
Andreas berbaring di atas tempat tidur, ia menyentuh wajahnya yang berhasil di pukul Clara, wanita yang tidak terduga dan mengejutkan.
"Wanita itu berhasil membuat diriku tidur di penjara selama satu malam dan membayar denda" Andreas tersenyum.
Andreas menyalahkan televisi dan menonton saluran olahraga.
Pembalap wanita bernama Clara sedang menghabiskan liburan di Indonesia, ia telah pindah kewarganegaraan Italia.
"Apa, ia bukan warga negara Indonesia lagi?" Andreas memperhatikan senyuman cantik dan manis Clara di layar kaca.
"Dia bahkan tidak tersenyum dengan diriku tatapannya penuh kebencian." Andreas mengambil ponsel dan berselancar di internet untuk mencari tahu tentang Clara.
"Apa dia seorang jaksa, tetapi hobby balapan." Andreas tersebut tersenyum.
"Aku harus balas dendam kepada dirimu yang telah membuat aku di penjara." Andreas menghubungi Jhonatan.
Terdengar ketukan pintu dan Jhonatan berdiri memberi hormat.
"Ada apa Tuan?" Jhonatan berjalan mendekati Andreas.
"Cari tahu kesibukan Clara dan dimana dia tinggal." Andreas melempar ponselnya kepada Jhonatan.
"Ah, wanita yang berhasil memukul dan memenjarakan Anda." Jhonatan tersenyum, ia berharap Andreas bisa melupakan Anna dan pindah ke lain hati.
"Aku mau tahu semuanya tentang Clara." Andreas membuka pakaiannya memperlihatkan tubuh seksi berotot.
"Baik Tuan." Jhonatan meletakkan ponsel Andreas di atas meja..
"Jhon, aku akan pergi ke tempat latihan rahasia." Andreas mengganti pakaiannya.
"Kenapa Tuan, kemampuan bertarung anda cukup bagus."
"Aku harus lebih kuat lagi, memalukan di hajar oleh seorang wanita." Andreas tersenyum.
"Saya akan mempersiapkan mobil." Jhonatan keluar dari kamar Andreas.
Andreas telah selesai berganti pakaian, pria tampan menggoda dengan tubuh atletis.
Mobil telah meninggalkan garasi dan melaju menuju perkumpulan rahasia anak buah Andreas.
Mobil sport hitam memasuki area parkir tersembunyi.
Semua terkejut melihat bos mafia yang datang tiba-tiba.
"Selamat pagi Tuan besar." Seorang pria berotot memberi hormat.
Andreas berjalan menuju ruangan latihan, ia seorang pria paruh baya sedang bermain dengan pedang.
"Halo Guru." Andreas tersenyum dan duduk di kursi kekuasaannya.
"Andreas anakku, apa yang membawakan kamu kemari?" Pria yang di sapa guru terus melanjutkan gerakan latihan.
"Aku mau berlatih." Andreas menatap tajam kepada gurunya.
"Pria sombong, apa yang membuat kamu merasa masih kurang?" Guru mengehentikan latihan dan melihat kearah Andreas.
__ADS_1
"Seorang wanita yang berhasil memukul diriku untuk pertama kalinya." Andreas menyentuh wajahnya.
"Hahaha." Pria itu tertawa terbahak-bahak.
"Aku sangat ingin bertemu dengan wanita itu." Guru berjalan mendekati Andreas.
"Apa Guru serius?" Andreas menaikkan salah satu alisnya.
"Tentu saja, sejak kecil tidak ada yang berani memukul dirimu, apalagi seorang wanita, ibumu saja tidak pernah." Guru tersenyum.
"Aku harus membalas dendam kepada dirinya." Andreas tersenyum licik.
"Taklukan hatinya." Guru berbisik di telinga Andreas.
"Apakah dia cantik?" tanya Guru serius.
"Cantik." Andreas mengingat wajah cantik Clara dengan rambut bergelombang berwarna hitam.
"Apakah dia masih muda?" tanya Guru lagi.
"Masih dan dia bukan wanita penggoda." Andreas beranjak dari kursi dan membuka bajunya.
"Apa kamu mau melawan guru?" Guru mundur beberapa langkah.
"Tentu saja, aku akan menghajar seorang wanita." Andreas melempar bajunya ke kursi.
"Hanya seorang gadis kecil saja, apa kamu begitu khawatir." Guru telah siap dengan kuda-kuda.
Andreas mulai menyerang gurunya, pukulan demi pukulan bergantian, hingga tendangan dan gulatan.
"Aargg." Andreas kesal, ia benar-benar tampak tidak berdaya.
