
Bukan menuju ke arah restoran, hotel ataupun rumah erik seperti yang di bayangkan Edgar. Mobil yang dikendarai Danu menuju pelataran rumah sakit tempat Dewi memeriksa kandungan. Mengerutkan dahi bingung, dari dalam mobil Edgar memperhatikan semua pergerakan istri nya.
Rasa cemburu seperti menguasai seluruh hati nya hingga ia tidak bisa berfikir sehat.
"Apa yang di lakukan Dewi?, Apa dia memeriksa kehamilan nya." Pria itu menduga-duga.
"Sial! Apa yang aku lakukan?, Kenapa aku seperti pria pengecut." Merutuki dirinya sendiri, Edgar terlampau egois. Jika ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, tinggal turun dan menyusul istri nya. Tapi gengsi dan amarah membuatnya untuk menahan diri.
Edgar melajukan mobil nya kembali, ia sudah menunda waktu untuk meeting demi mengikuti istri nya. Rasa curiga dan kecemburuan telah membutakan matanya.
Sedangkan Danu yang menunggu di samping mobil hanya menatap heran ke arah jalan raya. Tempat mobil Edgar berhenti dan mengamati nya sejak tadi. Pria lajang itu tahu sejak mobil nya keluar dari rumah, majikan nya pun mengikuti nya.
"Kalau masih cinta tinggal bilang, semua nya akan kembali seperti semula. Kenapa suka sekali memupuk rasa curiga seperti itu. Mereka berdua kan tidak di jodohkan seharus nya sudah mengerti satu sama lain." Pria jomblo itu bergumam. Bekerja pada Edgar dan Dewi, ia sudah kenyang melihat pertengkaran dan masalah dalam rumah tangga majikan nya. Tak jarang pula ia yang jadi tempat pelampiasan amarah sang majikan.
***
2 Minggu berlalu, Dewi yang sedang keluar dari ruangan dokter tersenyum bahagia saat melihat hasil tes DNA yang tak jauh dari dugaan nya.
Tapi rasa bahagia itu lenyap saat otak nya mengingat ancaman Edgar.
Berjalan menghampiri Danu yag menunggu nya di samping mobil, ibu hamil itu memasukan hasil tes ke dalam tas nya.
"Langsung pulang Bu?" Tanya Danu.
"Ke kantor suamiku dulu dan"
Danu mengangguk dan segera melajukan mobil nya menuju kantor sang majikan.
35 menit menembus ramai nya jalanan ibu kota, Dewi sampai di kantor Edgar saat jam makan siang sudah mulai habis.
Tapi ia menelan kecewa atas pemberitahuan Dava.
"Pak Edgar sedang ada makan siang dengan klien dari Surabaya Bu."
"Apa pulang nya masih lama dav?" Tanya Dewi ia mempunyai perhitungan sendiri. Jikalau tak memungkinkan ia akan pulang dan memberitahu Edgar di rumah saja.
"Sekitar setengah jam lagi mungkin sudah sampai di kantor Bu,"
"Aku akan menunggu disini dav, tolong beritahu suamiku. Ada yang mau aku tunjukan."
Dava mengangguk, dan undur diri. Dewi mendudukan tubuhnya di sofa. Duduk terlalu lama di dalam mobil membuat kaki nya terasa pegal. Ibu hamil itu mengangkat kaki nya dan menselonjorkan nya di sofa panjang. Memijit nya pelan, di kehamilan nya yang sudah 7 bulan membuat kaki nya sedikit bengkak.
Mengusir rasa bosan, ibu hamil itu membuka hp nya. Ada beberapa pesan dari kakak nya masuk.
"Dek kamu baik-baik saja?"
"Apa kalian sedang ada masalah?"
"Kalau Edgar tidak mencintai mu lagi, suruh dia memulangkan mu. Jangan dengan cara memalukan seperti ini."
"Kamu sudah membuka sosial media? Berita tentang perselingkuhan Edgar menyebar luas."
"Apa kamu tahu wanita itu?"
__ADS_1
"Jangan di pikirkan, kamu bisa pulang kesini. Kakak dan ibu akan dengan senang hati menyambut mu."
