Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Makan Malam Di Tempat Tidur


__ADS_3

Seorang pria duduk diam, memikirkan banyak rencana.


Dua Minggu lebih Andreas seperti orang gila berkurung diri di kamar yang pernah di tempati Anna.


Tidak ada yang boleh masuk ke dalam kamar, tidak ada boleh diganti ataupun di cuci sejak dari kepergian Anna.


Semua berawal dari kedatangan Reline, dan di hari pernikahan Anna, Reline juga menghalangi Andreas.


Wanita itu kini berada di penjara bawah tanah dengan tangan dan kaki terikat, pakaian yang sobek, tubuh yang penuh luka.


Andreas tidak akan membunuh Reline, karena kematian tidak cukup untuk menebus kesalahan besar yang telah Reline lakukan.


Andreas membuka laptop Anna, ia membuka semua file yang ada di dalam laptop.


Ada banyak foto Anna, koleksi desain, tugas kuliah, semua kenangan Anna ada di dalam laptop.


"Aku tidak perduli dengan pernikahan dirimu, milikku harus kembali kepadaku walaupun telah rusak." Andreas menutup Laptop Anna.


"Aku akan merebut kembali dirimu, dengan caraku sendiri." Andreas berjalan ke lemari, ia mencium pakaian yang pernah Anna pakai.


"Anna, Aku akan membunuh Hans dan kamu akan menjadi milikku selamanya." Andreas berjalan menuju tempat tidur.


"Kamu tidak akan pernah bisa melupakan diriku, bayangan yang telah aku tinggalkan dalam otakmu akan terus menghantui dirimu."


"Sugesti yang aku tanamkan dalam pikiranmu setiap malam ketika kami tertidur, akan terus menggangu tidurmu dan menyebut namaku Andreas, hahaha." Andreas Tertawa terbahak-bahak.


"Sentuhan Hans akan menjadi sentuhan diriku, karena hanya Aku yang ada dalam ingatan mu, hanya Andreas." Andreas memejamkan matanya.


Ketika ada pria lain di sisi Anna, ia akan ketakutan karena sugesti yang Andreas bisikan di telinga Anna ketika ia sedang tidur.


Sebuah kematian, Andreas akan membunuh semua pria yang berani merebut Anna darinya.


Terdengar ketukan pintu.


"Tuan Andreas, saya Jhonatan." Jhonatan membuka pintu tetapi ia tidak masuk.


"Jika tidak ada kabar tentang Anna, jangan pernah datang padaku." Andreas menatap tajam kepada Jhonatan.


"Maldives." ucap Jhonatan satu kata.


Dan satu kata itu membuat Andreas tersenyum lebar.


"Siapkan Jet pribadi." Andreas berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Baik Tuan." Jhonatan pamit undur diri dan menutup pintu.


"Anna, Aku akan menjemput dirimu dan kembali ke kamar ini." Andreas tersenyum.


***


Anna hanya milik Andreas, pria pertama yang menciummu, menyentuh seluruh tubuhmu, kamu tidak boleh jadi milik orang lain, jika itu terjadi kematian akan datang padanya.


"Kematian untuk pria lain, kematian, kematian."


"Tidaaaaaak." Anna berteriak, wajahnya pucat


seluruh tubuh Anna berkeringat. Anna ketakutan.


"Anna ada apa?" Hans terkejut, ia segera mengambil air minum.


Anna memperhatikan wajah Hans dan mundur.


"Anna, minumlah!" Hans memberikan gelas berisi air minum kepada Anna.


"Hans, Andreas akan membunuh dirimu, aku tidak mau dia membunuh kamu, aku tidak mau." Anna meracau.


Hans meletakkan gelas di atas meja dan memeluk Anna.


"Anna, Andreas tidak akan membunuh diriku." Hans memeluk erat tubuh Anna.


"Hans, Andreas menembak dirimu, aku, aku takut Hans." Anna membenamkan wajahnya di dada bidang Hans.

__ADS_1


"Apa yang Andreas lakukan kepada mu?" Hans memegang pipi Anna yang basah karena keringat.


"Aku tidak tahu, aku bermimpi dia akan membunuh semua pria yang ada di dekat ku, Hans aku tidak mau Andreas membunuh kamu." air mata Anna mengalir.


"Apa kamu menghawatirkan diriku?" Hans memperhatikan Anna yang mengangguk seperti anak kecil.


"Apa kamu mencintaiku?" tanya Hans lagi dan Anna terdiam.


"Baiklah kamu tidak mencintai diriku." ucap Hans kecewa.


Anna memeluk Hans dengan erat.


"Aku takut kehilangan dirimu." ucap Anna pelan dan kalimat itu cukup membuat Hans bahagia.


"Apakah itu berarti kamu mencintai aku?" tanya Hans butuh kepastian.


Hans dapat merasakan anggukan kepala Anna di dadanya.


Hans melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu Anna.


"Katakan kamu mencintai ku!" Ucap Hans.


"Aku mencintaimu Hans." ucap Anna pelan.


Hans mencium bibir Anna dengan semangat, terus dan terus tanpa henti.


Merebahkan tubuh Anna di atas tempat tidur dan menikmati ciuman dengan penuh penghayatan.


Tangan Hans mulai menjelajahi tubuh Anna, ia benar-benar tidak sanggup lagi menahan hasrat dewasa seorang pria yang belum pernah tersalurkan.


Adik kecilnya ikut bersemangat menunggu giliran untuk menyerang dan menyelesaikan permainan.


Tetapi Hans tidak akan menyelesaikan dengan mudah, ia belum puas bermain dengan bibirnya.


