Aku Vs Masa Lalu Suamiku

Aku Vs Masa Lalu Suamiku
bab 5 bertamu


__ADS_3

Seminggu berlalu, hari hari Dewi masih seperti biasa . Menjaga kedai nya ditemani Mia yang semakin hari semakin cekatan kala membuat thaitea.


Dewi menatap pergelangan tangan nya, lalu menatap jalanan didepan. Dia sedang menunggu sang calon suami menjemput nya.


Tak lama mobil Edgar berhenti di depan kedai Dewi. Dewi tersenyum menghampiri Edgar.


Edgar keluar dari mobil, menenteng paper bag ditangan kanannya.


Menyerahkannya pada Dewi.


"Apa ini mas?" Tanya Dewi membuka paper bag yang isinya baju berwarna biru muda.


"Itu dress untuk mu wi. Dipakai ya setelah itu kita kerumah orang tua ku." Ucap Edgar lembut.


"Baik. Tunggu sebentar ya mas." Dewi berjalan masuk kedalam kedai nya.


Kedai Dewi memang tidak luas. Tapi ada 1 kamar beserta kamar mandi didalam nya.


Agar bisa digunakan jika Dewi ingin istirahat ataupun menginap.


Setelah selesai mengganti pakaian nya. Dewi menghampiri Edgar yang tengah memainkan ponsel nya.


"Ayo mas" ujar Dewi berdiri didepan Edgar.


Edgar mendongakkan kepalanya. Menelan Saliva nya dengan susah payah. Tertegun dengan penampilan Dewi yang sangat cantik memakai dress biru muda itu.


"Cantik sekali"  batin Edgar dalam hati.


"Seperti Risa"


****


Mobil Edgar melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang tampak ramai karena ini hari Minggu.


Edgar melihat Dewi yang nampak gugup, tangan nya saling meremas dipangkuan nya. Lantas Edgar meraih tangan Dewi menggenggam erat jemarinya.


"Santai saja wi, orang tua ku baik kok" ucap Edgar tersenyum, berusaha menenangkan kegugupan Dewi.


"Ya mas, tapi aku tetap saja gugup." Ucap Dewi berusaha menghilangkan kegugupan nya.

__ADS_1


Mungkin ini hal yang lumrah dan banyak yang dialami para wanita jika akan dikenalkan dengan calon mertua nya. Tiba tiba merasa gugup dan takut akan reaksi calon mertua.


Sekitar 30 menit mobil Edgar sudah berada di depan gerbang rumah nya, tampak penjaga rumah berlari membukakan gerbang karena sudah hafal dengan mobil sang majikan.


Mobil Edgar melenggang memasuki halaman rumah nya. 


"Ayo wi" ajak Edgar tersenyum membukakan pintu mobil untuk Dewi. Lalu Mengulurkan tangan nya.


Dewi meraih tangan Edgar dan turun dari dalam mobil.


Dia tampak mengamati rumah Edgar, kagum.


Mereka berdua masuk kedalam rumah yang ternyata orang tua Edgar sudah menunggu duduk diruang tamu.


Orang tua Edgar berdiri, menatap putra dan calon menantu nya.


Lantas keduanya menghampiri putra dan calon menantu nya.


"Ini Dewi ya, cantik nya" ucap Bu Novi mama Edgar. 


" iya Tante, saya Dewi" meraih tangan sang calon mertua lalu mencium nya.


" Saya Novi, mama Edgar" ia tersenyum menatap Dewi lalu mengelus pucuk kepala sang calon menantu.


"Saya Cakra papanya Edgar." Ucap pak Cakra tersenyum mengenalkan diri.


Dewi pun mengangguk dan tersenyum.


"Ayo kita duduk, kesini nak" ajak Bu Novi meraih tangan sang calon menantu menggandeng nya menuju sofa dia duduk disebelah calon menantunya.


Tampak pelayan keluar membawa nampan menaruh nya dimeja lalu membungkukan badan dan berlalu pergi ke belakang.


Hening sejenak, Dewi masih merasa gugup tapi juga senang atas reaksi dan perlakuan kedua orang tua Edgar padanya. Dia merasa di terima.


" Apa Edgar menyusah kan kamu nak?" Tanya Bu Novi pada Dewi disamping nya lalu beralih menatap Edgar, Edgar yang ditatap mama nya hanya tersenyum kecut.


"Tidak Tante, malah mas Edgar sering membantu Dewi." 


"Panggil mama saja seperti Edgar dan Edward memanggil mama." Ucap Bu Novi tersenyum.

__ADS_1


Dewi menatap Edgar yang duduk di sofa lain, meminta persetujuan. Edgar mengangguk dan tersenyum menatap Dewi.


"Baik ma" ucap Dewi sopan.


Terdengar langkah kaki yang turun menapaki tangga. Yang diruang tamu pun menoleh kearah tangga.


Dewi menebak pasti itu adik laki laki nya Edgar. Dia tidak nampak terkejut saat melihat Edward. Karena Edgar sering bercerita tentang adik laki laki nya itu. Sedikit lebih nya dia sudah tau.


"Sini Ward, berkenalan dengan calon Kakak ipar mu." Ucap Bu Novi pada anak nya bungsunya.


Edward menghampiri Dewi, bersalaman.


"Edward." Ucap Edward dingin mengenalkan diri.


Edward memang tipikal anak yang dingin jika belum dekat dengan seseorang. Tapi jika sudah lebih dekat orang akan tahu kalau dia sebenarnya sangat usil.


Setelah berkenalan Edward duduk disamping papanya. Tatapan nya tertuju pada Dewi seperti menelisik mencari tahu bagaimana sifat calon kakak ipar nya.


Mereka saling mengobrol, bertukar cerita. Dewi sudah tampak bisa menguasai diri tidak gugup seperti saat tadi.


"Dewi ikut mama ke taman belakang ya, mama tunjukan kebun bunga yang mama tanam sendiri." Ajak Bu Novi pada Dewi .


Tanpa menunggu persetujuan Edgar, Bu Novi langsung menggandeng tangan Dewi mengajak nya melangkah ke arah pintu belakang.


Edgar yang melihat tingkah mama nya hanya menggeleng-gelengkan kepala nya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih


__ADS_2