Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
S2 Pertemuan ke 2


__ADS_3

Motor Clara memasuki kawasan apartemennya. Ia membeli dengan uang balapan dan pertandingan beladiri.


Clara membuka jaket dan pakainya, ia membersihkan diri dan berlama-lama di dalam kamar mandi yang mewah menikmati waktu sendirinya.


Ponsel berdering, Clara melihat panggilan dari Calvin saudara kembarnya, Ia segera menerima panggilan dengan headset bluetooth.


"Ya." Clara memejamkan matanya dengan tubuh berada di dalam bak mandi berisi air susu.


"Kamu dimana?" tanya Calvin khawatir.


"Aku telah pindah ke apartemen ku," jawab Clara.


"Kamu tidak ingin memberitahu Kakak kamu?" Calvin emosi.


"Kamu sibuk dan aku tidak mau mengganggu pekerjaan kamu." Clara mengusap tubuh seksi dengan susu.


Kulit putih dan mulus sangat terawat bagaikan kulit bayi begitu lembut dan kenyal.


"Maafkan aku, ada banyak kasus di kantor." Calvin menyesal karena tidak bisa menemani Clara yang baru pulang ke negara asal.


"Tak apa, aku sangat senang masih memiliki saudara seperti dirimu." Clara tersenyum.


"Apakah kamu sudah bertemu dengan Papa dan Mama?" tanya Calvin khawatir.


"Tentu saja, besok aku akan jalan-jalan dan berkeliling, jadi jika kamu tidak bisa menghubungi diriku berarti Akau sedang menikmati liburan." Clara bersemangat.


"Apa kamu mau aku temani?" tanya Calvin.


"Tidak usah, aku sedang ingin sendiri." Clara berbohong, ia akan pergi ke kawasan berbahaya, penjara penghianat.


"Benarkah?" Calvin tidak yakin.


"Aku sedang berada di bathtub." Clara mengubah panggilan telepon menjadi video call, sehingga Calvin bisa melihat wajah Clara tetapi susu menutupi seluruh tubuhnya.


"Aku tidak bisa melihat apa pun." Calvin tersenyum.


"Segeralah menikah." Clara tersenyum dan memutuskan panggilan, meletakkan ponsel di atas meja.


Clara keluar dari bathtub tanpa menggunakan apapun, tidak ada sehelai benang ditubuh, ia berjalan menuju shower untuk membersihkan susu yang melekat pada tubuhnya.


Menikmati hari sebelum bertarung yang mempertaruhkan keselamatan dan nyawa. Clara melihat bayangan dirinya di depan cermin.


"Apa aku harus memotong pendek rambut ini, agar aku mudah bergerak." Clara menyentuh rambut panjang bergelombang yang masih basah.


Sebuah handuk putih menutupi tubuh indah Clara, ia segera berganti pakaian menggunakan celana jeans panjang dan kaos putih tanpa lengan.


Ia keluar dari apartemen untuk mencari makan siang, Clara tidak pernah memasak, ia dididik sama dengan Calvin seperti seorang pria. Dapur yang ada di apartemen tidak akan terpakai.


Clara berjalan santai menuju motor dan mengendarai ke samping apartemen, sebuah restoran mewah dengan berbagai menu makanan.


Seorang pelayan wanita menyambut Clara dengan ramah, ia tahu motor yang Clara pakai adalah barang mewah dan mahal, begitu juga dengan pakai yang melekat pada tubuhnya.

__ADS_1


"Selamat siang Nona, silahkan memilih tempat duduk." Pelayan tersenyum kepada Clara.


"Terimakasih." Clara berjalan menuju bagian terdalam restoran, ia tidak mau bertemu dengan banyak orang.


Clara memiliki sebuah penyakit yang belum bisa disembuhkan yaitu tidak bisa mengingat wajah dan nama orang yang jarang ia temui. Ia hanya mengenali keluarga dan orang-orang terdekat dengan dirinya.


Clara membuka buku menu dan memesan makanan kesukaan dirinya, vegetarian dan seafood. Ia mencuci tangan menuju wastafel.


Menunggu makanan tersaji di meja, Clara menonton pertandingan gulat, perkelahian dan teknik dalam melumpuhkan lawan.


Seorang pria tampan didampingi asisten setianya berjalan menuju bagian terdalam restoran, ia tidak mau bertemu dengan para mantan dan wanita yang tergila-gila kepada dirinya.


Andreas memilih meja tepat di hadapan Clara yang tidak memperdulikan kedatangan orang lain. Jhonatan segera memilih menu yang biasa Andreas pesan Vegetarian dan seafood, menu yang sama dengan Clara.


Andreas memerhatikan wanita yang terasa tidak asing bagi dirinya, wajah yang begitu familiar, ia tersenyum wanita yang selama ini ia cari akhirnya duduk di hadapan dirinya dengan berbeda meja.


Jhonatan memperhatikan Andreas yang tersenyum sendirian dengan pandangan lurus ke depan, sehingga membuat Jhonatan penasaran pada perhatian Andreas.


Makanan Clara telah tersedia di atas mejanya, ia mengangkat satu kaki menekuk di atas kursi dan mencuci tangan, Clara makan tanpa sendok dan garpu langsung menggunakan jari-jari cantiknya.


Andreas terus memperhatikan Clara dan tersenyum, ia sangat suka dengan gaya cuek Clara tanpa memperdulikan orang disekitarnya.


Tidak seperti wanita pada umumnya yang menjaga image agar terlihat anggun dan memp eesona, tetapi sikap Clara menjadi daya tariknya tersendiri.


