Aku Vs Masa Lalu Suamiku

Aku Vs Masa Lalu Suamiku
bab 53


__ADS_3

Edgar dan Dewi sudah sampai di rumah saat hari sudah gelap, Edgar bersama Danu masih di depan tengah mengobrol kan sesuatu. Sedangkan Dewi masuk ke rumah sembari menyalakan lampu karena rumah masih dalam keadaan gelap sebab Kinan masih berada di cafe. Ibu hamil itu berjalan menuju kamar nya. Keadaan kamar pun sama gelap nya saat jemari nya meraba ke tembok memencet alat yang terhubung pada lampu kamar nya. Blarrr


Lampu menyala seketika bersamaan dengan keterkejutan ibu hamil itu.


Dewi memandang seluruh kamar nya, semua tampak berbeda. Dari cat hingga kasur semua nya telah berubah. Tapi ia menyukai nya. Bahkan ibu hamil itu masih belum bangun dari rasa haru nya saat sebuah tangan melingkar melewati pinggang dan berhenti di perut buncit nya.


"Kamu suka?" Tanya Edgar , pria itu sudah mendaratkan dagunya di atas pundak sang istri.


Dewi mengangguk, "suka mas" tangan nya mengusap lembut tangan suaminya yang melingkar dengan manis di perut buncit nya.


Edgar melepaskan pelukan nya lalu membalik tubuh istri nya agar berhadapan dengan nya.


Dewi menatap mata suami nya, kedua mata itu saling bertemu.


"Kalau nanti nya aku membuat kesalahan lagi, kamu boleh menghukum ku, memarahi ku, atau memukul ku. Tapi jangan sekali pun mencoba pergi dari ku. Aku bisa gila sayang." Ucap Edgar sungguh sungguh.


"Pertanyaan mu akan aku jawab dengan kalimat yang sama seperti dulu. Walau ada beribu kesempatan untuk ku menyakitimu, aku tidak akan melakukan nya." Jawab Dewi tersenyum manis, aura ibu hamil itu semakin terpancar saat masa kehamilan nya.


"Kamu terlalu baik sayang."


"Kalau menurut mu aku baik, jangan pernah menyakiti ku lagi mas." Ucap Dewi jemarinya mengusap lembut pipi Edgar.


"Aku janji" tidak ada keraguan saat Edgar mengucapkan itu. Laki laki itu benar-benar serius.


"Baiklah, aku pegang janji nya. Sekarang mari tidur, aku mengantuk sayang." Ucap Dewi dengan polos nya, tidak menyadari raut keterkejutan sekaligus bahagia di wajah suaminya saat mendengar kata sayang yang lolos keluar dari bibir nya.


dewi berjalan menuju lemari pakaian nya,


"Tunggu, kamu bilang apa tadi wi?" Edgar berjalan menyusul istri nya, sedangkan Dewi masih terlihat bingung apa yang di maksud suami nya.


"Apa?" Tanya Dewi bingung.


"Tadi kamu bilang apa dikalimat terakhir mu?"


"Mari kita tidur?"


Edgar menggeleng, "bukan , kata yang paling akhir."


"Sayang?" Jawab Dewi dengan polos nya.

__ADS_1


"Iya itu, akhirnya kamu kembali memanggilku sayang. Aku bahagia sekali." Edgar memeluk erat tubuh istri nya.


"Mas,, mas aku tidak bisa bernafas." Pekik Dewi saat merasa pelukan sang suami terlalu erat.


"Ah,maaf sayang aku terlalu bahagia tadi." Edgar mencium pucuk kepala istri nya.


"Baiklah, apa mas Edgar mau mandi dulu?" Tanya Dewi tangan nya mengulurkan handuk untuk Edgar.


"Iya, aku akan mandi dulu." Edgar menerima handuk Dewi dan masuk ke dalam kamar mandi.


Dewi naik ketempat tidur saat sebelum nya sudah berganti pakaian terlebih dahulu. Netra nya menatap tas yang berisi pakaian nya di dekat pintu, ingin sekali ia membereskan nya tapi rasa kantuk nya lebih mendominasi. Tanpa di sadari ia sudah terlelap.


Edgar keluar dari kamar mandi sudah memakai pakaian nya dengan handuk kecil di kepala nya.


Ia tersenyum saat melihat istri nya sudah terlelap di atas tempat tidur.


Pria itu mendekat menaruh handuk kecil di atas nakas lalu ikut membaringkan diir di samping istri nya.


"Selamat tidur sayang" ucap nya lalu tak lupa menghadiahkan sebuah ciuman di kening istrinya.


***


Ia terhanyut dengan pemandangan di depan nya, wajah tampan suami nya saat tidur. Ia tersenyum, beberapa bulan saat ia bangun tidur selalu dihadapkan dengan kesepian tapi sekarang pengobat kesepian itu sudah berada disamping nya. Memeluk nya sepanjang malam.



