
"Jatuh cinta adalah perasaan yang membuat kinerja tubuh menjadi tidak beraturan. Jika kamu jatuh cinta, maka keadaan hati akan merasa senang dan menggebu-gebu hanya dalam jeda beberapa detik. Segala tingkah laku sang pujaan hati akan terlihat keren dan memalukan secara bersamaan, hingga terkadang memicu detak jantung yang lebih cepat. Itulah tanda komprehensif seseorang saat sedang jatuh cinta."
Dokter R menjelaskan panjang kali lebar ditambah tinggi pada Kenzo yang sepertinya terkena demam pernikahan tak kala tanggal pernikahan nya dengan Nina sudah di tentukan.
" R, tapi kenapa rasanya ada sesuatu yang ingin meledak dalam hatiku rasanya seperti..., entahlah aku tidak bisa menggambarkan." Pekik Kenzo.
"Efek dari sebuah cinta memang begitu besar. Dinginnya sifat seseorang dapat luluh hanya dengan perasaan dan pernyataan cinta. Kesedihan yang berlarut pun dapat diredakan dengan sebuah cinta. Bahkan ketika kamu sedang dalam masalah yang besar sekalipun, jika kasih sayang diberikan oleh orang terdekat secara cuma-cuma akan menjadi dukungan yang berguna. Maka dari itu, hargai dan jagalah orang tersayang dengan sungguh-sungguh, maka dia akan memberikan segalanya kepadamu. Dicintai memang lebih baik daripada mencintai, tetapi lebih indah lagi jika saling mencintai."
" Aku dan Nina saling mencintai. Bukankah itu adalah hal yang paling indah dalam sejarah ke jombloan ku R?" Tanya Kenzo.
"Cinta itu penuh pemberian, bukan meminta untuk diberikan. Cinta itu penuh ketulusan, bukan penuh dengan paksaan."
"Cinta tak pernah memandang harta atau pun jabatan, jika kita mendasarinya dengan ketulusan dan keikhlasan."
"Cinta tak pernah membeda-bedakan sifat, raga, jasmani, harta seseorang. Karena cinta hanya keikhlasan dan ketulusan hati kita untuk seseorang."
"Cinta adalah ketulusan, bukan sebuah alasan. Cinta suci datang dari hati, bukan untuk disakiti."
" Dokter R...
" Ya?"
" Aku rasa sebaiknya kamu berhenti menjadi dokter dan melayani orang-orang sakit."
" Kenapa?"
" Karena kamu lebih cocok menjadi dokter cinta." Kekeh Kenzo sambil berlalu keluar dari ruangan dokter R.
" Teman sialan."
🎀🎀🎀🎀
"Lepaskan daripada memaksakan. Ikhlaskan daripada menyakitkan. Relakan daripada berjuang sendirian." Ucap Aldo saat melihat Lala tengah sedih mendengar bahwa tanggal pernikahan Daffi dan Viona sudah di tentukan.
" Mudah bagimu mengatakan karena kamu tidak pernah merasakan cinta seperti yang aku rasakan." Ucap Lala.
__ADS_1
"Aku mencoba ikhlas dari suatu kehilangan dan mencoba tersenyum dari suatu kesakitan. Yang membuat kita kelihatan lemah pada cinta adalah di saat kita tak mampu melupakan seseorang yang kita cintai." Imbuh Lala.
" Sungguh aneh karena ternyata kamu hanya berpura-pura terlihat tegar di depan Daffi dan menunjukkan dirimu yang sebenarnya di hadapanku. Aku pikir kamu sudah merelakannya dan menganggap bahwa memang takdir kalian tidak pernah bersama dan memang kalian hanya diizinkan untuk menjadi seorang sahabat yang akan saling berbagi dan saling menguatkan suatu saat nanti."
Lala terdiam, dia kemudian mengingat kata-kata Daffi yang mengatakan Mungkin memang takdir hanya mengizinkan mereka untuk menjadi sahabat agar mereka bisa tetap saling berbagi dan saling menguatkan satu sama lain.
"Sekarang aku sudah tidak bisa lagi merasakan cinta dari orang lain karena cintaku hanyalah untuk nya, walaupun dia tidak tahu apa yang kurasakan." Ucap Lala.
" Cobalah untuk menempatkan cinta itu di sisi lain dari hatimu dan mencoba untuk membuka Cinta yang akan membawamu kepada kebahagiaan yang sesungguhnya." Ucap Aldo.