Anna merasa bibirnya telah bengkak di mainkan Hans tanpa henti dan lidah yang terus menjelajahi ruang dalam mulut.


Hans benar-benar tidak melepaskan kesempatan yang telah terbuka, memindahkan lidahnya ke telinga Anna.


Anna mengunci giginya, napas yang sudah tidak teratur.


"Hans, Aku merasa aneh." ucap Anna yang membuat Hans mau tertawa.


Hans tersenyum puas, itu membuktikan Anna belum pernah tersentuh, reaksi Anna yang berlebihan.


"Aaagh." Anna berteriak ketika Hans memakan telinganya. Anna menutup mulutnya.


"Berteriak lah, tidak akan ada yang mendengarkan dirimu." bisik Hans dan Anna menggeliat kepalanya dengan tangan menutup mulutnya.


Hans semakin berselera untuk memakan Anna yang menggemaskan dan terlihat polos.


Hans menarik tangan Anna dari mulutnya dan mencium leher Anna dan memberi tanda merah.


Rambut di seluruh tubuh Anna berdiri, yang bisa Anna lakukan untuk menahan gejolak aneh yang Hans ciptakan adalah mengacak rambut Hans dengan lembut.


Mengunci giginya, agar ia tidak berteriak dan memalukan.


Hans terus melanjutkan aksinya, tidak melewatkan makan malam kedua di atas tempat tidur yang empuk.


Perlahan Hans menurunkan tali baju yang hanya selebar tusuk gigi.


Menampilkan bukit Indah berbuah, belum tersentuh begitu kokoh menjulang.


Seakan memanggil untuk dinikmati dengan penuh kenikmatan.


Makan malam di atas tempat tidur lebih nikmat dari pada makan di tepi pantai.


Hans membuka lebar mulutnya untuk memakan buah nikmat yang menggugah selera.


Melahap penuh semangat dengan bantuan tangannya.


Tubuh Anna terus menggeliat, mencengkram otot-otot tubuh Hans.

__ADS_1


Belum puas menikmati Bukit kembar Hans memainkan pusat terindah tubuh Anna dengan lidahnya.


"Hans, hentikan aku tidak bisa bernapas lagi." Anna menjambak rambut Hans.


Hans tidak memperdulikan Anna, adik kecil telah meloncat-loncat mau keluar dari sarangnya.


Hans melepaskan semua pakaiannya dan memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya kepada Anna.


Mata Anna melotot dan segera meletakkan tangan di wajahnya.


Hans menarik tangan Anna.


"Lihatlah, ini semua adalah milikmu begitu juga dengan dirimu adalah milikku." Hans tersenyum.


Anna memperhatikan dari atas hingga bawah, tubuh sempurna milik seorang pria dewasa.


Hans menarik dress Anna dan membuangnya ke lantai.


Melanjutkan permainan dan memberikan giliran terakhir untuk adik kecilnya.


"Apa Adik kecilku boleh bertemu kekasihnya?" bisik Hans memeluk Anna.


Tubuh Anna bergetar, ia merasakan sesuatu menempel di atas tubuhnya yang sensitif dan mereka saling menyapa.


"Apa, Kenapa ada keinginan yang tidak tertahankan, seakan ada seseorang di bawah sana berteriak memanggil adik kecil Hans."


Anna tidak bisa mengontrol tubuhnya, ia benar-benar telah berhasrat.


Tangan Anna menyentuh adik kecil yang kompak tersenyum puas bersama Hans.


"Tidak akan sakit." bisik Hans.


"Apa Sakit? apakah akan sakit?" gumam Anna khawatir.


"Kita mulai sayang." bisik Hans.


Adik kecil yang sudah sangat kegirangan, bersiap membuka tujuh pintu menuju kekasih yang sedang bersembunyi.


Perlahan mulai memasuki pintu yang telah basah tetapi masih terkunci.


"Creess." Anna hampir berteriak tetapi dengan cepat Hans meletakkan bibinya di bibir Anna.


Anna merasakan sebuah sobekan yang memberikan sedikit rasa perih dan disusul dengan sengatan listrik.


Hans melepaskan ciumannya dan memperhatikan Anna.


"Kita akan menyelamatkannya bersama dan mencapai puncak kenikmatan yang tiada duanya." Hans tersenyum.


Gempa bumi terjadi ketika adik kecil telah bertemu dengan kekasihnya untuk pertama kalinya.


Goncangan dan hentakkan yang hanya bisa dirasakan oleh pasangan pengantin baru.


Erangan dan teriakan kecil yang tidak bisa ditahan, hingga puncak gempa di akhiri dengan semburan magma panas di mulut dan bibir nikmat bagian terdalam gua yang dihuni kekasihnya adik kecil milik Hans.


Sepasang tubuh terhempas di atas tempat tidur, napas yang terengah-engah tidak teratur.


Hans memeluk tubuh Anna yang masih bergetar.


"Terimakasih Sayang." bisik Hans menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut dan melanjutkan tidur dalam lelah yang nikmat.


Anna mengeratkan pelukannya, memejamkan matanya menikmati Aroma manis dari tubuh Hans.


Tubuh lengket dan basah oleh keringat, bukti perjuangan cinta mencapai puncak keindahan Dunia.


****


Udah ya jangan ngambek lagi. Eits, Jangan cuma minta ya tetapi harus memberi juga. 🤗


Jadi berikan Author Like Komentar Vote dan Bintang 5 kamu 😍 Sebagai bayaran untuk Author 😘 hehehe boleh???


Baca juga "Nyanyian Takdir Aisyah" Terimakasih.

__ADS_1


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


__ADS_2