
Pernikahan Anna dan Andreas di batalkan tanpa alasan jelas.
Andreas dan Jhonatan masih terus mencari Anna, tetapi belum ada tanda-tanda keberadaan Anna.
Andreas menghabiskan waktunya di ruang komputer.
Ponselnya berdering, panggilan dari Laura.
"Ada apa?" tanya Andreas malas.
"Kamu dimana? Tuan Ichiro dan putrinya telah berada di hotel dan mereka menunggu kedatangan dirimu." tegas Laura.
"Oh Shit." Andreas mengusap kasar wajahnya.
"Jangan katakan kamu melupakan mereka." ucap Laura.
"Ya aku melupakan semuanya kecuali Anna." Bentak Andreas.
Panggilan terputus, Andreas segera beranjak dari kursinya, merapikan diri dan berjalan menuju lift yang akan mengantarkan dirinya ke parkiran mobil miliknya diikuti Jhonatan.
"Kenapa orang Jepang itu harus datang sekarang?" kesal Andreas.
Jhonatan hanya diam, ia tahu Andreas tidak membutuhkan jawaban.
Tentu saja Tuan Ichiro datang atas permintaan nona Eiko yang mendengarkan berita pertunangan Andreas dengan Anna.
"Kita ke Hotel Green." ucap Andreas.
"Baik Tuan." Jhonatan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju hotel Green.
"Tuan, saya mendapatkan pergerakan Hans tetapi tidak tahu kemana, ia hilang tiba - tiba." ucap Jhonatan.
"Maksud kamu?" tanya Andreas.
"Sepertinya, dia melakukan penyamaran ketika keluar." ucap Jhonatan.
"Aku yakin Hans menyembunyikan Anna, Akan aku hancurkan dirimu Hans." Andreas mengepalkan tangannya.
"Aku selalu mendukung Anda Tuan, walaupun aku tahu cara Anda salah dalam mencintai." Jhonatan berbicara dalam hatinya.
"Tuan, Apa aku boleh bertindak sendiri?" tanya Jhonatan.
"Tentu saja, lakukan sesukamu, biarkan Laura yang bertanggung jawab atas perusahaan." Ucap Andreas menyederkan tubuhnya.
Andreas sangat mempercayai Jhonatan, semua yang Jhonatan lakukan untuk kebaikan Andreas.
Mobil Andreas telah memasuki parkiran hotel, Tuan Ichiro dan putrinya Eiko telah menunggu di ruangan khusus yang telah Laura siapkan.
"Papa kenapa Andreas lama sekali." suara manja Eiko.
"Sabarlah." ucap tuan Ichiro.
Pintu terbuka, Andreas pria menggoda berdiri dengan gagah di depan pintu.
Eiko segera berlari ke pelukan Andreas.
"Haloo Darling." Eiko bergelayut di leher Andreas yang mengeras.
Andreas hanya bisa terdiam, Tuan Ichiro adalah rekan bisnis Dunia Mafia Andreas.
Eiko sangat tergila-gila dengan Andreas, wajah tampan tubuh kekar berotot dan sangat seksi.
Jari - jari indah Eiko mengelus leher Andreas yang keras.
"Selamat datang Eiko." Andreas tersenyum paksa.
"Darling, kenapa kamu bertunangan dengan gadis lain, malam ini aku mau menginap di rumah kamu." Eiko membaringkan kepalanya di dada bidang Andreas.
"Eiko, Papa mau berbicara dengan Andreas." ucap Tuan Ichiro.
"Ah baiklah." wanita Jepang dengan pakaian seksi akhirnya melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Jhonatan memperhatikan Eiko yang sangat genit berbeda dengan Anna.
Andreas selalu mengambil paksa sentuhan dan ciuman dari Anna.
Perlawanan Anna adalah daya tarik tersendiri bagi Andreas.
Andreas berbicara dengan Tuan Ichiro membicarakan bisnis hitam mereka, Club malam telah di tutup karena laporan Hans tetapi mereka tidak tahu Hans yang melakukannya.
Pembicaraan diakhiri dengan makan siang bersama.
Andreas dan Jhonatan tidak sabar lagi untuk meninggalkan Eiko dan Tuan Ichiro.
Mereka mau mengetahui perjalanan Hans pada hari ini yang menghilang tiba-tiba.
"Darling, bolehkah aku ikut dengan dirimu, aku mau melihat wanita beruntung yang menjadi teman tidur kamu." Eiko memeluk Andreas dari belakang.
"Maaf Nona Eiko, Tuan muda harus melakukan pertemuan dengan perusahaan Arsitektur." Ucap Jhonatan.
"Ya, maafkan aku." ucap Andreas.
"Baiklah, datanglah ke kamarku, ketika kamu sedang bebas." Eiko melepaskan pelukannya.
Tuan Ichiro tersenyum melihat tingkah Eiko yang sangat mencintai Andreas.
Andreas dan Jhonatan pamit, meninggalkan restoran.
Mereka berdua masuk ke mobil dengan tergesa-gesa.
"Apa yang kamu dapatkan?" tanya Andreas.
"Hans baru saja kembali, tapi tidak tahu dari mana, ia berpakaian santai." ucap Jhonatan.
"Ah, Aku terlalu meremehkan Hans yang hidupnya terlihat datar saja." kesal Andreas.
"Aku kira ia telah menyerah untuk mendapatkan Anna." Andreas mengepalkan tangannya.
