
Viona sudah selesai dengan beberapa kotak makanan dari pesanan yang masuk pagi itu.
Viona pergi ke kamarnya untuk bersiap mengantar pesanan nya.
" Bismillahirrahmanirrahim...." Ucap Viona sambil mulai menyalahkan mesin motornya.
" Berangkat....." Ucap Viona lagi sambil menepuk sepeda motor nya.
Viona dengan semangat mengantar pesanan makanan ke beberapa tempat.
Setelah semuanya diantar, Viona kembali berbelanja di pasar siang untuk pesanan yang akan dia terima saat siang nanti.
" Astaga belanjaan ku banyak sekali, untung motor matic jadi aku masih bisa membawanya." Ucap Viona.
Viona kembali berkendara meninggalkan pasar siang.
Ditengah perjalanan dia melihat sebuah mobil tergeletak di tepi jalan begitu saja.
Awalnya Viona cuek dan langsung melaju, kemudian hati nya berkata untuk kembali melihat mana tahu ada seseorang yang terjebak di mobil itu.
Viona akhirnya kembali, dan betapa terkejutnya dia saat melihat seseorang yang ada di sana adalah Lala.
" Dia benar Lala yang mencintai Daffi kan?"
Tanpa pikir panjang lagi, Viona segera membuka mobil karena memang kaca mobil sebelah kiri tidak tertutup.
Viona mencoba untuk membangunkan lalat tapi sepertinya gadis itu pingsan karena mabuk.
Viona mencium aroma alkohol dan mendapati beberapa botol di dalam mobil itu.
Viona memutuskan untuk menggeser Lala dan mengemudikan mobilnya. Karena Viona tidak tahu di mana sebelumnya Lala tinggal jadilah dia membawa Lala ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, kebetulan Aini sedang berada di luar untuk mengantar Daffa.
Viona langsung mengklakson dan melambaikan tangan ke arah Aini.
Aini dan Daffa menghampiri Viona dan mereka membantu mengangkat tubuh Lala.
Hanya Viona dan Aini. Daffa tidak bisa membantu karena Daffa tidak bisa bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya.
" Ayo ayo kalian wanita strong..." Teriak Daffa yang menyemangati Aini dan Viona dalam upaya nya memindahkan Lala dari mobil ke kamar.
" Berisik." Ketus Viona.
Sesampainya di dalam kamar tamu, Viona baru ingat jika dia meninggalkan motor beserta kuncinya begitu saja di pinggir jalan.
" Motorku...." Ucap Viona sambil berlari keluar ruangan disusul oleh Daffa dan juga Aini.
" Mau kemana?" Tanya Daffa.
" Mas dan Aini tolong bantu penjaga Lala karena aku harus mengambil motorku yang aku tinggalkan beserta kuncinya di tempat gimana aku menemukan Lala." Ucap Viona sambil berlari."
" Ada mobil woy.. kalau lari kapan sampainya..." Ucap Daffa yang membuat Viona tersenyum manis.
__ADS_1
" hehehehe...." Pekik Viona.
" Ya udah ayo jalan sama aku aja kebetulan aku sedih terlambat pergi ke kantor." Ucap Daffa.
" Memangnya tidak apa apa kita pergi berdua, kan istri mas Daffa Aini..." Ucap Viona.
" Udah sana cepetan biar aku yang menjaga Lala entar keburu motor kamu dibawa maling lo." Ucap Aini yang membuat Fiona langsung masuk ke dalam mobil tepat di saat mobil Daffa sudah berhenti di depan rumahnya.
Viona langsung menceritakan lokasi sepeda motornya berada, dan betapa terkejutnya dia saat motor itu sudah tidak ada disana.
" Kamu yakin motormu ada disini?" Pekik Daffa.
" Sumpah mas, tadi aku menemukan Lala di sini jadi aku mematikannya tepat di sini. Kok hilang yaa..."
" Begini saja...."
" Hwa... motor aku... hwaaaa......"
Daffa menjadi panik karena Viona tiba tiba menangis.
" Hei hei jangan nangis ntar orang pikir aku menculik kamu." Ucap Daffa.
Viona terdiam.
" Tapi motor aku gimana?"
" Ntar deh aku bantuin sekarang kamu aku anter pulang aja dulu yaa.. aku udah terlambat nih.." Ucap Daffa sambil melihat ke arah jam tangannya dan dia sudah terlambat 10 menit dalam meeting yang akan diadakan pagi.
