
Anna membersihkan diri, dan mengganti pakaiannya, merebahkan tubuhnya di atas kasur, melihat layar ponsel terdapat pesan dari mama.
" Sayang, kapan kamu akan menemui mama? "
" sayang, mama mau kamu mencoba menjadi model pakaian Mama, pasti Cantik"
" Mama kangen kamu"
Anna tersenyum membaca pesan dari Mama, ia tahu Mama sangat sibuk. Ia juga telah mencari tahu tentang seorang desainer bernama Riana Emilia.
Anna menekan panggilan Video.
" Anna sayang " terlihat wajah cantik seorang wanita di antara manekin yang menggunakan pakaian hasil karya Riana
" Ya Ma " Anna tersenyum
" Sayang, kapan kamu akan menemui mama?
" Mama, apa Mama tidak mau pulang ke rumah?"
" Bagaimana kabar Kakek dan nenek mu ?"
" Mereka baik, Ma, kapan Mama akan mengunjungi kakek dan nenek " Anna terlihat sedih
" Sayang, Nenek membenci Mama, Nenek tidak mau bertemu Mama " wajah Riana terlihat sedih dari layar ponsel.
" Nenek tidak benci Mama, nenek rindu Mama " Anna menunduk diam, sampai sekarang ia belum memberitahukan tentang kematian neneknya.
" Anna sayang, ada apa?" Riana memperhatikan wajah putrinya
" Ma, apa Mama sangat sibuk ?" Anna berharap Mamanya punya sedikit waktu luang untuk kembali bertemu dengan Kakek dan nenek atau untuk mendengarkan kabar tentang Nenek.
"Tidak sayang, Mama telah selesai dengan desain terbaru bahkan telah diluncurkan " jelas Riana
" Apakah Mama punya hari libur ?" tanya Anna
" Tentu saja sayang, katakan ada apa ?"
" Ma, bisakah mama kembali dan menemui Anna, sebentar saja ?" Anna memelas dengan wajah sedihnya, Anna sangat berharap Mamanya mau pulang, untuk mengetahui tentang Nenek.
" Anna Mohon Ma " Anna terlihat sedih, ia bingung bagaimana cara memberitahu Mamanya.
" Baiklah Sayang, Mama akan pikirkan dan Rencanakan " Riana bingung, ia tidak ingin mengingat kembali kenangan bersama Hendrick.
" Terimakasih Ma, Anna berharap Mama secepatnya menemui Anna, mungkin Anna berminat jadi model Mama " Anna tersenyum
" Tentu saja sayang, wajah kamu cantik, bentuk tubuh yang proporsional, cerdas, kamu adalah wanita sempurna " Riana memuji putrinya
" Itu semua Anna dapatkan dari Mama " jawab Anna senang
" Papa juga" Riana keceplosan
" Maafkan Mama sayang " Riana menyesal
" Ma, Anna tunggu kedatangan Mama secepatnya " Anna mengganti topik pembicaraan
Riana dan Anna mengakhiri panggilan video.
Terdengar nada pemberitahuan saluran Video. Anna mengambil ponsel yang telah ia letakkan di samping tempat tidurnya.
" trending topik, Video Apa ini ?" Anna penasaran, sebuah video muncul di layar ponselnya,, iklan otomatis.
" Seorang Model ternama berkelahi dengan seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya pada sebuah kafe "
Anna penasaran, ia membuka video yang dimaksud.
Anna kaget itu adalah Video perkelahian ia dengan Veronika,
" Apakah dia seorang Model?" pikir Anna
" Untung saja Kamera video lebih banyak menyoroti wajah Veronika, sehingga wajahku tidak terlihat jelas" Anna berbicara sendiri dan tertawa.
" Wanita aneh, seorang publik figur tidak bisa menjaga image hanya karena cemburu , merugikan diri sendiri " Anna bergumam
__ADS_1
Anna memejamkan matanya tak perduli dengan berita yang ia lihat.
Nada dering panggilan ponsel Anna.
" Hans " sebuah kontak dengan nama bos q muncul di layar ponsel, Anna segera menggeser kan tanda hijau.
" Halo Anna apa kamu baik-baik saja?" Suara seorang pria yang sangat khawatir terdengar di seberang.
" Aku baik pak " Anna tersenyum memikirkan Hans mengkhawatirkannya, padahal harusnya Hans mengkhawatirkan Veronika.
" Kenapa kamu berkelahi Veronika ?" tanya dokter Hans
" Kenapa bapak tidak bertanya kepada adik anda yang tersayang itu " Anna balik bertanya dengan nada menyinggung
" Aku di kantor"
" Anda bisa menanyakan kepada yang terhormat Nona Veronika setelah anda pulang " Anna menekankan suaranya
" Apa kamu marah padaku?" Hans menyelidiki nada bicara Anna yang berbeda
" Apa marah, apa aku sedang marah? tapi marah kenapa ?" Anna berpikir,,
" Anna, apa kamu mendengarkan aku ?" Hans tidak mendengarkan suara Anna.
" Tentu saja, aku hanya sedang berpikir, seakan otak cerdas ku jadi bodoh " jawab Anna cengengesan.
" Bisakah kita makan malam berdua malam ini?" Hans bertanya penuh harap.
" Ah, tentu saja " jawab Anna cepat
" Baiklah aku akan menjemputmu jam 7 nanti malam "
" Kenapa aku langsung menyetujuinya " Anna berbicara dalam hati dan memukul dahinya.
