
Dewi Yang sedang berdiri di balkon kamar nya menatap ke depan, ucapan mertuanya masing terngiang-ngiang di kepalanya.
"Aster itu bunga kesukaan Risa, seafood makanan kesukaan Risa."
Deg..
Dewi tertegun, hatinya tiba tiba sakit mendengar fakta itu.
Jadi ini alasan Edgar menyuruh Bu asih memasak seafood dan menyetok berbagai seafood dikulkas.
"Maafkan mama wi, sepertinya Edgar menikahi mu karena ada beberapa didalam diri kamu yang mirip dengan Risa." Ucap Bu Novi tertunduk.
Setelah itu Dewi menanyakan semua tentang Risa pada mertuanya agar dia bisa lebih peka dan membedakan perlakuan Edgar untuk nya. Dia bertekad akan membuktikan kalau suaminya menikahinya karena cinta bukan karena dia mirip dengan mantan kekasih suaminya.
Dewi mengehentikan lamunan nya kala melihat mobil Edgar memasuki area halaman.
Dia segera bergegas turun untuk menyambut sang suami.
"Mas sudah pulang?" Tanya Dewi dengan ngos ngosan meraih tas kerja suami nya.
"Hei, kamu berlari kesini tadi? Hati hati sayang tidak perlu terburu-buru menyambutku." Ucap Edgar mengelus pucuk kepala istrinya.
"Kemari, aku merindukan mu." Meraih tubuh istrinya lalu memeluk nya dengan posesif.
"Mas Edgar mencintai ku kan, iya dia pasti mencintaiku!"
"Bagaimana dikantor mas, apa baik baik saja?"
Tanya Dewi setelah mereka berada dikamar.
"Semua nya tidak ada masalah sayang." Edgar melepas jas yang masih melekat di tubuh kekar nya.
"Aku sudah menyiapkan air untuk mu mas, mandilah aku akan menyiapkan pakaian mu."
***
"Sayang Minggu depan kita akan bulan madu ke kota j." Ucap Edgar sambil menyendokan makanan kedalam mulut nya.
"Benarkah?" Ucap Dewi antusias matanya berbinar. Dia bahagia suami nya tau tempat yang ingin sekali dikunjungi nya.
__ADS_1
"Lihat mas Edgar tau tempat yang ingin ku kunjungi. Mama pasti salah menilai tentang mas Edgar."
"Kamu suka?" Menatap istrinya dengan tatapan lembut. lalu mencium kening istrinya.
"Suka sekali mas, aku sudah lama ingin kesana. Dan sekarang mas Edgar mengabulkannya." Dewi bergelayut manja dilengan suami nya, dia sangat bahagia sekali. akhirnya akan berlibur ke kota impian nya bersama orang yang ia cintai.
"Mama tadi kesini?" Tanya Edgar.
"Ya mas, mama ingin melihat rumah baru kita katanya." Ujar Dewi apa adanya.
Edgar hanya mengangguk. Sedangkan Dewi tampak sedang berfikir.
"Mas..."
"Ya"
"Apa aku boleh mengganti bunga aster itu dengan bunga mawar?" Ujar Dewi, memberanikan diri menatap suaminya.
"Kenapa?"
"Aku pikir bunga mawar lebih cocok untuk rumah kita mas jadi...."
"Tidak! Biarkan bunga aster saja. Lebih cocok untuk desain rumah ini."
Deg..
Dewi tertunduk, dia tidak berani meneruskan ucapan nya. Batinnya sedang berperang didalam sana. Memperebutkan antara Edgar mencintainya atau tidak.
Setelah makan malam, Dewi menatap punggung Edgar yang masuk keruang kerjanya dari lantai bawah. Dia menghela nafas tak terasa air mata mengembun diujung matanya dan terjatuh dipipi mulus nya.
Akhirnya dia memutuskan ke kehalaman belakang. Duduk dikursi menatap kebun bunga aster yang terlihat indah disinari lampu taman.
Ana yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya ingin segera beristirahat. Dia keluar dari pintu belakang menuju rumah belakang sedangkan Bu asih sudah kembali dari tadi. Saat melewati halaman belakang ana melihat majikanya sedang duduk sendirian menatap sekumpulan bunga di samping nya.
Ia tersenyum, tapi sesaat wajah nya mulai khawatir ketika melihat punggung nona nya yang bergetar.
Dia maju mundur antara menghampirinya atau tidak.
"Nona, apa nona baik baik saja?" Akhirnya memilih menghampiri majikanya.
__ADS_1
Dewi menoleh ke arah ana, ia segera menghapus cairan bening yang keluar dari matanya tanpa diminta.
"Aku tidak apa-apa ana. Apa pekerjaan mu sudah selesai?" Tanya Dewi mengalihkan perhatian ana pada dirinya.
"Sudah nona."
"Apa suamiku maish diruang kerja?" Tanyanya.
"Tuan sudah kembali ke dalam kamar saat saya berjalan kemari tadi."
"Ah baiklah. Aku masuk dulu ya. Suamiku pasti sudah menunggu." Dewi melangkahkan kakinya menuju rumah utama.
Ana hanya terdiam menatap punggung majikannya yang sudah hilang tertutup pintu.
"Ada masalah apa dengan nona Dewi?" Gumam gumam..
Dewi membuka pintu kamarnya dengan pelan. Dilihat nya suaminya yang sudah tiduran ditempat tidur dengan memiringkan tubuhnya ke arah jendela. Posisi nya membelakangi pintu.
Dewi berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.
Setelah nya dia melangkah kan kakinya pelan ke arah tempat tidur ikut membaringkan diri di samping suaminya.
Dewi menatap punggung suami nya dengan tatapan sendu.
.
.
.
.
Terimakasih
.
.
__ADS_1
.