"Tuan, kita harus putar balik, mobil Hans searah dengan kita." Jhonatan segera memutar balik mobilnya dengan lincah.
Hans masih dengan pakai casual, ia duduk sendirian di kursi penumpang bagian belakang, dua orang bodyguard duduk di depan.
Senyuman bahagia terlihat jelas di wajah Hans, berulang kali ia menyentuh bibirnya.
Membayangkan wajah Anna dan pelukannya, Hans senyum - senyum sendiri di belakang.
Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arah mobil Hans, sopir segera menghentikan mobil agar tidak terjadi tabrakan.
Mobil dari arah berlawanan berhenti tepat di depan mobil Hans.
"Ada apa?" tanya Hans karena mobil berhenti mendadak.
Dua orang bodyguard hanya terdiam, mereka melihat Andreas keluar dari mobil.
"Ah, Aku bertemu dengan rekan kerja yang menjadi musuh." Hans keluar dari mobil.
"Aku tidak akan menang bertarung melawan Bos Mafia, jika aku tidak berlatih selama ini." gumam Hans.
Sejak kalah bertarung dengan Andreas di Paris dan menyebabkan ia kehilangan Anna.
Hans mulai melatih dirinya dengan keras, agar ia bisa bertarung seimbang dengan Andreas.
Usia boleh lebih tua tetapi kekuatan harus seimbang dengan pelatihan yang teratur.
Andreas duduk di bagian depan mobil dan tersenyum kepada Hans.
Hans berjalan mendekati Andreas, dua orang bodyguard ikut keluar.
"Wah, tidak biasanya Tuan Hans membawa pengawal." Andreas melirik dua orang di belakang Hans.
"Kenapa kamu menghalangi mobilku?" Andreas menatap tajam kepada Andreas.
Andreas turun dari atas bagian depan mobilnya.
__ADS_1
"Coba kita lihat, apakah Tuan Hans sedang liburan." Andreas menyentuh pundak Hans dan memperhatikan pakaian Hans.
"Anda benar Tuan Andreas, kadang pekerjaan membuat diriku bosan dan butuh liburan." ucap Hans tersenyum.
Andreas sudah tidak tahan lagi dengan Hans yang seakan tidak terjadi apa-apa.
"Katakan Dimana kamu menyembunyikan Anna!" Andreas menarik bagian leher baju Hans.
"Apakah kamu punya bukti aku menyembunyikan Anna?" Hans menyingkirkan tangan Andreas dari bajunya.
"Hans, Bug." pukulan mendadak mendarat di perut Hans.
Dua orang bodyguard mendekat tetapi Jhonatan telah mengeluarkan pistol ke arah Hans.
"Menyingkirlah." ucap Jhonatan.
Hans terduduk di aspal, ia tidak siap dengan pukulan Andreas.
"Bangunlah, jika aku tidak mendapatkan Anna, kamu juga tidak boleh." ucap Andreas.
Hans berdiri, menang atau kalah Hans harus berusaha untuk melawan Andreas.
Dua bodyguard dan Jhonatan yang mengarah pistol kepada Hans hanya menjadi penonton.
Andreas membuka jas miliknya dan membuangnya ke atas mobil.
Pukulan demi pukulan mereka lakukan bergantian, Hans terlihat lebih lincah dan bertenaga.
Latihan yang ia lakukan tidak sia - sia, seorang pria harus menjadi lebih kuat untuk melindungi wanitanya.
Darah telah mengalir dari hidung dan bibir mereka berdua, kekuatan yang sebanding.
Jhonatan memperhatikan dua pria yang bertarung dengan bodohnya di jalanan.
Kedua pria dewasa dan berkuasa Jatuh tersungkur di aspal.
"Sepertinya kamu banyak peningkatan." ucap Andreas tersenyum dan mengusap bibir yang pecah.
"Tentu saja, aku tidak mau menjadi pria lemah yang tidak mampu melindungi wanitanya." Hans balas tersenyum dan berusaha berdiri.
"Jatuh Cinta dapat merubah segalanya, tapi kamu tidak bisa mengubah kebiasaan dirimu yang suka bermain dengan perempuan." lanjut Hans.
"Arrrrrggg." Andreas kembali memukul Hans tetapi Hans berhasil menghindar.
"Anna adalah milikku, aku telah mencium dan memeluknya." ucap Andreas.
Hans menarik tubuh Andreas dan menghantam perut Andreas dengan lutut Hans dengan keras.
Darah segar tumpah dari mulut Andreas, Hans semakin menggila, ia ingin sekali menghabisi Andreas.
Mencium dan memeluk Anna yang Hans hanya dapatkan satu kali sebentar saja.
"Kau hanya mengambil ciuman paksa dari Anna." Hans berteriak dan kembali memukul wajah Andreas yang telah berlumuran darah.
Para bodyguard Andreas datang dan memisahkan Hans dari Andreas.
Jhonatan memasang alat pelacak di mobil Hans tanpa ada yang tahu.
Bodyguard Hans membawa Hans masuk ke mobil dan bodyguard Andreas membawa Andreas masuk ke mobilnya.
Kedua mobil menuju rumah masing-masing, untuk mendapatkan perawatan dari Dokter pribadi.
Dua bos hanya bisa memejamkan mata di dalam mobil masing-masing, menahan perih dan sakit akibat dari perkelahian.
********************
Mohon dukungannya dengan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih
Baca juga Cinta Untuk Dokter Nisa dan Nyanyian Takdir Aisyah. Terimakasih.
Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
__ADS_1
Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