
Anna merebahkan tubuhnya di atas kasur, pekerjaan tidak membuatnya dilema namun kehidupan yang penuh rahasia dan tanda tanya, selalu mengganggu pikirannya, Dari dulu ia mencoba untuk melupakan tentang orang tuanya.
Anna berusaha untuk mengubur pertama tentang ibu dan ayahnya, tapi sejak kepergian neneknya, Kakek seakan berusaha membuat Anna mengetahui tentang masa lalu ibunya.
" seperti apa ibuku, bagaimana keadaannya sekarang, akankah ia mengirim surat ke 24 di ulang tahunnya ini?" ada banyak pertanyaan yang menganggu pikiran Anna
Anna berjalan mendekati lemari pakaian, ia mengambil kotak surat dan membawanya ke tempat tidur. Anna memandangi surat - surat di dalam kotak kaca.
Perlahan Anna membuka kotak kaca dan mengambil satu buah Surat dan kartu ucapan ulang tahun ke 2.
Riana Emilia, nama lengkap ibunya.
Ia memberikan ucapan selamat dan banyak doa untuk Anna pada kartu ulang tahun. Dan surat berisi nama, nomor telepon dan foto ibunya.
Tidak ada cerita tentang Ayahnya, Riana hanya menceritakan tentang dirinya, di akhir surat ada sebuah pesan.
" jika Hana ingin tahu tentang Papa, datanglah kepada Mama"
__ADS_1
Anna telah membaca cepat semua surat Ibunya, ia bahagia hingga meneteskan air mata karena ibunya menjadi wanita sukses di negara orang, seorang Desainer ternama Dunia.
" Mama luar biasa , keras kepala mama membawa pada kesuksesan " Anna bicara sendiri tertawa dan meneteskan mata.
Hidup ini penuh kejutan. Anna memandang foto Mamanya yang ia ambil dari setiap surat, foto seorang wanita terlihat sangat muda dan cantik dengan koleksi rancangannya.
" Mama sangat cantik " Anna meneteskan air mata, ia merasakan kerinduan yang sangat dalam, yang sangat menyesakkan dada. Anna terduduk di lantai menyenderkan tubuhnya di ranjang menangis sesenggukan, ia begitu rapuh, sendirian di kamarnya.
Anna mengambil ponsel dan menekan nomor telepon yang tertulis di surat, ia melakukan panggilan.
" Hallo, selamat sore " terdengar suara lembut seorang wanita dari seberang telepon.
***
Riana melihat nomor yang melakukan panggilan dengannya, nomor tanpa nama, namun Riana tahu itu adalah kode negara asalnya
" Hana " tebak Riana, ia menekan tombol panggilan dan berharap seorang di seberang sana akan menjawab panggilannya.
__ADS_1
" halo" suara lembut dan berat terdengar, yang membuat Riana Sangat Bahagia hingga meneteskan air mata, 24 tahun ia telah meninggalkan putrinya dan tidak pernah bertemu.
" Hana, sayang putri cantik Mama " suara berat dan serak karena menangis terdengar di ujung telepon.
Mereka bisa melakukan panggilan Video namun tidak ada yang berani melakukan itu. keduanya larut dalam kesedihan dan kebahagiaan. Mereka terdiam tanpa kata dan isakan tangis yang terdengar.
Mereka berusaha menenangkan diri, menjernihkan pikiran.
" Mama " Suara lembut dari Anna untuk pertama kalinya memanggil ia Mama membuat Riana kembali menangis bahagia. Kata "Mama " kata yang sangat ia rindukan, kata yang tidak pernah ia dengarkan.
" Hana sayang , maafkan Mama " Riana tak sanggup menahan tangisnya,ia sesegukan dan kesusahan berbicara.
Tak ada jawaban dari Anna, hanya isakan tangis yang terdengar.
Ibu dan anak yang tidak bertemu selama 24 tahun, kini melepas rindu hanya melalui suara dan tangisan bahagia. Mereka sama tak percaya bisa mendengar suara satu sama lain.
Tak ada pertanyaan, tak ada penjelasan, tak ada tuntutan, yang ada hanya kerinduan yang mendalam. Berharap mereka bisa berjumpa dan melepaskan Rindu yang terpendam di dalam dada yang menyesakkan.
__ADS_1
Hana dan Riana lelah dalam tangisan, kebahagiaan dan kesedihan Hinga mereka tertidur bersama di belahan dunia yang berbeda. Hanyut dalam mimpi mereka.
🤗 Thanks for Reading 😊