rupanya Aini sangat merindukan suasana rumah mereka.


" Nanti tidak usah masak untuk makan malam."


" Apa suami tidak akan pulang atau suami sudah tidaknya lagi merasakan rasakanku karena aku sudah lama tidak pernah memasak untukmu?"


" Tidak bukan seperti itu Aku hanya akan mengajakmu makan di luar."


" Kok tumben?"


" Anggap saja ini adalah kencan kita." Pekik Daffa.


" Oke." Ucapannya walaupun sepedanya telinganya sedikit asing mendengar kata kencan yang diucapkan oleh Daffa.


Aini mengantar kepergian Daffa hingga mobilnya sudah hilang dari pandangan.


" Viona. Anak itu apa kabar Ya beberapa hari nggak ketemu rasanya kangen juga sama omongannya yang ke sana ke sini." Ucap Aini saat dia melihat rumah Viona.


" Pengennya ke sana tapi aku lagi kangen rumah ya udah deh mending aku kangen-kangenan dulu sama rumah lalu aku pergi ke rumah Viona."


Ingin menghabiskan hari itu dengan bersantai di rumah dan memikirkan kencan seperti apa yang akan dilakukan dia dan suaminya.


Bicara soal kencan Aini tiba-tiba langsung bangun dan membuka lemarinya mencoba mencari pakaian terbaik yang akan dia kenakan untuk makan malam.


Karena bagaimanapun ini adalah makan malam pertama mereka.


Maksudnya makan malam pertama di luar ya bukan makan malam di dalam rumah.


" Sudah siap?" Tanya Daffa saat dirinya baru saja pulang bekerja.


" Kalau aku emang sudah siap tapi aku rasa kamu yang belum siap." Ucap Aini.


" Memangnya aku kenapa?"


" Ya kan kamu baru pulang kerja memangnya kamu nggak mau mandi?"


" Ya mau. Tapi kalau misalnya aku nggak mandi apa kamu nggak mau pergi sama aku?"


" Ya nggak mau lah Orang aku udah cantik udah wangi kayak gini masa pasangannya kucel dekil sama bau."


" Yaa kan nanti aku pakai Molto biar wanginya tahan 24 jam."


" Jadi pergi gak ini?"

__ADS_1


" Jadi lah orang aku udah mesan satu restoran masa nggak jadi."


" Banyak amat salah satu restoran memangnya kita mau makan beramai-rame?"


" Ya enggak maksudnya aku sudah pesan satu tempat di restoran yang sangat romantis sih menurut aku."


" Ya udah sana cepetan mandi ntar keburu makanannya dingin loh."


" Makanannya nggak akan dingin kan kita belum sampai di sana makanannya baru akan dimasak kalau kita udah sampai di sana."


" Oh gitu ya?"


"Iya."


" Ya udah sana mandi kok masih diem di sini?"


" Iya lupa.. hehe.."


" Dasar aneh." Pekik Aini.


"Aini, jika aku harus menjalani hidupku lagi, aku akan menemukanmu lebih cepat sehingga aku bisa mencintaimu lebih lama." Bisik Daffa Aini terkejut karena setahu Aini Daffa sudah meluncur ke kamar mandi.


" Astaga Daffa kamu mau bikin aku jantungan Ya udah sana pergi mandi."


" Ok ok..."


Di restoran, ah ini tidak bisa untuk tidak tersenyum saat melihat tempat yang sudah dipesan oleh Daffa sangat indah. Banyak lilin dan taburan bunga di sekitarnya menambah suasana romantis.


"Tidak peduli restoran apa yang kamu pilih untuk kencan, aku akan selalu memilih kamu." Ucap Aini.


"Aku mau kencan di manapun selama kita bersama."


" Alhamdulillah, semoga setelah ini aku sukses mengajakmu berkencan di atas tempat tidur." Lirih Daffa.


" Apa kamu mengatakan sesuatu suami ku?" Tanya Aini.


