
Anna mengendarai mobilnya mengantarkan Hans kembali ke rumah.
Anna hanya diam dan tersenyum, sebuah rencana telah Anna siapkan untuk dirinya.
Sampai di rumah Hans, Anna memberhentikan mobilnya di tempat pintu.
" Anna mampirlah sebentar" Hans berharap.
" Maaf, aku masih ada urusan, terima kasih dan maafkanlah aku" Anna tersenyum.
" Baiklah " Hans Bingung.
" Bye" Anna melambaikan tangannya, mobil melaju meninggalkan rumah Hans.
Anna telah bertekad untuk melupakan semuanya, tidak ada yang perlu di pertahanan.
Tidak ada siapa-siapa lagi di kota dan negaranya.
Ia sendirian, satu - satunya keluarga Anna adalah Mamanya.
Anna mengendarai mobil menuju rumahnya.
Anna telah berkemas.
Ia telah menyiapkan 2 surat pengunduran diri, satu untuk perusahaan Hans dan satu lagi untuk perusahaan Andreas beserta uang pinalti. Satu surat untuk Hengky.
Anna telah mengganti Nomor ponselnya, ia juga membayar seseorang untuk mengembalikan mobil miliknya kepada Hans.
" Anna, apa kamu telah yakin untuk pergi?" tanya Jenifer sedih melihat Anna berkemas.
" Maafkan aku Kak Jenifer, terimakasih untuk semuanya, kamu adalah saudara ku" Anna dan Jenifer saling berpelukan.
" Ingat, antarkan surat pengunduran diri ku ketika aku sudah sampai di Paris " tegas Anna menangis.
" Bagaimana jika Hans menyusul?" tanya Jenifer, ia yakin Hans bisa melakukan apa saja untuk menemukan Anna.
" Aku akan minta Mama dan papa menyembunyikan diri ku" Anna mengusap air mata Jenifer.
" Anna, aku tidak ingin kamu pergi" Jenifer kembali memeluk Anna.
" Maafkan aku, aku telah menyakiti hati pria yang mencintai diriku, aku tidak pantas berada di samping mereka" Anna sangat sedih.
" Baiklah, aku akan merindukan dirimu" ucap Jenifer.
" Aku juga, aku akan menghubungi dirimu, Tinggallah di rumahku, apa kamu mau?" Anna menyentuh pipi Jenifer yang hanya mengangguk.
" Tolong jaga rumah ku, bibi Yani akan membantu kamu" Anna telah sesegukan.
" Anna " Jenifer menangis, mereka saling berpelukan.
Anna berpamitan dengan bibi Yani. Jenifer mengantarkan Anna ke Bandara, Anna akan ikut penerbangan malam hari.
Anna dan Jenifer berpelukan seakan tidak ingin melepaskan, air mata mereka bercucuran.
Anna melambaikan tangannya kepada Jenifer, Ia meninggalkan Jenifer sendirian menatap sedih kepergian Anna.
Pesawat telah lepas landas, membelah langit malam yang indah.
Karena malam telah larut Jenifer menginap di hotel dekat Bandara, ia akan pulang pagi - pagi sekali.
***
Jenifer telah kembali ke perusahaan, matanya sembab, ia masih menyimpan surat pengunduran diri Anna di dalam tas miliknya.
Jenifer berencana memberikan surat Anna besok atau ketika Hans menanyakan Anna.
Jenifer duduk di ruangannya, ia sangat tidak bersemangat, ia merasa sepi, padahal akhir - akhir ini ia sering bersama Anna.
__ADS_1
Sejak Kakek meninggal Jenifer tinggal di rumah Anna, mereka tidur dan makan bersama dan di Sore hari merawat kebun, ternak dan taman.
Jenifer merebahkan kepalanya di atas meja, ia benar-benar tidak menyangka Anna akan pergi.
Telepon ruangan Jenifer berdering.
" Halo kepala Divisi Junior, ada yang tahu dibantu?" tanya Jenifer mengangkat telepon.
" Jenifer keruangan saya!" terdengar suara Hans.
" Cepat sekali" pikir Jenifer yang berjalan menuju ruangan Hans.
Juanda telah menunggu Jenifer di depan pintu.
" Masuklah " perintah Juanda.
Jenifer segera masuk dan duduk di sofa setelah di persilahkan Juanda.
Hans duduk di balik meja kerjanya melihat ke arah Jenifer.
" Dimana Anna?" tanya Hans langsung.
" Saya tidak tahu" Jawab Jenifer menunduk, ia menutupi wajahnya.
" kenapa nomor ponsel Anna tidak aktif?" tanya Hans lagi
Jenifer terdiam
" Bukankah kalian selalu bersama?" tanya Hans seperti sedang mengintrogasi Jenifer.
" Anda benar Tuan, tapi saya juga tidak bias menghubungi Anna" tegas Jenifer
" Pergilah" ucap Hans, ia malas ada wanita di ruangannya.
Dengan cepat Jenifer pergi dari ruangan Hans.
Hans dalam perjalanan ke rumah Anna, ponselnya berdering, ia melihat nomor kepala pelayan muncul di layar ponsel.
Hans segera menerima panggilan dengan earphone.
" Selamat pagi Tuan " sapa kepala pelayan
" Ada apa?" tanya Hans langsung.
" Ada seorang mengantar mobil milik Anda beserta surat-surat atas nama Hana Mariana" Jelas kepala pelayan.
Hans segera menginjak rem mendadak sehingga punggung mobilnya di tabrak orang.
Hans keluar dari mobil, ia melihat mobil yang menabrak Mobilnya hancur. Ia segera menghubungi Juanda untuk menyelesaikan masalah di jalanan.
Seorang wanita cantik dan seksi keluar dari mobil, ia ingin marah kepada Hans, namun wajah marah berubah menjadi senyum termanis ketika ia melihat pria yang keluar dari mobil yang ia tabrak sangat tampan dengan tubuh di tutupi pakaian harga jutaan.
" Maafkan saya Nona, sebentar lagi sekretaris saya akan datang" ucap Hans yang kembali ke dalam mobil dan putar haluan.
Tidak ada kesempatan sama sekali untuk wanita itu merayu Hans.
Hans mengendarai mobilnya dengan sangat kencang, hingga sampai di rumah, ia melihat mobil Anna terparkir di depan rumahnya.
Hans buru - buru keluar dari mobil berharap Anna yang datang.
" Kemana pemilik mobil ini" Hans mencari Anna.
" Maaf Tuan, pria tadi mengantarkan mobil, kunci beserta surat-surat ini" kepala pelayan menyerahkan kepada Hans.
" Apa, apa maksud semua ini" Hans menggenggam erat kunci mobil dan surat-surat kepemilikan dan sebuah surat lainnya.
Hans Segera membuka surat dengan amplop berwarna Biru.
__ADS_1
" *halo Hans, maafkan atas semua kesalahanku, terimakasih atas bantuan dirimu, maaf aku tidak bisa menjadi kekasihmu lagi, karena aku tidak pantas untuk dirimu.
Semoga kamu bertemu dengan wanita yang kamu cintai dan mencintai dirimu dengan tulus
Hans, aku hanya butuh waktu untuk sendiri, maafkan aku dan terimakasih.
by Hana Mariana*
" Annaaaaa " Hans berteriak dan berlutut di tanah, air matanya mengalir, ia merasakan sesak di dadanya.
" Kenapa, kenapa kamu lakukan ini kepadaku?" Hans menangis di atas jalanan rumahnya, tangan Hans menggenggam kertas surat Anna.
***
Jenifer meletakkan surat pengunduran diri Anna di atas meja kerja Hans, ia juga telah menyuruh seseorang mengantarkan surat pengunduran diri Anna ke perusahaan Andreas.
Jenifer menghubungi Andreas agas ia segera menerima surat pengunduran diri Anna.
" Halo Andreas" Jenifer membuka panggilan.
" Halo Jenifer ada Apa?" tanya Andreas.
" Aku telah meminta seseorang untuk mengantarkan surat untuk dirimu dari Anna" Ucap Jenifer langsung.
" Surat? Surat apa?" tanya Andreas penasaran.
" Tunggu dan bacalah" Jenifer mengakhiri panggilan.
Andreas segera keluar dari ruangan dan menuju lobby, ia benar-benar penasaran dengan surat Anna, jika Andreas tidak menunggu langsung di depan maka di pastikan surat itu akan terlambat datang kepadanya.
Seorang kurir dengan mengendarai motor berhenti tepat di pintu lobby, Andreas segera mendekat.
" Apa yang kamu bawa?" tanya Andreas penasaran dan sudah tidak sabar.
" Surat untuk Tuan Andreas" ucap kurir mengeluarkan sebuah amplop coklat besar dan terlihat tebal.
Andreas menerima amplop, ia segera Kembali ke ruangannya.
Andreas duduk di Sofa, ia sudah tidak sabar ingin membuka amplop coklat dari Anna.
Jonathan memperhatikan Andreas.
" What?" Andreas kaget surat pengunduran diri dan sebuah cek sebagai pembayaran pinalti.
Jonathan segera mendekat.
" Ada apa?" Jonathan mengambil surat dari tangan Andreas yang terlihat menggenggam sebuah cek hingga hancur.
Jonathan hanya terdiam, ia tidak tahu harus berbicara apa, yang ada dalam pikiran Jonathan adalah jika Anna sampai mengundurkan diri berarti ia pergi.
Andreas mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Anna.
" Oh Shit" nomor Anna tidak bisa di hubungi.
" Jonathan, kirim Bodyguard kerumah Anna, dan cari Anna sampai dapat" perintah Andreas.
" Baik Tuan" Jonathan segera menghubungi orangnya.
" Anna, kamu tidak akan bisa lari dari ku, jika aku menemukan dirimu tidak akan aku biarkan kamu pergi" Andreas mengepalkan tangannya emosi.
*
*
**Thanks for Reading
Tinggalkan like , Komentar dan Vote, terima kasih.
__ADS_1
Love this Readers 💓**