Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 31 : Gak jelas .


__ADS_3

" Apa menurut mu ada orang yang mau menjadikan ku sebagai istrinya?" Tanya Viona pada Aini saat Aini berkunjung ke rumah nya dan Viona sedang menatap dirinya di cermin.


" Memangnya kenapa?"


" Aku pernah terjun ke dunia bebas.."


" Lalu masalah nya dimana?"


" Ya aku pasti bukan tipe perempuan yang diinginkan untuk dijadikan sebagai pasangan, mengingat tidak pernah ada yang tulus saat bersama ku."


" Mengarungi bahtera rumah tangga bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik secara fisik maupun mental. Baik secara materi atau pikiran. Semua itu diperlukan untuk menghasilkan rumah tangga yang baik dan harmonis."


" Jadi sebelum kamu memutuskan untuk membangun rumah tangga, sebaiknya kamu mempersiapkan diri terlebih dahulu."


" Aku terlahir dari keluarga biasa. Karena mereka tidak bisa memberikan apa yang aku inginkan jadi aku memutuskan untuk ke kota. Menjalani hidup ku sendiri. Dan siapa sangka, jauh dari keluarga membuatku masuk dalam pergaulan bebas."


" Belum terlambat jika kamu ingin berubah." Ucap Aini.


" Apa jika aku meninggalkan kebiasaan burukku, akan ada seseorang yang benar-benar menginginkan aku untuk membangun rumah tangga?"


" Jodoh bisa datang dengan cara tak terduga bagi mereka yang sabar menantinya."


" Tapi aku ini kotor dan hina. Dan...., dan terkadang aku sedih karena aku tidak kunjung menikah padahal usia ku sudah matang untuk menikah."


" Ketika jodoh nggak kunjung datang, perasaan cemas dan tak tenang pun mulai menghampiri. Meski demikian jangan sampai kamu frustasi, ya! Kamu harus tetap sabar menghalau galaumu, sebab Tuhan telah menetapkan jodohmu."


" Jadi yang harus aku lakukan sekarang adalah menunggu jodoh yang di pilihkan Tuhan datang padaku?" Tanya Viona sambil meletakkan beberapa cemilan di meja.


" Maaf hanya ini, tapi aku pastikan ini halal dan bersertifikat MUI." Ucap Viona yang membuat Aini terkekeh.


Viona sebenarnya orang yang asik, tapi dia hidup di lingkungan yang salah sehingga membuatnya masuk ke dalam dunia pergaulan bebas.


Semoga saja Viona benar benar mendapatkan hidayah, begitu pikir dan doa Aini.


" Jangan hanya menunggu, lantas kamu menjadi larut dalam kegalauan. Tetap beraktivitas dan kerjakan apa yang menjadi tanggung jawabmu dulu. Dengan memiliki berbagai aktivitas, bisa membuat waktu menunggumu jadi lebih bermanfaat. Jodoh emang hal yang misterius, kita tak pernah tahu dengan siapa kita akan berjodoh."


" Bagaimana kamu bisa berjodoh dengan suamimu?. Apa awalnya kalian berpacaran?"


" Islam tidak mengenal pacaran tapi ta'aruf. Dan..."


" Dan kawin?"

__ADS_1


" Hahah, mulutmu itu boleh ku tabok gak sih?" Kekeh Aini.


" Ya maaf namanya mulut, kalau gak komentar panas.. "


" Aku dan suamiku tidak saling kenal sebelumnya, ya bisa di bilang kami di menikah karena perjodohannya. Tapi meski begitu aku dan suami telah menemukan kebahagiaan." Ucap Aini.


" Seorang pria mendambakan wanita yang sempurna dan begitu juga wanita mendambakan sosok pria sempurna. Dan aku jauh dari kata sempurna." Ucap Viona.


" Karena itulah Allah sudah mengatur bagaimana pasangan kita kelak agar kita bisa saling menyempurnakan satu sama lain. Jika kamu sibuk mencari yang sempurna di matamu dan belum tentu sempurna bagimu di mata Allah, maka kamu tidak akan pernah menemukan nya."


" Kamu benar.."


" Melangkahlah sendirian sampai Allah mengutus seseorang untuk berjalan bersama mendampingimu. Bersabar dalam menanti jodoh dari-Nya sembari memperbaiki dan memantaskan diri." Ucap Aini.


