
"Aku mau jadi pacar nya mas Edgar"
Edgar menangkup wajah Dewi menatap lekat netra nya .
Cup _
pipi Dewi memerah saat Edgar mencium bibir nya .
Masih mengatur nafas dan debaran di hati nya . Dewi tersenyum malu malu , memandang ke arah lain supaya Edgar tidak melihat wajah nya yg memerah Karena malu.
"Ayo kita pulang" ajak Edgar.
Dewi mengikuti Edgar masuk ke mobil yg sebelum nya Edgar sudah membukakan pintu untuk nya .
Di dalam mobil tidak ada pembicara'an apapun . Mereka terdiam dengan pikiran masing masing .
Sesampai nya di depan rumah Dewi, mereka yang sudah didepan pagar ,
"Mandi, terus istirahat YHa kamu sudah bekerja keras hari ini" tangan Edgar mengelus Elus kepala Dewi .
Di dalam mobil ,Edgar yg sudah dibelakang kemudi membuka kaca mobil ,
Melambaikan tangan ke arah Dewi .
Dewi membalasnya dengan lambaian tangan juga dan tersenyum .
Rasanya berat harus berpisah dengan orang yg kita cintai . Begitu gumam nya.
Padahal hanya ditinggal pulang kerumah nya .
Haha apa kah itu kewajaran pada orang yg sedang di mabuk cinta . Biar lah..
***
__ADS_1
Sampai di dalam kamar, Dewi meletakan tas nya di meja samping tempat tidur lalu merebahkan tubuh nya menatap langit langit kamar nya . Mengingat kembali kejadian saat Edgar menyatakan perasaan nya . Dewi tersenyum menutup wajahnya dengan kedua tangan . Berguling kesana kemari karena saking bahagia nya .
Lamunan nya terhenti ketika seseorang mengetuk pintu kamar nya .
"Wi , ibu boleh masuk ?" Terdengar suara ibu dari balik pintu.
"Masuk saja Bu tidak Dewi kunci kok"
"Tadi yang ngantar kamu siapa wi? "
"Emm itu temen Dewi Bu namanya mas Edgar ."
Wajah ibu terlihat terkejut mendengar jawaban Dewi .
" Edgar? Edgar Permana putra? Anak tertua Cakra Permana?"
"Eh ibu kok tahu?" Tanya Dewi.
"Emm wi , ibu minta jangan terlalu dekat sama dia ya wi."
Ibu menghela nafas panjang melihat putri nya yg berwajah sedih atas permintaan nya .
"Kamu kan tahu kalau nak Edgar itu siapa kan? Dia anak orang kaya wi . Kita tidak sebanding dengan keluarga mereka . Sebelum terlalu jauh sebaik nya di cegah dari sekarang ya wi"
Dewi hanya terdiam tidak menjawab perkataan ibu nya . Dia memiringkan badan nya tiduran membelakangi sang ibu .
Melihat tingkah anak nya ,ibu merasa sedih tapi bagaimanapun ini harus ia lakukan demi kebaikan putri nya .
Ibu melangkah , memegang handle pintu ,melirik putri nya sekilas dan akhirnya keluar dari kamar putri nya .
***
Dewi terbangun saat bunyi dering terdengar . Meraih ponsel nya melihat sekilas layar ponsel yg menunjukan pukul 08.00 .
__ADS_1
Dewi terkesiap dan segera bangun dari tempat tidur nya . Masuk ke kamar mandi.
"Duh , bodoh banget kok bisa kesiangan sih bangun nya. Hari ini kan mau belanja kebutuhan jualan dan ketemu sama Mia" Dewi menggerutu , merutuki kebodohan diri nya sendiri .
Dewi keluar dari kamar disambut sang ibu yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan .
"Sarapan dulu wi" ucap ibu.
"Maaf Bu, Dewi tidak sempat . Soal nya ada janji sama Mia hari ini." Jawab Dewi sembari memakai sepatu nya .
"Kamu tidak mau sarapan bukan karena perkataan ibu tadi malam kan wi?"
Mendengar pertanyaan ibu nya , Dewi menoleh berjalan mendekati ibu , memeluk nya sebentar sembari berkata
" Tidak kok Bu, hari ini Dewi emang bener bener ada janji sama temen."
"Ya sudah kalau begitu, emm.." ibu tampak ragu meneruskan ucapan nya .
Dewi yg melihat ibu nya tampak ragu lalu berkata
" Kenapa Bu?"
" Soal tadi malam ibu minta maaf ya wi, kamu boleh kok berteman sama nak Edgar. Kamu sudah dewasa ibu tidak bisa terlalu ngekang kamu. Asal kamu janji bisa jaga diri."
Dewi yg mendengarkan perkataan ibu nya langsung tersenyum senang , memeluk ibu nya lagi .
"Dewi malah sudah berpacaran dengan mas Edgar Bu." Batin Dewi.
"Makasih ya Bu , Dewi janji akan jaga diri dan inget pesen ibu"
"Iya , ya sudah berangkat sana nanti temen kamu nunggu lama"
Dewi pun bergegas pamit kepada ibu nya, mencium tangan seperti biasa .
__ADS_1
Bersambung..