
Hans galau, gimana caranya ia membatalkan rencana makan malam Anna, Ia mondar-mandir di dalam ruangan kayak setrikaan.
Juanda ikut pusing melihat Bosnya. Namun tak berani bertanya.
Pintu ruangan Hans di ketuk, Juanda beranjak dan membuka pintu. Hengky masuk. Juanda tahu Hengky adalah Anak dari Tuan Hendrick yang hanya numpang nyari pengalaman kerja.
Hans melihat Hengky dengan tatapan tajam penuh dengan kecurigaan.
" Maaf mengganggu " Hengky mendekati Hans dan menyerahkan surat pengunduran diri.
" Apa ini ?" tanya Hans
" Surat pengunduran diri, terimakasih telah memberi kesempatan kepada ku " jelas Hengky dan berjabat tangan dengan Hans
" kenapa kamu mengundurkan diri " tanya Juanda
" Papaku yang memintanya, terimakasih " Hengky menjabat tangan Juanda
" Aku permisi " Hengky keluar dari ruangan Hans
" Mungkin Hengky akan membangun perusahaan Ayahnya " Juanda kembali ke kursinya.
Hans duduk di sofa panjang miliknya.
" Panggilkan Anna !" Perintah Hans
" Anna sudah izin pergi bersama Jenifer " jelas Juanda yang heran, Karena yang memberikan izin Hans sendiri
" kemana mereka pergi?" tanya Hans lagi
" Tuan , apa Anda lupa Anna hanya bekerja 3 kali dalam seminggu, itupun ia pergi ke tempat pembangunan " jelas Juanda
Hans merasa kesal tapi tak tahu apa yang membuatnya kesal. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal hingga membuat rambut yang rapi dan klimis menjadi berantakan.
" Ayo kita cari makan ke depan " Hans berjalan keluar ruangan.
" tunggu Bos, rapikan rambutmu" tahan Juanda dan Hans merapikan rambutnya dengan jarinya. Wajah tampan dan dewasa.
***
Jenifer dan Anna, pergi jalan-jalan ke mall. Anna mau mentraktir Jenifer dari uang kontrak yang ia dapatkan. Anna mengajak Jenifer berbelanja. Mereka berdua keluar masuk Butik, sangat bahagia, pilih - pilih baju, sepatu dan tas tapi belum ada yang mereka beli.
Lelah berkeliling tanpa hasil, mereka menuju kafe yang berada di dalam mall.
Anna dan Jenifer memesan cemilan dan minuman.
" Kak Jeni, Hengky mengundangku makan malam" Anna membuka percakapan
" benarkah, dia udah punya keberanian" Jenifer tertawa
" Hengky sudah sering mengundangku makan malam, tapi aku selalu menolak" Anna menundukkan
" kamu jadi cewek beneran sadis, kamu kapan mau membuka hati untuk para pria " Jenifer menatap Anna
" pintu hatiku terbuka lebar untuk semua pria " Anna tersenyum
" benarkah" suara seorang pria terdengar dari belakang Anna
" Hengky " Anna berucap pelan dan tersenyum malu, sedangkan telah Jenifer tertawa terbahak-bahak.
Hengky duduk di samping Jenifer agar ia berhadapan dengan Anna.
" Boleh aku duduk " tanya Hengky
"Tentu saja " jawab Anna
" Anna, aku hanya mau memastikan untuk Makan malam bersama keluarga ku, apa aku bisa menjemputmu ? " Hengky menatap Anna
" tentu saja, aku akan menunggu di rumah" Anna tersenyum
" kami sedangkan mencari gaun untuk Anna" Jelas Jenifer dan mendapatkan pelototan dari Anna
" Aku sudah mempersiapkan untuk kamu" Hengky memberikan sebuah paper bag berisi kotak
" Apa ini ?" tanya Nisa
" Gaun, jika kamu menyukainya kalau bisa memakainya tapi jika kamu tidak suka tidak usah dipakai " Hengky tersenyum tulus
" terimakasih" Anna menerima paper bag
__ADS_1
" Aku pamit dulu, kalian lanjutkan, aku jemput pukul 7" Hengky berjalan meninggalkan Jenifer dan Anna.
