Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Pelarian Selanjutnya


__ADS_3

Matahari pagi telah menyelinap masuk ke dalam kamar yang berhadapan langsung dengan lautan.


Anna merasakan seluruh tubuhnya sakit dan lelah, dan perih di bagian sensitifnya.


"Aahh, Apa yang aku lakukan, tubuhku lelah sekali." gumam Anna membuka selimut.


"Aaaah, Apa aku tidur tanpa pakaian?" Anna menutupi kembali tubuhnya.


" Sayang kenapa kamu suka sekali berteriak." Hans memeluk tubuh Anna dari balik selimut.


Anna dapat merasakan hangatnya tubuh Hans bersatu dengan tubuhnya.


"Bagaimana ini?" Anna terdiam, tangan kekar Hans berada di atas dadanya.


Hans pura-pura tidur, ia tersenyum melihat kegelisahan Anna.


Tangan Hans bergerak dan bergerilya di tubuh Anna.


Anna memutar tubuhnya membelakangi Hans, jantungnya berdetak kencang.


Hans semakin mengeratkan pelukannya dengan jari - jari bermain di dada Anna.


"Hans, Aku mau mandi, tubuhku lengket sekali." ucap Anna menahan jari nakal Hans.


"Sekali lagi Sayang." bisik Hans dan menggigit daun telinga Anna.


Tubuh begidig, ia segera membuka tangan Hans dan berlari ke kamar mandi.


Hans tersenyum menahan tawa melihat tubuh indah tanpa sehelai benang berlari ke kamar mandi.


Hans membuka selimut dan membuangnya ke lantai, i melihat bercak merah yang telah mengering.


"Aku yang pertama." Hans tersenyum menyentuh noda merah di bed cover.


Hans membuka bedcover dan selimut meletakkan di keranjang pakaian kotor.


Menggunakan celana pendeknya dan berjalan keluar membuka semua jendela.


Seorang pria berlari ke arah Hans yang memandang lautan.


"Maaf Tuan." Pria berpakaian pelayan memberi hormat.


"Ada apa?" tanya Hans.


"Tuan Andreas telah mengetahui lokasi Anda." jawab pengawal yang menyamar menjadi pelayan.


"Pantau terus perkembangan!" perintah Hans.


"Tuan Andreas akan ke Maldives dengan jet pribadi." jelas pria itu.


"Siapkan Jet pribadi, Kita akan segera meninggalkan Maldives!" perintah Hans.


"Baik Tuan." Pria itu berlari meninggalkan Hans.


"Hans." Anna berteriak memanggil Hans dari kamar mandi.


Hans tersenyum, Anna tidak membawa handuk, wanita yang biasanya sempurna kini menjadi kacau setelah menikah.


Anna terkejut dengan pernikahan yang mendadak tanpa persiapan, karena Anna tidak pernah memikirkan untuk menikah.


Ia hanya ingin hidup mandiri seperti yang telah ia jalani selama ini tanpa ada pria di sisinya.


Hans berjalan mendekati pintu kamar mandi dan tersenyum.


"Hans, kamu dimana?" Anna berteriak.


"Aku di sini." Hans menyederkan tubuhnya di samping pintu kamar mandi.


"Tolong ambilkan handuk untuk diriku." ucap Anna lembut.


"Panggil aku sayang." Hans tersenyum.


"Hans, aku kedinginan." ucap Anna menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.


"Aku bisa menghangatkan kamu lagi." Hans tersenyum, pipinya terasa keram yang terus senyum - senyum bahagia.


"Sayang, bisakan kamu mengambil handuk untuk diriku?" ucap Anna.


"Tentu saja Sayang, buka pintunya." pikiran nakal Hans.


Anna membuka pintu sedikit dan mengeluarkan tangannya meminta handuk.


"Sayang, Aku tidak tahan lagi mau buang air kecil." Hans masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Haaaansss." Anna berteriak.


Hans segera mengunci pintu dan membuang toksin yang ada di tubuhnya.


Anna kebingungan, Hans tidak membawa handuk dan pintu telah di Hans.


