Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 65 : Buntut


__ADS_3

"Cowoknya cool, ceweknya hot, anaknya pasti dispenser." Kekeh Viona saat melihat pasangan seksi dan mempesona di mall tempat dia ikut Daffa dan Aini berbelanja.


Daffa sendiri mengizinkan Fiona untuk ikut agar menemani Aini berbelanja di mall sementara dia mempersiapkan perjalanan bulan madunya ke Paris.


Karena Aini belum memutuskan tempat mana yang dia sukai untuk menjalani bulan madu akhirnya Daffa memilih Paris sebagai tempat bulan madu mereka.


Hmmm, sebenarnya aku juga tidak tahu kenapa author selalu memilih Paris sebagai tempat bulan madu di sejarah tulisan novelnya. Mungkin author memang ingin sekali pergi ke Paris sehingga selalu menjadikan Paris sebagai tempat untuk berbulan madu.


Yaa, baiklah daripada entar jadi bahan Bulian mendingan bulan madu Daffa dan Aini pindah ke Bali aja.


Daffa langsung melakukan pemesanan villa di salah satu tempat yang ada di Bali.


Vila yang memang kebanyakan khusus di-booking untuk pasangan yang baru saja menikah.


setelah memastikan bahwa semuanya sudah beres, Daffa memutuskan untuk berangkat minggu depan mengingat minggu ini dia harus ke kantor untuk melihat kekacauan apa yang sudah ditimbulkan oleh Kenzo.


Daffa pamit sebentar kepada Aini untuk datang ke kantornya, Aini mengiyakan karena memang dirinya sudah ditemani oleh Fiona.


" Vio, apakah kamu akan datang ke pernikahan teman kamu besok kan pernikahannya?" Tanya Aini.


" Seperti nya tidak."


" Kenapa?, apakah Nadia adalah lelaki yang kamu cintai sehingga kamu tidak berniat untuk datang?"


" Bukan."


" Lalu?"


" Dulu aku pernah berjanji pada orang tuaku terutama pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pulang sebelum aku menjadi sukses dan menunjukkan kepada kedua orang tuaku bahwa aku bisa menjadi diriku sendiri."


" Seharusnya kamu tidak perlu melakukan itu karena bagaimanapun juga orang tua tidak akan menuntut harta darimu. Dengan kedatanganmu saja beliau pasti sudah sangat senang."


"Kamu tahu mantan nggak? Mantan itu ibarat gajian, biasa numpang lewat dong di kehidupan kita." Imbuh Aini.


" Aku akan memikirkannya lagi nanti." Ucap Viona.


"Jangan takut melangkah, kecuali ada kendaraan lewat di depanmu." Ucap Aini.


" Ya kalau tahu ada kendaraan lewat masih melangkah itu saja mencari tiket VVIP untuk pergi ke neraka." Pekik Viona.


"Hidup itu singkat. Maka tersenyumlah mumpung kamu masih punya gigi." Ucap Aini sambil mencontohkan bagaimana Viona harus tersenyum.

__ADS_1


" Aini, apa menurutmu aku jelek?"


"Jangan berpikir kalau kamu adalah orang yang jelek. Berpikirlah kalau kamu itu cantik seperti monyet."


" Kok monyet?"


" Ya kan monyet kemana mana selalu pede. Bodo amat dengan orang sekitar."


" Haha, kadang kamu pintar juga ya?"


"Iya, yang penting kalau ngomong jangan tinggi tinggi. Nanti mulutmu kesamber pesawat."


" Wakakak, aku gak bisa bayangin kalau mulut ku menjulang tinggi dan ketabrak pesawat. Kira kira pesawat klakson dulu gak ya kayak di film-film ikan terbang kalau pas adegan mau kecelakaan pastikan mobilnya selalu melaksanakan lebih dulu tapi tetep aja ya ditabrak. Dan anehnya orang yang berdiri di depan mobil Kenapa aja suruh diam aja padahal kan udah jelas-jelek di klakson apa mungkin telinga nya gangguan?"


Aini memilih meninggalkan Fiona yang mulai membicarakan hal yang bercabang-cabang.


Viona yang menyadari jika ini sudah meninggalkannya jauh segera menyusul Aini.


