Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
RAHASIA CINTA ALIA


__ADS_3

Yang suka cerita vampir boleh mampi...


RAHASIA CINTA ALIA...


ini bab pertama nya...


👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻


" Nak, pastikan kau telah membawa semuanya jangan lupa untuk membawa air suci dan juga tanda salib kita tidak tahu apa yang akan kau temui saat berada di hutan nanti." Ucap Emery saat membantu Alia mengepak barang-barangnya karena Alia akan berada disana kurang lebih selama 7 hari. Alia juga tidak mengerti kenapa pihak sekolah memutuskan untuk memilih kota tersebut, kota yang sering sekali hujan di mana Alia sama sekali tidak menyukai cuaca seperti itu.


" Seharusnya Mama mengatakan jangan lupa untuk selalu membawa jaket mantel bulu dan juga baju baju hangat, karena di sana pasti tidak akan ada matahari."


"Sayangnya Apa kau lupa dengan cerita yang dulu diceritakan oleh kakekmu?"


" Tentang Vampire dan manusia serigala?. Haha, Mama sekarang itu zaman modern tidak akan ada yang namanya vampir juga manusia serigala."


" Nak, kau harus percaya bahwa vampir dan manusia serigala itu nyata adanya. Dan kau harus membawa sesuatu agar tidak diganggu ataupun didekati oleh mereka. Berjanjilah kau akan membawa salib air suci dan beberapa simbol lainnya untuk berjaga-jaga Karena Mama tidak akan tenang jika kamu tidak membawanya."


" Hmm, baiklah."


Alia akhirnya mengalah karena tidak ingin melihat sang ibu sedih walaupun sebenarnya Alia tidak percaya tentang adanya vampir dan serigala. Ya siapa pun tidak akan percaya jika vampir dan serigala itu masih ada terutama di dunia modern yang super canggih seperti sekarang.


Tin


Tin


Tin


Suara bunyi bis.


" Alia berangkat dulu ya ma, pa."


" Bye sayang.." Ucap Mama, walaupun sebenarnya punya mama sangat berat untuk melepaskan Alia pergi ke Forks, karena Mama sangat percaya bahwa vampir ada di daerah itu.


" Pa..." Panggil Mama setelah bisa ditemani oleh Alia berlari meninggalkan rumah Alia.


" Sttt, Mama tidak perlu khawatir karena Papa yakin Alia bisa menjaga dirinya sendiri." Ucap Papa yang seakan mengerti kegelisahan yang dirasakan oleh Mama.


Keluarga Alia, adalah penganut agama katolik yang sangat kental. Setiap minggunya Alia selalu pergi ke gereja bersama dengan orang tuanya. Dan mereka tidak absen dalam mengikuti kegiatan keagamaan.


Dan hari ini jelas aja Emery begitu sedih harus berpisah dengan Alia. Karena sebelumnya mereka tidak pernah berpisah. Apalagi Alia menuju kota Forks. Kota di mana menurut kepercayaan kakek moyang keluarga Winston, kota Forks masih menjadi kota tempat dimana para vampire tinggal.


" Duh, anak mama dan papa sampai di tangisi kepergiannya oleh sang mama." Ledek Lucy, teman sebangku alias sekaligus sahabat dekat Alia.


" Ya, itulah mereka. Dan Apa kau tahu jika kebanyakan dari orang tua akan membawakan putrinya bekal ataupun baju hangat. Lain dengan ibuku yang membawakan aku air suci dan juga banyak tanda salib. Dan, aku lupa membawa nya hehe..." Kekeh Alya saat dia merogoh isi tasnya.


" Ckckck, Kau pasti akan membuat mereka semakin khawatir."


" Ya, selama mereka tidak memperoleh porandakan kamarku maka air suci juga tanda salib itu tidak akan mereka temukan."


" Dasar.."


Perjalanan panjang, beberapa dari mereka mulai bernyanyi dan bercanda tawa. Namun Aliya memilih menikmati perjalanan itu dengan mendengarkan musik melalui iphone-nya sendiri.


" Anak anak siaplah untuk turun karena sebentar lagi kalian akan sampai dan jangan lupa untuk mengingat siapa teman ta nda kalian karena setelah ini kita akan langsung mendirikan tenda. Hari sudah mulai gelap dan kita harus bergegas." Ucap salah seorang senior.


" Hoam.., apa mereka serius jika kita akan tidur di dalam tenda?" Ucap Lucy.


" Memangnya ku ingin tidur di mana?, di tempat tidur empuk nyaman seperti yang ada di rumahmu?" Ucap Alia sambil bersiap untuk turun dari bis.


