Arsitek Cantik

Arsitek Cantik
Rasa Cinta


__ADS_3

Kamar Andreas berantakan, ia telah menghamburkan semua barang yang ada di dalam kamar.


Satu Minggu ia tidak bertemu Anna, Andreas benar-benar frustasi, ia tidak percaya akan Kehilangan Anna.


Cincin pertunangan yang ia pasang di jari Anna dengan alat pelacak hilang begitu saja.


Seakan orang yang menculik Anna benar-benar mengenali kemampuan Andreas.


Jonathan mengetuk dan membuka pintu kamar Andreas.


Ia melihat Andreas sangat hancur dan berantakan.


Seorang pria dengan pesona luar biasa kini terpuruk di sudut ruangan kamar yang terlihat seperti gudang.


Jonathan telah menyerahkan perusahaan kepada Laura, selama Andreas mencari Anna.


Sebuah Cafe tersembunyi Andreas telah di sergap kepolisian, tetapi tidak ada yang tahu bahwa itu milik Andreas, karena tidak ada yang menyebutkan nama Andreas.


Jhonatanan terdiam melihat keterpurukan Andreas.


"Aku akan menemukan Nona Anna untuk Anda, ku pertaruhkan nyawa ku." Jhonatan berjanji di dalam hatinya.


Jhonatan berjalan mendekati Andreas, pria angkuh dan sombong.


"Tuan, sebaiknya Anda makan dan membersihkan diri, kita harus menemukan Nona Anna." Jhonatan menepuk pundak Andreas.


"Kenapa Anna terus lari dariku?" Andreas menarik kerah baju Jhonatan.


"Nona Anna bukan lari tetapi ia diculik." Jhonatan berusaha menenangkan Andreas.


"Lakukan semua yang bisa kamu lakukan!" perintah Andreas membuka pakaiannya dan membuang sembarangan.


"Berdasarkan penyelidikan yang saya lakukan, Hans adalah orang di balik penculikan Anna." tegas Jhonatan.


"Hans terlihat tenang." lanjut Jhonatan.


"Hahaha, aku benar-benar meremehkan Hans." Andreas berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dan mengganti pakaiannya.


Jhonatan memperhatikan ruangan yang sangat berantakan tidak seperti Andreas yang suka dengan keberhasilan dan kerapian.


"Saya menunggu anda di ruangan kerja." ucap Jhonatan meninggalkan kamar Andreas.


Jhonatan berada di ruangan kerja Andreas, ia fokus dengan layar komputer.


Memperhatikan data tentang Hans, Jhonatan benar-benar fokus dengan menyelidiki Hans.


Jhonatan mengumpulkan data tentang Hans sejak kehilangan Anna dan semua aktivitas yang dilakukan Hans.


Ia sangat yakin Hans yang telah menyembunyikan Anna, ditambah lagi Hans adalah saingan cinta Andreas.


Andreas kembali bersemangat, ia sangat percaya dengan Jhonatan. Wajah tampan dan menggoda dengan senyuman pemikat.


Jhonatan tersenyum melihat Tuannya yang telah kembali lagi seperti dulu, hampir satu Minggu Andreas tersenyum dan kebingungan.


"Apa yang kamu temukan?" tanya Andreas.


"Lihatlah!" Jhonatan memberikan komputer jinjing kepada Andreas.


Andreas memperhatikan, apa yang muncul di layar komputer.


Hans lebih sering berada di rumah baru, bukan rumah utama keluarga Roberto dan bukan apartement Hans.

__ADS_1


"Tuan Hans telah pindah ke rumah baru dan rumah itu di buat sesuai rancangan seorang arsitek." jelas Jhonatan dan mengklik sebuah rumah yang sangat Indah.


"Ini adalah rancangan Mahasiswi Arsitek di kampus Anna dan menjadi pemenang pada perlombaan." ucap Andreas.


"Ya dan anda kalah cepat dengan tuan Hans, sehingga ia yang berhasil membeli rancangan itu dan anda harus tahu, perancang itu adalah Nona Anna." jelas Jhonatan.


"Apa? jadi dari dulu tanpa sadar aku telah bersaing dengan Hans." Andreas mengepalkan tangannya.


Jhonatan mengambil komputer dari dalam laci meja Andreas.


Andreas memerhatikan komputer yang Jhonatan ambil.


"Komputer Anna." ucap Andreas.


"Ya, saya telah melihat ada banyak desain milik Nona Anna yang telah ia publis." jelas Jhonatan.


"Jika Nona Anna mengaktifkan alamat emailnya kita akan menemukan keberadaan Nona Anna." lanjut Jhonatan.


"Kamu benar, Anna tidak akan hidup tanpa menggambar." Andreas tersenyum.


"Tuan, dengan kemampuan Nona Anna, ia bisa memiliki perusahaan sendiri di bidang rancangan, Nona Anna benar-benar ahli." Jhonatan kagum pada Anna.


"Aku telah membangun sebuah perusahaan untuk Anna sebagai hadiah pernikahan dan kamu tahu itu." Andreas berdiri di samping jendela.


"Sepertinya Tuan Hans juga melakukan hal yang sama." Jhonatan tersenyum.


Dulu Hans dan Andreas berebut hasil rancangan seorang mahasiswi dan sekarang mereka memperebutkan sang Arsitek Cantik, Hana Mariana.


"Anda hanya perlu bersabar menunggu Nona Anna login dengan email yang sama." jelas Jhonatan.


