Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
The End 1 (Tapi Belum End)


__ADS_3

Mobil Reyhan memasuki perkarangan hijau rumah Anna, mereka bertiga segera keluar dari mobi.


“Kalian berdua tunggu di mobil!” perintah Hans dengan tatapan tajam, ia berjalan menuju pintu yang tertutup rapat dan dikunci.


“Baik bos.” Jawab Reyhan dan Juanda serempak.


“Jangan ada yang masuk ke dalam rumah, kecuali keadaan darurat!’ Hans berjalan meninggalkan Reyhan dan Juanda yang duduk di kursi taman.


Hans membunyikan bel dan mengetuk pintu dengan perasaan campur aduk, rindu, sedih dan bahagia.


Anna tidak memperdulikan bel dan ketukan pintu, karena ia berpikir itu adalah Andreas, Anna masih belum mempunyai ponsel sehingga ia belum bisa menghubungi Jenifer,


Masih mengurung diri di urmah dan belum pergi kemanapun, Anna trauma dengan penculikan yang pernah ia alami di Jepang.


Mengurung diri adalah cara terbaik baginya untuk melindungi diri dan menjaga kandungannya, Anna fokus pada layar computer yang telah di kembalikan Andreas, ia sendirian di ruang tengah.


“Anna” teriak Hans dari depan pintu, Anna terdiam, untuk meyakinkan dirinya itu adalah suara Hans.


“Aku berhalusinasi seakan mendengar suara Hans.” Anna memejamkan mata dan memijit batang hidungnya.


“Anna sayang, buka pintunya.” Teriak Hans menahan sakit di dadanya.


“Hans.” Anna berjalan cepat menuju pintu dan membukanya.


“Anna Sayang.” Hans menatap Anna dengan tatapan sedih bercampur bahagia.


“Hans, Hans.” Teriak Anna dan memeluk Hans dengan erat, air mata Anna mengalir. Ia sangat bahagia, suaminya masih hidup dan sehat.


“Aku sangat merindukan dirimu.” Anna terisak salam pelukan Hans yang berusaha menahan sakit di dadanya.


“Aku sangat merindukan kamu sayang, katakan kabar gembira kepadaku.” Ucap Hans.


“Aku hamil.” Ucap Anna tanpa melepaskan pelukannya.


“Ya Tuhan, terimakasih.” Mengeratkan pelukannya menakan tubuh Anna pada dada bidang yang terluka.


Tidak ada yang mau melepaskan pelukan mereka, kerinduan dan kebahagiaan pasangan yang terpisah cukup lama dalam luka dan air mata.


“Anna aku mencintai dirimu.” Bisik Hans.


“Aku mencintai kamu Hans, suamiku.” Air mata Anna terus mengalir.


“Sayang, sebaiknya kita masuk ke dalam rumah.” Hans menggendong Anna ke Sofa ruang tamu.


“Apa kamu sendirian?” tanya Hans melihat Anna yang hanya mengangguk, matanya bengkak wajahnya sembab. Hans segera mencium bibir istrinya dengan lembut melepaskan kerinduan diantara mereka berdua.


“Aku hampir gila tanpa dirimu.” Ucap Hans setelah melepaskan ciumannya.


‘Bagaimana luka kamu?” Anna membuka kancing kemeja Hans.


“Apa kamu mau bercinta?” Hans menahan tangan Anna.


“Aku tahu kamu menyembunyikan luka.” Anna kembali menarik tangan Hans dan membuka semua kancing baju Hans yang pasrah.


“Apakah sakit?” Anna menyentuh dada Hans yang terbungkus kain kasa.


“Terpisah dari kamu jauh lebih sakit dari luka ini.” Hans memeluk Anna.


“Bagaimana dengan luka pada tubuh kamu?” Hans mengangkat kaos Anna untuk melihat luka bekas cambuk.

__ADS_1


“Apa kamu mau bercinta di ruang tamu?” Anna menahan tangan Hans.


“Jika kamu tidak menolak, aku bisa melakukannya dengan dirimu dimana saja.” Hans tersenyum nakal.


“Apa hanya itu yang kamu pikirkan?” Anna menatap Hans.


“Semuanya, tetapi sekarang aku mau melihat luka pada tubuh kamu.” Hans mengangkat kaos Anna..


Tubuh Anna bersih tanpa ada bekas luka sedikit pun, obat termahal dan terbaik Andreas berikan untuk Anna.


“Sayang, bukankah kamu disiksa Eiko?” Hans memperhatikan tubuh seksi yang menggugah selera.


“Aku sudah mengobatinya.” Anna menutupkan kembali pakaiannya.


“Sayang kemarilah.” Hans menarik tubuh Anna duduk di pangkuannya, ia mencium leher Anna dengan lembut.


“Hans, kamu sedang terluka.” Anna menutup mulut Hans dengan tanganya.


“Sayang, apa kamu tahu berapa kali kita bercinta?” tanya Hans.


“Tiga atau dua kali.” Jawab Anna polos.


“Hanya dua kali, kasiahn sekali diriku.” Hans memelas.


“Sayang, kamu terluka.” Anna mengusap pipi Hans dengan lembut.


“Aku tidak perduli, apa kamu bisa bercinta?” bisik Hans di telinga Anna dan meniupkan udara panas dari mulutnya.


“Hans, geli.” Anna menutupi telinganya dan Hans mengigit jari Anna.


“Aw, sakit.” Anna menarik tangannya.


“Aku mau bercinta.” Hans tersenyum menggoda.


“Hans kamu terluka.” Anna mengikuti kaki Hans menaiki tangga.


