Aku Vs Masa Lalu Suamiku

Aku Vs Masa Lalu Suamiku
bab 6 masa lalu


__ADS_3

Dewi dan Bu Novi sudah berada di taman belakang, duduk berhadapan hanya terpisahkan oleh meja bundar didepan nya.


Bu Novi meraih tangan Dewi diatas meja.


"Terimakasih ya nak sudah membuat Edgar bahagia." Ucap Bu Novi tersenyum tulus menatap Dewi.


Deg..


Dewi terdiam. Dia tidak bisa menjawab rasa terimakasih calon ibu mertua nya. Dia pun tidak tahu hal apa yang dilakukan nya hingga membuat sang calon mertua berterimakasih padanya seperti ini.


"Terimakasih sudah membuat Edgar kami kembali seperti dulu." Ucap Bu Novi lagi.


Dewi mengernyitkan keningnya, masih tidak mengerti apa yang diucapkan calon ibu mertua nya.


Melihat calon menantu nya tampak kebingungan, Bu Novi pun mengatakan.


"Dulu sebelum kenal kamu, sikap Edgar itu dingin sekali. Tidak pernah tersenyum atau pun ramah pada orang lain. Suka marah marah dan menyendiri." Bu Novi menghela nafas sebelum melanjutkan ucapan nya.


"Itu kesalahan kami, kami yang tidak merestui hubungan Edgar dengan kekasih nya dulu, Risa." 


"Kalau boleh tahu, kenapa mama tidak merestui mereka?" Tanya Dewi memberanikan diri bertanya. Karena ia pun ingin tahu seperti apa masa lalu kekasih nya itu. Bukan apa apa hanya saja dia tidak mau jadi orang yang paling tidak tahu soal calon suami nya nanti.


"Mama sempat memergoki Risa bermesra'an dengan laki laki lain disaat dia masih berpacaran dengan Edgar." Jawab Bu Novi tersenyum getir memandang pada kebun bunga disamping nya.


"Mama merahasiakan ini dari Edgar. Sampai sampai Edgar marah pada kami." Tak terasa air mata mengalir di pipi yang sudah nampak beberapa kerutan itu tapi masih terlihat cantik diusia nya yang sudah kepala lima.


Dewi mengusap pelan punggung calon mertua nya, menenangkan.


"Tapi setelah beberapa hari, Risa mendatangi kami. Dia menjelaskan siapa laki laki itu. Yang ternyata adalah sepupunya. Risa sengaja menyuruh sepupunya untuk berpura pura menjadi selingkuhan nya agar dia bisa memutuskan hubungan dengan edgar. Karena dia mengidap penyakit cancer stadium dua. Dan Risa juga meminta kami merahasiakan fakta ini. Membiarkan Edgar sampai saat ini mengira kalau Risa berselingkuh darinya." Ucap Bu Novi kembali terisak.


Dewi terdiam dia terkejut mendengar fakta yang ditutupi oleh calon mertua nya. 


"Mama memberitahu kamu karena mama melihat cinta Dimata Edgar untukmu. Tolong rahasiakan ini ya nak" pinta bu novi tersenyum menatap Dewi.

__ADS_1


Dewi tidak bisa menjawab, bagaimanapun Edgar berhak tahu tentang fakta ini. Dia bertekad akan memberi tahu Edgar nanti dan menerima semua resiko nya.


Bu Novi menatap intens Dewi, ia seperti paham apa yang sedang dipikirkan oleh calon menantu nya itu.


Dia percaya pada calon menantu nya.


Hari sudah semakin sore. Edgar mengajak Dewi pulang. 


Dimobil Dewi hanya diam,meremas jemarinya dipangkuanya. dia ragu akan mengatakan hal tadi pada Edgar.


"Wi hari Rabu depan kita fighting baju pernikahan kita ya." Ucap Edgar yang masih fokus menatap jalanan didepan nya.


"Ya mas." Jawab Dewi. Pada akhirnya dia tidak siap membicarakan fakta itu pada Edgar. Dia memilih bungkam sampai dia sendiri siap mengatakan nya.


Mobil terus melaju, sampai Edgar menghentikan mobil nya di toko buah. Dia bergegas turun dan menyuruh Dewi menunggu nya didalam mobil. Edgar membeli 1 keranjang buah. Lalu menaruh nya dikursi belakang.


Setelah sampai didepan rumah Dewi.


"Mau mampir dulu mas?" Tawar Dewi pada Edgar.


"Ya sudah, aku pamit ya mas" ucap Dewi.


Ia baru menyentuh gagang pintu mobil tapi Edgar menahan tangan nya.


Dewi menoleh menatap Edgar,


"Kenapa mas?" 


Edgar mendekatkan wajah nya pada wajah Dewi, menyibak rambut Dewi yang sedikit menutupi wajahnya menyelipkan dibelakang telinga.


Cup ..


"Sudah, kamu boleh keluar sekarang." Ucap Edgar tersenyum melihat wajah Dewi yang terkejut dan memerah malu akibat ulah nya.

__ADS_1


"Ya mas" Dewi bergegas keluar mobil dengan membawa buah buahan yang dibeli Edgar untuk ibu nya. Menatap mobil Edgar yang sudah mulai menjauh.


Dewi masuk kedalam rumahnya. Dari arah belakang Bu Dian berjalan menghampiri putrinya.


"Bagaimana wi? Apa orang tua Edgar memperlakukan kamu dengan baik?" 


"Sangat baik Bu, ini titipan dari mas Edgar untuk ibu" Dewi menyodorkan sekeranjang buah buahan pada ibunya.


Bu Dian bernafas lega mendengarkan cerita dari putri nya, lantas ia meminta Dewi mandi.


Malam semakin larut, tapi Dewi masih tidak bisa memejamkan matanya.


Pikiran nya dipenuhi oleh kata kata calon mertua nya. Dia bingung mau menceritakan pada Edgar atau tidak. 


Tapi dia sudah dipercaya sang calon mertua untuk merahasiakan ini semua.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2