Jhonatan ikut memperhatikan Clara yang menyadari dirinya jadi pusat perhatian dua pria tampan tetapi ia tidak mempedulikannya dan terus menikmati makanannya.


"Tuan, silahkan menikmati." seorang pelayan membuyarkan lamunan Andreas.


"Terimakasih." Andreas tersenyum tampan membuat jantung pelayan berdetak kencang, pria itu benar-benar penuh pesona yang menggoda.


Clara telah menghabiskan makanannya, ia berjalan menuju tempat pencucian tangan, tidak ada yang perlu dirapikan karena Clara tidak menggunakan apapun pada wajah cantiknya.


Bibir merah tanpa lipstik dan wajah putih berseri tanpa makeup dan bedah, alis mata yang hitam tersusun rapi tanpa ukiran pensil dan bulu mata lentik secara alami.


Andreas beranjak dari kursi dan menyusul Clara yang berada di tempat cuci tangan dengan kamar mandi.


Clara hampir saja menabrak Andreas yang berdiri di belakang dirinya, ia tidak mengenali Andreas, ia benar-benar lupa dengan pria di depannya.


"Maaf." Clara tersenyum tipis dana akan melewati Andreas tetapi ia dihalangi oleh tubuh kekar dari pria tampan di depannya.


"Apa kamu ingin pergi begitu saja?" Andreas tersenyum.


"Aku telah meminta maaf." Clara menatap tajam kepada Andreas.


"Benarkah, minta maaf atas kesalahan yang mana?" Andreas meneliti wajah cantik Clara dan melihat tubuh seksi yang menggoda.


"Hampir menabrak anda itu saja." Clara tersenyum kecut.


"Apakah kamu tidak ingat dengan kesalahan pertama yang kamu lakukan?" Andreas mendekatkan wajahnya.


"Aku tidak mengenali anda." Clara mendorong tubuh Andreas tanpa gugup.

__ADS_1


"Kamu telah membuat diriku tidur di hotel buruk selama satu malam hanya untuk kesalahan kecil." Andreas menekan tubuh Clara Kedinding.


Clara terdiam, ia hanya berusaha mengingat wajah Andreas, penyakitnya benar-benar membuat dia kesulitan untuk mengingat pria yang ada di depannya.


"Lepaskan diriku, aku tidak mengenali anda." Mata indah Clara menatap tajam pada amta Andreas.


"Apa kamu bercanda?" Wajah Andreas semakin dekat hingga hidup mancung mereka bersentuhan, mereka berdua dapat merasakan napas hangat dari mulut masing-masing.


Jantung keduanya berdetak kencang tidak beraturan, jika restoran itu sepi maka mereka bisa mendengarkan bunyi berirama dari dada yang berguncang.


Andreas terpesona dengan kecantikan dan bibir seksi Clara yang telah lama tidak mendekati wanita, seakan bibir itu menyapa membuat cengkraman tangan Andreas melemah dan ingin mencium bibir Clara.


Sebuah tendangan lutut mendarat di perut Andreas dan siku Clara menghantam wajah pria yang ada di depannya.


Andreas terpundur beberapa langkah, ia tersenyum, wanita benar-benar bisa melemahkan dan menghancurkan pertahanan pria.


"Jangan pernah melihat muncul di hadapan ku lagi." Clara melewati Andreas tetapi kakinya di tekel hingga terjatuh ke lantai.


Andreas segera menindih tubuh Clara yang terbaring di lantai, tidak ada yang berani mendekati pergulatan Andreas dan Clara.


Tubuh kekar Andreas telah mengunci Clara dengan tangan dan kakinya, Clara menggerutu di dalam hati, ia belum pergi ke penjara penghianat tetapi seorang pria telah melumpuhkan dirinya. Clara sangat kesal.


Ia merasakan tangan dan kakinya telah kehabisan tenaga, pria di atas tubuhnya sangat terlatih, Clara berusaha mengingat Andreas.


"Apa kamu telah ingat diriku?" Bisik Andreas di telinga Clara.


"Tidak." Clara menjawab dengan santai, padahal ia berusaha menahan sakit pada tubuhnya.


"Aku Andreas pria yang akan membuat dirimu menderita." Andreas tersenyum memerhatikan bibir seksi Clara.


"Kenapa dia sangat menggoda?" Andreas berbicara pada dirinya sendiri.


"Lepaskan aku!" Clara menyerah, ia melemaskan tangannya dan tidak melawan Andreas.


Melihat Clara yang melemah, Andreas mencium bibir Clara dengan paksa membuat Clara terkejut dan mengumpat. Kekuatan kembali ia seperti wanita yang kerasukan membalikkan posisi Andreas yang di bawah dan dirinya di atas.


"Apa kamu pria gila yang bosan hidup?" Clara mengeluarkan sebilah pisau dan menancap di perut Andreas yang berusaha mengelak dan hanya memberikan goresan.


Jika Andreas tidak bergerak dengan sigap untuk mengindari tangan Clara, maka pisau itu akan menancap tepat di jantung Andreas, kematian begitu dekat.


Andreas mendorong tubuh Clara ke lantai, tatapan wanita itu penuh kebencian pada pria di depannya yang telah mengambil ciuman pertamanya.


Darah membasahi kemeja Andreas, Clara segera berlari meninggalkan tempat itu dan membayar makanannya. Ia kembali ke apartemen.


Andreas tersenyum, ia beranjak dari lantai dan melihat luka pada perutnya mengambil tisu untuk membersihkan darah.


***


Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih.


Baca juga Novel Author berjudul “Cinta Untuk Dokter Nisa” dan "Mengejar Cinta Ariel"

__ADS_1


Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.


__ADS_2