“Senjataku tidak sakit, bagaimana dengan dirimu?” tanya Hans dan menarik tangan Anna berbaring di tempat tidur.


“Aku sehat.” Ucap Anna malu.


“Ayo bercinta.” Hans memulai serangannya.


***


Andreas berada di perusahaannya, ia sedang melakukan rapat darurat, akibat terllau sering meninggalkan perusahaan banyak masalah yang muncul terutama serangan dari orang dalam perusahaan.


Bukan perkara sulit untuk Andreas menyelesaikan masalah yang terjadi di perusahaanya, ia telah memutuskan hubungan kerjasama dengan Tuan Ichiro.


Andreas duduk di ruangnnya, ia baru saja selesai rapat bersama tim pengembang perusahaan, dan tim penyelidikan.


Ponsel Andreas berdering, ia mendapat laporan bahwa Hans telah kembali dan berada di rumah Anna, dengan tergesa – gesa keluar dari ruangannya menuju lift.


Andreas memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, entah apa yang ada di pikirannya, kembalinya Hans berarti hilangnya kesempatan bersama Anna.


Sebuah motor melintas di depan mobil Andreas, ia menginjak rem dengan cepat agar tidak menabrak, tetapi benturan tetap terjadi walaupun tidak terlalu kuat.


“Oh shit.” Andreas kesal, ia segera keluar dari mobil dan berjalan mendekati sebuah motor sport berwarna hitam.


Pengemudi motor dengan celana jeans sobek berwana hitam, jaket, sepatu dan sarungtangan kulit sertat help full berdiri berusaha berdiri.

__ADS_1


“Apa kamu tidak bisa mengendarai motor?” Andreas menarik kerah jaket pengemudi motor dengan emosi.


Pengemudi motor mendorong tubuh Andreas hingga mundur beberapa langkah, Andreas baku hantam dengan pengemudi motor tanpa membuka helm.


Andreas sangat kesal tidak bisa memukuli wajah lawannya, tangan Andreas sakit karena memukul helm. Ia juga merasakan salkit di perutnya, walaupun kekuatan Andreas melebihi lawannya tetapi ia belum berhasil merobohkan musuhnya.


“Aaarrg.” Andreas kesal, ia menyeruduk tubuh lawannya yang hampir kehabisan tenaga hingga roboh di atas tanah.


“Aku akan menghancurkan wajahmu!” Andreas duduk di atas tubuh lawannya dan membuka help secara paksa.


Andreas terkejut, wajah cantik putih bersih dengan bibir merah alami tanpa polesan apapun, ia mengeluarkan semua tenaganya dengan emosi untuk melawan seorang wanita cantik, itu sangat memalukan.


Daripada Andreas memukulinya lebih baik ia mencium bibir cantik dan seksi wanita yang sedang terbaring lelah di bawah Andreas.


“Apa kamu sudah puas memandang wajahku?” Nada suara wanita lembut dan ngos – ngosan.


Andreas pindah ke samping wanita cantik pengemudi motor, ia masih terpaku tidak –percaya lawannya adalah seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang tergerai berantakan.


Wanita itu mengambil ponselnya dan menghubungi kakaknya yang seorang polisi, setelah puas berkelahi, ia harus menyelesaikan tabrakan itu secara hukum.


“Baiklah Tuan yang merasa paling benar kita bawa kasus tabrak ini ke kantor polisi.” Wanita itu beranjak dari tanah, ia merasakan perutnya sakit akibat pukulan Andreas.


Sebuah mobil hitam mnedekati mobil Andreas dan motor sport, seorang pria tampan keluar darri mobil.


“Apa yang terjadi pada dirimu?” Calvin memegang tangan Clara saudara kembarnya.


“Ah, dia menabrakku dan kami berkelahi.” Clara memegang perutnya.


“Oh, seorang Andreas berkelahi dengan wanita.” Calvin menarik kerah jas Andreas.


“Sudahlah, bawa saja ke pengadilan kasus ini.” Clara menarik tangan Calvin.


“Tunggu dulu, aku salah aku tidak tahu jika dia wanita, dia berkelahi sangat brutal, sehingga aku pikir dia seorang pria.” Andreas berdiri dekat Calvin.


“Dan dia hampir berhasil mengalahkan dirimu.” Calvin tersenyum melihat Clara mengangkat motornya dan mengendarainya meninggalkan Andreas dan Calvin.


“Hey, kenapa kamu membiarkan dia pergi?” Andreas menatap tajam pada Calvin.


“Dia pergi ke kantor polisi.” Calvin menarik Andreas masuk ke mobilnya, ada banyak orang yang menjadi penonton Andreas memukuli seorang pembalab wanita.


Setelah memeriksa cctv, kesalahan Andreas adalah mengendarai mobil melebihi batas maksimal yang telah ditentukan pada jalan yang ia lewati sehingga menabrak Clara.


Andreas harus mengikuti pengadilan sesuai dengan aturan berlaku karena Clara telah menuntut Andreas.


Tidak ada yang bisa menyelamatkan Andreas dari tangan seorang pembalab wanita kelas dunia yang baru pulang dari bertanding, apalagi Andreas telah membuat dirinya harus berobat ke rumah sakit.


Anna dan Hans sedang bercinta sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai dan merindukan, hidup bersama di rumah Anna yang sederhana menanti kelahiran anak mereka.


The End (Dulu yaa)


********************************************


Semoga Suka, Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote, Terimakasih.


Baca juga Novelku “Cinta Untuk Dokter Nisa” dan Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu), Putih Abu – abu (Sohibul Iksan) Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.


Love You All and Thanks For Reading.

__ADS_1


__ADS_2