"Dewi, pulanglah. Jika suami mu tidak menghargai mu lagi."
Dewi tersentak, tapi ia masih mencoba berfikiran positif. Menepis rasa yang bergejolak di dalam hati nya. Ibu hamil itu membuka sosial media.
Tangan nya gemetar, dua bulir air mata jatuh membasahi pipinya saat melihat sendiri berita perselingkuhan suami nya sedang menjadi perbincangan hangat.
Jari lentik nya menari pada benda pipih itu. Seketika air mata bercucuran deras. Ibu hamil itu terisak.
"Apa kamu membalas ku dengan cara ini mas?" Menangis sesenggukan ibu hamil itu membaca semua judul berita tentang suaminya.
"Pengusaha muda Edgar Permana putra terciduk sedang makan siang dengan wanita yang ternyata mantan kekasih nya."
"Pemilik mall ternama di Indonesia terciduk selingkuh Dengan anak sulung pemilik perusahaan HPD grup"
"Tengah hamil, Diandra Dewi istri pemilik mall xx diselingkuhi sang suami."
"Profil anak sulung pemilik HPD grup yang saat ini sedang dirumorkan dekat dengan pemilik mall xx"
Berita tentang Edgar dan Risa memenuhi laman sosial media nya. Artikel itu di lengkapi dengan foto makan siang berdua antara Edgar dan Risa.
Ada juga foto saat Edgar dan Risa di depan salah satu hotel di Banten.
Tak kuat membaca semua berita, Dewi menyambar tas nya dan langsung pergi keluar dari ruangan sang suami.
Membawa hasil tes DNA yang ia lakukan 2 Minggu yang lalu. Ibu hamil itu mengurungkan niatnya.
****
"Aku sedang mencari informasi gar, tenang lah. Istri mu menunggu di ruangan mu."
Deg-- Edgar terkejut, ia berlari menuju lift.
"Apa Dewi sudah tahu berita tentang ini." Edgar meremas rambut nya, ia memang tengah kecewa pada istri nya. Tapi tidak sekalipun ia berfikir akan menyakiti Dewi dengan cara ini.
Cukup dengan sikap cuek dan diam nya ia melampiaskan rasa kecewa nya.
Menunggu di dalam lift terasa seperti melewati satu purnama.
"Lama sekali sialan!" Maki Edgar saat lift tak juga sampai di lantai ruangan nya.
Edgar menorobos keluar dari lift saat pintu lift baru saja terbuka. Menerobos masuk ke dalam ruangan nya. Edgar mencari keberadaan istrinya yang tidak ada di ruangan nya.
Berlari keluar dari ruangan nya Edgar mencari keberadaan Dava.
"Dav bereskan semua kekacauan ini. Aku tidak mau ada satu pun berita yang tersisa!" Titah Edgar pada Dava.
"YHa gar, akan aku usahakan."
Beberapa jam kemudian,
"Sialan! Jadi ini semua ulah Risa?" Umpat Edgar.
__ADS_1
"Ya, semua media yang menampilkan berita tentang mu sudah di bayar oleh nya. Jadi kita juga harus melakukan hal yang sama agar mereka mau menurunkan berita itu." Tegas dava, laki laki itu sibuk berlayar Dengan laptop di depan nya.
"Lakukan apapun, buat mereka semua menghapus berita nya. Aku tidak mau ada satupun yang tersisa. Dan masalah Risa, aku akan mengurus nya sendiri." Edgar mengepalkan tangan nya, menahan semua amarah yang membuncah di dada nya.
"Apa yang akan kamu lakukan gar?" Tanya Dava, pria itu ikut berdiri saat Edgar juga berdiri.
"Setimpal dengan apa yang di lakukan nya!"
***
Edgar yang sudah di depan pintu apartemen Risa, dengan tidak sabaran mengetuk pintu itu dengan keras.
Muncul wanita cantik yang mengenakan lingerie, Edgar tidak mempedulikan itu. Masuk ke dalam apartemen mewah sang putri sulung dari pemilik perusahaan HPD grup, tanpa basa basi Edgar menyampaikan semua amarah nya.