" Ini boleh aku makan?" Tanya Aini.


" Makan saja, aku tiba tiba tidak berselera, biasanya aku tidak pernah mengizinkan orang untuk memakan makanan favorit. Tapi untuk hari ini aku biarkan kamu memakannya."


" Astaghfirullah jika tidak boleh dimakan kenapa di hidangkan?" Lirih Aini.


"Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat." Ucap Aini saat melihat Viona galau karena jodoh.


" Apa yang harus aku lakukan. Aku ingin sekali menikah. Di hadapanmu aku malu memandangmu. Tapi di hadapan Allah, aku lebih malu jika meminta agar segera di dekatkan jodoh ku."


" Ya, nama nya Radit. Dia adalah teman seperjuangan ku saat pertama kali datang ke ibukota. Tapi dia memiliki kekasih dan hanya menganggap ku sebagai adik dan itu membuatku kecewa hingga aku masuk dalam dunia pergaulan bebas. Melupakan tujuanku untuk datang ke kota."


"Bisa melihatnya saja sudah suka, apalagi kalau mampu bersama dengannya dalam suka dan duka. Tapi dia sudah ada yang punya..."


Aini sebenarnya ingin tertawa melihat ekspresi Viona yang awalnya terlihat marah justru sekarang menjadi lembek.


"Cinta itu selalu tahu siapa pemiliknya, sejauh apa pun ia pergi bila memang sudah jodohnya pasti akan kembali."


" Apa menurutmu Radit bisa kembali padaku?"


" Ya jika dia memang di takdir kan untuk mu." Pekik Aini.


"Menanti jodoh itu mesti berbahagia. Jangan biarkan ia datang melihatmu dalam duka." Imbuh Aini.


" Tapi aku dan dia sudah jauh, kabar yang terakhir aku dengar dia sudah kembali ke kampung halaman dan kabarnya dia juga merencanakan pernikahannya." Ucap Viona.


"Jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi mana pun mereka berasal, mereka pasti bertemu."

__ADS_1


" Hmm..."


"Tuhan menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Pasanganmu sudah ada, kamu tinggal harus bersabar dan berusaha menemukannya."


" Hwa.hwa... Tuhan aku pengen kawin .."


" Kawin apa nikah?"


" Eh iya deng salah. Hwaa.... Tuhan pengen nikah."


Aini terkekeh lalu dia pamit untuk pulang karena hari sudah menjelang senja dan dia harus ada dirumah sebelum Daffa pulang.


"Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Kalau kamu mencari yang sempurna, sampai rambutmu memutih jodoh itu tidak ada." Ucap Aini sebelum dia benar benar keluar dari rumah Viona.


" Ya nanti aku pakek rambut palsu aja kalau aku gundul "


" Memangnya mau kayak gitu?"


" Hehe yaa enggak sih, aku kan juga pengen ngerasain jadi istri yang di gombalin suaminya...kayak kamu .."


Aini menepuk dahinya,


Sebenarnya nih orang pengen nikah cuma mau di gombalin aja apa gimana sih... Gak jelas...


Saat Aini keluar dari gerbang rumah Viona, tiba tiba Viona mengangkat kedua tangannya.


"Tuhan, jika jodoh dekatlanlah, jika tidak lapangkanlah perasaanku agar aku tidak jatuh terlalu dalam oleh rasa yang akhirnya meninggalkan."


"Ya Tuhan, jika dia jodohku, dekatkanlah. Tetapi kalau dia bukan jodohku, tolong jadikan jodohku Tuhan..., walaupun aku dapat duda nya aku menerimanya Tuhan..."


Aini terkekeh..


"Walau digenggam kuat, andai dia bukan milik kita, dia terlepas juga. Walau ditolak ke tepi, andai dia untuk kita, dia datang juga. Itulah namanya jodoh."


"Kamu hanya perlu mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk menjadi baik, setelah itu biarkan kebaikan yang membawamu pada apa yang kau pinta selama ini. Jodoh misalnya." Ucap Aini sambil pergi.


Viona menggaruk-garuk kepalanya dan tersenyum karena dia menyadari bahwa doanya salah karena memaksa berjodoh dengan Radit.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2