" Ya, paling tidak kita dibangunkan sebuah rumah semi permanen kek atau apa gitu yang bisa menghindarkan kita dari binatang buas. Ini hutan lo, seumur hidup baru kali ini aku Aku melakukan kegiatan di tengah hutan. Dan aku juga heran kenapa mereka memilih hutan Forks, yang kabarnya di negara ini banyak sekali.... Vampir." Ucap Lucy sambil berbisik saat mengucapkan kata vampir.


" Woy, kalian lagi ngegosipin aku ya." Sapa Gwen. Gwen juga adalah teman


deket Alia.


" Idih, ge er sekali." Ucap Lucy.


Mereka bertiga langsung turun dari bis dan mencari tenda tempat mereka bertiga untuk tinggal selama di hutan.


" Oke student. Hari ini kalian boleh langsung istirahat atau pun berjalan-jalan ke sekeliling hutan Tapi ingat jangan sampai tersesat dan tetaplah di jarak pandang. Besok baru kita akan mulai kegiatan nya. Paham semua?"


" Paham.."


" Baiklah, kalau begitu kalian boleh bubar dan silakan yang ingin istirahat istirahat dan yang ingin jalan-jalan silakan."


" Hmm, Aku akan pergi beristirahat saja." Ucap Alia.


" Aku juga." Imbuh Lucy.


" Eh tunggu aku."


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam tenda yang mulai berbaring di atas tempat tidur masing-masing.


" Astaga, aku belum resmi pergi dari rumah selama 24 jam dan mereka sudah menelponku selama 50 kali?, oh yang benar saja." Ucap Alia yang terkejut karena ada 50 panggilan tidak terjawab dari orang tuanya.


" Uyuuuyuyuyu... anak mama dan papa. Tentu saja mereka khawatir kamu kan anak tunggal dan anak satu-satunya mereka." Ucap Lucy


" Huft, Ya kau benar sejujurnya aku itu dengan kalian kalian mau punya seorang kakak dan adik sedangkan aku Aku tidak punya saudara hal itu membuatku semakin maju oleh kedua orang tuaku padahal aku sudah dewasa. Kau tahu sendiri kan bagaimana alatnya mereka saat aku meminta izin untuk keluar bersama kalian?"


" Sudah lebih baik kita istirahat saja kita menikmati pemandangan hutan ini besok pagi. Aku sudah sangat mengantuk dan lelah." Ucap Gwen.


" Kalian beristirahatlah lebih dulu karena aku harus menghubungi orang tuaku dan mengabarkan jika aku sudah sampai di tempat tujuan dengan selamat."


" Hmm, baiklah."


Lucy dan gue memilih untuk langsung berbaring setelah mereka mencuci tangan dan juga kaki. Sedangkan Alia memilih untuk keluar dari tenda dan menelepon orang tuanya.


Alia berdiri agak jauh dari kerumunan orang-orang yang saat itu tengah sibuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang mulai menyalakan api untuk memasak ada yang menata kayu untuk api unggun dan sebagainya.


Alia mulai mengobrol dengan orang tuanya melalui video call, embusan angin membuat rambut berkibar.


" Baiklah ma, sepertinya angin sore sangat dingin aku akan masuk kedalam dan hangatkan diri." Ucap Alia.

__ADS_1


" Baiklah sayang, ingat hati-hati jangan lupa untuk menaruh tanda salib di setiap penjuru tenda dan juga siapkan kalau perlu selalu bawa air suci."


" Baiklah lah baik. Kalau begitu Aku tutup dulu teleponnya ya bye muah.."


" Iya muah juga untuk putri kecil Mama."


Alia mematikan ponselnya lalu saat Alia hendak berjalan kembali ke tenda dia merasa sedang diperhatikan oleh seseorang.


" Mungkin firasat ku saja." Lirih Alia.


Alia tidak sadar jika memang ada yang memperhatikan nya.


" Hei, apa yang sedang kau lakukan disini dan sejak kapan para manusia itu datang ke sini?"


" Seperti mereka baru saja tiba." Ucap seseorang yang sedari tadi berada di atas pohon, memperhatikan Alia.


" Ayo kita harus segera kembali sebelum ada yang melihat kita."


" Oke."


Wush... Wush.... Wush....


Mereka berdua kemudian berjalan dengan cepat dari pohon ke pohon hingga tidak lagi terlihat. Alia yang merasa ada pergerakan angin yang tidak biasa.


Alia kembali menoleh ke belakang namun sayangnya dia tidak melihat apapun.


Malam harinya, seluruh murid berkumpul dan duduk membentuk lingkaran. Ditengah tengah nya ada api unggun yang membara membuat mereka semua merasakan kehangatan ditengah dinginnya suasana hutan dan juga angin.


