Aku Vs Masa Lalu Suamiku

Aku Vs Masa Lalu Suamiku
bab 16


__ADS_3

Dikamar hotel presidential suite room.


walau hari sudah beranjak pagi, Pasangan pengantin yang baru menikah tadi malam  itu masih terlelap dalam tidur nya.


Terlihat Dewi yang sudah mengerjapkan mata. Dia hampir teriak saat melihat tangan yang melingkar ditubuhnya. Saat tersadar jika sang suami lah pemilik tangan dia merasa lega.


Membalikan badan menghadap ke suami nya. Dewi tersenyum menatap wajah tampan Edgar yang masih terlelap. 


Tadi malam..


Dewi sedang duduk dipinggir tempat tidur nya menunggu Edgar yang sedang mandi. Memandangi Kasur yang sudah di hias dengan bunga mawar merah itu membuat dadanya terasa berdegup kencang.


Pikiran pikiran tentang malam pertama berterbangan memenuhi kepalanya. dia merasa takut dan ngeri mendengar konon katanya malam pertama itu sakit.


"Apa nanti mas Edgar langsung melakukan nya? Aaaa... Aku gugup sekali!" Gumam gumam sendiri dalam hati.


Dewi tersadar dari lamunan nya saat terdengar bunyi pintu kamar mandi terbuka. dia menoleh ke arah pintu yang dibuka dari dalam.


Ceklek..


Terlihat Edgar keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar, pria itu hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya. Rambut yang masih basah menetesi pundak nya. Berpenampilan seperti itu membuat nya semakin terlihat tampan.


Dewi terus memandangi suami nya itu tanpa berkedip saat tersadar ternyata Edgar sudah berada di depan nya. melihat pemandangan dari dada bidang dan roti sobek milik suami nya membuat Dada Dewi semakin bergemuruh. jantung nya memompa lebih cepat seperti hendak keluar.


Dewi mendongak menatap Edgar.


Deg..


Melihat dari dekat seperti ini membuat dadanya semakin tak karuan. Dewi menutup matanya kala Edgar membungkukan badan nya, mendekatkan wajah nya dengan wajah nya.

__ADS_1


"Mandi dulu ya wi" ucap Edgar lembut.


"Eh.. iya mas" membuka mata, karena malu Dewi langsung berlari menuju kamar mandi, refleks menutup pintu dengan keras.


Edgar yang melihat tingkah istrinya itu hanya tertawa kecil.


Setelah beberapa menit, Dewi yang sudah selesai mandi dan membersihkan make up di wajah nya membuka pintu kamar mandi sedikit. Hanya kepala nya saja yang muncul. matanya berkeliling Mencari sosok sang suami. ternyata suami nya sedang duduk bersandar ditempat tidur.


"Kemari wi, ngapain di situ nanti kamu masuk angin." pinta Edgar saat ia melihat istrinya yang hanya mengintip dari dalam kamar mandi. 


Dengan malu malu Dewi berjalan mendekati tempat tidur dari sisi kiri karena Edgar berada disisi kanan.


"Mas koper ku dimana?" Tanya nya setelah dari tadi celingak-celinguk mencari koper yang berisi pakaian nya tadi tidak terlihat di manapun.


"Emmm.. seperti nya masih ada di mobil. Memang nya kenapa?" Tanya Edgar santai memejamkan mata dan masih melipat tangan kebelakang kepala nya untuk bersandar.


Sebenarnya pria itu sendiri yang sengaja melarang Dava memasukan koper Dewi kedalam kamar. Edgar tersenyum kala mengingat perbuatan nya itu.


Mendengar pertanyaan istri nya, Edgar mendekatkan diri ke arah Dewi.


"Malam ini kamu tidak memerlukan baju." Bisik Edgar ditelinga Dewi dengan menyunggingkan senyuman. hembusan nafas Edgar membuat nya melorotkan mata.


Blush...


Wajah Dewi seketika memerah, pandangan matanya bertemu dengan pandangan Edgar, terkunci.


pelan pelan Edgar membaringkan tubuh istri nya di kasur, tersenyum menatap dalam mata indah istri nya. Mulai mencium dahi, kedua pipi, hidung dan turun ke bibir. 


dari yang hanya sekedar kecupan lalu menjadi *******. Edgar mel*mat bibir ranum istri nya dengan lembut penuh kasih sayang. Dewi hanya diam menerima perlakuan suami nya. tangan nya Mencengkram seprai.

__ADS_1


Tangan Edgar mulai membuka tali handuk yang melekat pada tubuh istrinya.


Melemparkan jauh sampai kedekat jendela. Memandangi seluruh tubuh istri nya. Mencium setiap inci tubuh indah istri nya tanpa terkecuali. Dewi merasakan tubuhnya menjadi panas, ada gelenyar-gelenyar aneh memenuhi tubuhnya yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.


merasa istri nya sudah ter*ngsang Edgar mendongak menatap mata Dewi, meminta persetujuan lewat sorot mata nya. Dewi mengangguk dan tersenyum.


Edgar mencium kening Dewi lagi sebelum memulai penyatuan nya.


Terdengar rintihan kecil dari bibir nya istri nya.


"Tahan sebentar ya sayang." Ucap nya lembut sembari menciumi wajah istrinya.


Dewi hanya mengangguk, kedua tangan nya mencengkram seprai kuat saat merasa sesuatu memasuki inti tubuhnya.


"Ahh Sa-Sakit mas!" rintih Dewi tertahan.


Edgar membiarkan istri nya mengatur nafas sebentar terlihat cairan bening keluar dari sudut mata istri nya, setelah melihat Dewi yang dirasa sudah rileks Edgar kembali menggerakkan tubuh nya.


Edgar merasa bahagia karena dirinya lah satu satunya untuk Dewi. Begitupun Dewi merasa bahagia karena berhasil memberikan mahkota nya untuk suami tercinta.


Malam semakin larut, tapi mungkin masih beberapa jam lagi kedua pasangan itu akan menghentikan kegiatan nya.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2