Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 75 : Keputusan Viona


__ADS_3

" Ayah, Kenapa ayah tidak mengatakan jika seluruh kampung ini membicarakan tentang aku karena aku membawa Daffi menginap di sini?" Tanya Viona pada ayahnya.


" Sudahlah, biarkan saja jika kamu meladeni nya tidak akan ada habisnya."


" Tapi semua mengatakan bahwa aku datang bersama dengan calon suamiku."


" Nak, kamu sudah besar Bapak rasakan sudah bisa menentukan mana yang baik dan mana yang tidak untuk kehidupanmu, sekalipun kamu akan menjadikan Daffi pasangan hidupmu atau tidak itu urusanmu dan itu pilihanmu."


" Benar nak, kamu sudah dewasa dan kami sebagai orang tuamu tentu saja bangga melihat kepergianmu ke kota justru membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik. Lihatlah, bahkan kamu memakai pakaian ibu berikan kepadamu dulu." Ucap Ibu yang bergabung bersama dengan suami dan juga anaknya.


Viona melihat pakaian yang dia kenakan, memang benar dia sengaja memakai pakaian itu di hari terakhir dia berada di rumahnya untuk memberikan kesan yang indah pada orang tuanya yang telah memberikan baju itu.


Ibu mendekati Viona.


" Kamu sudah menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari harapan kami sebagai orang tua. Untuk itu kami tidak akan membiarkan rumor apapun mengganggu kehidupanmu dan kehidupan kami karena kami percaya bahwa Fiona kami sudah dewasa dan dia sudah menentukan apa yang baik dan apa yang tidak baik di dalam kehidupannya." Ucap Ibu.


Viona merasa tersentuh Dia sangat merasa berdosa kepada sang Ibu bahwa sebenarnya dia pernah terjebak ke dalam lembah yang sangat kelam sebelum akhirnya dia bertemu dengan Aini yang membuatnya sadar bahwa tidak ada kata terlambat bagi seorang muslimah untuk berubah


Viona semakin mempererat pelukannya seolah-olah mengisyaratkan bahwa Fiona sedang meminta maaf kepada sang Ibu bahwa dirinya masih belum sepenuhnya menjadi seperti yang mereka inginkan.


" Ibu, aku harus kembali ke kota sekarang karena bisnisku tidak bisa ditinggalkan terlalu lama karena para pelangganku pasti akan kabur." Ucap Viona yang sebelumnya sudah menceritakan bahwa di kota dia memulai bisnis makanan.


" Pergilah, Jangan lupa untuk selalu memberi kabar kepada kami." Ucap bapak.


" Aku berjanji jika bisnisku sudah berkembang aku akan membawa serta kalian untuk tinggal di kota karena aku tidak ingin kalian tinggal dengan orang-orang yang selalu membicarakan keburukan kita di belakang dan menyanjung saat di depan kita."


" Tidak perlu seperti itu temukan dulu kebahagiaanmu lalu kami akan mengikutinya dari belakang." Ucap Ibu.


Setelah drama berpamitan yang sangat mengharukan. Daffi dan Viona mulai pergi dari sana.


Sepanjang perjalanan Fiona terlihat diam membuat Daffi merasa tidak nyaman. Dia tidak tahu apa yang harus di lakukan untuk mencairkan suasana.


"Selalu ada tawa saat pertemuan. Namun ku harap tak akan ada tangis setiap perpisahan. Tapi jika ternyata perpisahan masih terasa berat kepadamu kenapa kamu memutuskan untuk pergi lebih cepat dari sini?" Tanya Daffi.


"Motivasi adalah obat ampuh untuk rasa malas dan Pertemuan adalah obat mujarab untuk rasa rindu. Dan mereka sudah memberikan aku banyak motivasi dan pertemuan ini sudah cukup untuk mengobati rasa rinduku sekarang aku harus kembali karena aku harus menata ulang jalan sempat sudah berantakan."Pekik Viona.


" Ya kamu benar, berada bersama dengan keluargamu mengajarkan aku bahwa tidak ada yang lebih penting dari keluarga dan aku juga akan memperbaiki hubunganku dengan keluargaku yang tidak semanis yang terlihat."

__ADS_1


" Apa kau bercanda?, aku melihat bahwa kalian adalah keluarga yang sangat bahagia."


" Tidak, aku hampir tidak pernah menghabiskan waktu bersama dengan keluargaku karena aku merasa bahwa keluargaku hanya menyayangi Daffa. Tapi kemudian aku menyadari bahwa mereka sama sayangnya terhadapku hanya saja aku terlalu egois sehingga mengharapkan kasih sayang mereka seutuhnya kepadaku."


" Jadi...."