Edgar yang sebenarnya sudah terjaga masih betah memejamkan mata nya, membiarkan istri nya menikmati kebiasaan nya. Ia tahu kebiasaan istri nya yang sangat suka memandangi nya saat tidur.


"Sudah belum?" Suara serak Edgar berhasil membuat Dewi tersentak kaget. Ibu hamil itu malu ketahuan tengah memandangi suami nya.


Edgar membuka matanya dengan senyum merekah, calon ayah itu menahan tawa nya saat melihat wajah istri nya yang menahan malu. Ekpresi itu selalu disukai Edgar, saat istri nya menahan malu menurut Edgar itu sangat menggemaskan.


Cup, "selamat pagi istri ku" ciuman selamat pagi diberikan nya di bibir istri nya. Lalu tak lupa ia juga mencium perut istri nya, "selamat pagi jagoan papa,"


"Hari ini aku tidak berangkat bekerja, aku akan membawa mu jalan jalan." Ucap Edgar ia kembali menarik selimut.


"Kenapa tidur lagi mas, ini sudah pagi aku akan membuatkan sarapan untuk mu." Dewi hendak bangkit dari duduk nya tapi tangan Edgar mencegah nya.


"Nanti saja sayang, biarkan seperti ini lebih lama lagi. Aku sangat merindukan momen ini yang sudah beberapa bulan hilang." Pria itu memeluk tubuh istri nya.

__ADS_1


Dewi tersenyum tangan nya menepuk nepuk lengan suami nya yang sudah melingkar di tubuh nya.


"Kamu tadi malam membawa pakaian mas?" Tanya Dewi saat melihat pakaian Edgar tidak sama dengan yang ia pakai semalam.


Edgar hanya mengangguk, tangan nya menunjuk tas yang ada di atas sofa kecil dipojokan. Dewi mengikuti arah tangan Edgar. Dia tersenyum geli tiba tiba ingatan nya kembali pada saat Edgar menginap dirumah nya.


"Apa kamu ingat kejadian saat kamu menginap dirumah ibu mas?" Dewi sudah tertawa pelan saat pikiran nya bernostalgia.


Edgar membuka mata, mengingat-ingat kejadian itu. "Ya aku ingat sayang. Aku saat itu tidak membawa baju ganti."


"Dan kamu memakai baju bapak mas," Dewi tergelak, ia sudah tidak tahan menahan gelak nya.


"Haha jangan di ungkit lagi sayang, itu memalukan." Ucap Edgar merasa malu, ia ingat betul saat memakai baju bapak Dewi yang kekecilan.


"Haha, baju bapak kekecilan sampai pusat mu kelihatan mas."


Melihat gelak tawa istri nya, Edgar pun ikut tergelak mengingat kekonyolan itu. Pagi hari yang sejuk di hiasi dengan tawa sepasang suami istri yang saling bernostalgia.



Sedangkan Kinan yang sedang menyiapkan sarapan di dapur hanya terheran-heran, memikirkan apa hal yang membuat suami istri itu sudah tertawa sepagi ini.


"Mba Dewi yang selama ini tidak pernah terlihat tertawa, sekarang ia bisa tertawa lepas seperti itu. Bahkan ia saja jarang tersenyum sebelum nya. MEmang benar ya, kita akan merasa bahagia saat bersama orang yang kita cintai. Ah, aku jadi ingin punya suami" sadar akan ucapan nya Kinan segera menepuk-nepuk pipi nya,


"Tidak, aku tidak akan menikah muda. Aku mau cari uang yang banyak dulu lalu liburan keliling dunia." Begitulah ia meyakinkan diri nya. Dengan semangat yang menggebu-gebu ia meneruskan pekerjaan nya.


____


Saat hari sudah menunjukan pukul delapan pagi, suami istri itu keluar kamar akhirnya. Edgar akan membawa nya jalan jalan hari ini. Ibu hamil itu terlihat cantik memakai dress berwarna putih, rambut dikepang dan dihiasi bando bunga. Sedangkan Edgar memakai celana panjang berwarna krem dan kemeja berwarna putih senada dengan pakaian yang di pakai istri nya.


Kinan tertegun melihat pemandangan itu. Dengan polos nya ia meraih hp nya.


"Mba Dewi dan mas Edgar berdiri disana, Kinan akan mengambil foto. Kalian pasangan yang serasi sekali. Langka ini."


Edgar dan Dewi saling berpandangan saat Mendengar ucapan polos gadis di depan nya ini. Mereka berdua tersenyum, Kinan bergerak kesana kemari mencari posisi yang pas untuk mengambil foto. Setelah beberapa menit akhir nya foto berhasil di ambil.


Inilah hasil foto tuan dan nyonya Permana.


__ADS_1


terimakasih, boleh tinggalkan komentar untuk menyemangati author ya.


__ADS_2