Aku Vs Masa Lalu Suamiku

Aku Vs Masa Lalu Suamiku
bab 10 tak terduga


__ADS_3

Masih di dalam mobil, keduanya saling terdiam dengan pikiran masing masing. 


Kecanggungan menerpa keduanya.


"Apa tadi mama kesini?" Tanya Edgar memecah keheningan.


Sebenarnya dia penasaran apa yang dilakukan mama nya sampai mendatangi Dewi di kedai nya. Hendak menyusul mama nya tapi sial nya bukan mama nya yg ia lihat bersama Dewi ,tapi laki laki lain yang disebutnya sebagai teman dekat.


hati Edgar seperti terbakar jika melihat kedekatan mereka, melihat kekasihnya tertawa dengan laki laki lain.


Cih .. teman dekat?


" Ya mas tapi hanya sebentar saja. Ada urusan lagi katanya." Jawab Dewi yang sudah mulai biasa.


"Ngapain?"


"Mengantar baju untuk ibu sama mba ayu. Untuk Mia juga mas." Menjawab dengan tersenyum bahagia.


Melihat Dewi yang kembali tersenyum membuat hati Edgar sedikit lega.


Dia menyesal telah berteriak padanya tadi.


"Aku rindu sama kamu wi" menatap wajah kekasihnya dengan tatapan penuh kasih sayang.


Karena dari kemarin siang setelah fighting baju pengantin, Edgar disibukan dengan pekerjaan nya sampai tidak sempat berbalas pesan dengan Dewi seperti yang dilakukannya biasanya.


"Kemarin kan sudah ketemu mas, hari ini juga ketemu lagi. Ini aku disamping mas Edgar." Jawab Dewi dengan polos nya.


Edgar meraih pinggang Dewi agar mendekat padanya.


Ditatap nya mata Dewi dalam dalam. Tiba tiba Mencium nya lalu mel*mat nya dengan lembut. Dewi refleks mengalungkan tangan pada leher Edgar.

__ADS_1


Melihat Dewi yang inisiatif. Edgar semakin memperdalam ciuman nya. Mel*mat habis bibir ranum kekasih yang sebentar lagi akan menjadi istri nya itu.


Tangan Edgar mulai bergerilya, membuka kancing kemeja Dewi. Saat baru dua kancing terbuka. Dewi tersadar akan tindakan nya. Menghentikan tangan Edgar yang dengan refleks juga menghentikan ciuman nya. menatap wajah wanita yang dicintai nya dengan bingung.


"Jangan diteruskan mas. Ini tidak baik."cegah Dewi lalu menoleh kearah jendela takut ada yang melihat perbuatan nya dengan Edgar.


"Maaf.. sini aku rapikan baju kamu." Edgar hendak membetulkan kancing Dewi yang sudah terbuka tapi Dewi mencegah nya.


"Biar aku saja mas." Ucap Dewi bergegas merapikan pakaiannya.


Dewi tidak mau melakukan hal yang tidak pantas sebelum sah menjadi istri Edgar. mencegah kemungkinan kemungkinan yang bisa saja terjadi jika mereka berdua telah terlena dengan perbuatan yang nikmat itu.


***


Mereka berdua akhirnya kembali ke kedai. Tatapan Dewi tertuju pada kursi yang di duduki Erik tadi.


"Maaf mas" lirih nya dalam hati.


Dewi mempersilahkan Edgar untuk duduk dikursi depan kedai. Lalu dia melangkah kedalam untuk membuatkan minuman untuk Edgar.


"Mas mas yang tadi sudah pulang wi. Tadi titip salam untuk kamu." Bisik Mia takut suara nya terdengar Edgar yang akan menimbulkan masalah baru pada Dewi. ia tidak tahu menahu hubungan rumit antara ketiga orang itu.


Dewi hanya mengangguk, tidak menjawab apa yang disampaikan Mia.


"Dia tadi juga nitipin itu untuk kamu" bisik Mia lagi. Menunjuk paper bag yang ada di meja samping kulkas.


Dewi menoleh menatap sebuah paper bag di meja samping kulkas, merasa semakin bersalah kala melihat Paper bag itu. Harus nya dia menyambut dengan baik kepulangan Erik ke Indonesia. Tapi apa? malah terjadi kesalahpahaman seperti tadi.


Dewi duduk dikursi depan Edgar setelah menyerahkan minuman kedepan edgar.


"Mas Edgar tidak kembali ke kantor?" Tanya Dewi.

__ADS_1


"Sepertinya kamu mengusir ku secara halus lewat pertanyaan mu itu wi." Jawab Edgar terkekeh.


"Eh tidak mas, Dewi cuma nanya saja kok."


"Mas kalau aku mengundang.."


Ucapan Dewi terhenti kala terdengar bunyi dering hp dari saku jas Edgar.


Edgar meraih hp nya, lalu menatap Dewi.


Bentar ya begitu artinya.


"Ya hallo dav," 


"Maaf pak, pak Salim gunawan dari SG grup sudah sampai di kantor."


"Baik, saya akan segera ke kantor."


Edgar menoleh pada Dewi,


"Aku ke kantor dulu ya wi. Klien ku sudah datang. Aku harus menemui nya karena ini tidak bisa diwakilkan sama sekali."


"Ya mas. Hati hati dijalan."


Edgar mengelus kepala Dewi sebentar lalu bergegas menuju mobil nya yang dia parkir di pinggir jalan.


.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih..


__ADS_2