
Mendengar Lily memanggil namanya dengan nada yang agak berbeda, Albern menghela napasnya. Ditariknya Lily mendekat padanya dengan posisi mereka yang masih saling berhadapan.
"Kak Al ..." Sekali lagi Lily menyebut nama Albern dengan nada rendah.
"Aku sudah lama menantikan malam ini, Lily. Malam di mana kita tak lagi memiliki batasan," ujar Albern.
Lily menahan napasnya mendengar itu.
"Kamu tahu, aku sudah membayangkan melakukan itu bahkan sejak kamu masih di bawah umur," tambah Albern lagi.
"Apa?" Fokus Lily teralihkan. Ditahannya wajah Albern, lalu ditatapnya lelaki itu dengan penuh tanda tanya.
"Apa maksudnya Kak Al membayangkan melakukan ini denganku sejak aku masih di bawah umur?" tanya Lily sembari agak menautkan kedua alisnya.
Albern terdiam sejenak. Dia baru sadar kalau tadi sudah kelepasan bicara. Haruskah sekarang dirinya mengakui hal tak pantas yang menjadi rahasianya selama ini?
"Kak?" Lily mendesak.
Albern menghela nafasnya. Tampaknya malam pertamanya dengan Lily masti dia lalui dengan membuat sebuah pengakuan terlebih dahulu. Pengakuan yang sebenarnya agak memalukan untuk dikatakan.
"Entah kamu akan marah atau tidak saat mendengarnya, aku memiliki fantasi terhadapmu bahkan sejak kamu masih kecil," ujar Albern kemudian.
__ADS_1
"Apa? Fantasi?" Lily sedikit terperangah. Tangannya tampak memperagakan hal yang agak sensitif.
"Iya. Setiap lelaki biasanya memiliki fantasi seperti itu terhadap sosok yang diam-diam dia sukai. Entah itu pada artis idolanya, teman atau bahkan perempuan yang tidak begitu dia kenal. Dan aku memiliki fantasi itu denganmu," sahut Albern.
Lily masih terlihat semakin mengerutkan keningnya.
"Jadi, diam-diam Kak Al sudah menyukai aku sejak dulu?" tanyanya kemudian.
"Iya."
"Lalu maksudnya Kakak memiliki fantasi denganku, apakah Kakak membayangkan melakukan itu denganku?" tanya Lily lagi masih dengan tatapan tak percaya.
"Ya ampun." Lily membekap mulutnya sendiri. "Sejak kapan?"
"Entahlah, sepertinya sejak kamu masih kecil. Tapi pertama kali aku sampai bermimpi melakukan itu denganmu, saat itu umurmu masih dua belas tahun."
"Ya ampun! Dasar C@bul!" Lily langsung mengambil bantal yang berada di dekatnya dan memukulkannya pada Albern dengan agak histeris.
"Aku benar-benar tidak menyangka. Ternyata Kak Al c@bul! Bisa-bisanya Kakak membayangkan melakukan itu dengan seorang anak kecil, sampai masuk ke dalam mimpi pula. C@bul!" seru Lily sambil terus memukuli Albern tanpa ampun.
Mau tak mau Albern tertawa dibuatnya. Benar, sejak dulu dia memang telah menyadari jika hal tersebut kurang pantas. Tapi perasaan dan khayalan itu datang dengan sendirinya tanpa diminta. Lagipula, hanya pada Lily saja Albern seperti itu.
__ADS_1
Albern kemudian menangkap kedua tangan Lily hingga bantal yang digunakan untuk memukulinya terlepas dengan sendirinya. Setelah itu, dia langsung merebahkan tubuh Lily di atas tempat tidur dan mengurung Lily dengan tubuhnya yang jauh lebih besar.
"Waktu itu aku juga berpikir jika hal itu bukan sesuatu yang pantas, makanya aku berusaha untuk tidak terlalu banyak berinteraksi denganmu. Aku juga berusaha untuk menyembunyikan perasaanku padamu. Akan sangat memalukan kalau sampai ada orang lain yang tahu," ujar Albern sambil membelai wajah Lily lembut.
Lily kembali terkesiap. Tatapan mata Albern yang begitu dalam membuatnya terhipnotis dan urung meledek lelaki itu seperti sebelumnya. Terlepas dari pengakuan Albern barusan yang cukup tak terduga, Lily senang karena ternyata dirinya telah ada di hati suaminya sejak lama.
"Memangnya dalam khayalan Kak Al, apa saja yang Kak Al lakukan denganku?" tanya Lily kemudian dengan nada yang agak berbeda. Kali ini tak terdengar mengejek, tapi malah menggoda.
Albern tersenyum, lalu menelusupkan tangannya di balik gaun tidur yang Lily kenakan.
"Seperti ini salah satunya," sahut Albern.
Lily agak menahan napasnya.
"Kak ..." Lily hendak protes, tapi Albern langsung membungkam mulut Lily dengan hal yang selama ini tak berani dia lakukan. Tak menunggu lama, pasangan pengantin baru itu pun tenggelam dalam kehangatan yang menghanyutkan. Mereka berdua melakukan yang seharusnya mereka lakukan. Penantian panjang selama bertahun-tahun pun akhirnya terbayar sudah dengan manisnya sebuah malam pengantin yang murni dan tak pernah ada noda sebelumnya.
Bersambung ....
Kalo kurang hot, bikin versi hotnya sama suami masing-masing ya, Boebok. Kata2 yg rada nganu sengaja disabotase biar lolos review. NT sekarang udah ketat, ga kyk jaman Aaron dulu.
Lagian sekarang emak dah insyaf😌
__ADS_1