" Melalui keluargamu aku percaya bahwa Tuhan sedang memberikan aku kesempatan untuk mengubah segalanya menjadi jauh lebih baik."


"Dan bukti Tuhan tak pernah salah, adalah menemukanmu denganku saat sedang patah." Ucap Viona sambil tersenyum kearah Daffi.


" Jadi apa kamu berencana untuk pulang ke kampung halamanmu karena kamu ingin memperbaiki hubunganmu dengan keluargamu?" Tanya Viona.


" Ya sebelum aku memperbaiki hubunganku dengan saudara kembarku."


"Berjanjilah, bahwa ini bukan pertemuan terakhir kita. Karna aku ingin akan selalu ada pertemuan manis di antara kita." Ucap Viona yang sukses membuat Daffi menghentikan mobilnya dengan darurat.


"Janganlah kita hanya jatuh cinta, marilah kita menjalani hidup seolah-olah hidup adalah hubungan cinta kita." Ucap Daffi sambil tersenyum.


Ah sungguh sisi lain dari Daffi ingin langsung memeluk wanita yang dia cintai tapi sayangnya dia harus menahan diri demi perubahan dirinya yang jauh lebih baik dan berjanji pada dirinya sendiri dia akan mengajak Fiona untuk membangun hidup rumah tangga setelah dia selesai memperbaiki hubungannya dengan keluarganya.


"Saat aku jatuh cinta, itu akan selamanya. Aku akan menunggumu kembali." Ucap Viona.


...----------------...


...----------------...


Aini langsung menghubungi Mama mertuanya begitu dia sudah sampai di rumah.


" Nak, kalian baru saja datang besok saja Mama dan Papa mampir sekalian kami akan pulang mengingat besok adalah hari terakhir kami berada di sini." Ucap Mama.


Aini tidak bisa memaksa mereka untuk datang karena sebenarnya ini juga butuh istirahat setelah perjalanan dari Bali.


Baru saja ini meletakkan ponselnya dia terkejut karena Daffa masuk ke dalam kamarnya bersama dengan dua orang wanita.


" Siapa mereka?, apa mereka selingkuhan mu?" Pekik Aini.


" Hais tidak bisakah kamu sedikit merubah cara bicaramu kepadaku kita baru saja pulang dari bulan madu dan kamu sudah menganggap aku memiliki simpanan dan apa kamu pikir aku gila dengan membawa simpananku datang ke sini?"

__ADS_1


" Ya siapa tahu kamu masih ingin menguji ketangkasan dari Si entong." Ucap Aini yang membuat Daffa menepuk dahinya.


" Dengar ya istri ku yang cantik...."


Ah Aini seperti kepiting rebus sekarang...


" Mereka bukan simpananku tapi mereka adalah orang yang akan melakukan pijat SPA kepadamu."


" Apa?"


" Aku tahu aku tidak memberikanmu istirahat selama beberapa hari ketika kita berada di Bali jadi aku memutuskan untuk langsung mendatangkan mereka agar memijatmu dan menenangkanmu dengan aromaterapi sehingga kamu bisa kembali segar."


" Memangnya sekarang aku sudah layu ya?"


" Belum, tapi hampir" Pekik Daffa yang membuat Aini melotot.


Daffa kemudian pergi dan memutuskan untuk beristirahat di kamar sebelah karena sebenarnya dia juga sudah mendatangkan seorang pria yang akan memberikan nya pijatan refleksi.


Aini sebenarnya berpikir kenapa Daffa harus memanggil dua orang sekaligus harusnya satu saja sudah cukup.


Tapi kemudian Aini mengerti bahwa dua orang itu memiliki bagian yang masing-masing sehingga ini benar-benar menikmati seluruh tubuhnya sedang dipijat.


Mama memberitahu suaminya bahwa Aini dan Daffa sudah kembali dari bulan madunya.


Papa sangat bahagia, kemudian memberitahu Mama bahwa sang Papa sudah berhasil menemukan alamat tempat di mana Daffi sedang melakukan bisnis bersama dengan temannya di kota itu.


" Kalau begitu tunggu apa lagi, sebaiknya kita mencoba untuk mencari Daffi sekarang dan mengatakan apa dia mau jika kita jodohkan dengan Lala." Ucap Mama.


" Jangan terlalu buru-buru apa Mama ingat terakhir kali kita mencoba untuk menjodoh Daffi, dia lantas pergi ke luar negeri dan tidak pernah kembali?"


" Iya papa benar..."


Mereka kemudian memutuskan untuk datang ke kantor dengan niatan ingin menemui Daffi. Sementara Daffi yang baru saja selesai mengantarkan Viona kerumah nya langsung berjalan menuju kantor temannya juga untuk mengatakan kepada temannya bahwa dia akan kembali ke kampung halamannya untuk waktu yang tidak ditentukan.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2