Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 38 : Laura


__ADS_3

Drrrttt drrrttt drrrttt...


" Ya...?" Ucap Daffa sambil tetap fokus memikirkan yang dikatakan Kenzo.


" Assalamualaikum.."


" Walaikumsalam Mama?"


" Nak, apa kabar?"


" Baik, tumben nelpon?. kangen yaa?"


" Iya, kangen sama menantu Mama."


" Besok Daffa bawa menantu Mama pulang."


" Tidak perlu, rencananya malam ini Daffi mau ke kota mama pikir mama akan ikut, jadi mama bisa ketemu sama anak mama."


" Maksud nya aku?"


" Aini. Bukan kamu."


" La terus aku anak siapa?"


" Anak kudanil."


Daffa memejamkan mata.


" Untung emak.., kalau..."


" Kalau apa hah?"


" Hehe enggak kok."


"Awas yaa berani .."


" Aku tunggu kedatangan mama bye..."


Daffa segera mematikan panggilan nya dan langsung pulang untuk memberi tahu Aini bahwa Daffi dan mama akan datang malam ini.


Saat Daffa sampai dirumah, samar samar dia mendengar Aini bernyanyi.


Dengan perlahan Daffa mendekati Aini yang sedang menatap vas bunga dan melebarkan telinga.


"Ada uang suami disayang, nggak ada uang suami direndang, direndang dan di sate. Dua dua nya bikin kenyang..."


Daffa langsung mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.


" Apa ini?" Aini terkejut karena ada apa yang tiba-tiba datang langsung menyerahkan uang dalam jumlah banyak kepadanya.


" Tentu saja ini uang aku tahu aku tidak memberimu uang dengan benar jadi sekarang aku akan memberimu uang jadi kamu tidak akan menjadikan aku rendang."


" Pfffftttt..."


" Jangan ketawa, aku gak mau berakhir dalam panci perendangan sebelum aku bisa mencetak banyak pasukan sepak bola."


" Emang udah punya cetakan?"


" Udah, masih otw dari mars. Ini ambil."


" Ikhlas gak ini?"


" Insyallah."


" Bener?"


" Iya.."


" Cium dulu boleh?" Ucap Aini.


Bagadum....


Bagadum..


Bagadum..


Encro......!!


" Eh gak jadi cium deh." Ucap Aini saat menyadari bahwa Daffa akan kembali mimisan.


" Ya udah ini ambil." Ucap Daffa.


" Terima kasih ya suamiku, semoga ini menjadi berkah dan menjadikan cinta kita berlanjut ke jenjang lebih dalam"


" Lebih dalam gimana maksudnya?"

__ADS_1


Daffa gemetar saat Aini mendekati nya.


" Ke jenjang per ranjangan."


CROTTTTT...


" Iyuh.. Maaf hehe.. Aku ambilkan tisu yaa.." Ucap Aini.


" Hidung ini benar benar pembawa sial. Besok aku harus ganti hidung." Pekik Daffa sambil duduk.


Aini datang membawa tisu dan siapa sangka, Aini langsung duduk di pangkuan Daffa.


" Ap...pa yang ka..mu lakukan?"


" Aku hanya duduk. Aku tidak akan memperkosa mu tenang saja." Pekik Aini sambil membersihkan mimisan Daffa.


" Aini.."


" Ya?"


" I Love you."


Aini menghentikan tangan yang membersihkan hidung Daffa.


" Jika dengan mimisan bisa membuatmu mengucapkan kata itu apa boleh aku membuatmu mimisan setiap hari?"


Daffa melongo, Aini terkejut dan melanjutkan pekerjaannya.


" Daffa.."


" Yaa..."


" Kalau bisa kita jangan bertengkar yaa.."


" Kenapa?"


" Kan kalau pasangan yang lagi mesra disebut love birds, jadi pasangan yang lagi bertengkar otomatis disebut angry birds. Aku gak mau jadi angry bird nanti aku meledak."


" Pergilah." Ucap Daffa


" Loh kenapa?. Apa kamu akan merubah ku menjadi angry bird?"


" Bukan, tapi my bird sedang tertekan." Pekik Daffa.


Aini langsung bangkit dari tempat duduknya.


" Sakit ya?"


" Apanya?"


" Itu tadi burungnya kejepit."


" Kenapa mau lihat?"


" Emang boleh?"


" Enggak."


" Jadi selain sekertaris Ken gak ada yang boleh liat yaa?" Ucap Aini.


" Kenzo bahkan tidak tahu burungku seperti apa."


" Kenapa?"


" Ya nanti kalau burungku dan burungnya sama sama terbang gimana?"


" Yaa cari burung lagi."


