Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Semua Daging Kambing


__ADS_3

Episode 97 Semua Serba Kambing


Anna membuka matanya merasakan pusing dan mual, ia melihat Andreas tidur di sofa, Anna duduk dan mencabut jarum infus yang menancap dilengannya.


Anna beranjak dari tempat tidur dan berjalan pelan menuju kamar mandi yang luas dan mewah.


“Siapa yang menggantikan pakaianku?” Tanya Anna pada dirinya sendiri.


Anna membuka pakaiannya untuk melihat bekas luka cambukan dari Eiko yang hampir memudar dan juka goresan pisau dipipi Anna yang sudah tidak terlihat.


Anna tahu, setiap malam Andreas mengoleskan salep pada wajah Anna agar luka pada wajah Anna segera hilang tanpa bekas.


“Harusnya aku datang bulan tetapi kenapa sekarang tidak ada darah sama sekali?” Anna bingung.


Setelah bermain di Disneyland bersama Hans, ada bercak darah di pakaian dalam Anna dan ia mengira sedang datang bulan.


“Mungkin aku terlalu lelah dan lemah.” Gumam Anna memakaikan kembali pakaianya.


Anna mencuci wajahnya, wajah yang sembab dan mata yang bengkak, air matanya kembali mengalir mengingat Hans yang telah meninggalkan dirinya.


‘Semua ini salahku, seharusnya aku pasrsah bersama Andreas, semua ini tidak akan terjadi dan Hans tidak akan meninggalkan dunia ini.” Anna menangis sendirian di dalam kamar mandi.


Anna merasakan pusing dan mual hingga muntah – muntah, tubuhnya terasa sangat lemah dan terduduk di lantai kamar mandi yang bersih, menyenderkan tubuhnya di dinding.


Andreas terbangun dari tidurnya ia melihat tempat tidur Anna yang kosong, dan rasa khawatir berlebihan muncul di benak Andreas.


Andreas beranjak dari sofa panjang dan memeriksa pintu yang masih terkunci, ia mendengarkan gemericik air di kamar mandi.


“Anna, apa kamu di dalam?” Andreas membuka pintu yang tidak terkunci, ia terkejut melihat Anna yang terduduk lemas di lantai.


”Anna, ada apa dengan dirimu?” Andreas segera menggendong Anna dan membwanya ke tempat tidur.


Andreas membuka pintu dan memanggil tim dokter yang selalu siap sedia di ruangan tengah lantai satu.


Dokter segera berlari menaiki tangga dan memeriksa kondisi Anna.


”Tuan Andreas, kita harus memeriksa kondisi nona Anna lebih detail ke rumah sakit.” Ucap dokter.


“Apa maksud anda?” Andreas khawatir.


“Jika di rumah sakit peralatan lebih lengkap sehingga kita bisa mengeatui hasil yang lebih akurat.” Jelas Dokter.


“Baiklah, Aku akan melakukan pemeriksaan di Indonesia.” Ucap Andreas.


“Baik Tuan.” Dokter keluar dari kamar Anna.


Andreas berjalan mendekati Anna yang mengindari tatapan Andreas.


“Anna, bagaimana jika kita menikah?” Andreas berjalan mendekati Anna.


“Aku sudah menikah.” Jawab Anna memejamkan matanya.


“Hans sudah tiada, sebaiknya kamu memulai kehidupan yang baru bersama dengan diriku, aku akan menggantikan Hans membahagiakan dirimu.” Tegas Andreas.


“Aku akan menunggu Hans kembali.” Ucap Anna.


“Kita kembali ke Indonesia sekarang!” Tegas Andreas.


”Aku tidak mau pulang, Aku mau mencari Hans!” bentak Anna.


“Sebaiknya kamu makan, untuk memulihkan kesehatan dririmu.” Andreas mengambilkan semangkuk bubur untuk Anna.

__ADS_1


“Kenapa aku harus makan? Aku tidak mau hidup dalam penjara dirimu!” Anna menatap tajam kepada Andreas.


“Makanlah, dan habiskan bubur ini!” Perintah Andreas dan menyuapi Anna.


Anna menghabiskan semangkuk bubur, ia menggantikan pakaian dan bersiap kembali ke Indonesia.


Jhonatan telah mempersiapkan penerbangan dengan pesawat jet milik Andreas.


Anna berdiri di depan cermin dan menatap wajahnya yang masih pucat, ia berusaha tersenyum untuk melanjutkan hidupnya tanpa Hans, Anna bukanlah wanita yang lemah dan mudah menyerah.


Sebuah mobil menjembut Andreas menuju bandara, Andreas harus segera meninggalkan Jepang secepatnya sebelum Tuan Ichiro menyadari Andreas telah membunuh putrinya Eiko.


Pesawat telah meninggalkan bandara dan berada di udara selama hampir 8 jam, baru sampai di bandara Internasional.


Anna tertidur lelap selama di dalam pesawat, Andreas menggendong Anna masuk ke dalam mobil yang telah menunggu di depan pintu keluar.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah perumahan mewah yang berada di tengah kota dekat dengan perusahaan Andreas dan rumah sakit swasta.


Andreas kembali menggendong Anna yang sudah terbangun.


“Aku bisa berjalan sendiri.” Ucap Anna.


“Menurutlah!” tegas Andreas.


“Turunkan Aku!” Anna berteriak tetapi Andreas tidak memperdulikan Anna, ia terus menggendong Anna hingga masuk rumah mewah berlantai 2.


Andreas membawa Anna ke dalam kamar yang sangat mewah dengan segala fasilitas lengkapnya.


“Beristirahatlah, katakan kepadaku jika kamu lapar.” Andreas membaringkan Anna di atas tempat tidur dengan ukuran besar.


“Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini?” Anna menatap Andreas.


Anna melihat Andreas yang berbaring di atas sofa dan menyalakan televisi, menonton film layar lebar dan tidak memperdulikan Anna yang duduk di atas tempat tidur.


Mata Andreas tertuju pada layar televisi tetapi otaknya sedang berpikir bagaimana cara memaksa Anna mau menikah dengan dirinya. Andreas melirik Anna yang terus menatapnya.


“Ada apa?” Tanya Andreas melihat Anna.


“Aku lapar.” Ucap Anna pelan.


“Kamu mau makan apa?” Tanya Andreas berjalan mendekati Anna.


“Apakah kamu punya dapur dan bahan makanan?” Tanya Anna.


“Aku punya dapur tetapi tidak tahu dengan bahan makanan.” Ucap Andreas berjalan menuju dapur.


Anna turun dari tempat tidur mengikuti Andreas menuruni tangga menuju dapur,


Andreas membuka lemari penyimpanan makanan yang kosong dan telah dibersihkan, Andreas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Kita memesan makanan siap saji saja.” Andreas mengeluarkan ponselnya.


“Aku mau Sate Daging Kambing, Tongseng daging kambing, Soto daging kambing, nasi merah dan jus buah naga.” Anna duduk di kursi makan.


“Dimana memesan semua makanan dari daging kambing?” Tanya Andreas.


“Aku tidak tahu.” Jawab Anna.


Andreas segera menghubungi Jhonatan, ia tidak tahu dimana membeli makanan serba daging kambing, karena Andreas tidak suka makan daging kambing.


Andreas duduk menatap Anna yang menyanggulkan rambutnya sehingga menampilkan leher jenjang yang dihiasi rambut halus cantik.

__ADS_1


Wajah pucat Anna mulai terlihat merah dan segar.


“Kenapa kamu menatapku?” Anna memelototi Andreas.


“Karena kamu cantik.” Ucap Andreas.


“Aku sudah menikah dan milik orang.” Tegas Anna.


“ Sekarang kamu adalah milikku.” Andreas tersenyum.


“Terserah dirimu, dimana laptop ku?” Tanya Anna.


“Aku akan meminta Jhonatan membawanya kemari besok pagi.” Ucap Andreas yang terus memperhatikan Anna.


“Anna, bagaimana jika kamu menjalankan perusahaan Arsitektur yang telah aku bangunkan untuk dirimu setelah kita menikah?” Andreas memperhatikan Anna.


“Aku akan menjalankannya tetapi aku tidak mau menikah dengan dirimu karena aku yakin Hans masih hidup.” Ucap Anna.


“Hans ditembak di bagian jantungnnya dan Rena membawa keurmah sakit tetapi tidak tertolong.” Jelas Andreas.


“Selama aku tidak melihat jenazah Hans, aku tidak percaya Hans sudah meninggal.” Anna menatap tajam kepada Andreas.


“Keluarganya menuduh kamu penyebab kematian Hans, jadi mereka tidak mengizikan kamu bertemu dengan jenazah Hans, Mama Hans sangat membenci dirimu.” Jelas Andreas.


“Apa makananku masih lama?” Anna merebahkan kepalanya di atas meja makan.


“Kenapa kamu sangat keras kepala?’ Andreas berjalan menuju pintu dengan kunci otomatis dan sandi yang hanya diketahui Andreas dan Jhonatan.


“Aku sudah tahu keluarga Hans tidak menyukai diriku.” Ucap Anna pelan.


Pintu terbuka dan Jhonatan masuk dengan dibantu beberapa pelayan membawakan pesanan Anna dan Andreas dengan menu yang berbeda.


Hidung Anna dapat mencium aroma sedap dari kambing, membuat air liurnya mau menetes, Anna segera beranngkat dari kursi, ia mau menyiakan makanan untuk dirinya.


“Duduklah!” Andreas menekan pudak Anna hingga Anna kembali terduduk.


“Siapkan semuanya!” perintah Andreas kepada para pelayan.


Andreas berlari ke kamar mandi, ia benar – benar tidak suka dengan Kambing, Jhonatan mengikuti Andreas.


“Anda mau makan dimana Tuan?” Tanya Jhonatan.


“Kita pergi ke restoran depan, aku tidak bisa makan dirumah ini dengan aroma kambing yang menyengat.” Andreas memijit kepalanya.


“Baik Tuan.” Ucap Jhonatan yang berjalan menemui Anna yang sedang menikmati makanannya.


“Sejak kapan Anna suka makan daging kambing?” Andreas bertanya pada dirinya.


“Nona Anna, saya akan menemani Tuan Andreas makan di restoran depan, apa tidak masalah anda sendirian dirumah?” Tanya Jhontan yang memperhatikan Anna yang hanya mengangguk.


Jhonatan kembali kepada Andreas dan mereka bejalan keluar dari rumah diikuti pelayan, pintu terkunci otomatis dan Anna sendirian di dalam rumah.


****


Semoga Suka, Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote, Terimakasih.


Baca juga Novelku “Arsitek Cantik” dan Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu), Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.


Love You All and Thanks For Reading.

__ADS_1


__ADS_2