Ada beberapa dari mereka yang mulai bernyanyi dan juga melakukan permainan. Angin berhembus, Alia kembali merasakan ada sosok yang mengawasi dirinya. Namun saat dirinya melihat kebelakang dia tidak menemukan apapun.


" Hmm, sepertinya aku akan istirahat lebih dulu malam ini agar besok aku terbangun dengan keadaan segar." Ucap Alia.


" Baiklah." Ucap Lucy.


Saat Alia akan masuk ke dalam tenda, seseorang mengejutkan nya.


" Alia.."


" Oh astaga Edmund kau mengagetkan ku." Ucap Alia.


Edmund adalah senior disekolah Alia, dia sudah lama menyimpan perasaan kepada Alia. Namun, Edmund tidak punya kesempatan untuk mendekati ataupun mengungkapkan perasaannya kepada Alia.


" Kau mau kemana?, kenapa tidak bergabung dengan yang lain?"


" Tidak, aku merasa lelah. Jadi aku putuskan untuk beristirahat agar besok siap untuk kegiatan."


" Ah begitu.., baiklah.."


" Kalau begitu aku masuk dulu ya."


" Iya.."


Alia tersenyum kepada Edmund sebelum akhirnya dia masuk ke dalam tenda kamar.


Alia memeriksa ponselnya. Dan benar saja, ada 60 panggilan dari mama nya.


" Oh astaga..."


Alia langsung menekan tombol panggilan.


" Halo ma?"


" Oh sayang, kamu kemana saja, Mama sangat khawatir. Mama nyaris mengajak Papa untuk ke Forks."


Alia menepuk dahinya sendiri saat mendengar apa yang dikatakan oleh Mama.


" Yang benar saja, Mama tidak boleh datang kesini. Itu akan mengacaukan semuanya ma, lagipula Alia sudah bukan anak kecil lagi."


" Mama tahu sayang, mama hanya khawatir. Disana kan tempat..."


" Iya iya, Alia sudah tahu. Sekarang Alia ingin istirahat Ma, bolehkah?. Besok kegiatan nya akan dimulai."


" Baiklah. Pastikan kamu menelpon mams sebelum kegiatan ya, dan jangan lupa untuk meletakkan salip dan sirap sekitar tenda dengan air suci."


" Tentu, mama ku sayang."


" Baiklah kalau begitu."


Tut


" Huft... Seandainya saja aku memiliki saudara, pasti Mama tidak akan overprotektif kepada ku."


Alia lalu mengeluarkan selimut dan mulai berjalan menuju tempat tidur.


Wush....


" Hah..."


Alia terkejut karena dia melihat sosok manusia terdiri di belakang tenda. Karena rasa penasarannya, akhirnya Alia memilih untuk keluar dan melihat apakah benar ada seseorang diluar tenda nya.


" Tidak ada siapa siapa. Apa mungkin itu hanya halusinasi ku karena terlalu lelah. Atau mungkin memang senior yang berjalan memeriksa sekitar." Ucap Alia yang berargumen sendiri.


Alia lalu memilih untuk kembali masuk dan beristirahat. Alia tidak tahu, jika diatas sana, ada sosok yang tersenyum saat melihat Alia keluar.


Sosok itu begitu tertarik dengan Alia, ditambah dengan aroma tubuh yang mengoda.


" Siapa dia?, bau nya begitu menyiksa ku. Seperti, aku telah menemukan penawar atas racun yang telah aku derita." Lirih seseorang tadi sebelum akhirnya memilih untuk kembali pulang setelah melihat beberapa petugas berkeliling.


" Aman?"


" Aman."


" Bagus, sejauh ini aman, semoga saja terus aman seperti ini."

__ADS_1


" Ya."


...


Keesokan harinya, semua murid sudah berkumpul dan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mulai melakukan kegiatan. Masing masing kelompok akan diberi tali untuk membuat arah. Dan tidak lupa mereka diberikan peta agar dapat menemukan petunjuk jika tersesat.


" Ini ambil."


Beberapa senior membagikan gelang yang sudah dilengkapi GPS. Jadi mereka bisa memantau semua Siswa untuk meminimalisir resiko mereka tersesat.


Saat Alia dan rekan rekan nya yang berjumlah 8 orang mulai melakukan kegiatan serta penelitian. Alia merasa ada orang lain yang pernah mengawasi dirinya.


" Kau sedang apa?" Tanya Lucy.


" Ah tidak ada."


" Ya sudah ayo. Jangan sama tinggal nanti kau akan tersesat." Ucap Lucy.


" Tentu."


Ditengah perjalanan, tali sepatu yang Alia gunakan terlepas. Mau tidak mau Aliyah harus berlutut untuk memasangnya kembali. Disaat bersamaan ada seekor ular yang berjalan mendekati Alia.