" Anna, aku sudah mengirimkan gaun untuk kamu pakai malam ini " Hans sangat bersemangat dan bahagia
" Terimakasih pak"
" Ketika kita di luar kantor aku tidak mau mendengarkan kamu memanggilku bapak atau pak atau tuan, jika itu kamu lakukan aku akan menghukum dirimu " ancam Hans
" Jika kamu mau tahu kamu boleh mencobanya ketika makan malam " Hans menggoda.
Terdengar ketukan pintu dan panggilan dari bik Yani. Anna segera memutuskan panggilan, beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu.
" Ada apa bik? tanya Anna ketika ia membuka pintu.
" Ini Non, ada paket " bibi menyerahkan 2 buah kotak berbungkus kertas kado berwarna pink dan pita merah.
" Oh iya bik, terimakasih " Anna menerima kotak dari bik Yani.
" Saya pamit ke dapur Non" bi Yani baru akan berjalan menuju tangga.
" Bik, malam ini Anna makan di luar, bibi buatkan makan malam untuk kakek dan bibi aja"
" Iya Non " bik Yani segera menuruni tangga menuju dapur.
Anna menutup pintu kamarnya, duduk di ujung tempat tidur dan membuka kotak pertama berisi gaun berwarna merah terang, dan kotak kedua berisi sepatu kaca berkilau.
" Wow, akhir - akhir ini aku sering mendapat hadiah " Anna berbicara sendiri di kamarnya.
Anna menggantung gaun pesta dalam lemari pakaian dan meletakkan kembali sepatu ke dalam kotak.
Anna membuka pintu kamar berjalan menuruni tangga menuju kebun belakang, kakek selalu menghabiskan waktunya di kebun.
Anna berjalan mendekati Kakek yang sedang tertidur di dalam pondok kecil tempat bersantai. Anna hanya melihat kakeknya, ia tidak mau mengganggu tidur kakek. Ia kembali ke rumah membantu Bik Yani di dapur.
" Sudah Non, bibik aja " Bik Yani melarang Anna
" Ngak apa - apa bik, biasanya Anna bantu Nenek, " Anna membantu membersihkan sayuran dan buah stroberi yang baru di petik di kebun.
Terdengar bunyi bel bel pintu. Bibi mau bergegas membukakan pintu.
" Udah bik, Anna aja " Anna mengeringkan tangannya dan segera menuju ruang tamu untuk membuka pintu.
__ADS_1
" Hengky " Anna membuka pintu dan melihat Hengky
" Ada apa?" boleh aku masuk
" Ah, maaf " Anna membuka lebar pintu dan mempersilahkan Hengky masuk.
" Silahkan duduk, aku ke dapur sebentar ya " Anna meninggalkan Hengky di ruang tamu.
Anna hanya meminta bibi membuatkan minuman dan membawakan cemilan untuk Anna dan Hengky.
Anna segera kembali ke ruang tamu dan duduk berhadapan dengan Hengky.
" Anna apa kamu sudah melihat Video seorang model yang kamu kenal ?" Hengky membuka percakapan.
" Tentu saja, itu sangat lucu " Anna tertawa
" Aku rasa lawan Veronika adalah kamu ?" Hengky menyelidiki
" Benarkah ?" Anna pura-pura tidak tahu.
" Itu kamu kan ?" Hengky curiga
" Ya " Anna tertawa
" Anna, itu tidak lucu, bagaimana jika fans Veronika membully kamu ?" Hengky khawatir.
" Banyak saksi di sana, ia menyerang ku lebih dulu, kau tahu diriku, aku tidak suka di tindas, semakin lemah seseorang akan semakin sering di tindas" Anna berbicara serius
" Aku tahu,, kenapa ia menyerang kamu "
" Entahlah " Lupakan saja, aku tidak akan mengulangi lagi.
" Baiklah, apa kamu ada acara malam ini ?" tanya Hengky
" Ya , aku sudah ada janji makan malam "
" Dengan siapa?" Hengky penasaran
" Bos Hans "
" Dimana"
" Aku tak tahu, sebaiknya kamu pulang, hari sudah petang " Anna menarik tangan Hengky untuk berdiri.
" Hei, kamu mengusirku " Hengky di dorong Anna dari belakang
" Dadadah " Anna melambaikan tangannya dan menutup pintu
" Tega sekali Anna " Hengky bergumam
Hengky melihat sebuah mobil berwarna terang, ia menatap lama pada mobil di samping rumah.
" Apa Anna sudah membeli mobil baru ?" Hengky bertanya pada diri sendiri. Ia berjalan mendekati mobil.
Mobil mewah berwarna merah terang, Hengky tahu itu adalah mobil mahal limited edition, harus pesan untuk mendapatkan mobil cantik ini.
" Anna ngak mungkin membeli mobil ini " pikir Hengky
Ia sangat mengenal Anna, wanita yang tidak suka memamerkan kemewahan, bahkan Anna selalu berpakaian dan bersikap sederhana.
Hengky hanya melihat bagian depan mobil. Ia berpikir nanti akan ia tanyakan pada Anna.
*
*
*
*
😘 Thanks for Reading 😊
😘 Thanks for Vote, komentar dan Like ♥️
__ADS_1
♥️ Love you Readers 💓