" Tidak maksudku Alhamdulillah jika kamu suka ketika aku mengajak berkencan." Ucap Daffa dan Aini hanya ber o ria.


" Ada apa?" Tanya Aini saat melihat Daffa yang terus memandangi nya.


"Satu senyuman tidak bisa mengubah dunia, tapi senyumanmu mengubah senyumku."


" Terima kasih telah mengingatkanku seperti apa rasanya terbang seperti kupu-kupu."


" Lah memangnya sebelumnya kamu pernah jadi kupu kupu?" Tanya Aini.


" Iya Lalu ada yang mematahkan kedua sayapku sehingga aku kembali menjadi ulat sebelum akhirnya aku menjelma menjadi kepompong."


" Aku senang dengan status hubungan kita dan aku akan segera menghalalkan mu."


" Suami, kita sudah halal." Ucap Aini.


" Haha benar.."

__ADS_1


Ya Tuhan Bukankah aku sudah latihan untuk merayu Aini dan menggerakkan otot-otot Si entong agar ketika aku pulang ke rumahku sudah siap untuk bertarung tapi kenapa sekarang kata-kata yang sudah aku hafalkan dan aku catat di dalam otakku justru menghilang.


" Suami apa kamu baik-baik saja Kenapa kamu melamun apakah kamu merasa bahwa tiba-tiba kamu tidak enak badan karena tempat ini terlalu terbuka untuk makan malam kita?"


" Tidak, aku hanya merasa sangat lapar dan kenapa makanannya belum tiba juga." Pekik Daffa.


Tak lama kemudian makanan datang, mereka makan dalam diam. Aini benar-benar menikmati makanan di restoran itu yang sangat memanjakan lidahnya, sementara Daffa justru sedang mengumpulkan kembali kata-kata yang sebelumnya dia susun untuk merangsang otot-otot Si entong agar terbangun dan siap untuk berperang.


"Aku tidak tahu bagaimana menjadi seksi saat berkencan. Aku hanya ingin makan dengan sedikit cahaya lilin dan sinar bulan." Ucap Daffa.


" Jangan, cahaya lilin dan sinar bulan tidak akan membuatmu kenyang. Yang membuatmu kenyang adalah makanan yang sekarang ada di hadapan mu.."


" Aku tahu, tapi kan barusan aku mencoba untuk menciptakan kata-kata romantis untuk kamu"


" Ooh gitu. Kirain kamu bakal bener bener mau makan sama lilin, hehe."


Daffa menepuk dahinya sendiri bagaimana bisa dia merangsang otot-otot keperkasaan dari Si entong jika kata-kata romantisnya saja selalu diplesetkan oleh Aini.


"Makan malam adalah kencan pertama yang menyenangkan. Berbagi makanan romantis itu mengesankan. Terima kasih karena sudah mengajak ku untuk berkencan." Ucap Aini sambil tersenyum.


Aaaaah....


Daffa meleleh.


" Astaga..." Aini langsung meminta bongkahan es batu kepada pelayan restoran untuk membekukan kembali Daffa.


"Saat kamu mendengar musik romantis, itu membuatmu ingin mengajak pasangan makan malam atau membelikannya sesuatu atau membawanya keluar di bawah sinar bulan atau mengajaknya jalan-jalan."


" Apa kamu mau jalan jalan dengan ku?" Tanya Daffa setelah dia kembali normal.


" Tentu..."


Aini langsung menggandeng lengan Daffa dan mereka berjalan-jalan di taman restoran.


Daffa terus saja melihat tangan Aini yang tidak lepas memegangnya.


"Sayangku..."


" Iy...ya..." Kegugupan Daffa seketika kambuh mendengar Aini memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Pemandangan ini membuatku tidak bisa berkata-kata. Ini sangat indah Aku tidak mengerti Bagaimana kamu menemukan restoran dengan tingkat keromantisan bernilai 9 dan keindahan taman seperti ini."


" Apa kamu benar-benar merasa bahwa pemandangan ini sangat indah?"


" Ya."


" Sempurna, kita pasang tenda di sini!"


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2