" waaah, so sweet banget" Jenifer mencubit pipi Anna
" apaan sih" Anna melihat paper bag dan mengeluarkan sebuah kotak cantik berwarna pink dan pita putih di atasnya. Anna mengintip ke dalam, sebuah gaun berwarna biru muda dan renda putih menghiasi bagian dada berbentuk pita.
" Sini kulihat" Jenifer mengambil kotak dari tangan Anna
" Wow, cantik banget, ini gaun Desainer terkenal yang limited edition " Jenifer mengeluarkan gaun dari kontak , semua pengunjung yang dekat dengan mereka menoleh melihat Jenifer yang berteriak.
" Diamlah, semua menatap dirimu" Anna meminum jus buah segar
" Anna, kamu sangat beruntung, Gaun ini pasti sudah di pesan beberapa bulan yang lalu" Jenifer memasukkan kembali Gaun ke dalam kotak.
" ini rancangan Riana Emilia " lanjut Jenifer yang membuat Anna tersedak hingga matanya berair.
" hei, minum pelan - pelan " Jenifer memberikan air mineral yang terletak di atas meja
Anna kembali menatap Gaun di dalam kotak yang belum ditutup oleh Jenifer.
Gaun Rancangan ibunya, yang terkenal di seluruh dunia tapi Anna tidak mengenalnya.
Anna tersenyum bahagia, hingga tanpa sadar ia meneteskan air matanya.
" Anna apa kamu tak apa ?" Jenifer heran melihat Anna
" tak apa , mataku kemasukan debu " Anna mengusap matanya dan menghabiskan jus buah.
Anna menutup rapi kotak gaun dan memasukkan kembali ke dalam paper bag.
"Ayo kita lanjutkan shopping " Anna beranjak dari kursi menuju kasir dan membayar makanan dan minuman mereka.
Mereka membeli gaun pesta, sepatu dan tas, masing-masing satu set. Jenifer juga membeli perlengkapan wajah dengan merek terkenal untuk mendandani Anna.
Jenifer ikut kerumah Anna, ia akan membuat Anna menjadi wanita paling cantik di dunia.
Jenifer hanya perlu memberikan polesan dan make Up ringan pada wajah Anna yang memang sudah sempurna.
***
Anna memberitahu Kakek bahwa ia akan makan malam di rumah temannya. Bik Yani yang akan menemani kakek hingga Anna kembali.
" Ya Tuhan, kamu diciptakan begitu sempurna" Jenifer memandang kagum wajah Anna
" kamu tidak membuat aku seperti basut kan?" Anna belum melihat wajahnya, Jenifer sengaja merias Anna dengan membelakangi cermin
"Lihatlah" Jenifer memutar kursi Anna
" Wow, kamu benar-benar bisa jadi perias " Puji Anna
" itu karena kamu memang cantik " Jenifer merapikan rambut Anna, ia membuat sanggul dan diberikan hiasan melingkar seperti berlian berwarna Biru senada dengan gaun yang Anna kenakan, Jenifer membiarkan beberapa helai rambut tetap tergerai jatuh di atas bahu Anna yang terbuka.
Anna sangat cantik, bagaikan seorang putri kerajaan, gaun biru berkilau dengan renda putih di bagian dada dan bawah yang panjang sebatas lutut membentuk tubuh Anna yang sangat sempurna.
Jenifer memberikan tas tangan berkelap-kelip ketika terkena cahaya berwarna putih berlian. sepatu high heels biru langit.
" Kamu sudah siap " Jenifer memandang kagum kepada Anna
" jika aku seorang pria, aku sudah tergila-gila Kepada" Jenifer memutar tubuh Anna
Terdengar ketukan pintu kamar Anna, Jenifer berjalan menuju pintu dan membukanya.
" Maaf Non ada tamu " Bi Yani memberitahu Jenifer tak berani melihat ke dalam.
" iya bik, Anna akan segera Turun" ucap Jenifer dan ni Yani kembali turun ke ruang tengah
" turunlah pangeran kamu sudah datang " Jenifer tersenyum ke arah Anna yang berjalan menuju Jenifer dan menuruni tangga.
Hengky sedang berbicara dengan kakek, pembicaraan terhenti ketika mereka mendengar langkah sepatu menuruni tangga.
Hengky terdiam melihat seorang wanita berjalan mendekatinya dengan Gaun yang ia belikan, berkilau sangat cantik.
" Hai " Anna membuyarkan lamunan Hengky
" ya sangat cantik" Hengky tersenyum lebar. Ini pertama kalinya Hengky melihat Anna menggunakan gaun dan sepatu heels, sungguh luar biasa dia adalah wanita yang sangat sempurna.
Hengky dan Anna pamit, begitu juga dengan Jenifer yang akan pulang ke rumahnya.
Hengky dan Anna masuk ke mobil, Hengky terus mencuri pandang menatap wajah Anna. Tidak ada kepuasan bagaikan kehausan di Padang pasir.
__ADS_1
Mobil Hengky memasuki perkarangan rumah.
" tunggu" Hengky menahan tangan Anna yang akan membuka pintu, dan keluar dengan cepat dari pengemudi, ia memutari mobil dan membuka pintu untuk Anna.
" terimakasih" Anna tersenyum
Mereka berjalan bersama menuju pintu yang telah terbuka lebar.
Hengky memegang tangan Anna menuju ruang makan.
Mama Lusiana membawa kopi untuk papa Hendrick
" malam ma" sapa Hengky kepada Namanya
" brak " nampan berisi kopi jatuh dan gelas kopi pecah
Semua orang melihat ke arah Mama Lusiana yang terpaku melihat Anna.
Hengky berlari mendekati Mama
" Mama kenapa ? Harry menarik mama menjauhi pecahan gelas.
Pelayan segera datang membersihkan pecahan dan bekas tumpahan kopi.
Anna terdiam, berdiri di tempatnya sendirian, ia merasakan tatapan aneh dari Mama Hengky.
Hendrick yang tadi berada di ruang baca berjalan menuju ruang makan.
" Ada Apa " tanya Hendrick
" tak apa " jawab Mama Lusiana
" Ma pa, perkenalan Anna " Hengky menarik tangan Anna mendekati kedua orang tuanya dan Harry
" Riana " suara Hendrick tak terdengar orang lain, ia berjalan mendekati Anna menyentuh kedua pipi Anna dengan kedua tangannya.
Lusiana terdiam, Hengky dan Harry menatap heran kepada papa Hendrick.
" Selamat malam Om, saya Anna Mariana " Anna kaget dan menundukkan kepalanya ketika Hendrick melepaskan tangannya.
" Berapa umur kamu " tanya Hendrick tanpa memperdulikan anak dan istrinya.
" 24 tahun " jawab Anna tenang.
" Pa, Ayo kita makan malam " Hengky menarik tangan Anna menuju Meja makan ia mulai khawatir dengan sikap papa , ia menarik kursi untuk Anna.
Semua keluarga telah duduk di kursi masing-masing.
Anna tak nyaman dengan tatapan papa Hendrick, begitu juga dengan Hengky, ia heran kenapa Papa menatap Anna seperti itu.
" Kamu sangat mirip seseorang yang saya kenal " ucap Hendrick
Anna hanya tersenyum merasa tak nyaman sejak kedatangannya. Lirikan Lusiana menyelidiki Anna. Harry ikut memperhatikan.
Makan malam selesai, mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Apakah kamu kekasih Hengky ? " tanya Hendrick
" Pa, kami hanya teman kuliah dan kerja " Hengky tak nyaman dengan pertanyaan Papanya
Mereka melewati malam dengan obrolan ringan menanyakan tentang kuliah dan pekerjaan Anna.
Hengky membanggakan Prestasi Anna di hadapan keluarganya.
Harry menatap Anna, ia sangat kagum dengan kecantikan Anna. Ia merasa senang mendengarkan Hengky dan Anna hanya teman, berarti ia tidak merebut kekasih adiknya.
Banyak pertanyaan yang ingin Hendrick tanyakan kepada Anna tapi tak mungkin ia tanyakan di hadapan anak dan istrinya.
Ia penasaran dengan orang tua Anna, tidak mungkin wajah mereka begitu mirip jika Tidak ada hubungan darah. Apa yang Hendrick pikirkan sama dengan yang ada dalam benak Lusiana.
Hengky mengantarkan Anna pulang. Mereka hanya terdiam merasakan kegelisahan tentang makan malam dan pertemuan pertama yang tak terduga.
😍 Thanks for Reading 😊
Dukung terus Author dengan komentar, like dan Vote Terimakasih 😍
Baca juga Karya Author yang lainnya
♥️ Love You Readers 💓
__ADS_1