"Jhonatan, sudah satu Minggu aku tidak melihat dan menyentuh Anna, aku bisa gila dengan rasa rindu ini." ucap Andreas.


"Apa kamu tahu yang aku lakukan karena tersiksa dengan rasa rindu ini? Aku pergi ke kamar Anna dan mencium aroma tubuhnya yang ia tinggalkan di kamar itu." jelas Andreas.


***


Anna duduk di tempat tidur dan Yuna mengobati luka di tubuh Anna.


"Nona, kenapa luka Anda banyak sekali?" tanya Yuna khawatir.


"Pertama karena aku belum menguasai medannya, kedua aku sudah lama tidak mendaki dan ketiga aku ketiduran di atas sana." Anna tersenyum manis.


"Benar-benar wanita yang berbeda." Yuna berbicara di dalam hatinya.


"Nona, apakah anda sudah lama berpacaran dengan tuan muda?" tanya Yuna.


"Hahaha, aduh." Anna tertawa lepas hingga ia merasakan sakit di tubuhnya.


"Ah Nona maafkan saya." Yuna merasa bersalah.


"Tidak tidak, aku merasa lucu, aku tidak punya kekasih dan aku tidak tahu siapa Tuan muda kamu." Anna membuka komputer di depannya.


Yuna terdiam, Tuan muda mengatakan mereka sudah berpacaran tetapi Andreas mengacaukan hubungan mereka.


"Yuna, apakah disini ada jaringan internet?" tanya Anna.


"Ada Nona." jawab Yuna cepat.


"Aku mau login ke email untuk melihat hasil perlombaan desain yang aku ikuti." ucap Anna.


"Nona, Tuan muda melarang Anda menggunakan email ataupun sejenisnya, karena itu akan mengungkapkan keberadaan Anda." jelas Yuna.

__ADS_1


"Ah Iya, tetapi bagaimana dengan perlombaan yang aku ikuti?" Anna sangat berharap menang karena hadiah yang sangat menggiurkan.


"Apa yang Anda khawatirkan, ketika anda telah memiliki perusahaan sendiri." Yuna tersenyum.


"Satu Minggu di pulau ini, membuat kamu berhalusinasi." ucap Anna tersenyum.


"Itu benar Nona." Yuna bersemangat.


Anna kembali tersenyum dan menahan tawa, ia menatap Yuna.


"Aku tidak punya uang sebanyak itu, bahkan Andreas telah memblokir semua tabunganku." Anna kembali fokus pada layar komputer.


"Nona, sepertinya menjadi cantik dan sempurna juga berbahaya." ucap Yuna memperhatikan Anna yang hanya menggunakan pakaian dalam.


Yuna bisa melihat tubuh indah dan seksi, sebagai seorang wanita Yuna cukup merasa minder melihat tubuh Anna.


"Ah, aku pernah berpacaran dan aku menghancurkan hubungan itu dalam waktu 24 jam dan itu semua adalah kesalahan diriku." jelas Anna.


"Bagaimana bisa?" tanya Yuna.


"Karena aku adalah wanita yang labil dan tidak memahami perasaan sendiri, tidak mengerti dengan rasa cinta." Anna beranjak dari tempat tidur dan menuju lemari pakaian.


"Bagaimana ada wanita yang tidak mengerti dengan rasa cinta?" Yuna bertanya pada dirinya sendiri.


"Aku hanya tahu rasa cinta kepada Nenek dan Kakek ku dan tidak pernah merasa cinta kepada lawan jenis." ucap Anna.


"Aku menghabiskan waktu ku belajar, menggambar, dan kegiatan mendaki, menyelam ketika kampus mengadakan tour." jelas Anna lagi.


"Aku tidak mau menyia-nyiakan masa mudaku dengan berpacaran." lanjut Anna.


"Memiliki perusahaan di bidang Arsitek adalah cita-cita ku." Anna puas bisa bercerita dengan Yuna.


"Apakah masa muda Nona Anna tanpa berpacaran?" tanya Yuna penasaran.


"Begitulah, aku tidak perduli kepada laki - laki yang mendekati diriku." Anna tersenyum, ia telah menggunakan dress selutut.


"Tuan muda juga tidak pernah berpacaran, ia menghabiskan waktu dengan belajar dan mengurus perusahaan." ucap Yuna tersenyum.


"Benarkah?" Anna mematikan komputer.


"Ya, umur sudah tua tetapi belum menikah." Yuna memperhatikan Anna.


"Hahaha, berarti kekasihku seorang kakek." Anna menepuk dahinya.


"Tidak, Tuan muda sangat tampan dan menawan, dengan sikap dinginnya." Yuna bersemangat.


"Kenapa kamu tidak menjadi istrinya?" Anna mendekatkan wajahnya pada Yuna.


"Saya tidak pantas Nona." jawab Yuna gugup.


"Jika saling mencintai semua batasan itu akan hilang dan di satukan oleh Cinta." Anna tersenyum dan berjalan menuruni tangga menuju ruang makan.


Yuna berlari mengikuti Anna, yang sedang membuat makan malam.


"Maafkan saya yang lupa membuat makan malam." Yuna segera memasak.


"Tidak apa. aku terbiasa melakukan semuanya sendiri." Anna tersenyum.


*******************************************


Mohon dukungannya dengan selalu Like, Komentar, Bintang 5 dan Vote, jika kamu suka ๐Ÿค—

__ADS_1


Love You all ๐Ÿ˜˜Thanks for Reading ๐Ÿค—


Semoga Kita semua orang selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin ๐Ÿ˜‡


__ADS_2