Mereka kemudian melanjutkan berbelanja dan Fiona bertanya kenapa Aini belanja mingguan kenapa tidak belanja bulanan. Aini menjawab bahwa jika dia belanja bulanan itu artinya dia hanya akan pergi ke mall 1 bulan sekali tapi jika belanja mingguan itu artinya setiap minggunya ini akan keluar rumah dan berjalan-jalan.


" Hmmm bener juga ya apa yang baru saja kamu katakan sepertinya besok jika aku sudah berumah tangga aku akan meniru caramu untuk berbelanja mingguan agar setiap minggunya aku dan suamiku bisa jalan-jalan menghabiskan waktu berdua."


Aini tersenyum kemudian menawarkan makan siang kepada Viona mengingat ini sudah memasuki jam waktu makan siang.


" Dasar gak beres, namanya bakso Ya jelas panas kalau bakso dingin namanya bakso dari kutub utara." Ketus Aini.


Viona selalu melihat sepasang kekasih yang sedang berdebat yang salah satunya mengatakan bahwa dirinya lebih banyak berkorban untuk hubungan itu. Viona merasa bahwa lidahnya sangat gatal dia sedikit berjalan mendekat ke arah pasangan itu dan berkata.


"Cinta adalah pengorbanan, tapi kalau pengorbanan mulu sih namanya penderitaan."


Kedua pasangan yang sedari tadi berdebat langsung berhenti dan memandang Viona yang sudah melenggang jauh meninggalkan mereka.


" Hei Kamu itu siapa apakah kamu tidak tahu jika pacar aku adalah tempat aku untuk bersandar." Ucap si wanita.


"Nggak ada bahu pacar? Tenang aja, masih ada bahu jalan buat nyandar. Jodoh memang enggak kemana, tapi saingannya ada dimana-mana. Jadi jangan terlalu semangat bersaing kalau ujung ujungnya dia bukan jodohmu." Teriak Viona.


Viona lalu duduk di hadapan Aini yang sudah menunggu pesanannya datang di salah satu restoran cepat saji di mall itu sebarin menunggu Daffa yang sudah dalam perjalanan ke mall.


Viona melihat rata-rata pelanggan yang ada di restoran itu untuk makan siang adalah pasangan.


" Aini, kapan ya aku akan menikah dan memiliki pasangan serta makan bersama di sebuah restoran seperti yang dilakukan oleh orang-orang itu."

__ADS_1


"Sabar." Ucap Aini.


" Semua pada nyuruh sabar, lah terus Pak Sabar nya nyuruh siapa?"


" Coba nanti aku tanya kalau aku ketemu dengan Pak sabar." Ucap Aini.


Viona terdiam sambil terus menatapi setiap pasangan yang ada di restoran itu.


" Sabar memang sulit karena hadiahnya surga. Coba kalau gampang, paling hadiahnya payung."


" Gak mau kalau payung, kalau jodoh aku mau." Ucap Viona.


Tak lama kemudian, bersamaan dengan datangnya pesanan Aini Dafa juga sudah sampai di restoran itu dan mereka mulai makan siang bertiga.


Viona izin ke kamar mandi sebelum makanan penutup disajikan di atas meja.


" Woi.."


" Astaghfirullah lazim." Pekik Viona karena baru saja dia keluar dari kamar mandi wanita ada seseorang yang mengejutkannya dan orang itu tentu saja. .


" Daffii, lama-lama kamu kayak jelangkung ya datang nggak diundang tahu-tahu nongol aja."


" Hehe, Ya habisnya kamu. Kenapa kamu jadi buntut mereka berdua sih?" Tanya Daffi sambil melihat ke arah Daffa dan Aini yang tengah mengobrol membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan bulan madu mereka.


" Oh itu, Aku bukan buntut tapi emang Mas Daffa meminta aku untuk ikut agar aku bisa menemani Aini berbelanja Karena Mas Dafa sedang ada pekerjaan."


" Oh seperti itu..."


" Iya.."


" Ya sudah sekarang kan Dafa sudah menemani Aini lebih baik kamu tidak usah menjadi buntut mereka lagi lebih baik menjadi buntut aku."


" Ogah.."


" Hei..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2