Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Menikahlah denganku


__ADS_3

Anna merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Ia masih memikirkan kejadian aneh yang ia alami. Selalu terbayang dengan ciuman hangat dan lembut seorang Pria dengan wajah ditutupi topeng.


Anna menerima pesan dari Andreas.


" bisakah kita bertemu ? aku sangat merindukan dirimu"


Anna tersenyum membaca pesan dari Andreas.


" Tunggu dulu kenapa aku senang menerima pesan gombal dari Andreas?" Anna menepuk jidatnya.


*"Dimana?"


" Cafe terbuka "


" Baiklah"


" Aku akan menjemputmu"*


Anna tersenyum sendiri menerima pesan dari Andreas. Dimata Anna Andreas adalah orang yang lucu dan menyenangkan tidak seperti Hans kaku, mungkin karena perbedaan usia yang terlalu jauh.


" Anna sayang " Riana masuk kedalam kamar Anna yang pintunya terbuka lebar.


" Ia Ma " Anna segera duduk dan melihat Mamanya yang sangat cantik dan seksi.


"Bersiaplah, Papa akan jemput kita " Riana membuka lemari Anna dan memilih baju yang baru mereka beli bersama.


" Papa " gumam Anna bingung, Riana mengambil sebuah gaun berwarna merah muda, sebatas lutut dengan model pindah terbuka.


" Pakai ini sayang" Riana meletakkan gaun cantik di atas tempat tidur.


" Ma, kita mau kemana?" tanya Anna bingung


" Kerumah Papa Hendrick " Anna menatap Mama yang terlihat bahagia.


" Ma, Papa Hendrick punya anak dan istri " Suara Anna pelan.


" Sayang pernikahan Mama dan Papa sah di mata hukum " Ucap Mama


" Dan Mama yakin Papa hanya mencintai Mama " lanjut Mama merapikan riasan wajahnya.


Anna mengganti pakaiannya dengan gaun pilihan Mamanya.


Riana membuka ikatan rambut Anna , memberikan jepitan kupu - kupu senada dengan warna gaun Anna.


Wajah Anna terlihat imut sesuai dengan umurnya.


Bi Yani mengetuk daun pintu yang terbuka. Anna dan Riana menoleh ke arah pintu.


" Maaf Non ada tamu di bawah, katanya temen Non Anna" bibi pamit turun ke bawah.

__ADS_1


" Andreas" gumam Anna.


" Sayang, apa kamu sudah punya kekasih " Riana menatap Anna.


" teman " Anna berlari meninggalkan Mamanya sendirian di kamar.


" Cantik sekali" Andreas menatap Anna menuruni tangga dengan gaun yang bergoyang menampilkan kaki jenjang Anna.


" Hai Andreas" Anna tersenyum berjalan mendekati Andreas.


Ketika Anna berdiri dekat dari Andreas memperhatikan bibir Anna yang bengkak dan terluka.


" Ada apa dengan bibirmu ?" tanya Andreas menyentuh bibir Anna dengan jarinya ingin melihat lebih dekat.


Anna segera mundur dan menutup bibirnya.


" Apa Andreas tahu bekas ciuman di bibirku?" Anna berbicara di dalam hati dengan perasaan khawatir.


" Bibir kamu terluka, apa kamu menggigitnya?" Andreas memperhatikan Anna.


" Ya, bibirku tergigit ketika makan siang" Anna menurunkan tangan yang menutupi mulutnya, ia tersenyum.


" Kamu cantik sekali, apa berdandan untukku,?" tanya Andreas memandang Anna dari atas sampai ke bawah.


Riana menuruni tangga memperhatikan tingkah Anna dan Andreas.


" Andreas kenalkan Mamaku" Anna tersenyum, Riana mendekati Andreas dan berjabat tangan.


" Iya, Nyonya, Mohon restunya " Andreas tersenyum melihat mata Anna melotot menggemaskan.


" No, Ma " Anna menggelengkan kepalanya.


"Anna Sayang kamu sudah dewasa sudah waktunya menikah" Riana tersenyum.


" Saya siap menikah dengan Anna secepatnya" Andreas bersemangat, ia melirik Anna.


" Omg, Andreas stop, jangan bercanda" Anna memelototi.


" Hei, aku tidak bercanda " Andreas mengambil sebuah kotak perhiasan dari saku aja miliknya dan berlutut di hadapan Anna dan Riana.


" Hana Mariana, Maukah kamu menikah dengan ku?" Andreas memohon dengan membuka kotak berisi cincin bermata berlian putih.


Anna terkejut,


" Oh sayang, so sweet " Riana memeluk putrinya Anna yang membeku dan kebingungan.


Terdengar tepukan tangan dari depan pintu,


" Luar biasa, seorang Bos besar bertekuk lutut di depan putriku " Hendrick berjalan mendekat ia memeluk dan mencium dahi Riana

__ADS_1


" Hallo Om Hendrick " Andreas berdiri mendekat dan berjabat tangan.


" Papa " ucap Anna heran.


Tentu saja Hendrick mengenai Andreas, perusahaan besar yang sangat terkenal.


" Silahkan duduk " ucap Mama berjalan meninggalkan mereka Menuju kebun.


" Sayang, kamu mau kemana ?" Memanggil Papa.


Andreas memperhatikan Hendrick dan Anna,


" Pantas saja Anna terlahir sempurna " pikir Andreas di dalam hati.


" Bagaimana Tuan Hendrick, apa anda merestui pernikahan saya dan Anna?" Andreas tersenyum.


" Andreas, kamu kesambet sesuatu ya?" Anna memelototi mata Andreas yang tidak memperdulikan Anna.


" Tentu saja" Siapa yang akan menolak Bos besar seperti anda" Ucap Hendrick tersenyum.


" Pa , Anna belum jawab" Anna kesal.


" Tunggu apalagi sayang, Mama dan Papa telah bersama dan kakek masih bersama kita" Mama menggandeng Kakek.


Hendrick segera mendekat ia memberi hormat, berjabat tangan dan memeluk kakek.


" Halo, saya Hendrick, suami Riana, Papa dari Anna " Hendrick menggenggam erat tangan Kakek, yang menatap Hendrick.


Kakek tidak akan marah kepada Hendrick karena semua kesalahan dilakukan oleh Riana.


" Halo Kakek, apakah Anda masih ingat saya?" Andreas mendekat berjabat tangan dengan sopan.


" Tentu anak muda, kamu teman cucuku" Kakek tersenyum dan segera duduk di Sofa di bantu Mama.


" Kakek saya datang kemari untuk melamar Anna " Ucap Andreas.


Anna hanya terdiam, Apa yang Andreas pikirkan, dia datang di waktu yang tepat seakan telah di rencanakan, ketika semua keluarga berkumpul.


" Aku baru jadian dengan Hans dan sekarang di lamar Andreas, apa yang harus aku katakan kepada Hans" Anna berdebat dengan dirinya sendiri.


" Anna Sayang, Kakek akan tenang jika sudah ada pria yang akan menjaga kamu, kakek berharap kamu segera menikah" ucap Kakek


" Anna" Mama menepuk pundak Anna


" Iya Ma, " Anna sadar dari lamunannya


" Anna, Papa sangat mengenal Andreas" ucap Papa.


" Anna tidak tahu Pa, Ma," Anna bingung tapi jika sudah Kakek yang meminta Anna tidak pernah bisa menolak.

__ADS_1


Hendrick Sangat mengenal Andreas, Jika Andreas menjadi menantunya tentu akan memajukan perusahaan miliknya.


__ADS_2