" Gadis, gadis itu bisa mati." Ucap Seseorang.


Seseorang itu terlihat menatap ke langit. Setelah memastikan bahwa matahari tidak dapat menembus pohon-pohon yang ada di hutan itu. Seseorang itu segera berjalan cepat dan menyingkirkan ular yang hendak mematuk Alia.


" Argh..." Alia berteriak terkejut, tanah di sampingnya tiba-tiba ada seseorang yang sudah memegang ular berbisa.


" Jangan takut, aku sudah membunuh ular ini. Hampir saja kau dipatuk." Ucap seseorang itu.


" Ah ya, terima kasih karena sudah menyelamatkan ku dari ular itu."


" Devian.., Aku adalah Devian."


" Ah ya, terima kasih Devian karena telah menyelamatkanku tapi sekarang aku harus kembali kepada kelompok ku sebelum mereka menjadi bahwa aku menghilang." Ucap Alia langsung berlari meninggalkan Devian begitu saja.


Devian, adalah sosok vampir yang selama ini memandangi Alia. Ada sesuatu dalam diri Alia yang begitu menarik perhatiannya serta keinginannya untuk mencari tahu siapa Alia.


Alia terus berjalan menelusuri tali yang dibuat oleh rekan-rekannya, dan entah kenapa Aliya justru menjadi tersesat dan terpisah dari rombongan nya.


Devian terus mengawasi Alia, hingga Devian merasakan ada sosok binatang buas yang siap menerkam Alia.


" Oh ****." Lirih Alia, saat dia melihat seekor macan berada tepat di hadapannya dengan hanya berjarak beberapa meter saja.


Alia secara perlahan sebelum akhirnya dia berlari sekuat tenaga.


" Argh..." Alia terjatuh. Membuat semua isi dari tasnya berantakan.


Wush...wush...wush..


Alia menoleh dan dia tidak lagi mendapati harimau itu berada di belakangnya.


" Sttt, awhh..."


Alia merasakan sakit di kakinya dan dia melihat ada darah yang yang mengalir dari kakinya. Penyebabnya tak lain adalah sebuah kayu yang tertancap di kaki Alia.


Aroma darah, tentu saja menjadi pusat perhatian beberapa vampir yang ada di sana.


Devian yang saat itu baru saja menghabisi sang harimau mencium aroma darah yang sangat menggugah selera. lalu dia dapat mendengar pikiran dari para vampir yang begitu terlena akan aroma darah Alia.


Mengetahui Alia berada dalam bahaya Devian segera menghampiri Aliya.


" Devian.."


Lagi dia lihat terkejut karena sosok itu sudah berdiri di hadapannya. Jelas jelas Alia mengetahui bahwa dirinya tengah sendiri di tengah hutan.


" Sttt..., kakimu terluka jangan banyak bergerak, itu akan membuat darah semakin mengalir di kakimu. Tahan lah sebentar." Ucap Devian.


" Apa yang akan kau lakukan?"


" Awhh ..."


Alia berteriak karena Devian dengan cepat mencabut kayu yang menancap di kakinya. Devian lalu segera menusukkan kayu yang ada bercak darah itu ke tanah hingga tenggelam sempurna. Alia tidak dapat melihat kejadian itu karena saat itu matanya tertutup menahan rasa sakit yang teramat sakit.


Devian segera mencari sesuatu untuk menutupi aroma darah yang terus mengalir di kaki Alia. Lalu Devian mengambil sebuah daun yang beraroma mirip mint, dan langsung menutupi luka serta darah Alia dengan daun tersebut. Devian melakukannya dengan cepat karena Devian sudah mengetahui bahwa para Vampir itu sudah semakin dekat dengan posisi Alia.


" Tutup mata mu." Ucap Devian.


" Apa?" bukannya menutup Mata Alia justru semakin melotot kearah Devian.


" Tidak tidak, kau tidak ingin melakukan sesuatu yang buruk kepadaku kan?"


" Astaga, memangnya Apa yang kau takutkan Apa kau takut aku akan memakan mu disini?"


" Ya mungkin saja secara ini kan hutan. Dan aku juga tidak mengenalmu begitupun sebaliknya."


" Tapi, ini darurat harus segera menutup matamu atau kalau tidak nyawa mu dalam bahaya."


" Tentu saja dalam bahaya, karena aku sekarang berada dengan orang yang tidak ku kenal."


Alia yang berusaha untuk berdiri namun akhirnya dia terjatuh lagi.


" Dasar keras kepala." Lirih Devian.


Brug ...


Devian membuat Alia pingsan.


----------------


----------------


----------------

__ADS_1


----------------


__ADS_2