Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Keluarga Besar


__ADS_3

Hendrick dan keluarga telah sampai di rumah utama orang tua Hendrick.


Mobil telah di terparkir pada tempatnya, Hendricks mengandeng mesra tangan Riana.


Hans menggandeng tangan Anna.


Semua telah berkumpul di ruang tamu.


Tuan Hadson dan Nyonya Elisa orang tua dari Hendrick, Lusiana, Harry , Hengky, Diego adik dari Hendrick, Jane istri Diego, Bryan dan Adams putra dari Diego.


Semua mata tertuju pada Anna dan Riana, dua wanita cantik yang tidak tertandingi.


Harry, Hengky dan Lusiana sangat terkejut.


" Selamat Malam semuanya" Hendrick memeluk dan mencium Jane. Sejak menikah dengan Lusiana Hendrick hampir tidak pernah kembali ke rumah utama karena ia membenci perjodohan dan pernikahan terpaksa yang ia lakukan dengan Lusiana.


" Sayang Mami sangat merindukan dirimu" Elisa mencium dahi putra sulungnya.


" Mami, Papi dan semuanya ini adalah Riana, satu - satunya wanita yang aku cintai dan ditambah satu lagi wanita yang juga aku cintai Putriku Hana Mariana" Hendrick menggandeng dua orang wanita yang sangat cantik.


" Apa ? Anna adalah adikku?" Ucap Harry" melihat ke Anna.


Anna melihat Hengky.


" Kenapa ia tidak kaget " pikir Anna, Hengky berjalan mendekati Anna.


" Hai, senang satu keluarga dengan dirimu tapi kit bukan saudara" Hengky tersenyum.


Hans memperhatikan keluarga besar Hendrick.


" Anna adalah satu - satunya cucu perempuan" pikir Hans


Mama Jane mendekati Anna,


" Cucuku sangat cantik " Elisa memeluk Anna yang masih terdiam.


Jane berlari mendekati Riana.


" Apakah kamu Riana Emilia?" Jane menggenggam tangan Riana yang mengangguk bingung.


" Oh God, aku sangat-sangat mengagumi dirimu, aku kesulitan mendapatkan koleksi desain milikmu" Jane heboh.


Lusiana hanya terdiam, tidak ada yang dapat ia banggakan, menikah dengan Hendrick karena ia meminta kepada orang tuanya untuk menjodohkan Hendrick dengan dirinya dengan paksaan.


Hidup kaya hanya mengandalkan harta orang tua, berbeda dengan Riana wanita cerdas dan mampu berdiri di atas puncak kesuksesan tanpa bantuan orang tua.

__ADS_1


Bryan dan Adams memperhatikan Anna.


" Dia terlalu cantik di jadikan saudara" bisik Bryan pada Adam.


"Yes, lebih baik di jadikan kekasih" dua bersaudara tertawa bersama.


" Apa yang kalian tertawakan" Diego memerhatikan dua putra.


" Tak ada " Adam segera mendekati Anna.


" Hai, kamu akan menjadi Kakak atau adik?" Adam menatap Anna.


" Entahlah" jawab Anna.


Hadson memperhatikan Anna dan Riana.


" Perhatikan semuanya" Tuan Hadson bersuara.


" Riana adalah menantu sah keluarga Hadson dan Anna adalah cucu sah dari Hadson, satu - satunya cucu perempuan dalam keluarga Hadson" jelas Hadson.


" Pi, kenalkan Hans, calon menantu keluarga Hadson " Hendrick menarik tangan Hans mendekat.


Harry dan Hengky sangat terkejut.


" Apa Calon suami, sejak kapan?" Hengky berjalan mendekati Anna dan menarik tangannya.


" Anna, Jelaskan padaku, Aku telah menunggu kamu begitu lama " Hengky menatap Anna.


" Aku pikir kita saudara" Anna menutup mulutnya.


" Aku bukan anak Papa Hendrick" tegas Hengky.


Harry mendekat.


" Anna kamu adalah adikku, apa boleh aku memelukmu" Harry memeluk Anna.


" Dan kalian berdua, jangan membuat keributan di sini " Harry menarik tangan Anna berjalan mendekati Diego.


" Dia adalah adik Papa Hendrick, Om Diego" Ucap Harry, Anna memberi salam dan hormat.


" Berapa umurmu? " Tanya Bryan


" 25 tahun" Jawab Anna dan tersenyum.


" Wow, usia kita sama" Adam merangkul bahu Anna.

__ADS_1


Semua keluarga berkenalan dan bercengkrama, hanya Lusiana yang tidak menikmati pertemuan keluarga ini.


Harry melihat sedih Mamanya, namun semua tahu Lusiana menikah dengan Papa Hendrick tanpa ada rasa cinta dari Hendrick.


Jane tidak ingin jauh dari Riana. Elisa selalu memeluk Anna. Hendrick bercengkrama dengan Diego dan Papi Hadson.


Harry menjadi penengah di antara Hengky dan Hans.


Adam dan Bryan mengganggu Anna dan Oma.


***


Andreas memanggil Jhonatan , ia mau menyelidiki orang yang ingin mencelakai Anna.


" Tuan Yuda , ayah dari nona Rena" ucap Jhonatan.


" Kenapa ia ingin menculik Anna?" tanya Andreas.


" Nona Rena cemburu kepada Anna" jelas Jhonatan.


" ooh, Rena menginginkan Hans" Andreas tersenyum.


" Sepertinya begitu Tuan" ucap Jhonatan.


" Culik Rena dan kurung di kamar gelap selama satu hari !" perintah Andreas


" Baik Tuan " Jhonatan segera menghubungi anak buahnya dan mengirimkan foto Rena.


" Kemana Anna hari ini?" tanya Andreas


" Mereka berkunjung ke rumah Tuan Hadson orang tua dari Tuan Hendrick" jelas Jhonatan.


" Bagaimana Anna bisa menjadi anak dari Tuan Hendrick?" tanya Andreas bingung.


Jhonatan menjelaskan Perjalanan cinta Hendrick dan Riana, hingga lahirlah Anna yang tumbuh besar tanpa kasih sayang orang tuanya.


" Dia bisa menjadi wanita yang tenang walaupun hidup dalam kesedihan" ucap Andreas.


" Apakah anda benar-benar jatuh cinta kepada Anna Tuan?" tanya Jhonatan polos.


" Jika akut tidak mencintainya, mana mungkin aku menikmati ciuman dengan Anna bahkan aku merasa ketagihan " ucap Andreas menyentuh bibirnya.


" Apa yang akan anda lakukan? Nona Anna telah memilih Hans?" tanya Jhonatan lagi.


" Entahlah, sepertinya Anna sedang bingung, aku kasihan padanya.

__ADS_1


Jhonatan memperhatikan Andreas, ia bingung sejak kapan Andreas ada rasa kasihan kepada wanita?


__ADS_2