"Pantas saja seorang wanita bisa menghajar dirimu, kamu tidak memiliki kemampuan." Guru menarik tangan Andreas.
"Aku sudah lama tidak berlatih." Andreas berdiri.
"Pria bodoh, kamu menghabiskan waktu untuk mengejar wanita yang bahkan membenci dirimu." Guru tersenyum melihat Andreas.
"Guru benar, aku akan mencari wanita yang lebih menantang." Andreas tersenyum.
"Apa mengejar wanita adalah sebuah tantangan?" Guru melemparkan handuk kepada Andreas.
"Tentu saja, aku tidak suka dengan wanita yang menyerahkan tubuhnya kepada diriku." Andreas mengeringkan keringatnya.
"Aku suka dengan tantangan, bahkan ketika ia berusaha menolak ciuman diriku itu sangat menyenangkan." Andreas tersenyum.
"Bagaimana dengan wanita yang telah membuat kamu kehilangan bisnis kamu." Guru Andreas mengambil dua batang kayu.
Ia melemparkan satu batang kayu kepada Andreas.
"Aku tidak tertarik pada wanita hamil." Andreas tersenyum.
"Aku tidak bisa mengganggu dan memaksanya." Andreas mulai bermain kayu dengan gurunya.
"Wanita itu telah menghancurkan hidup kamu." Guru menatap tajam kepada Andreas.
__ADS_1
"Anda benar, itulah aku datang kemari untuk berlatih dan membenah diri." Andreas menyerang gurunya tetapi ia selalu gagal.
"Kamu harus kembali fokus dan berlatih lagi dari awal." Guru berhasil memukul punggung Andreas.
Andreas merasakan sakit, ia kehilangan instingnya, karena terlalu lama bermain di luar sana dan tidak berlatih.
"Kamu akan berlatih bersama mereka." Guru menekan bel yg ada di pinggir pintu, beberapa orang kepercayaan terlatih tampak berdiri menatap tajam kepada Andreas.
"Siapa mereka?" Andreas melihat lima orang pria yang tidak ia kenal.
"Kamu sudah lama tidak pulang, mereka akan mengajar kamu." Guru berjalan menuju ruangannya.
"Guru, anda mau kemana?" Andreas menarik tangan gurunya.
"Aku akan berlibur selama dua minggu dan selama itu kamu tidak boleh keluar dari tempat ini, Jhonatan yang akan mengurus perusahaan kamu." Guru meninggalkan Andreas.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Andreas kepada lima orang pria kekar di depannya.
"Ini adalah jadwal Anda." Seorang pria menyerahkan selembar kertas kepada Andreas.
"Silahkan anda beristirahat terlebih dahulu." Seorang pria membuka pintu untuk Andreas.
"Siapa yang membuat jadwal ini?" Andreas terkejut melihat jadwal keras yang harus ia lakukan.
"Guru, setelah mengetahui anda akan datang kemari, Guru langsung membuat jadwal untuk Anda." Lima orang pria meninggalkan ruang latihan.
Andreas mengambil ponsel dan menghubungi Jhonatan, memberitahukan ia tidak pulang untuk satu Minggu ke depan.
Jhonatan kembali ke kota untuk menjalankan beberapa perusahaan Andreas yang sempat tertinggal dan bangkrut karena Andreas yang sibuk dengan Anna.
Andreas mulai menjalani latihan fisik di tengah hutan belantara, ia memanjat, berlari, berenang dan mengarungi sungai berlumpur.
Mendapatkan serangan mendadak dari lima orang pelatih yang sangat ahli dan menguasai banyak ilmu bela diri. Andreas mendapatkan banyak luka di tubuhnya.
Selama berada di tempat pelatihan, Andreas melupakan hiruk pikuk kehidupan liarnya, ia telah melupakan Anna.
Andreas fokus pada pelatihan, karena Anna telah menghancurkan beberapa bisnisnya membuat Andreas harus memulai beberapa usaha yang sempat terlupakan.
Andreas juga bersiap untuk menerima serangan dari Tuan Ichiro yang mungkin akan mengetahui tentang penyebab kematian Eiko.
Hans yang terus berusaha menghancurkan perusahaannya dan seorang pembalap wanita yang telah memukul dirinya.
Ada banyak rencana dan dendam di dalam diri Andreas.
Andreas selalu melakukan semuanya dengan sempurna, kegagalan dalam cinta membuat ia semakin kuat untuk mencari tantangan cinta selanjutnya.
Terus berusaha dengan tekat yang kuat dalam mencapai impian.
***
Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih.
Baca juga Novel Author berjudul “Cinta Untuk Dokter Nisa” dan "Mengejar Cinta Ariel"
Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.
__ADS_1
Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.