
Diandra Dewi seorang wanita muda yang pekerja keras. Ayah nya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Dia tinggal berdua dengan ibunya. Sedangkan kakak perempuan nya sudah menikah dan memilih tinggal dirumahnya sendiri . Keseharian yang ia lakukan sekarang adalah berjualan minuman yg sedang viral saat ini . Thaitea , YHa dia menamai ny dengan Diandra thaitea .
Suatu sore Dewi menunggu outlet nya dengan bermain ponsel sembari memikirkan apa rasa yg cocok untuk pembaruan menu thaitea ny .
Tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara laki laki yang memanggil nya .
"Mba,, mba .." laki laki itu memanggil sambil menggerakkan tangan kekiri kanan di depan wajah Dewi . Dewi terkejut sambil berdiri dari duduk nya menatap wajah laki laki di depan nya dengan kagum. Seketika Dewi tersadar apa yg sedang dia lakukan.
"Eh iyha mas mau beli apa ?" .
Laki laki itu tersenyum menahan tawa nya
"rasa taro 1 YHa mba, yg medium"
Dengan segera Dewi membuat pesanan yg dipesan laki laki itu . Setelah siap Dewi menyerah kan pesanan ke laki laki itu
"Ini mas pesanan nya rasa taro YHa , 12 ribu mas"
Laki laki itu menyerahkan uang dua puluh ribuan ke Dewi .
" Ini mba , kembalian nya buat mba aja saya buru buru soal nya"
"Eh iyha terimakasih mas" dewi memandang kepergian laki laki itu . Ntah mengapa ada debaran di dada ny . Dengan segera Dewi menggeleng gelengkan kepala nya
"apa'an sih wi . Di liatin segitu aja baper" gumam Dewi di dalam hati .
Di dalam mobil laki laki itu tersenyum membayangkan peristiwa yg baru ia alami . Melihat gadis cantik yg sederhana dengan senyum nya yg membuat hati tenang. Yg sudah beberapa bulan ini dia perhatikan. Tapi baru kali ini dia berani mendatangi langsung berlandaskan atas permintaan adik ny yg meminta thaitea . Kagum .. mungkin itu yg tepat menggambarkan suasana hati nya saat ini .
Sesampai nya dirumah laki laki itu disambut remaja kisaran umur 15 tahun yg duduk di sofa ruang tamu .
"Kak , udah dapet pesenan aku?" Tanya Edward yg tak lain adalah adik kandung laki laki itu .
"Dapet. Nih " laki laki itu menjulurkan tangan nya yg sedang memegang plastik berisi minuman manis yg lagi viral saat ini.
"Thank..kak"
Tanpa menjawab , laki laki itu langsung berjalan naik ke arah tangga dan masuk kedalam kamar nya .
Setelah mandi dan berpakaian . Laki laki itu merebah kan tubuhnya di kasur tempat tidur nya .
Menatap langit langit kamar nya . Laki laki itu tersenyum . Dan terlelap karena lelah seharian bekerja .
Dari hari itu entah sejak kapan laki laki itu sering sekali datang ke kedai Dewi hingga tak terasa mereka berdua sudah menjadi akrab.
"Hai wi , lagi rame yang beli YHa , mau aku bantuin nggak" sapa Edgar ketika dia datang dan melihat kedai Dewi yg ramai pembeli.
YHa laki laki itu bernama Edgar . Edgar Permana putra . Pria tampan dengan kulit yang putih serta rahang nya yang kokoh itu . Putra tertua Cakra Permana pemilik swalayan ternama di kota nya . Yang sampai saat ini sudah bercabang di kota kota lain di negara ini. Yg sekarang dijalan kan oleh Edgar .
*****
"Mas Edgar,
__ADS_1
iyha mas boleh , asal nggak ngrepotin"
"Nggak lah wi . Aku bantuin apa nih" tanya Edgar yg melihat thaitea berjejer di meja .
"Ini yg rasa strawberry sama Milo pesanan mba mba dua orang yg duduk di kursi bawah pohon itu tuh mas yg pake baju merah " tunjuk Dewi ke arah taman yg terlihat ada 2 orang perempuan sedang berbincang bincang . " Tolong YHa mas " imbuh Dewi seraya tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya .
Edgar yg melihat Dewi tersenyum seperti itu merasa gemas dan reflek mencubit hidung Dewi .
" Gemesin banget sih kamu wi ."
" Ih mas Edgar apa'an sih malu tau di liatin orang mas" ucap Dewi berbisik , berharap suaranya tidak terdengar sama pembeli yg sedang menunggu .
" Hehe maaf deh . YHa udah aku anterin dulu kesana YHa ."
" Iya mas , makasih ya "
Dewi memperhatikan Edgar yg sedang mengantar pesanan ke pembeli , tampak kedua perempuan itu sedang mengobrol dengan Edgar sambil menyerahkan ponsel nya tapi Edgar menolak . Dewi tersenyum menggelengkan kepala nya .
"Kebiasaan ,kalo lagi nganter pesenan pasti di mintai nomor telfon" batin Dewi .
" Pasti di mintai nomor telfon lagi yha mas ? " Tanya Dewi setelah Edgar kembali ke kedai nya .
"Iya wi tapi aku tolak" jawab Edgar sembari duduk di kursi kosong depan Dewi.
