Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 71 : Viona - Daffi


__ADS_3

" Viona, Janganlah kita hanya jatuh cinta, marilah kita menjalani hidup seolah-olah hidup adalah hubungan cinta kita." Ucap Daffi saat Viona sudah siap untuk berangkat ke pernikahan teman nya.


Viona yang masih memastikan pakaiannya rapi di depan cermin kamarnya langsung menoleh ke arah Daffi yang berdiri di depan pintu kamar nya yang memang terbuka.


"Aku menghabiskan sebagian besar malam di rumah dan jatuh cinta dengan gagasanmu." Ucap Daffi yang masih berdiri di tempatnya karena tidak mungkin bagi Daffi untuk berjalan mendatangi Fiona mengingat mereka sedang berada di rumah Viona.


Viona sendiri masih mematung mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Daffi.


Viona sepertinya merasa bahwa ini hanyalah halusinasinya saja mengingat belakangan ini terkadang dia sering berhalusinasi tentang Daffi yang datang dan mengungkapkan perasaan kepadanya.


" Sebaiknya aku pergi sebelum aku terlambat untuk pestanya." Ucap Viona sambil mengambil tas dan bersiap untuk pergi.


Begitu melewati Daffi, Daffi segera memegang lengan Viona.


" Aku ikut."


" Apa?"


" Aku tidak bisa menemukan barista yang cocok di sini jadi daripada aku menghabiskan waktu dengan jalan-jalan tidak jelas lebih baik aku ikut bersamamu dalam pesta pernikahan temanmu itu."


" Baiklah..." Pekik Viona.


Bagi Viona keikutsertaan Daffi merupakan sesuatu yang tidak boleh ditolak mengingat jarak dari rumahnya menuju gedung pernikahan sangatlah jauh dan setidaknya akan membutuhkan taksi.


Viona mengizinkan Daffi untuk ikut sama saja menghemat biaya yang harus dia keluarkan untuk menuju gedung pernikahan itu.


Setelah berpamitan kepada kedua orang tua Viona mereka segera meluncur menuju gedung resepsi yang kabarnya itu adalah pernikahan termewah sepanjang sejarah pernikahannya pernah terjadi di kampung halaman Viona.


Dalam perjalanan tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara mereka sama-sama diam dalam pemikirannya masing-masing.


Sesekali mereka saling melirik satu sama lain tapi tidak ada yang tahu bahwa mereka sedang saling lirik melirik.


Daffi terdiam karena dia memikirkan Bagaimana bisa dia mengalahkan gengsinya dan mengatakan perasaannya kepada Viona.


Sementara Viona masih mencoba berperan dengan pemikirannya sendiri apakah yang baru saja dikatakan oleh Daffi memang sebuah hal yang nyata atau bagian dari halusinasi.


Bahkan sampai mereka memasuki gedung resepsi pun tidak ada sepatah kata yang terucap dari keduanya.

__ADS_1


Tanpa sadar Viona menggandeng lengan Daffi masuk ke dalam gedung resepsi dan berjalan menuju Radit dan istrinya yang sedang menjadi ratu dan raja semalam.


" Akhirnya kamu datang. aku sempat berpikir bahwa kamu tidak akan datang karena aku pikir kamu masih sendirian ternyata kamu sudah bersama...." Ucap Radit.


" Calon suami." Ucap Daffi yang langsung memotong pembicaraan dari Radit dan menerima uluran tangan Radit yang sebelumnya hendak bersalaman dengan Viona.


Viona tentu saja terkejut mendengar penuturan yang baru saja dikatakan oleh Daffi.


" Viona, Kenapa kamu tidak mengatakan jika sebenarnya kamu sudah memiliki kekasih ah tidak tidak bukan kekasih tapi memiliki calon suami?" Pekik Radit.


" Jadi benar humor yang sedang beredar di kampung kita bawa kamu pulang dari kota membawa serta calon suami kamu?"


" Apa?" Viona sedikit terkejut mendengar apa yang baru saja Radit katakan jadi semua orang kampung menganggap bahwa Daffi adalah calon suaminya.


Bagaimana Viona bisa tidak tahu tentang hal itu Dan bagaimana bisa orang tuanya diam saja menanggapi hal itu.


Viona kemudian tahu satu hal bahwa orang tuanya mungkin merestui hubungannya dengan Daffi, mengingat selama ini orang tuanya tidak pernah terima jika orang-orang kampung halaman tempat tinggal Viona selalu membicarakan hal buruk ataupun hal miring yang tidak sesuai fakta dan kenyataan tentang Viona.


