Aku Vs Masa Lalu Suamiku

Aku Vs Masa Lalu Suamiku
bab 35


__ADS_3

Dewi, Mia dan Danu menunggu di depan ruang ICU. Dewi yang merasa panik dan tidak tenang berjalan mondar-mandir kesana kemari. Dia menoleh saat ada langkah kaki terdengar mendekat. 


"Bagaimana keadaan Risa?" Tanya wanita paruh baya itu pada Dewi. Wajah khawatir dan panik tercetak jelas di wajah nya. 


"Risa masih di tangani dokter bibi." Menunjuk pintu ruangan bertuliskan ICU itu dengan tangan gemetar. 


"Kenapa dia bisa bersama mu. Siapa kamu?" Tanya Bu sari yang tak lain adalah mama Risa. 


"Saya Dewi. Kami tidak sengaja bertemu di mall tadi." Jawab nya terbata. 


Mereka semua menoleh saat terdengar  pintu ruangan ICU dibuka dari dalam. Muncul laki laki muda dengan jas putih yang selalu melekat ditubuhnya.  


"Keluarga nona Risa?" Tanya dokter itu. 


"Saya dok. Saya mama nya." Ucap Busari yang langsung menghampiri dokter itu. Wajah penuh pertanyaan itu berharap cemas. 


"Bisa ikut saya keruangan saya ibu. Mari.."  


Dokter itu mempersilahkan Bu sari mengikutinya. 


"Sebentar dokter" Bu sari menoleh pada Dewi.  


"Terimakasih sudah menolong Risa. Kalian boleh pulang biar saya yang menunggunya disini. Ini kartu nama saya. Kalau ada apa-apa bisa hubungi saya lewat nomer ini." Ujar Bu sari menyerahkan kartu nama pada Dewi. Lalu bergegas mengikuti dokter itu. 

__ADS_1


Dewi memasukan kartu nama itu kedalam tas nya. Jarinya memijit pelipisnya. Kepalanya terasa pusing. 


"Kamu tidak apa-apa wi, kalau tidak enak badan kita periksa saja disini mumpung dirumah sakit." Mia khawatir melihat wajah Dewi yang terlihat pucat. 


"Tidak apa-apa mi. Ayo pulang." 


--- 


Setelah sampai dirumah, Dewi masuk ke dalam kamar nya merebahkan diri di ranjang empuk nya. Tangan nya masih saja terus memijit pelipisnya. 


"Kenapa kepala ku pusing sekali." Gumam nya. Dia membuka laci meja nya mengambil obat pusing lalu meminumnya. 


"Aku akan tidur sebentar, mungkin aku kelelahan."  Tetap berfikir positif walau batin nya sedang berperang sekarang. 


Dewi terbangun saat merasakan seseorang menciumi wajah nya. Dia mengerjapkan mata sebentar.  Terlihat wajah tampan suami nya yang sedang tersenyum. Senyum yang selalu menggetarkan hati Dewi dari pertama kali melihat nya. 


"Jam dua belas sayang, maaf ya aku larut pulang nya. Ada masalah sedikit tadi." Mengusap kepala istrinya dengan lembut lalu mengecup nya.  


Dewi tidak menjawab dia masih sibuk menggosok gosokkan wajahnya pada dada bidang sang suami. 


"Eh ada apa ini? Kenapa malam ini istri ku terlihat manja sekali." Edgar menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya. 


Tersenyum licik menatap wajah istrinya. 

__ADS_1


"Apa kamu sedang ingin sayang?"  


Dewi seketika tersadar saat mendengar ucapan Edgar dia segera memundurkan tubuhnya tapi Edgar sudah meraihnya kembali memeluk nya dengan posesif. 


"Ti..tidak mas. Bukan Begitu maksud ku." Ucapnya menunduk menyembunyikan pipinya yang memerah merona malu. 


"Benarkah? Kalau kamu menginginkan nya, aku dengan senang hati akan mewujudkan nya." Sudah Mengangkat tubuh istrinya merebahkan diatas ranjang.  


"Bu bukan mas, Ini sudah larut malam kamu pasti lelah." Tolak Dewi, sudah selarut ini suaminya baru pulang, dia tahu pasti suami nya sangat lelah. 


"Aku tidak lelah, kamu harus tanggung jawab sayang. Lihat ini kamu sudah membangunkannya. Ini harus segera di tidurkan sayang." Menunjuk sesuatu yang menyesak dibalik celana nya lalu tergelak.  


Tanpa aba aba Edgar langsung menyerang leher jenjang istri nya, mengecupnya menyalurkan hasrat yang kini mulai memenuhi sesuatu di bawah sana. Dewi yang tadinya menolak kini mulai terlena dengan sentuhan demi sentuhan yang di berikan sang suami. 


"Eh, kenapa berhenti?"


Dewi menatap pada suami nya, tersenyum melihat Edgar ternyata tertidur di atas nya. 


"Sudah ku katakan pasti kamu lelah, tapi masih tetap saja dilakukan"


Dibaliknya tubuh suaminya dengan susah payah karena tubuh suami nya yang lebih besar dibanding dirinya setelah nya menyelimuti tubuh suami nya yang masih terbalut kemeja kerja nya yang sudah berantakan. 


Dewi ikut merebahkan diri di smaping suami nya lalu memiringkan tubuhnya menatap wajah terlelap sang suami yang tenang dan damai, terdengar hembusan nafas teratur menandakan sang suami sudah menjelajah di alam mimpi nya. 

__ADS_1


"Apa reaksi mu besok jika aku memberitahu mu mas? Aku takut jika reaksi mu mengecewakan ku walaupun aku sudah tahu itu akan terjadi." Lirih Dewi mengusap pipi suami nya dengan lembut. Terlihat pria itu menggeliat pelan tapi sesaat kembali terlelap. 


"Bahkan aku tidak berani berharap sama sekali sekarang. Tidak berani berharap agar kamu tidak meninggalkan ku. Aku sangat takut jika kamu lebih memilih nya. tapi kalau itu bisa membuat mu bahagia aku akan mencoba ikhlas pergi dari mu. Tuhan, beri aku alasan untuk tidak menyerah pada rumah tangga ku."


__ADS_2