"Jadi kamu dalang di balik semua berita sialan itu sa?!"
"Oh kamu sudah tahu rupa nya gar," jawab Risa dengan santai nya. Wanita itu duduk di sofa dan menaikan kaki nya di atas meja hingga paha mulusnya terekspos.
"Apa mau mu sebenarnya sa?" Edgar mengeraskan rahang nya, bagaimana bisa wanita di depan nya ini malah dengan santai nya minum wine. Dan tidak merasa bersalah sama sekali.
"Yang ku mau cuma satu, kalian berdua bercerai. Itu saja." Masih menjawab dengan enteng nya. Risa menuangkan segelas jus jeruk ke dalam gelas.
"Minum dulu gar." Lihat, bisa bisa nya wanita itu malah menawari minum pada Edgar yang tengah emosi.
"KAMU GILA!" Bentak Edgar, pria itu terpancing emosi nya saat Risa berkata ia ingin dirinya dan Dewi bercerai.
Brak!
Suara gebrakan di meja terdengar sangat keras, Tidak terima dengan bentakan Edgar Risa bangun dari duduk nya.
"YA AKU GILA, AKU TERGILA-GILA PADAMU EDGAR PERMANA PUTRA!!" bentak Risa suaranya memenuhi apartemen mewah milik nya.
"Dulu kamu tidak pernah membentak ku dan selalu berkata lembut. Tapi sekarang kamu berani membentak ku. Apa wanita itu telah meracuni otak mu, ?" Imbuh Risa, wanita itu menatap tajam pada Edgar.
"Dewi tidak seperti dirimu sa!, Dia wanita baik-baik dan tidak pernah menggunakan cara licik seperti ini untuk mencintai ku! Dia itu tulus sa bukan seperti kamu"
"Cukup!" Risa menutup telinga nya, tidak terima jika Edgar memuji Dewi dan membandingkan nya dengan dirinya. "Dewi juga sama seperti ku, dia wanita murahan yang selingkuh dengan Erik Gunawan. Bukankah kamu sudah menerima video itu?" Risa tersenyum licik.
Plak- satu tamparan mendarat di pipi mulus Risa hingga membuat pipi itu tidak mulus lagi.
"Kamu menamparku gar?" Risa memandang Edgar dengan tatapan tak percaya. Dua bulir air mata jatuh mengenai pipi bekas tamparan Edgar.
Tiba-tiba Risa berhambur memeluk Edgar, tapi Edgar segera melepaskan pelukan itu sehingga membuat Risa terjatuh di lantai.
Edgar menghampiri Risa dan mencengkram dagu gadis itu membuat Risa meringis.
"Jangan pernah menghina istriku atau kamu akan mendapat balasan lebih dari ini! Aku tahu kamu telah memotong video itu dan membuatku salah paham pada istriku." Kata-kata Edgar penuh dengan penekanan. Ia melepaskan cengkraman nya dengan kasar.
Risa yang sudah ketahuan mencari cara lain, wanita itu tiba-tiba menghambur dan memeluk kaki Edgar.
"Aku mohon gar, nikahi aku. Aku akan melakukan apapun demi dirimu. Apa yang tidak bisa di berikan Dewi akan aku berikan. Aku cinta pertama untuk mu dan begitupun sebalik nya. Kita bisa menikah dan mempunyai keluarga yang bahagia. Kalau tidak mau menceraikan Dewi tidak apa-apa, aku mau jadi istri kedua mu gar. Dan aku tidak akan melukai Dewi lagi. Tapi menikah lah dengan ku. Aku sangat mencintai mu gar." Ungkap Risa, wanita itu terus memohon.
Edgar yang masih syok melihat sikap Risa sampai tidak bisa berkata apapun.
__ADS_1
"Lihat lah gar, aku tidak kalah cantik dari Dewi. Bahkan aku lebih cantik dari nya tubuhku juga lebih sexy dari dirinya." Risa berdiri lalu membuka lingerie yang di pakai nya, dan hanya menyisakan bra dan celana dal*m nya saja.