" Ya Jangan dong ntar kalau kamu diculik gimana bisa-bisa aku di sate sama Aini."
" Gak apa apa aku iklhas, siapa tahu aku dan penculiknya adalah jodoh."
" Astaga bocah gemblung...."
" Sudah sana pergi."
" Yakin?"
" Ya.."
" Beneran..."
" Hem..."
" Gak nyesel?"
" MAS DAFFAA......!!!!!"
" Oke oke, aku pergi yaa..."
Viona hanya mengganggu-ganggu kan kepala kemudian setelah mobil dapat pergi dari hadapannya, Viona pejalan kaki mencoba untuk mencari jejak ataupun tanda-tanda dari keberadaan motornya. Namun hingga Viona berjalan dan sampai di pangkalan ojek dia tidak menemukan tanda-tanda dari keberadaan motornya akhirnya Viona meminta diantar oleh salah satu ojek itu untuk kembali ke rumahnya.
Pengemudi ojek terus aja melihat ke arah spion karena dia takut sedang membawa kuntilanak, Viona yang hanya terdiam serta tidak pernah menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pengemudi objek itu membuat pengemudi ojek itu menjadi waspada dan was-was.
__ADS_1
Saat mereka sudah sampai di alamat rumah Viona yang sebelumnya memang sudah Viona beritahu, pengemudi ojek itu benarkah lega karena dia melihat telapak kaki Viona menginjak bumi.
" syukurlah bukan mbak kunti." Pekik pengemudi ojek itu.
Viona sangat tidak bersemangat ketika dia membuka pintu gerbang dan betapa terkejutnya dia saat melihat motornya beserta barang belanjaannya ada di depan rumahnya.
Viona tentu saja melotot dan memutari motor itu memastikan bahwa pandangannya tidak salah.
Setelah mengetahui bahwa itu benar-benar motornya Viona kembali menangis sambil memeluk dan menciumi motor itu.
Saat Viona sudah puas dengan rasa rindunya Viona jadi berpikir apa yang membuat motornya ada disini. Viona bergegas masuk ke dalam dan mencari Aini karena dia pikir Aini pasti tahu siapa yang sudah membawa motornya kembali.
" Apa motorku jalan kesini sendiri yaa?" Pekik Viona saat Aini juga tidak tahu kapan motor itu ada disana.
Hingga Aini kemudian sadar bahwa dia melihat Daffi keluar dari gerbang rumah Viona.
" Apa Daffi yang membawa motorku?" tanya Viona.
Saat keduanya sedang berpikir keduanya mendengar suara salam mereka melihat yang datang adalah Daffi.
" Astaghfirullah, aku melupakan kompor ku." Pekik Aini yang langsung berpamitan pulang.
" Aini kenapa?" Tanya Daffi saat melihat Aini melesat dengan kecepatan tinggi.
" Katanya dia meninggalkan kompor nya. Oh ya apa kamu yang membawa motorku?" Tanya Viona.
" Ya, aku dan temanku dalam perjalanan pulang dan tidak sengaja menemukan motormu, jadi aku pikir kamu diculik jadi aku memutuskan untuk mengembalikan motor kesini dan mencoba mencarimu. Ternyata kamu tidak diculik. Syukurlah."
" Tahu dari mana?"
" Temanku merentas CCTV di sekitar jalan itu kemudian aku tahu bahwa kamu pergi membawa mobil Lala "
" Iya, sepertinya Lala berkendara dalam keadaan mabuk untung saja dia masih bisa mengendalikan dirinya dan menampilkan kendaraannya." Ucap Viona
Daffi masalah nafas kasar Karena dia sudah menduga Lala akan mabuk,
Daffi yang keluar dari apartemennya sebenarnya tidak benar-benar pergi tapi ia bersembunyi di di ruangan lain tapi masih berada di area apartemen lalu dia melihat Lala keluar dan mengendarai mobilmu dengan kecepatan tinggi.
" Sekarang dimana dia, apa aku boleh melihat nya?" tanya Daffi.
" Tentu, dia ada di kamar depan."
Daffi masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan malas sementara Fiona memilih pergi ke dapur karena hatinya terbakar cemburu melihat Daffi akan menemui Lala.
" Astaghfirullah apa yang aku pikirkan." Pekik Viona.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1