Aku Vs Masa Lalu Suamiku

Aku Vs Masa Lalu Suamiku
bab 17


__ADS_3

Dewi masih terus memandangi wajah tampan suami nya.  


"Apa kamu baru menyadari kalau suami mu ini tampan?" Ucap Edgar dengan suara serak khas bangun tidur, membuka matanya menatap Dewi. 


Dewi yang malu karena ketahuan memandangi wajah suaminya lantas menarik selimut menutupi wajah nya. 


Edgar tersenyum, membuka selimut yang menutupi wajah istri nya. Bahkan dia membuka selimut nya sampai bawah lalu membiarkan nya teronggok jatuh dilantai. 


Bergerak naik ke atas tubuh istri nya mengungkungnya. 


Menyangga pipinya dengan kedua tangan, menatap lekat mata hitam istrinya. 


Seketika Dewi mengalihkan pandangan nya ke samping. 


" Tatap mataku wi!" Perintahnya. 


Dewi pun langsung menatap wajah suami nya. 


Cup.. 


Mencium lembut bibir istri nya. 


"Apa boleh sekali lagi?" Pinta Edgar seraya menampilkan wajah seimut mungkin. 


Dewi mengangguk membiarkan suaminya melakukan sekali lagi mendapatkan apa yang ingin ia lakukan. 


Sementara matahari terus bergerak naik di luar sana. 


Setelah selesai, Edgar menarik selimut sampai ke bahu Dewi. Menutupi tubuh istrinya yang polos. Mencium kening istrinya terlebih dulu sebelum turun dari tempat tidur. 


Edgar meraih hp nya diatas meja, memanggil seseorang. 


"Dav,, bawakan koper istriku kemari!." 


Tut.. Tut ..  


Panggilan di matikan sepihak padahal yang di sana belum menjawab sama sekali. sedangkan orang yang diseberang sana mengumpat kesal.


Setelah beberapa menit terdengar ketukan dari luar pintu. 


Edgar yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya berjalan ke arah pintu Meraih handle pintu membukanya. 


Dava menatap Edgar dari atas sampai bawah, tersungging senyuman usil dibibir nya. 


"Sudah berapa ronde jam segini baru selesai mandi gar?" Goda Dava tergelak keras. bayangan yang ada dipikiran nya menyembul keluar.


Edgar melotot kan matanya pada Dava, 

__ADS_1


"pelankan suaramu!" melirik ke arah istrinya yang masih terlelap di bawah selimut hanya rambutnya saja yang terlihat. 


Dava pun refleks ikut melirik ke arah yang sama dengan Edgar. 


Bugh.. 


Edgar memukul bahu Dava dengan keras. 


"Kenapa kamu mengintip istriku!?" Kesal. 


"Hei aku hanya refleks tadi. Lagian belum sampai aku melihat nya kamu sudah memukul ku!" Ikutan kesal. 


"Sudah sana pergi!" Mengusir seraya merebut koper dari genggaman Dava. 


"Hei kamu belum jawab pertanyaan ku!" 


"Apa?" 


"Sudah berapa ronde ha..? Berapa?" Menggoda Edgar lagi. Kapan lagi dia bisa menggoda laki laki di depan nya ini. Karena kalau sedang berada di kantor. Dia profesional dalam bekerja.  


"Kau mau ku pukul lagi!" Berteriak marah. 


"Mas..." Terdengar suara lembut memanggil. 


"Tuh kan istriku jadi terbangun gara gara kamu!"  


Saling melempar tatapan tajam. 


Tersadar saat suara istrinya memanggil nya lagi. 


"Mas.. kamu berbicara dengan siapa?" 


Edgar menyuruh Dava segera pergi, lalu masuk ke dalam kamar dan menutup pintu tidak lupa menguncinya. 


"Sayang kamu sudah bangun?" Edgar berjalan mendekat ke arah istrinya. 


Meletakan koper disamping tempat tidur. 


Lalu duduk disamping istrinya yang sudah bersandar pada sandaran tempat tidur. 


"Kamu berbicara dengan siapa mas?" 


"Oh tadi dengan Dava, dia mengantarkan koper mu." Ucap nya. 


"Kamu mandi dulu setelah itu kita sarapan dibawah sekalian pulang." Mengusap kepala istrinya. 


Dewi menurut dan langsung turun dari tempat tidur membawa serta selimut agar bisa menutupi tubuhnya yang polos, tapi seketika menghentikan langkah saat bagian bawah nya terasa nyeri. 

__ADS_1


"Aw.." 


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Edgar mendekati sang istri. 


"Emm tidak apa-apa mas." 


"Maaf" ucap Edgar tulus. "Mau ku gendong kekamar mandi?" Ucap Edgar dengan senyum menyeringai. 


"Tidak!" Dewi langsung berlari menuju kamar mandi. Mengabaikan rasa nyeri diarea pangkal paha nya. Dia seperti nya mengerti arti senyum suami nya. 


*** 


Setelah sarapan , eh tidak bahkan ini sudah mulai masuk jam makan siang. Edgar dan Dewi sudah berada di dalam mobil. 


"Mas kita mau kemana? Kenapa arah nya tidak kerumah mama ataupun kerumah ibu?" Tanya Dewi yang memandang jalanan diluar dari jendela mobil.  


Edgar merengkuh pinggang Dewi, meletakan dagunya di pundak istrinya. merasai aroma rambut istri nya yang sudah dikeramas. wangi buah buahan yang segar membuat nya terlena sebentar. melupakan pertanyaan yang di ajukan istri nya sejak tadi.


"mas ..." panggil gadis itu lagi ketika ia merasa pria yang belum genap sehari menjadi suami nya itu tidak lekas menjawab tapi malah terus menciumi rambut nya.


"Nanti kamu akan tahu sendiri setelah sampai" menciumi seluruh wajah istrinya tanpa mempedulikan ada orang lain bersama mereka sekarang. 


"Nasib jomblo disuruh nyupirin pengantin baru.. sialan! Si Edgar sengaja Manas Manasin gue!." 


Dava membatin dalam hati mengumpat kesal saat Edgar melirik nya sekilas dengan senyuman menyeringai. melihat pasangan yang bermesraan di kursi belakang lewat kaca spion di atas nya masih juga tidak bisa diam. 


"Ehem .. ehem.." akhirnya berdehem keras agar sepasang suami itu menyadari keberadaan nya. 


"Mas sudah hentikan, ada Dava." Menjauhkan wajahnya dari bibir suaminya. 


"Biarkan saja wi. Dia itu jomblo akut. Kalau tidak dipanasi seperti ini dia tidak akan segera mencari istri." Menyindir, tidak peduli sekesal apa orang yang disindir sekarang.


"Ssttt.." Dewi menatap tajam pada suaminya menyuruh nya untuk diam. 


"Baiklah baiklah, kemari." Menyandarkan kepala istri nya didadanya. Memeluk nya erat. tak lupa ia tersenyum mengejek lewat kaca spion itu.


Dava hanya bisa mengelus dada. Dan kembali fokus pada jalanan saat suami istri itu sudah diam. 


"apa pernikahan sebahagia itu?"





__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2