" Haha. Lama lama aku pengen makan kamu. Boleh gak sih?"


" Boleh tapi jangan disini. Di dalam kamar aja gimana?" Ucap Aini sambil mengedipkan mata.


Tuwing....


Ah si perkasa rupanya merespon baik tawaran Aini. Tapi sayang, kaki Daffa mengalami kelumpuhan sehingga dia tumbang.


Tadi hidung. Sekarang kaki. Dasar tubuh rusak.


...----------------...


" Aini..." Panggil Daffa saat dia baru saja keluar dari kamar mandi.


" Jadi cowok gak perlu pamer punya badan kotak kotak kalo ngopi aja masih ditiup baru diminum."


Daffa langsung melihat dirinya dan balik masuk ke dalam kamar mandi. Ternyata dia hanya menggunakan celana pendek dan melupakan kaos yang sudah dia bawa.

__ADS_1


" Hiis sial sekali. Aku niat untuk menggodanya tapi kenapa justru aku yang tergoda. Ayolah Daffa. Kamu itu pria paling kapan dan pria paling fenomenal masa menggoda wanita satu saja kamu tidak bisa." Pekik Daffa.


" Katanya cewek suka cowok yang humoris. Tapi buktinya, mereka lebih seneng sama Aliando dibanding Cak Lontong. Kalau begini mending aku operasi wajah aja biar ganteng sedunia."


Tok


Tok


Tok


" Lama banget di dalam?. Apa lagi latihan minum kopi tanpa di tiup ya?" Teriak Aini dari luar.


" Aku datang.." Pekik Daffa.


Daffa keluar dari kamar mandi dan dia terkejut melihat Aini memakai lingerie.


" Aa..ggh...lll...tsosgs..."


" Tuhan, dia jadi masuk mode gagap." Pekik Aini yang kemudian berganti pakaian tidur biasa lalu menarik tubuh Daffa yang kaku menuju tempat tidur.


" Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Selama ada kemauan, kamu akan temukan jalan. Kalau tak ada jalan, berarti jalan buntu. Kalau udah buntu di lubangi aja biar jadi jalan." Pekik Aini yang seolah-olah tahu bahwa sekarang pikiran Daffa fokus pada apa yang dia inginkan tapi mustahil untuk dia lakukan.


" Hidup itu singkat. Maka tersenyumlah mumpung kamu masih punya gigi." Ucap Aini sambil menarik pipi Daffa untuk membuatnya tersenyum.


" Hahaha. Begitu lebih baik." Ucap Aini sambil terkekeh melihat ekspresi Daffa yang memaksakan senyum.


Daffa berguling dan membuat posisi terbalik. Aini kini ada di bawahnya.


" Apa pikiran mu sekarang sudah kotor?" Tanya Aini saat melihat tatapan nakal dari Daffa.


" Aku tidak memiliki pikiran kotor, aku hanya memiliki imajinasi yang seksi." Bisik Daffa yang membuat Aini merinding.


" Aku pengen pipis, boleh aku ke toilet dulu?"


" Kenapa?. Kamu tidak mau melihat keseksian ku?" Pekik Daffa.


" Ak...ku mau ngompol hehe..."


Daffa memejamkan mata, bukan kesal tapi dia menahan tawa lalu membiarkan Aini lari ke kamar mandi.


Setelah Aini masuk ke dalam kamar mandi Daffa tidak bisa lagi menahan tawanya.


Setengah jam kemudian..


" Aini keluar..."


Ceklek...


" Hehe..."


" Apa yang kamu lakukan di dalam sana?" Ucap Daffa sambil menahan senyum


" Cari bantuan google supaya kamu gak seksi lagi."


" Memangnya kalau aku seksi kenapa?"


" Ya nanti nama kamu bukan Daffa, tapi jadi Laura."


" Iya Laura. Lanang ORA wedok ORA."


" Bahahahahah...."


" Hehe..."


Aini ikut tertawa walaupun sebenarnya itu tidak lucu. Setelah tertawa Daffa langsung mode serius.


Dia berjalan mendekati Aini hingga Aini tidak bisa bergerak lagi karena ada tembok.


" Tolong jangan apa apakan saya miss Laura, saya masih perawan." Ucap Aini sambil memejamkan mata.


Daffa yang tadinya mau menggoda Aini kembali memejamkan mata menikmati rasa ingin tertawa yang dia tahan.


" Aku akan mengajari kamu selingkuh." Bisik Daffa.


" Ohya?"


" Iya.."


" Kapan?"


" Besok.."


" Kok besok?"


" Iya soalnya sekarang bersambung dulu.. wakakakaka....."

__ADS_1


__ADS_2