"Cinta kepada manusia bisa saja bertepuk sebelah tangan. Tetapi, cinta kepada Tuhan akan selalu berbalas dengan indah apa pun bentuknya."
"Berani mencintai berarti harus berani juga untuk disakiti dan akan merasa kehilangan."
Lala terdiam, sisi lain dari dirinya menerima kenyataan ini, tapi sisi lain dari dirinya masih tidak bisa menerima bahwa sebentar lagi Daffi akan menjadi milik orang lain.
"Kehilangan seseorang yang kita cinta memang sangat menyakitkan, tapi itu bukan akhir segalanya. Kita bisa bahagia, meski tanpa dia. Hari ini aku akan berfokus pada masa depanku dan bukan bersedih tentang masa lalu."
Lala masih terdiam, Aldo perlahan mendekati Lala dan duduk di sampingnya.
"Makin kamu menyimpan perasaan buat seseorang yang mendalam dan tak ingin kamu sampaikan, pasti rasanya akan makin sakit."
"Pelangi hanya terjadi saat hujan turun. Ketabahan hanya terbentuk saat luka menusuk jiwa." Ucap Aldo sambil memegang tangan Lala.
Lala menatap Aldo dan Aldo tersenyum.
"Terkadang, meski kamu sangat mencintai seseorang, kamu harus melepaskannya karena tanpanya kamu temukan dirimu lebih bahagia." Ucap Aldo lagi.
" Hiks...hiks...."
Lala tidak dapat lagi menahan tangisnya dia segera menangis dan memeluk Aldo.
" Aku sungguh mencintai dan menyayanginya sejak pertama kali di hati dalam kehidupanku. Aku sungguh berharap aku bisa menjadi pendamping hidupnya dan kita akan bersama-sama membagi kebahagiaan dari cinta kita berdua. Tapi kemudian aku harus menelan kekecewaan saat dia hanya menganggap aku sebagai seorang sahabat dan saudara. Sungguh ini benar-benar mengecewakan aku dan Aku tidak menyangka aku yang pertama kali mengenal cinta harus merasakan cinta itu bertepuk sebelah tangan." Ucap Lala
"Jangan risauhkan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi, risaukan bila kamu tidak mampu mencintai seseorang dengan segenap ketulusan."
__ADS_1
Lala melepas pelukannya dan Aldo menghapus air mata yang membasahi pipi Lala.
"Cinta mungkin akan memberikan luka. Tapi, luka akan membuatmu lebih dewasa."
"Cinta adalah usaha dan kerja sama. Jika dia cuma pasrah membiarkan kamu yang melakukannya, maka ubah perjuangan kamu untuk menghilangkan cinta padanya."
"Kebahagiaan tidak akan pernah kamu dapatkan di dalam cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sebab untuk ke depan, menjalani hal paling dasar dengannya pasti selalu butuh perjuangan berat."
"Mencintai orang yang tidak mencintai kita, seperti menimba menggunakan ember bocor. Melelahkan, tapi minim hasil bahkan sia-sia. Kamu hanya punya dua pilihan, tetap menggunakan ember yang sama atau memilih ember lain yang masih sesuai dengan fungsinya."
Lala tersenyum.
" Ayo ikut aku."
" Kemana?" Tanya Lala.
" Kemanapun kamu inginkan, aku akan mengantarkan nya.."
Lala tersenyum lalu meraih tangan Aldo yang memang sudah terbuka lebar untuk menerima uluran tangan dari Aldo.
Daffi yang sedari tadi ada di sana melihat Lala dan Aldo menjadi tersenyum karena akhirnya Aldo bisa membuat Lala tersenyum dan menerima kenyataan bahwa memang takdir tidak akan mempersatukan mereka.
Beberapa hari sebelumnya, Aldo datang menemui Daffi dan mengatakan bahwa dia tidak sanggup untuk membuat Lala keluar dari lembah keterpurukan ini. Aldo mengatakan bahwa cinta Lala kepada Daffi sangatlah besar sehingga sangat sulit untuk membuatnya mengerti.
Lalu Viona yang tidak sengaja mendengar percakapan dua pria itu langsung ikut duduk dan menceritakan pengalamannya ketika dia mengalami hal yang sama seperti yang saat ini Lala rasakan. Cinta bertepuk sebelah tangan.
Terima kasih Viona. Kamu sudah membuatku memiliki keberanian yang lebih untuk tetap berjuang membuat wanita yang aku cintai bisa menerima kenyataan dan bisa membuka hati untuk yang lain. Batin Aldo saat mereka dalam perjalanan menuju pantai.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1