
Sepulang nya dari bulan madu. Edgar masih tetap mendiamkan Dewi.
Dia berangkat kerja pagi pagi sekali dan pulang saat larut malam. Tidak berbicara sama sekali pada nya.
Pernah sekali dia berangkat kesiangan tapi dia juga tidak mau sarapan bersama Dewi. Dia menghindari istri nya.
Walaupun begitu Dewi tetap menunggu suaminya pulang kerja walaupun dengan berpura pura tidur jika suaminya masuk kedalam kamar.
Sedang kan yang dipikiran Edgar, dia mendiamkan istri nya karena ingin memastikan rasa cinta nya. Rasa cinta pada istri nya atau pada mantan kekasihnya. Selama hampir seminggu ini dia merasa merindukan istri nya. Ingin memeluk istrinya tapi dia enggan. Dia tidak mau terlalu gegabah mengambil kesimpulan.
Hari ini hari Minggu, pagi pagi Edgar sudah berada diruang kerjanya. Sedangkan Dewi turun kebawah menghampiri Bu asih dan ana.
"Bu apa mas Edgar sudah sarapan?" Tanya nya menatap meja, tampak ada piring kotor dimeja tempat biasanya Edgar duduk.
"Sudah non, setelah itu tuan langsung naik ke atas. Apa non mau sarapan ?" Tanya nya, dia tidak tahu apa permasalahan kedua majikan nya. Yang dia tahu hampir seminggu ini tuan nya itu tidak pernah sarapan atau makan berdua lagi dengan istrinya.
"Nanti saja bi, aku akan buat kan teh untuk suami ku."
Tok tok tok
Dewi mengetuk pintu ruang kerja Edgar dengan pelan. Setelah Edgar menjawab dia membuka pintu itu.
"Teh nya mas." Berjalan menghampiri suaminya yang masih sibuk dengan laptop didepan nya. Menaruh gelas itu perlahan di atas meja.
Edgar tidak menjawab dia hanya melirik sekilas teh didepan nya, Lalu kembali fokus pada laptop nya.
"Mas aku mau bicara. Apa kamu ada waktu?" Tanya Dewi yang berdiri disamping Edgar sambil meremas jari nya.
"Aku sibuk." Ketus Edgar masih tidak mempedulikan Dewi.
"Tapi ini soal Risa."
__ADS_1
Edgar menoleh pada Dewi menatap wajah istrinya yang sedikit takut itu.
"Bahkan aku harus memakai Risa untuk membuat mu menatap ku mas."
"Apa yang kamu tahu tentang Risa?". Seingat nya sampai sekarang dia belum membicarakan tentang Risa pada Dewi.
"Aku tahu alasan Risa meninggalkan mu." Ucapnya dengan suara gemetar.
"Ya dia meninggalkan ku karena laki laki lain." Berkata lirih. Tapi Dewi bisa mendengar nya.
"Bukan! Risa meninggal kan mu karena dia punya penyakit kanker. Dia sengaja mengakhiri hubungan nya dengan mu dengan alasan dia mencintai pria lain. Pria yang dibawa Risa menemui mu itu sepupunya."
Dia sudah bertekad akan memberitahu kebenaran ini pada Edgar. sejak dia melihat Edgar menatap musisi jalanan itu dengan tatapan yang berbeda. Dia menyimpulkan Risa masih penting Dimata suami nya. Dia merasa tersingkir dan memutuskan untuk merelakan suami nya. Dia percaya jika cinta pasti kembali ke asalnya cepat atau lambat.
"Apa!" Edgar tersentak sampai berdiri dari duduk nya. Menatap Dewi yang sekarang menunduk dihadapan nya.
"Tatap aku!" Perintah Edgar mulai meninggikan suaranya.
"Darimana kamu mengetahui semua itu!?"
"JAWAB!!" bentak Edgar saat melihat dewi yang tak kunjung menjawab pertanyaan nya. Suaranya menggema memenuhi ruangan.
"Da..dari mama." Jawabnya Tergagap karena masih syok dengan teriakan Edgar.
"SIAL!" Edgar meremas rambut nya, mengusap wajahnya dengan kasar. Lalu dia meninju tembok di samping nya menyalurkan semua emosi yang menguasai dirinya. Merasa Belum puas dia dengan cepat menghempas kan semua berkas yang ada dimeja hingga berhamburan kemana mana.
"Mas jangan marah pada mama. Mama melakukan itu atas permintaan Risa sendiri. Dia juga sama terluka nya dengan mu mas. Melihat anak yang disayangi nya hendak bunuh diri."
"Tapi mama tidak bisa apa apa. Dia sudah berjanji pada Risa untuk menyimpan rahasia ini."
Memberanikan diri menghampiri suami nya, lalu meraih tangan suaminya yang terlihat memerah dan lecet karena beradu dengan tembok.
__ADS_1
Tapi Edgar menghempaskan tangan Dewi dengan kasar, meraih ponsel nya lalu berjalan pergi.
Dewi terduduk dilantai, airmata keluar membanjiri pipinya.
"Kenapa kamu menangis wi, dari awal kamu sudah tau akan seperti apa reaksi suami mu itu kan." Mengusap kasar air matanya lalu merapikan semua berkas yang berserakan dilantai.
Setelah menaruh berkas diatas meja. Tatapan nya teralihkan pada laci yang setengah terbuka. Entah mengapa hatinya menuntun nya untuk tahu lebih jauh.
Dibukanya laci itu terdapat foto yang terbalik. Dewi mengambilnya lalu membaliknya.
Deg..
Foto yang menampakan Edgar dengan wanita. Dan Terdapat tulisan di bawahnya .
"Edgar Permana putra & Risa permadana"
"Lihat lah wi, suami mu saja masih menyimpan foto nya. Apa yang masih kamu harapkan?"
Meletakkan kembali pada laci dan berlalu pergi.
***
Sebulan berlalu, Edgar masih bersikap dingin padanya. Dan dia terus saja masih mencari keberadaan Risa yang disembunyikan oleh kedua orang tua Risa.
Dewi jarang bertegur sapa dengan Edgar. Dia memilih tidur di kamar tamu. Saat sarapan pun Edgar memilih duduk di kursi yang jauh darinya.
Walaupun begitu Dewi tetap bersabar. Dia selalu menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan Edgar. Selalu izin jika akan keluar rumah ataupun bekerja dikedai.
Dia tahu suaminya hanya sedang kecewa padanya.
maaf pendek, author sedang mengalami morning sickness parah. jadi badan terasa lemes dan mau nya tidur Mulu😉 terimakasih sudah mampir ❤️
__ADS_1