Hans membasahi tubuhnya dan mendekati Anna.


"Kenapa kamu terus menggoda ku." Hans menyentuh tubuh Anna.


"Hans."


Hans mendaratkan ciuman di bibir Anna, semalam adalah malam pertama keduanya mencicipi hidangan nikmat yang membuat ketagihan.


"Sekali lagi." bisik Hans dengan napas yang menggebu-gebu dan mulai memainkan lidahnya di telinga Anna.


Hans menyalakan shower, bercinta di bawah guyuran air.


Anna menikmati ciuman Hans dan mulai membalasnya.


Tubuh Anna menyender di dinding kamar mandi, tangannya meraba-raba tubuh Hans.


Permainan kembali terjadi untuk yang kedua kalinya, begitu hangat dan nikmat, tidak ingin melepaskan ciuman yang membuat kecanduan.


Bercinta di kamar mandi dengan banyak gaya yang bisa di coba hingga kembali mencapai kepuasan diantara keduanya.


Hans dan Anna mandi bersama, tertawa dan bercanda.


Dunia hanya milik mereka berdua terutama Dunia kamar mandi.


Hans memeluk tubuh Anna tidak ingin ia lepaskan.


"Hans, apa kita akan terus berada di dalam kamar mandi?" bisik Anna.


"Panggil aku sayang, bisakah kamu memanggilku Sayang?" Hans melepaskan pelukannya dan menatap Anna.


"Sayang." Cup, ciuman mendarat di bibir Anna.


"Mulai sekarang dan seterusnya kamu harus memanggil ku sayang." Hans tersenyum memandang Anna.


"Ya." ucap Anna.


"Dan sekarang siapa yang akan mengambil handuk untuk kita berdua?" Anna tersenyum memandang tubuh polos di depannya. Tubuh seksi dan berotot sempurna.


Membawa dua handuk untuk Anna dan kembali ke kamar mandi.


Hans memakaikan handuk di tubuh Anna dan membantu mengeringkan rambut Anna.


"Aku bisa melakukannya." Anna menahan tangan Hans.


"Setelah sarapan kita akan pergi." Ucap Hans meninggalkan Anna di kamar mandi.


Anna mengikuti Hans berjalan keluar dari kamar mandi.


"Pergi, kita akan pergi kemana?" tanya Anna khawatir yang ada dalam pikiran Anna Andreas telah menemukan mereka.


"Aku sedang memikirkannya." Ucap Hans mencari pakaian di lemari.


Anna duduk di kursi meja rias ia mengeringkan rambutnya dan mencari pakaian.


Anna mengambil celana jeans panjang berwarna biru tua dan kemeja kotak-kotak dominan warna biru langit lengan panjang dan di gulung sampai siku.


Hans juga menggunakan celana jeans panjang berwarna senada dengan Anna dan kemeja biru polos.


Anna memandang Hans dan tersenyum, Hans terlihat berbeda dari biasanya yang selalu menggunakan Stelan jas formal.


"Kenapa kamu memandangku?" Hans melingkarkan tangannya di pinggang Anna.


"Aku baru sadar ternyata kamu sangat tampan." ucap Anna tersenyum.


"Ah, aku tahu itu, kamu tidak pernah memperhatikan semua orang." Hans mencium bibir Anna.


Terdengar ketukan pintu, Hans melepaskan pelukannya dan berjalan ke luar.


Anna mengikat rambutnya kuncir kuda seperti biasanya dan itu tidak mengurangi kecantikan Anna bahkan terlihat seksi.


Anna keluar dari kamar dan menyusul Hans melihat siapa yang datang.


Seorang pelayan mengatakan sarapan telah siap, dan bertanya mereka mau makan dimana.


"Kami akan makan di ruang makan." jawab Hans dan pelayan kembali ke resort.


"Sayang, bawa barang yang kami butuhkan." ucap Hans.

__ADS_1


"Aku tidak punya apa-apa." ucap Anna.


