Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 69 : Hai Nina...


__ADS_3

Di kantor...


Kenzo sangat pusing memikirkan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh Daffa.


Kenzo menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memejamkan mata dan dia tetap seperti itu hingga suara ketukan pintu dan seseorang memasuki ruangannya.


" Tuan Kenzo, ini adalah sekretaris yang anda minta."


" Hemmm, langsung saja suruh dia mengerjakan laporan yang sudah menumpuk di meja kiri saya." Ucap Kenzo.


" Baik..." Orang itu pun pergi. Sementara wanita yang baru saja bergabung di perusahaan Daffa itu langsung menuju meja yang tadi ditunjuk oleh Kenzo.


" Baiklah, siapa nama mu." Tanya Kenzo.


" Nina..."


" Selamat datang dalam neraka Nina karena mulai sekarang kamu akan dilimpahkan beban yang sangat banyak." Lirih Kenzo sambil tetap memejamkan mata kemudian tiba-tiba matanya melebar mendengar nama Nina.


Bukankah Nina adalah nama perempuan?.


Kenzo langsung duduk dengan tegak dan melihat ke arah Nina dan terkejut mendapati bahwa Nina benar-benar seorang perempuan.


" Selamat pagi tuan Kenzo..." Sapa Nina sambil tersenyum.


Brak !!!!


Nina segera berlari untuk melihat Kenzo yang terjatuh dari tempat duduknya.


Tidak tidak, Kenzo bukan terjatuh tapi cancel pingsan karena ternyata pegawai yang akan bergabung dengan perusahaannya menjadi sekretaris pembantu adalah seorang wanita.


Sebenarnya tidak masalah pria atau wanita tapi ketika dulu Kenzo sudah menyeleksi beberapa orang, dalam ingatan Kenzo orang yang terpilih adalah orang berjenis kelamin laki-laki tapi kenapa sekarang yang datang justru seorang wanita.


Nina yang panik langsung memanggil Pak bobo Pak Bobo adalah orang yang tadi mengantarkan Nina ke ruangan Kenzo.


Bobo bersama dengan beberapa karyawan yang lainnya membantu Kenzo untuk berbaring di sofa dan membantu menyadarkannya.


" Hei kalian ngapain beramai-ramai masuk ke dalam ruanganku sana cepat pergi." Ucap Kenzo.


" Maaf Tuan, kata Nina tadi anda pingsan." Ucap Bobo.


" Bobo, Bukankah sebelumnya orang yang terpilih menjadi sekretaris pembantu adalah laki-laki tapi kenapa sekarang yang datang justru wanita?"


" Yang pria ternyata tidak sesuai kriteria karena dia tidak mau bekerja dalam tim, jadi saya dan tim yang lain mencoba mencari kandidat yang sebelumnya sudah masuk dalam tiga besar dan terpilihlah Nina."


" Ah seperti itu... Aku pikir pria itu berubah menjadi seorang wanita karena sudah diterima dalam perusahaan kita."

__ADS_1


" Haha, anda sepertinya sedang menghayal tuan. Jadi bolehkah sekarang saya keluar dari ruangan anda?"


" Kenapa keluar?"


" Ya kan tadi ada memerintahkan semua orang untuk keluar.."


" Hmm baiklah, suruh Nina untuk masuk dan mengerjakan kembali pekerjaannya."


" Baik tuan.."


Bobo segera keluar dari ruangan Kenzo sebelum akhirnya berganti Nina yang memasuki ruangan.


Kenzo langsung berdiri dan kembali duduk di mejanya serta melihat Nina yang melangkah masuk sambil tersenyum.


DUk...


Duk...


Duk...


Senyuman yang mampu membuat jantung Kenzo berpacu dalam melodi.


" Astaga ada apa dengan jantungku mungkin pingsan tadi membuat jantungku sedikit bergeser dari tempat asalnya." Pekik Kenzo.


Kenzo terus memperhatikan Nina, sepertinya Nina benar-benar mulai mengerjakan apa yang menjadi tugasnya.


" Tuan Anda baru saja menyapa saya?"


" Tidak aku sedang menyapa tiang lampu yang ada di sebelah mu." Ketus Kenzo.


" Hehe..."


Kenzo mulai menanyai Nina tentang segalanya mulai dari alasan ingin bergabung di perusahaan itu yang sedikit tentang kehidupan pribadinya.


" Baguslah jika kamu masih single karena itu membuat kamu lebih mudah dihubungi ketika ada sesuatu yang emergency."


" Apa peraturan menjadi karyawan di sini adalah tidak boleh menikah?" Tanya Nina.


