Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Anna


__ADS_3

Anna dan Hans telah menyelesaikan makan malam mereka, dan berjalan bersama menuju depan hotel.


Mereka duduk berdua di kursi taman, Anna memeluk pinggang Hans dan merenbahkan kepalanya di lengan Hans.


"Anna Apa kamu mencintaiku?" tanya Hans mencium dahi Anna.


"Ya, Aku mencintai dirimu." jawab Anna dan tersenyum.


Seorang wanita berjalan mendekati Anna dan Hans yang sedang menikmati pemandangan malam hari di langit Jepang.


"Selamat malam Nona Anna." sapa Eiko.


"Malam." Anna melepaskan pelukannya.


"Anda siapa? tanya Hans curiga


"Perkenalkan saya Eiko, putri dari Tuan Ichiro." Eiko tersenyum dan mengangguk.


"Apa, dia putri Mafia Jepang." gumam Hans.


"Bagaimana kamu bisa mengenal Anna?" Hans menarik tangan Anna dan berdiri.


"Siapa yang tidak mengenali kekasih Andreas." Eiko menyentuh dagu Anna.


"Anna adalah Istriku." Hans memeluk Anna.


"Hah, bagus sekali." Eiko bertepuk tangan.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Hans.


"Aku menginginkan kematian Anna." Eiko tersenyum.


"Apa kamu sudah gila, apa kesalahan Anna kepada dirimu?" tanya Hans dan tetap memeluk Anna.


"Karena Dia telah membuat Andreas tergila-gila kepada dirinya." Eiko memerhatikan Anna dari atas hingga ke bawah.


Sebagai seorang wanita, ia cukup mengagumi kecantikan dan postur tubuh Anna.


"Dengar Nona Eiko, Aku sudah menikah, dan Aku tidak ada hubungan apapun dengan Andreas." Anna menarik tangan Hans untuk masuk ke dalam hotel.


"Tunggu dulu, Nona Anna." Eiko menarik tangan Anna.


"Lepaskan." Hans menarik Anna.


Dua orang bodyguard menarik Hans dan mengarahkan pistol.


"Jepang adalah wilayah kekuasaan diriku, hotel ini milikku." Eiko menyentuh pipi Anna.


"Jangan sentuh Anna." Hans berteriak.


Seorang bodyguard memukul bagian belakang leher Hans hingga Hans pingsan.


"Tidak, jangan sakiti Hans." Anna berlari dan memeluk Hans yang tidak sadarkan diri.


"Anna, sebaiknya kamu ikut dengan aku!" Eiko mencengkram dagu Anna.


"Pastikan Hans baik - baik saja." air mata Anna mengalir ia memeluk Hans.


"Tentu saja, Aku tidak akan menyakiti suamimu." Eiko tersenyum.


"Bolehkah aku mengantarkan Hans ke kamar kami." Anna sangat mengkhawatirkan Hans.


"Jika kamu menurut aku tidak akan menyakiti dirinya." Eiko tersenyum puas.


Hans di bawa oleh dua orang bodyguard dan Anna mengikuti merek ke kamar.


Restoran sudah sepi, semua orang di paksakan masuk ke kamar masing-masing.


Hans dibaringkan di atas tempat tidur, Anna menyelimuti tubuh Hans, mencium dahi dan bibir Hans.


"Aku mohon jangan sakiti Hans." Anna melihat ke arah Eiko.


"Tidak akan." Eiko tersenyum dan asisten Eiko memasang Borgol di kedua tangan Anna.


Anna tidak tahu dunia Mafia itu sangat kerjam, tidak ada kejujuran dan belas kasih.


Anna mengikuti Eiko masuk ke dalam mobil dengan suka rela demi keselamatan Hans.


Ia tidak tahu seseorang masih berada di hotel untuk menghabisi Hans.


Mobil Eiko telah menjauh dari hotel, Hans telah sadarkan diri, seorang berdiri di depannya dan mengarahkan pistol.


Hans beranjak dari tempat tidur dan sebuah tembakan mengenai dadanya.


Terjadi perkelahian Hans dengan pembunuh yang Eiko kirimkan.


Hans berhasil merebut pistol dan menembak pembunuh berkali-kali hingga tidak bernyawa.

__ADS_1


"Aaarg." Hans kesal ia bahkan tidak bisa merasakan sakit di dadanya karena kehilangan Anna jauh lebih menyakitkan.


Rena berlari ke kamar Hans, ia terkejut melihat lantai kamar yang telah berwarna merah.


Seorang pria terbujur kaku dan Hans yang juga terluka.


"Hans, apa yang terjadi?" Rena kebingungan.


Yang ia tahu Andreas tidak jadi datang ke Jepang tetapi ia melihat Hans terluka.


"Anna, Annnaaaaa." Hans berteriak, darah segar terus mengalir dari dada Hans.


"Hans kamu terluka." Rena khawatir,.ia segera membawa Hans keluar dari kamar dan menuju mobilnya.


Kesadaran Hans hampir hilang karena ia kehilangan banyak darah.


Rena memacu mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Hotel tiba - tiba sepi tidak ada yang berani keluar dari kamar mereka.


Beberapa orang masuk ke dalam kamar Hans dan membersihkan kekacauan.


Rena sangat Khawatir, yang ada di benaknya semua itu dilakukan oleh Andreas.


Hans masuk ruang operasi, tim dokter harus mengeluarkan peluru yang bersarang di dada Hans dan untungnya tidak mengenai jantung Hans.


Rena segera menghubungi Andreas, ia ingin memarahi Andreas yang telah menyakiti Hans dan membuat Hans dalam bahaya yang hampir merenggut nyawanya.


Andreas berbaring di atas tempat tidurnya, ia tidak bisa tidur pikirannya hanya tertuju kepada Anna.


Ponsel Andreas berdering, ia melihat nama Rena muncul di layar ponselnya.


"Ada apa?" tanya Andreas menerima panggilan.


"Kamu jahat Andreas, kenapa kamu harus membunuh Hans?" Rena berteriak di ponsel hingga Andreas menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Apa maksud kamu?" tanya Andreas heran.


"Kamu telah mendapatkan Anna tetapi kenapa kami masih mau membunuh Hans." Rena menangis.


"Apa kamu sudah Gila, aku belum sampai di Jepang." teriak Andreas.


"Lalu, siapa yang menculik Anna dan mau membunuh Hans?" Rena kebingungan.


"Apa, Anna diculik?" Andreas berteriak.


"Oh Shit Eiko." Andreas mengambil jas miliknya dan berlari keluar dari kamar hotel terdekat dari bandara.


"Jhonatan, lakukan penerbangan sekarang!" perintah Andreas.


"Tapi Tuan." Jhonatan terdiam.


"Anna diculik Eiko." tegas Andreas.


Jhonatan segera menuju pusat informasi, dan Jet pribadi bisa melakukan penebangan.


Namun Andreas tetap membutuhkan waktu untuk bisa sampai di Jepang.


Ia bahkan tidak bisa menggunakan ponsel selama penerbangan.


Andreas sangat khawatir dengan Anna, ia sangat mengenal Eiko.


"Tuan, sebaiknya Anda Istirahat." ucap Jhonatan.


"Apa kamu pikir aku bisa beristirahat?" Andreas berteriak kepada Jhonatan.


"Ini demi Nona Anna, jika anda kelelahan dan tidak bertenaga bagaimana anda bisa menyelamatkan Nona Anna." tegas Jhonatan.


"Aaarrrrgg, kenapa ia harus ke Jepang?" Andreas berteriak.


Jhonatan memberikan obat untuk Andreas akan ia bisa tidur dengan tenang dan bangun dengan kondisi tubuh yang segar.


Andreas tertidur dengan nyenyak napasnya teratur.


***


Mobil Eiko berhenti tidak jauh dari hotel, sebuah villa cantik dan unik yang telah lama tidak digunakan.


Eiko menarik tangan Anna keluar dari mobilnya.


"Apa yang kamu inginkan dariku, aku tidak pernah mencintai Andreas." tegas Anna menarik tangannya dari genggaman Eiko.


"Tetapi Andreas mencintai kamu dengan gilanya." Eiko menyentuh dagu Anna.


"Aku sudah menikah, dan Aku terus lari dari Andreas, aku hanya mau menikmati kebersamaan dengan suamiku." Anna mundur dari Eiko.


"Apa kamu pikir Andreas akan melepaskan dirimu?" Eiko tersenyum dan menarik tangan Anna secara paksa.

__ADS_1


"Lepaskan aku." Anna menolak Eiko sehingga membuat Eiko marah.


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Anna memberikan bekas merah dan rasa yang sangat pedih.


Asisten Eiko menampar Anna hingga terjatuh ke tanah. Eiko mencekam leher Anna.


Bibir Anna pecah dan mengeluarkan darah, seorang Assisten terlatih memiliki tenaga yang luar biasa.


"Kamu terlahir terlalu sempurna." Tatapan benci berkilau di mata Eiko.


"Bawa dia masuk!" perintah Eiko.


Assisten Eiko menarik Anna dengan paksa, mendorong tubuh Anna jatuh di tempat tidur.


Anna kesulitnan untuk mengimbangi tubuhnya karena tangan yang diborgol di depan.


Asisten Eiko mengikat borgol Anna pada tiang kamar.


Tubuh Anna bersender di tiang dan tangannya di ikat ke atas.


"Tinggal aku dengan wanita manis ini!" perintah Eiko.


Semua keluar dari kamar, hanya tinggal Eiko dan Anna.


"Aku sangat membenci wanita yang merebut sesuatu yang aku sukai." Eiko memperhatikan Anna.


"Aku tidak merebut apa pun dari kamu," tegas Anna.


"Kamu merebut hati The King of Andreas, dia adalah King, pria yang sangat dicintai oleh banyak wanita." Eiko tersenyum.


"Apa, King?" Anna berusaha mengingat sesuatu.


"Ya, King sang penakluk wanita." Eiko mencengkram pipi Anna.


"Kamu memang sangat cantik dan manis, aku akui itu." Eiko membuka kancing kemeja Anna.


"Apa yang kamu lakukan?" Anna merasa ngeri.


"Apakah Andreas sudah pernah menyentuh dirimu?' Eiko meraba tubuh Anna.


"Tidak, dia tidak pernah menyentuh ku." Anna berusaha menghindari tangan Eiko.


"Wow, bentuk yang Indah, suamimu sangat beruntung, wajar saja Andreas tergila-gila kepada dirimu." Eiko mengambil pisau buah yang tergeletak di atas meja.


"Warna kulit yang eksotis halus dan mulus, bentuk tubuh yang proporsional, aku benci wanita yang begitu sempurna." Eiko memainkan pisau di wajah Anna.


"Kenapa aku harus berurusan dengan wanita gila ini?" Anna berbicara dalam hatinya.


"Kebahagiaan ku benar-benar sangat singkat." air mata Anna mengalir, baru saja ia merasakan cinta sama kebahagiaan bersama Hans.


Kancing kemeja Anna terbuka menampilkan pakaian dalam dan tubuh yang Indah.


"Aku akan menghancurkan wajah cantik dan tubuh indah ini." Eiko tertawa dan Anna mulai ketakutan.


"Nona Eiko, bisakah kamu melepaskan diriku, Aku tidak bersalah kepada dirimu." ucap Anna, tangan Anna mulai kelelahan.


"Kesalahan kamu sangat besar sayang, membuat pria yang aku cintai jatuh cinta kepada dirimu." Eiko menggores wajah Anna dengan ujung pisaunya.


Anna memejamkan matanya dan meringis merasakan perih di wajahnya.


"Jangan menangis Sayang, apa kamu tidak tahu Andreas adalah bos Mafia dengan nama King." Eiko mengusap air mata Anna.


Luka di pipi Anna semakin perih karena terkena air matanya.


"Ah, tidak menyenangkan." Eiko mengambil sebuah cambuk dan ia mencambuk tubuh Anna.


Anna mengunci bibirnya, agar ia tidak berteriak, karena ia tahu Eiko ingin mendengarkan teriakan Anna.


"Kamu wanita yang sangat kuat dan keras kepala." Eiko meninggalkan Anna sendirian tergantung di tiang kamar.


Air mata Anna mengalir membasahi wajahnya.


"Kapan aku akan merasakan kebahagiaan?" Anna berbicara sendiri.


Seluruh tubuh Anna sakit, ia kehausan dan kelelahan dibiarkan berdiri hingga pagi hari.


Wajah cantik Anna terlihat pucat, bibir merahnya telah menjadi putih.


Siapa yang akan menyelamatkan Anna?


****


Semoga Suka, Mohon Dukungan dengan Like, Komentar, Vote, dan Bintang 5 😘 Terimakasih.


Baca juga "Putih Abu - Abu (Sohibul Iksan)" dan "Cinta Bersemi di ujung Musim (Fitri Rahayu)"


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


Terimakasih yang sudah memberikan Tips, Vote, Like dan Komentar 😘


__ADS_2