"Kamu benar." Hans mencium pipi Anna dan masuk ke dalam mengambil beberapa barang dan memasukkan ke dalam tas kecil.


Anna menggunakan sepatu kets berwarna putih dan menunggu Hans di depan pintu.


"Ayo sayang." Anna menggenggam tangan Anna dan berjalan bersama menuju ruang makan.


Mereka menikmati sarapan bersama hingga selesai.


Hans meninggalkan Anna sendirian, ia harus berdiskusi dengan para bodyguard tujuan pelarian mereka dan mempersiapkan perlawanan.


Anna diam di kursinya, menunggu Hans yang mengatakan ada keperluan untuk mengurus perjalanan mereka selanjutnya.


Tanpa ada yang bisa Anna lakukan, ia sudah lama tidak menggunakan ponsel.


Anna beranjak dari kursi dan berjalan menuju tepian pantai karena pelayan harus membersihkan meja makan, ia berdiri di pinggir pagar kayu.


Seorang pria berjalan mendekati Anna dan tersenyum, ia memperhatikan Anna dari atas hingga bawah.


"Hana Mariana." ucap pria itu membuat Anna menoleh.


"Ya, Anda siapa?" tanya Anna memperhatikan pria yang tidak ia kenal.


"Kamu tidak pernah berubah tetap cantik dan tidak perduli." ucap pria itu tersenyum.


"Terimakasih." Anna tersenyum dan melihat sekeliling menunggu Hans.


Pria itu melihat leher Anna dengan tanda merah milik seseorang.


"Apa kamu sudah menikah?" tanya Pria yang tidak memperkenalkan dirinya.


"Sudah, aku sedang berbulan madu dengan suamiku." ucap Anna.


"Apa kamu tidak bertanya namaku?" tanya pria itu.


"Aku sudah menanyakannya tetapi kamu tidak menjawabnya." tegas Anna dan pria itu Tertawa.


"Hai, Aku Bayu satu tingkat di atas kamu." Bayu mengulurkan tangannya dan Anna menerimanya.


Percuma saja Bayu memperkenalkan dirinya, karena tetap tidak mengenal dirinya.


"Aku tahu, kamu tidak mengenali diriku, karena kamulah yang sangat terkenal dan populer di kampus." Bayu tersenyum.


"Terimakasih." ucap Anna.


Hans berjalan perlahan ia memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan Anna dan pria asing di sampingnya.


Anna terlihat cuek dan tidak perduli dengan pria di sampingnya tetapi pria itu tidak mengalihkan pandangan dari Anna.


Tatapan pria itu membuat Hans cemburu, ia berpikir Anna yang tidak berpakaian seksi saja selalu mendapatkan perhatian dari pria asing.


Hans mempercepat langkahnya dan memeluk Anna dari belakang.


"Sayang, maafkan aku membuat kamu menunggu sendirian." ucap Hans mengeratkan pelukannya.


"Hmm." Anna menyentuh pipi Hans.


"Apakah dia suamimu?" tanya Bayu.


"Ya, perkenalan, Hans Roberto, suami Hana Mariana." Hans mengulurkan tangannya.


"Aku tidak menyangka Anna yang tidak pernah berpacaran akan cepat menikah." Bayu menerima uluran tangan Hans dan melirik Anna.


"Terimakasih atas pujiannya, kami harus segera pergi." Hans menarik tangan Anna meninggalkan Bayu yang tersenyum.


"Sayang, kita harus segera berangkat, pesawat Jet telah siap." ucap Hans.


"Kita, akan kemana?" tanya Anna penasaran.


"Nanti juga Kamu tahu." Hans tersenyum dan mencium pipi Anna.


Mereka berdua telah berada di dalam jet pribadi milik Hans, dan menuju negara selanjutnya.


Mereka berdua masih melakukan pelarian dari kejaran Andreas.


*******


Berikan Author Like Komentar Vote dan Bintang 5 kamu 😍 Sebagai bayaran untuk Author 😘 hehehe boleh???


Baca juga "Nyanyian Takdir Aisyah" Terimakasih.


Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇

__ADS_1


__ADS_2