Aku Vs Masa Lalu Suamiku

Aku Vs Masa Lalu Suamiku
bab 18


__ADS_3

"ini rumah siapa mas?" Tanya Dewi saat mobil memasuki area depan rumah mewah berlantai dua. Tampak halaman yang sangat asri dengan beberapa pohon besar di samping kiri dan kanan nya.


"Rumah kita. Ayo turun sayang." Ajak Edgar.


Mereka turun dari mobil. Dava berjalan dari arah belakang mobil menyeret dua koper besar ditangan kanan dan kirinya.


Dava membuka pintu rumah itu.


"Silahkan masuk nona, ini rumah anda dan tuan Edgar."


"Pulang dan istirahat lah dav, besok baru bekerja kembali." Ujar Edgar menepuk pundak Dava.


"Apa anda besok langsung bekerja tuan?" Tanyanya.


"Tidak! Lusa aku baru berangkat."


"Baik. Saya permisi dulu" pamit Dava membungkukan badan pada kedua majikan nya.


Sepulang nya Dava. Edgar mengajak Dewi masuk kedalam rumah.


"Kamar kita ada di atas wi, disamping nya ruang kerja ku." Tunjuknya ke arah lantai dua rumah itu.


Rumah ini memang tidak seluas rumah kedua orang tua Edgar. Tapi tetap sama mewah nya. Dilantai satu ada dua kamar. Dan lantai dua pun ada dua kamar salah satunya ruang kerja Edgar.


Dibagian belakang rumah nya ada rumah kecil untuk para pekerja.


Jadi pada malam hari mereka bisa beristirahat dirumah belakang.


"Oh ya, asisten rumah tangga dan penjaga rumah baru bisa datang besok." jelas Edgar memberitahu istri nya.


"Ya mas."

__ADS_1


Edgar meraih dua koper membawanya ke dalam kamar nya dilantai atas. Dewi mengekor dibelakang suami nya.


Setelah sampai di dalam kamar Edgar membawa koper kedalam ruang pakaian.


Meletak kan nya disana.


Dewi ternganga melihat ruang pakaian itu. Disisi kiri tampak lemari dengan kaca transparan yang didalam nya sudah ada pakaian wanita. Dan sebelah kanan pakaian Edgar. Di tengah ada meja khusus untuk dasi dan jam tangan. Dipaling ujung ruangan ada pintu. Seperti nya itu pintu kamar mandi.


"Ini semua .." belum menyelesaikan kalimat nya Edgar sudah memotong perkataan Dewi.


"Ya.. itu sudah aku siapkan dari 2 Minggu yang lalu. Itu semua milik mu." Telunjuk Edgar menunjuk salah satu lemari yang berisi pakaian wanita, tas, dan sepatu.


"Terimakasih mas."


"Apapun untuk istriku." Sudah mengunci pinggang istrinya dengan posesif.


"Lalu pakaian ku bagaimana?" Tanyanya memandang koper di sebelah pintu.


Lalu mengajak nya keluar.


***


Ke esokan hari nya Dewi yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian hendak keluar kamar menyusul suaminya.


Saat menuruni tangga dia bertanya tanya siapa yang berdiri didepan suaminya.


"Mas.." panggil nya pada suaminya.


Edgar menoleh ke arah tangga "Kemari sayang" 


Meraih pinggang istrinya agar menempel pada tubuhnya.

__ADS_1


"Perkenalkan diri kalian pada istri ku." Ucap Edgar tegas.


Ke empat orang itu membungkukan badan.


"Selamat pagi nona" ucap mereka serentak.


Setelah itu mereka memperkenalkan diri masing masing.


Ada dua asisten rumah tangga perempuan, bernama ana dan asih. Ana berumur sekitar 23 tahun dan asih 45 tahun. dua penjaga rumah laki laki,Danu  berumur 27 tahun yang akan bertugas sebagai sopir khusus untuk dewi.dan pak Rudi 45 tahun akan menjaga dibagian depan.


"Mas, aku tidak perlu sopir hanya untuk berangkat ke kedai" Dewi mencoba bernegosiasi pada suami nya. 


"Aku sudah mengizinkan mu untuk masih bekerja dikedai, jadi sekarang turuti perintah ku kali ini." Tegas Edgar tidak bisa dibantah.


"Tapi mas.."


"Ini perintah wi" 


"Baiklah." Mengalah pada akhir nya.


"Lalu dia hanya megantarku saja kan?" Tanya Dewi. Dia tidak mau jika dia diawasi sepanjang hari.


"Kamu bisa menyuruhnya membantu mu di kedai." Ujar Edgar. Dewi melemas, tapi juga tidak berani membantah perintah suami nya.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2