"Kenapa ditolak mas ? Mba nya cantik lho . Siapa tau mas cocok sama mba nya . Cantik dan ganteng serasi mas"
"Kalau cewe cantik banyak wi , tapi yang pandai bersyukur dan pekerja keras kayak kamu susah dapat nya"
Wajah Dewi seketika memerah merona malu dengan apa yg barusan di ucapkan Edgar . Dengan segera Dewi mengalihkan pembicaraan dengan menawari minum pada Edgar .
"Seperti biasa wi " jawab Edgar yg terus memandangi Dewi .
"Wi , udah jam 9 nggak mau sekalian beres beres untuk pulang ? Tanya Edgar yg melihat pergelangan tangan ny .
" Udah kok mas tinggal tutup aja , habis buatin minum buat mas Edgar aku langsung pulang "
"Emm, ke taman sebentar yuk wi ? Nanti aku antar pulang"
Tampak Dewi sedang berfikir sebelum menjawab .
" Boleh deh mas tapi jangan malem malem YHa pulang nya , takut di tungguin ibu kalo kemaleman"
Dewi menenteng dua Thai tea di tangan kanan ny . Waktu mau menyebrang , Edgar menggandeng tangan kiri Dewi .
Dewi tersenyum melihat tangan yg di genggam Edgar .
"Ternyata gini Ya rasanya di lindungi laki laki yg kita sukai, eh apa sih wi jangan terlalu berharap deh" gumam Dewi didalam hati .
Ia tau kalau Edgar adalah anak pemilik swalayan ternama di kota nya . Jadi dia tidak mau terlalu berharap pada orang yg jelas jelas susah dia gapai dari sisi manapun . Cukup tau diri dan posisi YHa itu lah yg dipikirkan Dewi . Berteman saja sudah lebih dari cukup . Memang apa yg pantas dibandingkan dari diri nya dan seorang Edgar? . Dari sisi manapun rasanya tidak akan mungkin jika Edgar menyukai nya .
Mereka duduk di bangku taman sambil menikmati Thaitea yg dia bawa dari kedai . Menikmati sejuknya udara malam hari di kota S .
"Wi , sejak kapan kamu berjualan ?"
__ADS_1
Tanya Edgar sembari meminum menikmati rasa manis dari thaitea greentea kesukaan nya .
"Sudah dari 2 tahun yg lalu mas , saat itu bapak yang pulang dari tempat kerja nya mengalami kecelakaan dan mengakibatkan bapak kehilangan banyak darah dan meninggal sewaktu warga membawanya ke rumah sakit. Orang yg nabrak bapak tidak nolongin bapak ,hanya meninggalkan kartu nama saja . Tapi ibu tidak pernah nunjukin kartu nama orang itu ke aku atau pun mba ayu . " jawab Dewi tak terasa meneteskan air mata di pipi nya .
Edgar yg melihat Dewi menangis segera menenangkan Dewi, mengusap air mata nya dengan jari nya .
" Maaf ya wi bukan maksud aku bikin kamu sedih ."
Dewi tersenyum " tidak apa apa mas , Dewi udah tidak sedih kok sekarang . Malahan Dewi seneng kedai Dewi sekarang sudah banyak pelanggan nya. Bisa bantuin ibu untuk keperluan sehari hari "
Edgar tertegun mendengar jawaban Dewi , sungguh ternyata di dunia ini masih ada orang yg kuat , tidak pernah mengeluh, pekerja keras dan se sederhana ini .
Apalagi orang itu seorang gadis yg sekarang berada disamping nya dengan senyum yg manis . Membuat orang bahagia hanya dengan menatap senyum nya .
" Wi kamu mau tidak jadi pacar mas?"
Deg,-
bagai disambar petir di siang bolong, Dewi terkejut dengan ucapan Edgar . Apa mungkin orang yg selama ini dipikir nya tidak bisa dia gapai dari sisi manapun menyukai nya? Secepat inikah doa nya terkabul?.
" Haha mas Edgar becanda ya , mana mungkin mas Edgar suka sama Dewi yang seperti ini?"
Dewi masih tertawa menganggap ucapan Edgar hanya angin lalu belaka .
" Aku serius wi !" Ucap Edgar sambil memegang kedua bahu Dewi . Berharap wanita itu berhenti menganggap omongan nya sebagai canda'an .
Dewi terdiam menatap lekat netra laki laki di hadapan nya . Serius , laki laki di depan nya ternyata serius dengan apa yg di ucapkan nya .
"Aa,aku .."
" Sejak lama aku sudah memperhatikan kamu wi , melihat kamu dari jauh . Sampai akhir nya satu bulan yg lalu aku berani datangin kamu dengan membeli thaitea yg dititipkan adik ku ." Ucap Edgar.
"Aku cinta sama kamu wi . Aku serius . Aku tidak akan maksa kamu untuk Nerima cinta aku . Aku bakal nunggu sampai kamu siap Nerima aku" .
Dewi masih terdiam , masih merasa tak percaya apa yg sedang terjadi dihadapan nya sekarang .
" YHa Sudah kita pulang ya , sudah malam , aku antar kamu. Tidak usah dipikirkan omongan aku tadi"
Edgar berdiri membuang gelas plastik bekas minum nya dan Dewi tadi ke tempat sampah . Berjalan mendahului Dewi ke arah mobil .
" Mas.." Edgar menghentikan langkah nya ketika Dewi memanggil nya . Menengok kebelakang . Melihat Dewi yg berlari ke arah nya dan memeluk nya .
"Aku mau jadi pacar nya mas Edgar."
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung ...