
Malam dirumah Dewi.
Tampak Dewi, Mia dan Bu Dian sedang menonton tv bersama. Keadaan rumah Tidak ramai lagi seperti kemarin saat masih ada Lily.
Karena ayu dan Lily sudah pulang tadi sore dijemput arka suami ayu.
Mia mencuri curi pandang pada Dewi dia ragu akan mengatakan soal Erik padanya.
"Aku ceritakan pada Dewi tidak ya. Sebenarnya Dewi sudah tau perasaan mas Erik padanya belum sih?. Aaaa... jika aku boleh meminta, Aku tidak mau berada di situasi ini."
Berteriak dalam hati, batin nya sedang berperang di dalam sana sampai tidak menyadari jika sekarang dirinya terus menatap Dewi.
Dewi yang merasa terus di tatap oleh Mia akhir nya bersuara.
"Kamu kenapa mi?" Tanya Dewi heran.
"Eh.. tidak apa-apa." Jawabnya dengan gugup seperti sedang ketahuan mencuri.
"Kalau ada yang mau kamu tanyakan, katakan saja mi."
"I..itu .. hoamm.. aku mengantuk wi. Aku ke atas duluan ya." Akhirnya membuat alasan mengantuk untuk mengalihkan pembicaraan.
"Ya sudah, aku bangunin ibu aku dulu baru akan menyusul."
Dewi membangunkan ibu nya dan menyuruh agar pindah tidur di dalam kamar. Lalu berjalan ke dapur membawa air minum untuk persediaan di kamar.
Mia yang sudah merebahkan tidur nya di kasur seketika memiringkan badan nya dan mememjamkan mata kala mendengar pintu dibuka.
Dewi mematikan lampu lalu menaruh air di atas meja samping tempat tidur. Ikut merebahkan dirinya di sebelah Mia. Menatap langit langit kamar nya.
"Mi.. kamu sudah tidur?" Tanya nya dengan lembut. Netra nya masih menatap langit-langit kamar nya.
Merasa tidak ada pergerakan dari Mia, Dewi menghela nafas kasar.
__ADS_1
"Ternyata sudah tidur ya mi. Padahal aku mau cerita."
Mendengar Dewi yang mau bercerita padanya dengan segera Mia membalikan badan menghadap Dewi.
"Hoam.. belum kok wi." Masih berpura-pura menguap agar tidak ketahuan jika sedang pura pura tidur tadi.
"Mau cerita apa?"
"Aku merasa bersalah pada mas Erik, aku mau minta maaf soal tadi siang tapi mas Edgar melarang ku dekat dekat dengan laki laki lain. Aku harus bagaimana?"
Merasa sedih dan bingung itu yang dirasakan Dewi saat ini.
Disisi lain Dewi sudah sangat dekat dengan Erik, mana mungkin dia menjauh begitu saja padanya. Tapi disisi lain dia juga tidak mau membuat Edgar cemburu.
Dia bergidik ngeri saat membayangkan amarah Edgar tadi siang padanya.
"Ketemuan nya saat mas Edgar sibuk saja wi." Saran Mia.
"Tapi kalau dia tiba-tiba muncul seperti tadi bagaimana?"
"Sudahlah. Kita tidur saja. Berdoa saja agar semesta mau menolong mu keluar dari masalah ini wi." Putus Mia meyakinkan Dewi.
Tengah malam Dewi masih tidak bisa tidur, sedangkan Mia mungkin sudah berselancar dalam mimpi nya.
Akhir nya Dewi memutuskan untuk mengirim pesan pada Erik.
"Mas, apa besok ada waktu. Kalau tidak sibuk aku tunggu besok sore di taman danau ya mas."
Tik tik pesan terkirim.
Ting.. dering pesan tanda masuk.
"Ya wi."
__ADS_1
***
Dewi baru saja sampai di taman dengan menggunakan ojek online.
Saat berjalan memilih tempat untuk menunggu Erik, ia dikejutkan oleh Erik yang sudah duduk disalah satu kursi taman.
Dewi pun menghampiri Erik.
"Mas Erik sudah lama nunggu nya?" Tanya Dewi saat sudah duduk disamping Erik.
"Baru saja kok wi."jawab Erik tersenyum.
Hati nya merasa bahagia kala melihat Dewi. Walaupun tidak bisa memiliki Setidak nya dengan masih bisa melihat nya itu sudah menjadi penawar rindunya.
"Ini kue untuk mas Erik, Dewi yang buat sendiri. Sebagai tanda untuk maaf sudah membuat ketidaknyamanan kemarin di kedai." Dewi menyodorkan sekotak kecil kue pada erik.
"Tidak perlu sampai seperti ini wi. Aku tidak apa-apa." Ucap nya meraih kotak kue yang diberikan Dewi lalu membuka nya.
"Hehe itu brownis coklat kesukaan mas Erik. Sengaja Dewi bikin untuk orang yang sudah Dewi anggap seperti Kakak Dewi sendiri."
Erik tersenyum getir mendengar ucapan Dewi. Hati nya merasa sakit saat Dewi hanya menganggap nya sebagai kakak tidak lebih.
"Kalau aku minta jangan anggap aku sebagai kakak mu. Apa kamu akan mengabulkan nya?" Tanya Erik datar.
"Ma..maksud nya?" Bingung.
"Jika aku menyatakan perasaan ku lebih dulu sebelum Edgar. Apa kamu mau menjadi kekasih ku?" Ucap nya memandang lekat Dewi.
Deg...
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih