Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Menjijikkan


__ADS_3

Seorang pria berdiri di depan pintu rumah Anna, tidak berani mengetuk ataupun menyapa ia menjadi penonton.


Bi Yani menyapa pria yang terdiam di depan pintu.


" Tuan mencari siapa?" tanya bi Yani membuat semua melihat ke arah pintu.


" Hans " Anna berjalan mendekati pintu.


" Sejak kapan kamu di sini, bukankah kamu harus di rumah Sakit " Anna menarik tangan perlahan.


" Aku merasa tidak enak dan khawatir terhadap dirimu dan ternyata feeling ku benar, seseorang akan merebut kamu dariku" Hans menatap Andreas tajam.


" Anna ada apa ini, Siapa dia?" tanya Mama


" Saya Hans, Nyonya kekasih Anna" Hans menyodorkan tangannya.


Semua saling pandang dan bingung, putri mereka menjadi rebutan dua orang pria terkaya dan terpandang.


" Sayang Jelaskan ini semua" Mama Riana mendekati Anna yang berdiri di samping Hans.


Mereka dapat merasakan aura pertarungan di dalam ruang tamu diantara dua pria dewasa.


" Ma, Hans adalah kekasih Anna sejak pagi tadi" suara Anna Lembut dan menunduk.


" Andreas sepertinya kamu terlambat beberapa jam saja" Hendrick menepuk lembut pundak Andreas.


Bagi Hendrick Hans dan Andreas sama saja, pasti bisa membahagiakan putri mereka.


" Anda benar Tuan Hendrick" Andreas tersenyum kecut melihat Hans.


" Bagaimana Kalian bertiga saling mengenal ?" tanya Hendrick, ia heran putrinya jauh lebih beruntung daripada Riana jadi rebutan dua pria penguasa.


" Kami melakukan kerjasama dalam proyek pembangunan, Tuan Hendrick " jelas Hans penuh wibawa Karena Usia yang jauh lebih dewasa dari Anna dan Andreas.


" Kekasih ku Anna yang cantik dan cerdas ini adalah seorang Arsitek hebat" Hans melingkarkan tangannya di pinggang Anna dan melirik ke arah Andreas.


" Aku telah menikmati ciuman Anna dan aku akan mengambilnya lagi " pikir Andreas dan tersenyum puas.


" Baiklah Tuan Hendrick, Nyonya dan kakek, Seperti saya kurang beruntung saya pamit pulang " Andreas memberi salam dan pergi meninggalkan rumah Anna.


" Kamu sangat cantik" bisik Hans di telinga Anna.


" Mari silahkan duduk" ucap Riana ia menggandeng tangan Hendrick.


Hans memperhatikan Hendrick, ia berusaha mengingat dimana ia bertemu dengan Hendrick.


" Tuan , nyonya dan Kakek, saya telah melamar Anna untuk menikah tapi ia mau berpacaran dulu " Ucap Hans


" Anna, apa yang di katakan Hans itu benar?" tanya Mama


" Iya Ma, Anna belum yakin dengan pernikahan" Anna menunduk.


" Apa kamu takut terluka?" tanya Papa


" Aku takut Hans juga sudah punya wanita lain pilihan orang tuanya" Anna melirik ke Hans.

__ADS_1


Sebenarnya pernyataan Anna ditujukan kepada Papa dan Mamanya, ia takut seperti Mamanya, wanita dengan asal usul keluarga kalangan bawah tidak pantas bersanding dengan kalangan elite seperti Hans atau Andreas.


" Aku tidak punya calon dan orang tua ku tidak punya hak untuk mengatur pernikahanku" Hans menatap Anna.


" Anna, sebaiknya kamu segera mengambil keputusan, Kakek berharap bisa menyaksikan kamu menikah" kakek menunduk.


" Jika Anda mengizinkan saya akan mempersiapkan pernikahan dalam waktu dua Minggu" tegas Hans.


Anna mulai kebingungan, tidak mengerti lagi dengan perasaan yang sudah kacau balau oleh Andreas, pria bertopeng dan seorang pria yang berbeda dari semuanya Hans.


" Anna sayang jangan mempermainkan perasaan orang" Mama Riana menepuk pundak Anna.


" Ya Ma, kita akan menikah setelah dua Minggu" Anna melihat Hans yang tersenyum bahagia.


" Baiklah Karena masalah telah terselesaikan, bagaimana sekarang kita memperkenalkan Anna kepada Kakek dan neneknya" Hendrick bersemangat karena adalah satu - satunya cucu perempuan di keluarga Hendrick.


" Apa ?" Anna gugup


" Iya sayang, semua telah berkumpul dan menunggu kedatangan kita, Papa telah berjanji kepada Mama kamu untuk memasukkan kalian dalam daftar keluarga resmi " Hendrick memeluk Riana dan mencium keningnya.


" Saya akan beristirahat" ucap Kakek.


" Anna akan mengantar Kakek" Anna beranjak dari kursi dan membantu Kakek Kembali ke kamar.


" Tuan dan Nyonya, saya akan mengatur makan malam bersama Orang tua saya secepatnya" Hans tersenyum bahagia.


" Tentu saja, kamu jangan khawatir Anna adalah keturunan saya keluarga Hendrick dan Mamanya yang cantik ini adalah seorang desainer ternama di kota Paris " ucap Hendrick bangga.


Hans memperhatikan wajah Riana, karena di bidangnya tentu saja Hans tidak mengenal Riana.


" Anna Sayang apakah dia yang memberikan mobil ini?" Riana dan Hendrick menatap Anna yang hanya mengangguk.


Riana dan Hendrick tersenyum puas.


Anna satu mobil dengan Hans menggunakan mobil Hans, dan Mama dengan Hendrick.


Mobil melaju beriringan Menuju kawasan elite pusat kota.


***


Andreas kembali ke Villa rahasia, ia menuju kamar di mana ia menikmati ciuman Anna.


Kamar yang telah di jadikan kamar pribadi untuk Andreas, ia ingin mencium aroma tubuh Anna yang tertinggal di dalam kamar dan Membayangkan ketika ia berciuman dengan Anna penuh dengan nafsu dan hasrat.


Andreas menyentuh bibirnya dan membayangkan bibir Anna yang terluka.


" Bibirmu sungguh menggoda dan membuat diriku kecanduan bagaikan narkoba" Andreas merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur ia mencium aroma tubuh Anna yang tertinggal di seprai dan bantal.


Terdengar ketukan dan pintu terbuka, Jonathan berdiri di depan pintu.


" Jangan masuk!" perintah Andreas ia tidak menginginkan aroma dari orang lain akan merusak kamar Anna.


Andreas beranjak dari tempat tidur dan berjalan mendekati Jonathan.


" Ada apa ?" tanya Andreas.

__ADS_1


" Rara mengamuk di bar Tuan" Jonathan pria berwajah tampan namun datar tanpa ekspresi.


" Kenapa?" tanya Andreas


" Ia kecewa karena di bohongin anda, ia harus melayani pria gendut dan sudah tua" jelas Andreas.


" Hahaha" tawa Andreas menggelegar memecahkan keheningan villa.


" Wanita murahan berharap bisa menyentuh tubuh seksi dan perkasa milikku" Andreas menyunggingkan senyuman penghinaan.


" Sungguh waktu murahan yang tidak sadar diri yang hanya jadi rebutan pria hidung belang" Andreas keluar dari kamar dan mengunci pintu.


Mereka berjalan menuju bar milik King sang raja Malam Andreas.


Andreas dan Jonathan masuk ke mobil masing-masing menuju bar. Memarkirkan mobil di garasi mobil tersembunyi.


Andreas telah menggunakan topengnya, dan memperlihatkan tubuh seksi menggoda kaum hawa.


" Dimana Rara?" tanya Andreas, ia akan melampiaskan emosinya ketika Rara.


" Di kamarnya" jawab Jonathan.


Andreas segera berjalan cepat menuju kamar Rara. Ia membuka pintu masuk kamar dan mengunci pintu perlahan, Rara segera berlari dan memeluk tubuh Andreas.


Andreas mendorong tubuh Rara kelantai dengan kasar, dan menatapnya jijik.


" King, kenapa kamu lakukan ini kepadaku?" Rara menangis di atas lantai berkilau.


" Karena bayaran pria itu sangat mahal, bukankah kamu membutuhkan banyak uang untuk perawatan kecantikan" Andreas duduk di kursi rias.


" Aku rela melakukan tanpa bayaran dengan dirimu" Rata membuka pakaiannya menampilkan tubuh seksi dan menggoda.


" Hahaha, itulah yang membuat dirimu murah dan tidak berharga " Andreas mencengkram leher Rara yang meringis kesakitan.


" Apa kamu pikir aku suka bermain dengan wanita menjijikkan seperti kalian?" Andreas melepaskan cengkraman dari leher Rara meninggalkan bekas merah membuat Rara terbatuk-batuk.


" Aku selalu menjaga diriku untuk wanita luar biasa sempurna tidak seperti Kalian wanita penggoda penjual kecantikan dan keseksian tubuh "Andreas mencengkram lengan Rara dan melemparnya ke atas kasur.


" King, aku mencintaimu, aku berada di sini agar bisa bersama dengan dirimu " Rara memohon dan membuka bra miliknya menampilkan gunung kembar yang indah.


" Hahaha dan kau akan memberikan tubuh sisa pria lain padaku, wanita bodoh" Andreas menjambak rambut Rara hingga ia berteriak kesakitan.


" Mulai hari ini kamu akan melayani tamu bar" Andreas melepaskan tangannya dari rambut Rara.


" Tidak aku tidak mau, aku mohon King" Rara memeluk tangan Andreas.


" Singkirkan tangan kotor dan menjijikkan dari tubuh ku, jika kamu masih berani menyentuhku, akan aku potong tanganmu!" Andreas berjalan meninggalkan kamar Rara yang menangis tersedu-sedu dan berteriak penuh dengan kekesalan dan penyesalan.


Ia tidak mengira King yang terlihat lemah Lembut dan menggoda ternyata berhati iblis.


💓


Thanks for Reading 😊


Berikan like dan komentar untuk Author 😘

__ADS_1


Terimakasih 😍 Love You Readers ♥️


__ADS_2