
Lily menghirup udara sebanyak-banyaknya, seakan ingin mengisi penuh paru-parunya dengan oksigen. Gadis itu tampak sedikit gugup saat akan memasuki aula tempat pesta diadakan.
"Tidak perlu cemas. Ada aku," ujar Albern menghibur.
"Di dalam pasti banyak orang penting. Aku gugup," sahut Lily sembari masih berada kali menghirup nafas panjang.
"Jangan dibawa tegang. Rileks saja. Anggap saja kita hanya sedang menghadiri acara biasa. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri seperti biasanya," ujar Albern lagi menenangkan.
"Yakin kalau aku hanya perlu menjadi diri sendiri? Kenapa rasanya aku perlu untuk menjaga image malam ini? Kalau tidak, mungkin para kolega Kak Al akan pingsan mengetahui seperti apa sosok calon istri dari seorang Albern Brylee yang sebenarnya."
Albern tertawa kecil.
"Imajinasimu terlalu tinggi," gumam Albern sembari mengisyaratkan Lily untuk mulai melangkah memasuki aula.
Lily akhirnya menuruti apa yang diinginkan Albern. Dia mengikuti Albern dan mereka pun akhirnya siap memasuki aula tempat pesta.
Ada iringan musik terdengar mengalun saat pasangan itu memasuki aula pesta. Para tamu undangan pun secara otomatis menyingkir memberikan jalan untuk mereka. Otomatis semua mata tertuju pada mereka berdua.
Lily jadi semakin gugup dibuatnya. Tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk menguasai diri.
Pasangan itu langsung menjadi pusat perhatian. Albern yang tampan dan gagah tampak begitu serasi berdampingan bersama Lily yang terlihat begitu cantik. Seketika mereka menjadi bintang pesta sekaligus jadi bahan perbincangan. Keduanya kemudian bergabung bersama kedua orang tua Albern yang telah lebih dulu datang. Di sana juga sudah ada Carissa yang sedari tadi berbincang bersama Zaya. Bahkan ada kedua orang tua Darrel juga yang ikut mengobrol. Tentu saja mereka hadir, karena keduanya sama-sama tangan kanan dari Mama dan papa Albern.
__ADS_1
Lily memperhatikan sekitarnya. Di salah satu sudut aula, dia juga dapat melihat keberadaan Zivanna dan Darrel. Rupanya mereka berdua juga sudah datang lebih dulu dan tampak sedang berbicara satu sama lain seperti biasanya. Hanya saja, jika selama ini mereka tampil berdua sebagai teman, kali ini keduanya hadir bersama sebagai pasangan seperti dirinya dan Albern. Meski untuk saat ini hanya Lily saja yang mengetahui fakta itu.
"Lily, kemari, Sayang." Terdengar suara Zaya memanggil Lily.
"Iya, Ma ... eh, Tante." Lily sedikit gugup dan bingung harus memanggil Zaya apa.
Zaya tersenyum.
"Panggil Mama saja, seperti sebelumnya," ujarnya lembut.
Lily memandang ke arah Carissa sesaat, seolah ingin meminta persetujuan dari mamanya itu. Setelah melihat Carissa memberikan isyarat jika dia tak keberatan, barulah Lily mengangguk sembari mendekat ke arah Zaya.
"Carissa, aku akan bawa Lily untuk berkenalan dengan beberapa orang dulu." Ujar Zaya pada Carissa.
Sekali lagi Carissa menghela nafas panjang. Mengingat bagaimana Evan marah, sebenarnya Carissa sedikit merasa takut. Suaminya itu adalah lelaki yang sangat lembut dan perhatian. Dia juga tidak mudah marah, tapi sekalinya marah, lelaki itu akan mengeluarkan amarah yang cenderung kearah murka, bukan hanya sekedar marah biasa.
Carissa hanya berharap, kemarahan Evan nanti tidak akan sampai menyakiti Lily.
Tiba-tiba terdengar pembawa acara mempersilahkan Albern untuk naik ke atas podium, untuk memberikan sambutannya sebagai Direktur Utama Brylee Group. Semua orang bertepuk tangan saat lelaki itu melangkahkan kakinya menuju podium. Kemudian dia mulai berbicara dengan menggunakan pengeras suara.
Dalam sambutannya Albern mengumumkan kerjasama perusahaannya bersama perusahaan milik Adrian Graham, perusahaan besar yang berbasis di New York, AS. Dia juga mengucapkan terima kasih dan sambutan khusus untuk Nyonya dan Tuan Graham yang saat ini menjadi tamu kehormatan. Albern juga mengucapkan terima kasihnya pada putri Mereka yang sudah banyak membantunya saat berada di New York tempo hari. Dan tentu orang yang dimaksud adalah Briana.
__ADS_1
Dan terakhir, Albern mengumumkan sesuatu yang agak di luar prediksi orang-orang, yakni pengumuman jika sekarang dia sudah menjalin hubungan dengan seorang perempuan dan meminta semua yang hadir ikut mendoakannya agar bisa segera berlanjut ke pernikahan.
"Lily, kemarilah." Albern memanggil Lily dari atas podium sembari mengisyaratkan Lily untuk mendekat padanya.
Lily tertegun sejenak. Kemudian ia menoleh kearah Zaya yang saat ini berdiri di samping Aaron. Kedua orang tua Albern itu mengangguk mengisyaratkan Lily untuk datang pada Albern. Begitu pula saat Lily menoleh ke arah Carissa. Mamanya itu juga melakukan hal yang sama.
Dengan mengumpulkan segenap keberaniannya, Lily pun akhirnya melangkah mendekati Albern.
Albern tersenyum sembari menggenggam jemari Lily lembut. Lalu dibimbingnya gadis itu untuk berdiri tepat di sampingnya.
Semua orang terpana melihat pemandangan itu. Albern Brylee yang hanya ramah saat berbicara tentang bisnis, kini tersenyum lembut pada seorang gadis. Mereka jadi bertanya-tanya, benarkah jika gadis itu yang nantinya akan menjadi Nyonya Muda Brylee selanjutnya?
"Hadirin sekalian, perkenalkan, gadis yang sangat cantik ini adalah calon istriku, Lily Bramasta. Mulai sekarang, aku harap kalian bisa memaklumi sikapku selama ini yang tak bisa membuka hati pada wanita manapun. Karena sebenarnya, sudah sejak lama hatiku tertambat padanya. Sungguh sangat membahagiakan karena sekarang akhirnya kami bisa bersama. Dan sekali lagi, aku meminta doa pada kalian semua agak kami segera disatukan dalam ikatan pernikahan," ujar Albern dengan binar bahagia.
Lily hanya membeku mendengar penuturan Albern barusan. Entah bagaimana menjabarkan perasaannya saat ini. Lily tak meragukan perasaan Albern sebelumnya, tapi mendengarkan pengakuannya sekarang, rasanya ada sesuatu yang berbeda. Dia merasa menjadi yang teristimewa untuk lelaki ini. Jika tak ingat saat ini ia tengah berada di tengah-tengah pesta, Lily pasti sudah menangis haru karenanya.
Setelah memperkenalkan Lily, Albern mengakhiri sambutannya dengan diiringi tepuk tangan dari semua orang. Mereka berdua turun dari podium.
Albern dan Lily berjalan berdampingan. Mereka tampak sangat bahagia, juga terlihat sangat serasi satu sama lain. Kedua anak manusia inu memperlihatkan visual yang sangat indah, sangat layak dinobatkan sebagai pasangan abad ini.
Bersambung ....
__ADS_1
Tetep like, komen dan vote
Happy reading ❤️❤️❤️