Aku Vs Masa Lalu Suamiku

Aku Vs Masa Lalu Suamiku
bab 4 kedatangan dadakan


__ADS_3

"kedatangan saya kemari ingin meminta izin untuk menikahi putri ibu."


Ucap Edgar dengan lantang menatap calon mertua yang seperti nya nampak terkejut.


Deg--


"Se .. secepat ini nak. Apa tidak terlalu cepat? Bagaimana kalau bertunangan dulu?" Tanya ibu Dian. Mencoba bernegosiasi karena dia adalah orang tua Dewi satu satu nya. Rasanya belum siap jika melepaskan putri bungsu nya itu.


"Saya rasa tidak perlu bertunangan dulu Bu, karena orang tua saya sudah tidak sabar ingin memiliki menantu" ucap Bayu tersenyum.


Flashback on


"Siapa wanita ini gar?" Tanya Candra Permana papa Edgar menunjukan foto perempuan cantik yang sedang menjaga kedai nya.


 


Pak Candra selama ini memang menyewa orang untuk mengawasi aktifitas anak nya dari jauh. 


Dia tidak mau kecolongan lagi saat Edgar mencoba bunuh diri karena ditinggal oleh kekasih nya beberapa tahun yang lalu.


Setelah kejadian itu, putra nya selalu menghindari wanita yang mencoba dekat dengan nya. Sudah sering kali menolak perempuan yang dipilihkan oleh mama nya. 

__ADS_1


Menjadi pria yang pendiam, dingin dan egois. Tapi beberapa bulan ini pak Candra melihat perubahan sikap anak nya yang drastis . Kembali menjadi Edgar yang dulu selalu ramah dan lemah lembut. Itu hanya karena gadis penjual Thai tea.


"Dia Dewi, Teman Edgar pa" menjawab dengan tegas tanpa berbasa basi.


"Sepertinya lebih dari teman, mata mu tidak bisa membohongi perasaan mu gar."


Ucap pak Candra menyerahkan foto didepan anaknya.


Nampak dua orang anak manusia sedang mengobrol sangat akrab di depan kedai minuman . Sang wanita yang selalu tersenyum dan sang lelaki yang tidak pernah melepaskan pandangan pada gadis itu .


"Papa ikut bahagia jika kamu sudah mulai membuka hati mu pada wanita lain." Pak Candra berdiri melangkah mendekati putra nya. " Jangan terlalu terjebak didalam masa lalu." Ucap pak Candra menepuk pundak putranya. Memberi semangat.


" Apa kamu menyukai nya karena dia mirip dengan Risa ? Senang berbagi dan pekerja keras ?" Tambah nya lagi . Memastikan tebakan nya tidak salah kali ini.


"Dewi memang mirip sekali dengan Risa."


Batin Edgar wajah Dewi yang tersenyum sekilas melintas dipikiran nya.


"Jika kamu serius padanya, segera bawa kemari. Mama mu pasti sangat bahagia putra nya sudah berubah saat ini. Jadikan ini kejutan untuk Mama mu nanti setelah pulang dari luar kota." Ucap pak Edgar terkekeh melihat perubahan raut wajah anak nya.


"Baik pa." Jawab Edgar masih terdiam duduk di kursi ruang kerja nya.

__ADS_1


Pak Cakra menepuk pundak putra nya lagi sebelum melangkah keluar dari ruangan kerja Edgar.


Flashback off.


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian berdua. Ibu hanya bisa mendoakan semoga segala sesuatu nya berjalan dengan lancar" ucap Bu Dian menatap Edgar dan Dewi bergantian .


Setelah Edgar pulang. Bu Dian menghampiri Dewi yang sedang mencuci gelas bekas minuman tadi.


"Apa kamu sudah benar-benar yakin dengan nak Edgar wi?" Tanya Bu Dian.


"Iya Bu, Dewi yakin."


"Apa tidak bertunangan dulu, saling mengenal satu sama lain." Ujar Bu Dian lagi . Nampak raut wajah nya masih ada keraguan.


"Saling mengenal kan bisa dilakukan setelah menikah bu." Ucap Dewi lembut .. menatap ibu nya memberi sorot keyakinan.


"Apa orang tua nak Edgar menerima mu dengan baik?" Tanya Bu Dian ingin tahu.


"Minggu depan mas Edgar mau ajak Dewi bertemu kedua orang tua nya. Doa'in ya Bu" ujar intan memegang erat tangan ibu nya.


Ibu Dian tiba tiba memeluk tubuh anak nya. Menghela nafas . Mengelus punggung anak nya dengan lembut.

__ADS_1


"Semoga kebahagiaan selalu berpihak padamu wi." 


Bersambung


__ADS_2