" Tidak, semua bebas tapi jika kami memiliki karyawan yang single maka itu akan masuk ke dalam daftar pegawai yang akan dibutuhkan ketika dalam keadaan darurat misalnya harus menemani presiden dalam kunjungan kerjanya atau menggantikan aku ketika hari libur atau hari lainnya yang memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu juga."


" Ah jadi seperti itu..."


" Ya, perusahaan kami mempunyai mutu walaupun kerja yang utama tapi keluarga lebih utama Jadi bagi karyawan yang sudah memiliki keluarga dalam waktu weekend mereka benar-benar akan menghabiskan waktu bersama dengan keluarganya dan lain bagi karyawan yang masih single mereka mungkin akan dipanggil untuk membantu menyelesaikan pekerjaan."


Nina hanya mengangguk anggukan kepala, sementara Kenzo melongo melihat wajah Nina yang membuat nya merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya.

__ADS_1


" Sebaiknya setelah ini aku pergi menemui dokter art sepertinya penyakit yang sebelumnya diderita oleh Tuan Daffa pindah ke padaku." Lirih nya..


🌼🌼🌼🌼🌸🌸🌸


" Terima kasih atas tumpangan nya, dan Maaf aku belum bisa menawarimu untuk mampir karena aku belum siap kembali bersama dengan seseorang karena aku belum mewujudkan perkataanku ketika aku pergi ke kota." Ucap Viona saat dia sudah sampai di rumah nya.


" Tidak masalah." Pekik Daffi.


Viona tersenyum sebelum akhirnya dia hilang dari pandangan Daffi.


Daffi sendiri Langsung menggunakan ponselnya untuk mencari penginapan yang tidak jauh dari sana karena memang sebenarnya Daffi tidak mempunyai tujuan untuk datang ke sini selain karena ingin menemani Viona.


Ternyata Viona tidak menawarinya untuk mampir ke rumahnya dan hal itu membuat Daffi harus mencari penginapan agar dirinya bisa memantau Viona.


" Aku pasti sudah gila karena mengikuti seorang wanita sampai ke bagian antabrata seperti ini." Pekik Daffi.


Ponsel Daffi tiba-tiba drop, membuatnya tidak bisa mencari penginapan dan dia mencoba untuk mengecasnya dengan power bank tapi saya powerbanknya juga sedang drop.


" Ya Tuhan.. kenapa hidup ku sial sekali."


Daffi keluar dari dalam mobilnya dan melihat sekitar mana tahu pandangannya melihat tulisan penginapan, namun dia tidak melihatnya hingga Fiona kembali datang.


Rupanya Viona memikirkan Davi pastilah Dia sangat lelah berkendara selama 8 jam jadi Fiona memutuskan untuk kembali menemui Daffi dan menawarkannya untuk beristirahat dirumah nya, Viona tidak akan mempedulikan perkataan orang-orang tentang dirinya lagi karena ini adalah tentang hidupnya bukan tentang perkataan orang-orang yang akan dia dengar.


Daffi sangat bahagia, terutama saat dia dengan mata kepala nya sendiri melihat kehangatan yang tercipta di keluarga Fiona.


" Hei, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Viona saat hari sudah sore dan melihat Davi baru saja selesai berbincang-bincang dengan ayah Viona.


" Ya. Terima kasih karena sudah mengizinkan aku untuk mampir ke sini karena kamu telah membukakan Mata hatiku bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada sebuah keluarga." Ucap Daffi.


Viona sendiri tidak tahu dan menjadi penasaran sebenarnya apa yang Ayahnya dan Daffi bicarakan sehingga tiba-tiba Daffi berkata seperti itu.


" Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan dengan ayahku tapi setelah mendengar kamu mengatakan ini aku akan mengatakan sesuatu bahwa mungkin apa yang kita rasakan adalah sama namun kemudian Aini menyadarkan aku bahwa tidak ada yang lebih penting daripada keluarga."


" Apakah karena Aini kamu memutuskan untuk datang ke acara pernikahan temanmu itu?"


" Ya.."


Daffi terdiam, dia mulai merasa bahwa takdir memang tidak menginginkan Aini untuk menjadi pendamping hidupnya karena memang Aini terlalu berharga dan sempurna untuk pria brengsek seperti dirinya.


Aini kamu telah mengajariku banyak hal dan semoga hidupmu selalu penuh dengan kebahagiaan dan aku berjanji saat kamu dilukai oleh saudara kembarku maka akulah yang pertama yang akan menghajar nya.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2