" Ya benar, kami bahkan akan menikah dalam waktu dekat dan mungkin pernikahan kami akan dilakukan di kota karena sebagian besar keluargaku berada di kota dan setelah aku menikah aku akan mengajak keluarga Viona untuk tinggal di kota juga." Ucap Daffi yang kembali membuat Viona terkejut.


" Hei kita mau ke mana kita bahkan belum mencicipi hidangan yang ada di sana." Pekik Daffi ketika Viona terus menariknya hingga mereka sampai di parkiran mobil.


" Maksud kamu apa dengan mengatakan bahwa kamu adalah calon suamiku dan mengatakan bahwa sebentar lagi kita akan menikah?" tanya Viona.


" Aku tahu sampai saat ini aku memang jomblo dan aku juga tahu bahwa sebenarnya aku memang tidak boleh pergi sendirian agar temanku tidak mengejekku bahwa aku masih sendirian tapi bukan berarti itu membuatmu bebas mengatakan dan memperkenalkan diri sebagai calon suamiku."


" Memangnya kenapa jika aku memperkenalkan diri sebagai calon suami bukankah memang kita saling mencintai dan aku yakin kamu menerima cintaku."


" Daffi kamu pasti sudah gila karena mencintai wanita seperti aku Aku tidak seperti yang terlihat Aku punya masa lalu yang buruk aku sangat tidak sempurna dan tidak pantas untuk pria sepertimu." Ucap Viona.


"Hal tentang dirimu yang menurutmu adalah kekuranganmu, itulah alasan aku jatuh cinta padamu." Ucap Daffi yang membuat Viona terdiam.


" Jika kamu tidak ingin mengajakku untuk masuk ke dalam lebih baik kita sekarang mencari restoran Karena sejujurnya aku ingin ikut pergi denganmu karena aku sudah merasa sangat lapar." Pekik Daffi.


Viona menoleh ke arah gedung resepsi pernikahan yang memang sangat mewah bahkan termasuk dalam golongan kelas VVIP.


Viona akhirnya masuk ke dalam mobil dan membuat Daffi mengerti jika itu artinya mereka akan makan di restoran saja.

__ADS_1


Daffi langsung melajukan kendaraannya dan Viona lah yang menunjuk restoran mana yang cocok untuk mereka makan malam.


Dan ketika mereka sudah sampai di restoran sungguh sebuah kebetulan yang sangat mendukung. Semua meja yang ada di restoran lantai bawah sudah penuh dan resepsionis menyarankan agar Daffi dan Viona menikmati makan malam di lantai 2.


Viona melihat Daffi seolah-olah bertanya apakah dia bersedia untuk makan di lantai 2 karena sejauh yang Fiona tahu lantai 2 biasanya untuk mereka yang akan makan malam dengan romantis.


Daffi mengganggu karena memang dia pikir restoran di lantai 2 sama dengan restoran di lantai 1.


Ketika sampai dilantai dua, Daffi terkejut karena memang tatanan ruangan di lantai 2 sangatlah romantis. Daffi menatap Viona.


" Sebenarnya tadi aku ingin bertanya apakah kamu tetap mau makan di sini atau kita mencari restoran lain karena aku ingin mengatakan bahwa lantai duanya tidak seperti lantai satu." Ucap Viona.


" Masih ada waktu bagi kita untuk membatalkan pesanan dan mencari tempat makan yang lain." Ucap Viona.


" Tapi rasa lapar di dalam perutku sudah tidak dapat ditahan jadi lebih baik kita duduk di sini saja. Disana, kita duduk di dekat pagar itu sehingga kita bisa makan malam dengan semilir angin malam." Ucap Daffi Setelah dia memandangi seluruh ruangan itu dan menemukan tempat yang pas untuk mereka makan malam.


" Lebih baik kita pergi dan mencari restoran lain saja." Ucap Viona karena merasa dekorasi dan momen mereka akan melakukan makan malam lebih terlihat seperti kencan sepasang kekasih.


" Kenapa?" Tanya Daffi.


"Aku tidak pernah ingin membuat kenangan denganmu."


" Kenangan apa?"


" Daffi, aku memang memiliki perasaan kepadamu tapi aku tidaklah pantas untuk pria seperti mu, Aku memiliki masa lalu yang bahkan mungkin sangat sulit untuk kamu terima."


" Aku tidak hanya jatuh cinta padamu, aku jatuh padamu. Kamu adalah lautan, dan aku jatuh, tenggelam di kedalamanmu." Ucap Daffi.


"Kamu adalah hatiku, hidupku, dan satu-satunya pikiranku. Kamu adalah apa yang aku tidak pernah tahu aku selalu inginkan."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2